Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
" Ultah Sita"


__ADS_3

Hari pun sudah sore , Sitapun melihat jam tangan yang melingkar di tangannya . Ternyata jarum jam tangan Sita sudah menunjukan tepat di Angga 16. 35. Berarti sudah waktunya untuk pulang Sitapun langsung berpamitan .


"Om, Tante, Sita pamit pulang sudah


sore soalnya" ucap Sita sambil


menjabat tangan kedua orang tua


Angga lalu mencium tangan.


"Oh ya , hati hati di jalan ya ? dan trimakasih sudah mau main kesini".


"Sama sama Om , Tante "


Sitapun lalu berjalan langsung keluar lalu di ikuti Angga dari belakang .


"Aneh , kamu tunggu di sini dulu


sebentar ya? aku mau ngeluarin mobil


dulu"


"Ngapain ngeluarin mobil?"


"Ya , buat nganterin kamu lah"


"Engga usah pake motor aja"


"Udah deh , engga usah ngeyel sekali


kalo nurut Napa , ini udah mulai


gerimis nanti kalo kehujanan dijalan


gimana ? kalo kamu sakit gimana hayo


kamukan g pernah kehujanan aku


gamau kalo kamu sampe sakit ".


"Ya tuhan sampe segitunya Angga ngga


mau kalo sakit, sungguh beruntung aku


punya kamu resek udah Soleh, baik ,


perhatiannya luarbiasa lagi" gumam


Sita.


Anggapun langsung masuk ke garasi mengeluarkan mobilnya. Sedangkan Sita menunggu di halaman rumah Sita. mamah Rani yang melihat Angga mengeluarkan mobil pun langsung memberi tahu suaminya .


"Pah, pah, coba deh kemari sebentar"!


"Ya , kenapa mah?"


"Lihat deh, akhirnya Angga mau bawa


mobilnya"


"Iya, mungkin karna gerimis jadi bawa


mobil biar gak kehujanan"


"Iya anakku memang luar biasa dia


selalu menjaga orang orang yang dia


sayang dan sangat bertanggung jawab".


"Tentu saja dong , siapa dulu papahnya


dia seperti itukan karna turunan dari


papahnya ini".


"Enak aja itu hasil dari didikanku bukan karna turunan sifatmu"


"Iya, iya Angga seperti itu karna hasil didikan


dari seorang ibu yang luar biasa,ibu multitalenta"


"Dan didikan seorang ayah juga yang penuh


dengan rasa tanggung jawab dan kasih sayang"


"Emmmua, trimakasih sayang sudah


menjadi seorang istri dan ibu yang paling


terbaik" ucap papah Prawita memeluk istrinya lalu mencium kening istrinya.


"Makasih juga sudah menjadi suami sekaligus ayah yang paling terbaik".


"Udah ah Ayuk masuk"


"Ya ayuk".


Papah dan mamah Rani pun masuk kedalam yang tadinya ngintib dari jendela ruang tamu.


Angga pun sudah mengeluarkan mobilnya lalu turun membukakan pintu untuk Sita.


"Silakan. tuan putriku?"


"Trimakasih " jawab Sita.


Setelah membukakan pintunya untuk Sita


Anggapun lasung buru buru masuk ke mobil karna hujan mulai turun deras. Angga yang melihat Sita mau memakai seatbelt pun langsung memegang tangan Sita lalu menariknya.


"Biar aku bantu pakaikan?"


Anggapun menarik seatbelt kursi yang diduduki Sita lalu memasangkannya yang membuat tubuh Angga tepat berada di depan sita. Sita dan Anggapun saling menatap, muka Anggapun berada tepat di mata Sita hanya panjang jari telunjuk saja jarak antara muka Angga dan Sita. Jantung Sita berdetak sangat kencang begitu juga dengan Angga .


"Aduh kenapasih ,pakai deq deqkan


parfum Angga wangi banget membuat


aku nyaman didekatnya" gumam Sita.


Setelah memakaikan seatbelt Angga pun langsung buru buru menarik tubuhnya lalu membenarkan posisi duduknya karna Angga takut kalo Sita mendengar detak jantungnya yang berdegup sangat kencang. Anggapun langsung mengemudikan mobilnya.


"Resek, ternyata papahmu orangnya asyik


juga ya? tidak seperti yang aku pikirkan".


"Emangnya apa yang ada di pikiranmu tentang papahku sebelum ketemu?"


