
Hari pun sudah sore , Sitapun melihat jam tangan yang melingkar di tangannya . Ternyata jarum jam tangan Sita sudah menunjukan tepat di Angga 16. 35. Berarti sudah waktunya untuk pulang Sitapun langsung berpamitan .
"Om, Tante, Sita pamit pulang sudah
sore soalnya" ucap Sita sambil
menjabat tangan kedua orang tua
Angga lalu mencium tangan.
"Oh ya , hati hati di jalan ya ? dan trimakasih sudah mau main kesini".
"Sama sama Om , Tante "
Sitapun lalu berjalan langsung keluar lalu di ikuti Angga dari belakang .
"Aneh , kamu tunggu di sini dulu
sebentar ya? aku mau ngeluarin mobil
dulu"
"Ngapain ngeluarin mobil?"
"Ya , buat nganterin kamu lah"
"Engga usah pake motor aja"
"Udah deh , engga usah ngeyel sekali
kalo nurut Napa , ini udah mulai
gerimis nanti kalo kehujanan dijalan
gimana ? kalo kamu sakit gimana hayo
kamukan g pernah kehujanan aku
gamau kalo kamu sampe sakit ".
"Ya tuhan sampe segitunya Angga ngga
mau kalo sakit, sungguh beruntung aku
punya kamu resek udah Soleh, baik ,
perhatiannya luarbiasa lagi" gumam
Sita.
Anggapun langsung masuk ke garasi mengeluarkan mobilnya. Sedangkan Sita menunggu di halaman rumah Sita. mamah Rani yang melihat Angga mengeluarkan mobil pun langsung memberi tahu suaminya .
"Pah, pah, coba deh kemari sebentar"!
"Ya , kenapa mah?"
"Lihat deh, akhirnya Angga mau bawa
mobilnya"
"Iya, mungkin karna gerimis jadi bawa
mobil biar gak kehujanan"
"Iya anakku memang luar biasa dia
selalu menjaga orang orang yang dia
sayang dan sangat bertanggung jawab".
"Tentu saja dong , siapa dulu papahnya
dia seperti itukan karna turunan dari
papahnya ini".
"Enak aja itu hasil dari didikanku bukan karna turunan sifatmu"
"Iya, iya Angga seperti itu karna hasil didikan
dari seorang ibu yang luar biasa,ibu multitalenta"
"Dan didikan seorang ayah juga yang penuh
dengan rasa tanggung jawab dan kasih sayang"
"Emmmua, trimakasih sayang sudah
menjadi seorang istri dan ibu yang paling
terbaik" ucap papah Prawita memeluk istrinya lalu mencium kening istrinya.
"Makasih juga sudah menjadi suami sekaligus ayah yang paling terbaik".
"Udah ah Ayuk masuk"
"Ya ayuk".
Papah dan mamah Rani pun masuk kedalam yang tadinya ngintib dari jendela ruang tamu.
Angga pun sudah mengeluarkan mobilnya lalu turun membukakan pintu untuk Sita.
"Silakan. tuan putriku?"
"Trimakasih " jawab Sita.
Setelah membukakan pintunya untuk Sita
Anggapun lasung buru buru masuk ke mobil karna hujan mulai turun deras. Angga yang melihat Sita mau memakai seatbelt pun langsung memegang tangan Sita lalu menariknya.
"Biar aku bantu pakaikan?"
Anggapun menarik seatbelt kursi yang diduduki Sita lalu memasangkannya yang membuat tubuh Angga tepat berada di depan sita. Sita dan Anggapun saling menatap, muka Anggapun berada tepat di mata Sita hanya panjang jari telunjuk saja jarak antara muka Angga dan Sita. Jantung Sita berdetak sangat kencang begitu juga dengan Angga .
"Aduh kenapasih ,pakai deq deqkan
parfum Angga wangi banget membuat
aku nyaman didekatnya" gumam Sita.
Setelah memakaikan seatbelt Angga pun langsung buru buru menarik tubuhnya lalu membenarkan posisi duduknya karna Angga takut kalo Sita mendengar detak jantungnya yang berdegup sangat kencang. Anggapun langsung mengemudikan mobilnya.
"Resek, ternyata papahmu orangnya asyik
juga ya? tidak seperti yang aku pikirkan".
"Emangnya apa yang ada di pikiranmu tentang papahku sebelum ketemu?"
"Aku pikir orangnya galak resek kaya anaknya,
ternyata aku salah. Papamu itu baik, karismatik banget , beda sama anaknya udah jelek, resek, nyebelin pula ".
" Tapi kamu cintakan ma aku?"
"Iya terpaksa"
"Apa !!, jadi kamu terpaksa mencintai aku?" tanya Angga kaget.
"Becanda resek, mukanya biasa aja dong,
kamu denger baik baik ya? aku itu sangat mencintaimu dan cintaku itu tulus dari lubuk hatiku cuman buat kamu jadi tidak ada keterpaksaan".
"Janji kau ngga akan berpaling dari akukan?"
"Engga akan pernah sampe kapanpun".
Saat sedang asyik ngobrol tiba tiba suara petir dweeeerrr yang mengglegar itu membuat Sita kaget dan takut Sitapun langsung memeluk Angga dengan erat. Ya emang dari kecil memang Sita takut kalo mendengar petir.
"Maaf, aku ngga sengaja , aku reflek" kata
Sita sambil membenarkan posisi
duduknya.
