Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"Acara ultah" part 2


__ADS_3

Hari pun sudah sore , Angga dan Sita setelah menyelesaikan masalahnya mereka tidak langsung pulang . Mereka masih asyik bercanda gurau di taman kampus sampai tidak menyadari kalo hari sudah sore.


"Resek, kamu diundang ke ultah Vina


engga?"


"Engga, aku gak di kasih tau dan tidak


dikasih undangannya"


"Emm, mungkin belum kali soalnya


kata Vina semua di undang"


"Oh, iya kali tapi tadi aku ketemu Ama


Vina lagi mau kekantin sama Aril dia


engga ngomong apa apa".


"kalo gitu aku gak akan datang kalo


kamu gak diundang "


"loh , kenapa ? gak boleh gitu tau sama


teman".


"Aku males aja , pasti disana ada Aril".


"Emm, Yo pulang udah sore ni , tapi aku ke masjid dulu buat sholat ashar ya?"


"Okke"


Angga dan Sitapun beranjak dari tempat duduknya lalu menuju kepakiran untuk mengambil motor lalu jalan ke mesjid untuk sholat ashar. Lima menit telah berlalu Angga dan Sitapun sampai di masjid. Angga menyuruh Sita untuk menunggu di parkiran motor.


"Aneh, kamu tunggu aku di sini ya?


inget jangan kemana mana ya?"


"siap".


Anggapun pergi menuju masjid dan meninggalkan Sita sendiri di parkiran.


Adzan ashar pun berkumandang memberitahukan umat Islam sudah waktunya untuk sholat ashar dan lagi lagi Sita merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya namun dia tidak tau apa itu, Sita telah meneteskan air mata saat mendengarkan adzan. Hatinya seolah olah berkata melangkahlah , kakinya bergetar seolah olah mengajak untuk berjalan kearah masjid. Sitapun melangkahkan kakinya berjalan menuju kearah masjid mengikuti kata hatinya, sesampai di masjid semua orang sedang sholat , Sitapun menatap kearah orang orang yang sedang sujud terlihat sangat kusuk Sitapun merasakan ketenangan dan rasanyaman yang sesungguhnya yang selama ini belum pernah Sita rasakan. Senyuman manisnya telah menghiasi wajah cantiknya.


"Tuhan kenapa hati merasa tenang


setelah melihat orang orang yang


melaksanakan sholat itu , sebenarnya


apa yang terjadi padaku tolong beri


tau aku?" gumam Sita.


Sholat ashar pun selesai , Anggapun langsung keluar karna dia tidak enak meninggalkan Sita di parkiran sendirian. Setelah keluar Anggapun kaget melihat Sita yang berada di samping jendela masjid terlihat seperti sedang mengintip, Angga pun menghampiri Sita .


"Aneh, ngapain kamu? liatin apasih?"


"hemm ya, resek jangan ngagetin Napa


sih? untung gak copot jantung ku!"


" copot juga gak papa kan ada aku yang siap jadi doktermu?"


"emm, mulai kambuh deh ngehalunya".


"biarin, kan emang aku dokter"


"iya , dokter orang gila, dokter sama pasiennya sama" jawab Sita.


"serius ni , kamu lagi ngapain sih liatin apa kok serius banget , soalnya ampe kaget gitu"?


"engga liatin apa apa kok".


"Oh, yaudah yuk pulang"


"Ayuk" jawab Sita.


"sebenernya tadi aneh liatin apasih jadi penasaran deh" gumam Angga .


Angga dan Sitapun melanjutkan perjalanannya untuk pulang . Dua puluh menit Angga dan Sitapun sampai di rumah.


"Aneh , aku langsung pulang ya?"


"kenapa? gak mampir dulu?"


"udah sore soalnya"


"yaudah hati hati ya?"


"okke, nanti kalo udah nyampe rumah


aku von"


"okke bye"


"Bye".


Anggapun mengemudikan motornya sambil melambaikan tangannya, sedangkan Sita tidak langsung masuk kerumah dia masih tetap berdiri di depan rumah menatap kearah Angga , sampai bayangan Angga tidak terlihat. Sitapun membuka pintu, disaat melangkahkan kakinya kedalam rumah tiba tiba Sita telah di kejutkan oleh mommy dan papy yang baru pulang dari Bali .