"Aku pikir orangnya galak resek kaya anaknya,


ternyata aku salah. Papamu itu baik, karismatik banget , beda sama anaknya udah jelek, resek, nyebelin pula ".


" Tapi kamu cintakan ma aku?"


"Iya terpaksa"


"Apa !!, jadi kamu terpaksa mencintai aku?" tanya Angga kaget.


"Becanda resek, mukanya biasa aja dong,


kamu denger baik baik ya? aku itu sangat mencintaimu dan cintaku itu tulus dari lubuk hatiku cuman buat kamu jadi tidak ada keterpaksaan".


"Janji kau ngga akan berpaling dari akukan?"


"Engga akan pernah sampe kapanpun".


Saat sedang asyik ngobrol tiba tiba suara petir dweeeerrr yang mengglegar itu membuat Sita kaget dan takut Sitapun langsung memeluk Angga dengan erat. Ya emang dari kecil memang Sita takut kalo mendengar petir.


"Maaf, aku ngga sengaja , aku reflek" kata


Sita sambil membenarkan posisi


duduknya.


"Kenapa ? kamu takut sama suara petir?"


"Iya"


"Hemm"


Dweeerr!! suara petir lagi yang sangat keras membuat Sita gemetar karna menahan rasatakutnya, Angga yang sudah tau pun langsung menarik Sita untuk bersandar di bahunya lalu menutup telinga Sita.


"Maaf ya aneh? aku tidak ada maksud apa


apa aku hanya membantu mu agar tidak


takut".


"Ya aku paham kok , trimakasih ya?"


"Resek, aku tu ngerasa aman dan nyaman


banget kalo kamu ada di sampingku bahkan aku berharab banget kalo saat ini


hujannya tidak akan berhenti dan waktu bisa berhenti agar kau tetap


ada di pelukanku" gumam Sita.


Sepuluh menit kemudian Angga dan Sitapun sampai di rumah . Anggapun langsung turun membukakan pintu buat Sita sekaligus memayunginya.


"Trimakasih resek "


"ya , sama sama , udah sekarang kamu


masuk , aku langsung pulang ya?"


"kamu ngga nungguin hujannya berhenti


dulu?"

__ADS_1


"Engga, aku langsung pulang aja udah


mau magrib soalnya nanti kalo udah


sampai dirumah aku telvon".


"Okke, hati hati ya iloveyou bye"


"love you to" jawab Angga sambil


melambaikan tangannya lalu masuk


kemobil.


Dua puluh menit kemudian Anggapun sampai di rumahnya .Angga langsung memasukkan mobil ke garasi lalu masuk kerumah lewat pintu samping dapur.


"Assalamualaikum?" Angga bersalam.


"Waalaikumsalam" jawab bi Asih .


"Lagi masak apa bi?" tanya Angga


"Masak rendang mas"


"Oh, bi nanti aku bikinin nasi goreng


aja ya?"


"Okke mas"


Anggapun langsung pergi menuju ke kamarnya untuk mandi . Setelah mandi Anggapun rebahan di kasurnya sebentar melihat foto foto Sita di ponselnya sambil menunggu adzan magrib. Sepuluh menit kemudian adzan magrib pun di kumandangkan , Angga langsung berwudhu lalu sholat magrib kali ini Angga solat di rumah karna masih hujan. Setelah selesai sholat Anggapun keluar untuk makan malam .


ternyata semua sudah menunggu Angga di meja makan .


"Assalamualaikum pah, mah, Tante?"


"Waalaikumsalam sayang"


"Mas ini pesanannya " sahut bi Asih.


"Trimakasih bi"


"ya mas"


"Angga sebenarnya hubunganmu sama Sita


itu cuman teman atau ada yang spesial?"


"Maksud papa apa ya?" tanya Angga deqdeqkan .


"Kamu sudah dewasa pasti kamu tau maksud


papah, dia gadis baik, atitudenya bagus"


"kami cuman teman kok pah"


"Iya teman tapi mesra kan"?


"papah ni bisa aja" jawab Angga sambil tersenyum malu.


"Ya allah , maafin aku telah membohongi orang tuaku , pah maafin Angga ya? Angga


belum bisa mengatakan yang sebenarnya" gumam Angga .


"Pah, mah , Angga udah selesai jadi Angga


kekamar dulu ya? mau ngerjain tugas".


"iya sayang " jawab mamah.


Anggapun langsung masuk kekamarnya , mengambil ponselnya lalu membanting tubuhnya dikasur lalu menekan nomor telvon Sita. Tut, tut, tud, suara telvon yang tersambung. Sita yang sedang makan pun langsung mengambil ponselnya lalu lari masuk kekamar karna dia tau itu telvon dari Angga .


"Halo "


"Hai, sayang kamu lagi ngapain?"


"aku, lagi nungguin telvon dari kamu"


"Emm, Masya sih neik?"


"Emberan neik".


"hehehe" Angga dan Sita tertawa


bersama.


"Resek aku boleh nanya ngga?"


"mau nanya apa ? ngomong aja "


"kamu jawab jujur ya jangan di tutupi".


"Iya "


"Gimana respon papah mu setelah


ketemu aku tadi apa dia suka sama


"Iya papahku sangat menyukai kamu"


"Berarti papahmu setuju sama hubungan


kita ? kamu udah ngomong kan?"


"Iya tentu saja papahku setuju"


"Syukur deh jadi lega aku sekarang".


"Aneh maafin aku ya, aku belum siap untuk


mengatakan yang sebenarnya" gumam Angga .


Saat Angga sedang asyik bercanda sama Sita tiba tiba mommy nya Sita cat. klunting notivikasi berbunyi memberi tahukan kalo ada cat masuk.


"Tante Santi cat tumben ada apa ya "? gumam Angga .


Anggapun langsung membacanya.


"Selamat malam nak Angga , maaf menggagu waktunya nak Angga bisa jemput


Tante sama Om ngga ya di bandara tapi jangan ngomong Sita ya? soalnya Tante mau


bikin supraeis buat Sita".


"Okke Tante dengan senang hati".


"Halo resek , kok diemsih?"


"Emm, maaf aneh aku lagi bales cat Toni".


"Oh".


"Sayang , telvonnya udah dulu ya soalnya aku mau sholat isya dulu nih udah jam sepuluh ".


"Okke"


"Bye sayang Godnihgt".


"Bye"


"Kok resek nggangucapin ulta ke aku ya?


apa dia lupa atau nanti malam , ya pasti


nanti malam ngucapinnya" gumam Sita.


Anggapun langsung ijin kemamah papahnya karna mau pergi kebandara. Tok ,tok , tok, suara pintu kamar di ketuk dari luar.


"pah, pah,"


" emmm"


" bangun pah ada yang ngetik pintu


kamar kita"


Mamah dan papah prawitapun bangun , menyalakan lampu lalu membuka pintu kamarnya cekrek.


" Ada apa sayang ?"


"Pah Angga minta ijin mau keluar


sebentar"


"mau kemana kamu malam malam


begini?"


"Angga mau menemani teman


Angga jemput orang tua nya


pah di bandara kasihan dia pah "


"Emm, yaudah sana kamu hati hati ya?"


"Iya pah, trimakasih Angga berangkat


dulu assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, kalo ada apa apa von


papah ya?"


"Iya pah".


Anggapun langsung mengambil kunci mobil lalu berangkat menuju ke bandara untuk menjemput orang tua Sita. Tiga puluh lima menit kemudian Anggapun sampai di bandara. Ternyata orang tua Sita sudah menunggunya . Angga yang melihat Tante Santi langsung menghampirinya.


"Selamat malam Om , Tante, maaf

__ADS_1


nunggu lama ".


"Tidak papa, seharusnya Tante yang


terimakasih karna kamu udah mau jemput Tante maaf ngeropotin ya?"


"Tidak papa Tante Angga senang bisa bantu Tante kok".


"Udah jam sebelas lebih nih ayo kita langsung


pulang aja waktunya tinggal sedikit lagi" sahut Om Pranowo.


"Oh iya silakan om, Tante mobil Angga yang


itu" jawab Angga sambil menunjuk kesebuah mobil yang mewah.


"Angga, kamu emang anak luar biasa sungguh beruntung Sita , kalo Sita nikah


sama kamu. kamu anak orang kaya tapi


sangat sederhana dan tidak sombong.


pasti orang tuamu bukan orang sembarangan kalo dilihat dari mobilmu"


gumam Tante Santi.


Setelah masuk mobil Anggapun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Diperjalanan ketika hampir sampai di rumah Sita , Angga menghentikan mobilnya didepan sebuah toko kue .


"Loh kenapa berhenti nak Angga?" tanya


Tante Santi .


"Angga mau beli kue buat Sita Tante "


"Engga usah Tante sudah siapin


semuanya kok jadi kamu ngga usah


beli".