"suppraeis!!!" teriak mommy


" mommy , kapan pulangnya ? kok


ngga ngomong ke Sita dulu?" jawab


Sita sambil memeluk mommy.


"Sengaja mommy ngga kasih tau buat


suppraeis".


"mana oleh oleh buat aku?"


"Ada, ini buat kamu, dan ini buat bi Ani" jawab papy.


"Trimakasih , pak ,Bu "


"sama sama" jawab papy.


Duapuluh menit telah berlalu Angga telah sampai dirumah . Anggapun membuka pintu samping sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum"!


"waalaikumsalam" jawab bi Asih .


"loh , mas kok lewat samping


kenapa?"


"Engga papa bi, saya abis masukin


motor ke garasi".


"Oh"


"papah udah pulang belum bi?

__ADS_1


terus mamah dimana ?"


"Bp belum pulang mas, kalo


ibu ada di kamarnya ".


"makasih bi, aku mau nyamperin


mamah ".


Anggapun masuk berjalan menuju kekamar mamahnya. Setelah di depan kamar mamahnya , Angga mengetuk pintunya


tok, tok, tok, suara pintu kamar diketuk dari


luar.


"masuk aja !!" jawab mamah


Anggapun masuk lalu berlari memeluk mamahnya yang sedang memakai hijab karna abis mandi.


"kenapa nih kok tiba tiba meluk mamah


pake senyum senyum lagi kenapa?"


"mah, Angga seneng banget Sita udah


maafin Angga , ternyata ini semua ulah


Tante mah".


"Mila , kok bisa?"


"iya jadi , Tante tu ngirim foto foto


aku sama Vina yang di acara kemaren


terus ngomong kalo aku bakal tunangan


sama Vina !"


"Sayang, kamu udah tau tantemu seperti apa jadi mamah harap kamu gak akan marah


sama tantemu, anggap saja ini adalah kerikil yang mencoba menghalangi jalanmu


jadi teruslah berjalan dan sabar ya?"


"ya mah, Angga gak marah kok , cuman kesel dikit hehe".


"Bagus itu baru anak sholehnya mamah".


"Mah, Angga mau cerita nih"


"mau cerita apa? silakan mamah siap


buat dengerin".


"Tadi tu pas Angga mampir ke mesjid buat sholat ashar Sita lagi sama aku terus aku


tinggal di parkiran sendirian dan pas Angga selesai sholat , Anggatu liat Sita lagi ngintip


jamaah perempuan yang lagi sholat terus pas Angga liat tu dia kaya lagi nangis mah, terus Angga panggil dia kaget nengok sambil menghapus air matanya. Dan bukan itu aja mah , dulu pas Angga pulang dari Bandung Angga kemasjid buat sholat magrib dulu , eh Sita juga nangis mah , terus pas Angga balik ke mobil Sita cerita kalo dia tiba tiba nangis setelah mendengar adzan magrib."


"Masyaallah, terus kamu jawab apa ?"


"Angga jawab Allah telah menunjukan kebenaran gitu mah".


"Sayang, Allah telah memberikan hidayah kepada nak Sinta namun dia belum menyadarinya tutunlah dia nak".


"Angga cuman menjawab apa yang dia tanya mah, karna Angga enggak mau persahabatan kita hancur karna perdebatan soal agama".


"Iya, kamu benar nak. Seandainya Allah menakdirkan kalian berjodoh , bimbinglah dia menjadi wanita sholeha".


Adzan magrib telah di kumandangkan mengajak umat muslim untuk sholat. Angga pun berpamitan untuk sholat jamaah di masjid.


"Mah udah adzan Angga kemasjid dulu


ya?"


"okke sayang, mamah sholat dirumah aja


soalnya papa belum pulang".


"ya, Angga berangkat mah, assalamualaikum?"


"waalaikumsalam".


Anggapun keluar pergi ke masjid untuk menjalankan sholat magrib berjamaah di masjid. Dua puluh lima menit telah berlalu


Anggapun selesai sholat magrib ,disaat dalam perjalanan pulang hendvon Angga berdering Anggapun langsung mengambi hendvonnya yang berada di saku celananya.


"Emm aneh, ohya lupa tadikan aku janji


kalo nyampe rumah mau von dia"


gumam Angga .


"Halo , Aneh maafin aku ya? tadi lupa


mau von , soalnya tadi aku ngobrol


sama mamah ku jadi lupa deh".