"Baiklah kalo gitu".


Anggapun tidak jadi turun buat beli kue, Anggapun langsung melanjutkan perjalanannya. Tiga puluh lima belas menit kemudian Anggapun sampai di rumah Sita.


"Tante gimana caranya kita masuk tanpa


diketahui Sita?"


"Tenang Tante sudah merencanakan dari


awal jadi Tante bawa kunci duplikat


rumah"


"Emm jadi Tante sudah merencanakan ini


Tante tau gak sih Sita tu sedih banget


loh pas Tante ngga bisa pulang buat ngerayain ultanya".


"Iya Tante tau, manamungkin Tante tega


ngelakuin itu Sita anak Tante satu satunya


jadi sesibuk apapun Tante akan luangkan waktu buatnya karna Tante dan Om sangat menyayanginya. Tante pesan buat kamu jangan pernah nyakitin Sita apa lagi sampai


membuat dia nangis".


"Iya Tante Angga janji akan menjaga Sita


dan membahagiakannya".


"Udah ayo masuk jangan berisik "


"Ya Tante".


Tante Santi, Om Pranowo, dan Anggapun langsung berjalan menuju kekamar Sita. Tante Sitapun pelan pelan membuka pintu kamar Sita lalu menyalakan lampunya.


"Happy bertdai to you, happy bertdai to


you"


Sitapun langsung bangun mendengar suara mommy , papy, dan Angga .Sitapun langsung


memeluk pappy dan mommy.


"Loh mommy kapan pulang , terus


kenapa bisa bareng sama Angga ?"


"Nanyanya nanti aja sekarang tiup lilinnya


dulu"


"Eh , berdoa dulu" sahut Angga .


Setelah berdoa Sitapun meniup lilinnya. lalu memotong kue nya .


"kue pertama buat mommy, trimakasih


ya mom sudah menyayangi Sita dan


menjaga Sita , selalu ada buat Sita"


"Sama sama sayang, doa mommy dan papy semoga kamu panjang umur,


sehat selalu, bahagia selalu'


"Aamiin, trimakasi mom, py"


" Sama sama sayang " jawab mommy papy.


"Ohya, kamu mau minta apa dari papy sayang?"


"Sita engga minta apa apa Sita cuman kepingin mommy dan papy akan selalu seperti ini, bahagia selalu sampe maut memisahkan"


"Aamiin".


"Om, Tante, Angga pamit pulang dulu ya?


udah malam soalnya"


"Ya hati hati ya ? dan trimakasih sudah bantu


Tante dan Om"


"Ya sama sama"


"mom, py , Sita nganter Angga kedepan ya?"


"Ya sayang" jawab mommy.


Angga dan Sitapun berjalan beriringan menuju ke teras rumah. Setelah sampai di teras Angga dan Sitapun ngobrol sebentar sebelum Angga pulang.


"Resek kok kamu bisa bareng sama


mommy?"


"Sebenernya , tadi pas kita telvon kan aku


ngomong lagi cat sama Tonikan ?"


"Iya terus kenapa"?


"Sebenernya aku bukan bales cat Toni


tapi cat dari mommymu".


"Emmm, dasar resek nyebelin".


"Itu semua rencana dari papy dan mommy


mu aneh"


"ya tapi tetep aja nyebelin".


"Maaf tuan putriku please"


"okke , kali ini aku maafin"


"Trimakasih aneh"


"Ya"


"Aneh, selamat ya? semoga panjang umur,


murah rezeki, sehat selalu, di mudahkan


segala urusannya, terus semoga dengan tambahnya usia kamu jadi dewasa ngga gampang ngambek aamiin"


"Aamiin"


"maaf ya aku ngga bisa kasih kamu apa apa"?


"Engga papa resek, kamu udah ngasih supraeis. dan ngasih doa aja aku udah seneng banget".


"Sumgguh'


"iya"


"Yaudah kalo gitu aku pulang dulu ya selamat


bobok mimpiin aku ya?" goda Angga sambil mencium tangan Sita.


"Ya kamu juga, hati hati ya di jalan?" jawab Sita tersenyum malu sambil membalas mencium tangan Angga .


"bye"


"bye"

__ADS_1


Anggapun masuk kemobil , membuka kaca jendela mobil melambaikan tangan Sitapun


membalas lambaian tangan Angga . Anggapun langsung mengemudikan mobilnya.


__ADS_2