"Udah gak papa aku cuman mau nanya


kamu diundang Vinakan ? kita


berangkat bareng ya?"


"Semua keluargaku diundang sama


mamahnya Vina jadi.."


"Berarti kamu bakal berangkat bareng


keluarga mu dong "?


"Dasar burung beo aku kan belum


selesai ngomongnya udah nyrocos aja


kamu".


"Ya, aku dengerin mau ngomong apa


kamu?"


"Emmm, kasih tau engga ya?"


"mau ngomong apa sih?"


"Nanti kamu berangkat sendiri aja".


"ih , dasarrr reeeseeekkk!!!".


Sitapun langsung mematikan hendvonnya.


"Halo aneh , halo , halo"!!


"ya dimatiin , pasti ngambek lagi ni

__ADS_1


maaf ya aneh aku bohong mana


mungkin aku biarin kamu berangkat


sendiri" gumam Angga .


Setelah sampai di rumah Anggapun langsung masuk kekamarnya untuk ganti baju lalu berangkat menjemput Sita. Anggapun keluar kamar , ternyata sudah ada Tante Mila yang menunggunya di ruang tamu mengajak untuk berangkat bareng.


"Angga , kamu mau berangkat ke acara


Vina kan ? kita berangkat bareng aja".


"Emm, maaf Tante Angga udah janjian


sama teman teman Angga jadi Angga


gak bisa bareng Tante Angga bawa


motor".


"yaudah Tante naik motor bareng


kamu?"


Disaat Angga didesak oleh tantenya untuk berangkat bareng akhirnya ibu peri penyelamatnya datang betapa senangnya Anggapun menatap mamahnya yang sedang berjalan menghampirinya seolah olah memberikan kode dan mamahnya pun mengerti dengan tatapan anaknya itu.


"Mila , sudahlah kita berangkat sendiri


aja biarkan Angga untuk berangkat


bareng temannya. Apa kamu gak


di liat orang orang entar dikatain suka


sama brondong".


"Tapi kak..."


"huusst, udah berangkat aja sana


sayang kasihan temannya nanti


pada nungguin".


"ya mah, Angga berangkat dulu ya


assalamualaikum?"


"waalaikumsalam , hati hati sayang!!"


"siap mah".


"Mila , aku tau maksud dan tujuan mu


ngotot banget ingin berangkat bareng


Angga . Biarkan lah dia mencarari dan


menjalani takdirnya kita sebagai orang


tua jangan ikut campur doakan saja


dia!"


"Tapi aku ingin yang terbaik buat


keponakan ku satu satunya kak!!"


"Terbaik buat kamu belum tentu yang


terbaik buat Angga . sebentar lagi


acaranya mulai jadi ayo kita


berangkat ngga usah debat."


Mamah Rani dan Tante Mila pun berangkat diantarkan supir. Sepuluh menit telah berlalu Anggapun sampai di rumah Sita. Angga memencet bel rumah Sita, Ting, tong, ting, tong. Suara bel berbunyi , Sita mendengar bel rumah berbunyi diapun langsung berlari menemui bi Ani , menyuruh berbohong seandainya yang datang Aril .


"bi tunggu, kalo yang datang Aril tolong


katakan kalo aku ngga dateng keacara


Vina dan katakan kalo aku tidak ada


dirumah ya!!"


"baik mba, terus kalo yang datang mas


Angga gimana?"


"Gak mungkin dia soalnya dia mau


berangkat sama keluarganya".


"ya mba".


Bi Ani pun berjalan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu cekrek.


"mas Angga, beberkan tebakan bibi !!"


"hust, jangan kenceng kenceng


nanti aneh denger"


"ya , maaf mas "


"Sita udah siap belum bi?"


"belum siap siap mas, kayanya gak


jadi berangkat deh , karna dikira


mas Angga berangkat bareng keluarga


bahkan mba sita nyuruh bibi


berbohong seandainya mas Aril yang


datang".


"Emm, mendengar ini kok aku seneng


banget ya? apa bener yang di katakan


mamah , kalo aneh juga mempunyai


perasaan yang sama kaya aku?"


gumam Angga .


"mas, mas, mas Angga !!!"


"ya , kenapa bi?"


"kok bengong sih mas, ayo masuk bibi


panggilin mba Sita dulu ya?"


"Oh, ya bi trimakasih".

__ADS_1


__ADS_2