"Kenapa ? kamu takut sama suara petir?"
"Iya"
"Hemm"
Dweeerr!! suara petir lagi yang sangat keras membuat Sita gemetar karna menahan rasatakutnya, Angga yang sudah tau pun langsung menarik Sita untuk bersandar di bahunya lalu menutup telinga Sita.
"Maaf ya aneh? aku tidak ada maksud apa
apa aku hanya membantu mu agar tidak
takut".
"Ya aku paham kok , trimakasih ya?"
"Resek, aku tu ngerasa aman dan nyaman
banget kalo kamu ada di sampingku bahkan aku berharab banget kalo saat ini
hujannya tidak akan berhenti dan waktu bisa berhenti agar kau tetap
ada di pelukanku" gumam Sita.
Sepuluh menit kemudian Angga dan Sitapun sampai di rumah . Anggapun langsung turun membukakan pintu buat Sita sekaligus memayunginya.
"Trimakasih resek "
"ya , sama sama , udah sekarang kamu
masuk , aku langsung pulang ya?"
"kamu ngga nungguin hujannya berhenti
dulu?"
__ADS_1
"Engga, aku langsung pulang aja udah
mau magrib soalnya nanti kalo udah
sampai dirumah aku telvon".
"Okke, hati hati ya iloveyou bye"
"love you to" jawab Angga sambil
melambaikan tangannya lalu masuk
kemobil.
Dua puluh menit kemudian Anggapun sampai di rumahnya .Angga langsung memasukkan mobil ke garasi lalu masuk kerumah lewat pintu samping dapur.
"Assalamualaikum?" Angga bersalam.
"Waalaikumsalam" jawab bi Asih .
"Lagi masak apa bi?" tanya Angga
"Masak rendang mas"
"Oh, bi nanti aku bikinin nasi goreng
aja ya?"
"Okke mas"
Anggapun langsung pergi menuju ke kamarnya untuk mandi . Setelah mandi Anggapun rebahan di kasurnya sebentar melihat foto foto Sita di ponselnya sambil menunggu adzan magrib. Sepuluh menit kemudian adzan magrib pun di kumandangkan , Angga langsung berwudhu lalu sholat magrib kali ini Angga solat di rumah karna masih hujan. Setelah selesai sholat Anggapun keluar untuk makan malam .
ternyata semua sudah menunggu Angga di meja makan .
"Assalamualaikum pah, mah, Tante?"
"Waalaikumsalam sayang"
"Mas ini pesanannya " sahut bi Asih.
"Trimakasih bi"
"ya mas"
"Angga sebenarnya hubunganmu sama Sita
itu cuman teman atau ada yang spesial?"
"Maksud papa apa ya?" tanya Angga deqdeqkan .
"Kamu sudah dewasa pasti kamu tau maksud
papah, dia gadis baik, atitudenya bagus"
"kami cuman teman kok pah"
"Iya teman tapi mesra kan"?
"papah ni bisa aja" jawab Angga sambil tersenyum malu.
"Ya allah , maafin aku telah membohongi orang tuaku , pah maafin Angga ya? Angga
belum bisa mengatakan yang sebenarnya" gumam Angga .
"Pah, mah , Angga udah selesai jadi Angga
kekamar dulu ya? mau ngerjain tugas".
"iya sayang " jawab mamah.
Anggapun langsung masuk kekamarnya , mengambil ponselnya lalu membanting tubuhnya dikasur lalu menekan nomor telvon Sita. Tut, tut, tud, suara telvon yang tersambung. Sita yang sedang makan pun langsung mengambil ponselnya lalu lari masuk kekamar karna dia tau itu telvon dari Angga .
"Halo "
"Hai, sayang kamu lagi ngapain?"
"aku, lagi nungguin telvon dari kamu"
"Emm, Masya sih neik?"
"Emberan neik".
"hehehe" Angga dan Sita tertawa
bersama.
"Resek aku boleh nanya ngga?"
"mau nanya apa ? ngomong aja "
"kamu jawab jujur ya jangan di tutupi".
"Iya "
"Gimana respon papah mu setelah
ketemu aku tadi apa dia suka sama
"Iya papahku sangat menyukai kamu"
"Berarti papahmu setuju sama hubungan
kita ? kamu udah ngomong kan?"
"Iya tentu saja papahku setuju"
"Syukur deh jadi lega aku sekarang".
"Aneh maafin aku ya, aku belum siap untuk
mengatakan yang sebenarnya" gumam Angga .
Saat Angga sedang asyik bercanda sama Sita tiba tiba mommy nya Sita cat. klunting notivikasi berbunyi memberi tahukan kalo ada cat masuk.
"Tante Santi cat tumben ada apa ya "? gumam Angga .
Anggapun langsung membacanya.
"Selamat malam nak Angga , maaf menggagu waktunya nak Angga bisa jemput
Tante sama Om ngga ya di bandara tapi jangan ngomong Sita ya? soalnya Tante mau
bikin supraeis buat Sita".
"Okke Tante dengan senang hati".
"Halo resek , kok diemsih?"
"Emm, maaf aneh aku lagi bales cat Toni".
"Oh".
"Sayang , telvonnya udah dulu ya soalnya aku mau sholat isya dulu nih udah jam sepuluh ".
"Okke"
"Bye sayang Godnihgt".
"Bye"
"Kok resek nggangucapin ulta ke aku ya?
apa dia lupa atau nanti malam , ya pasti
nanti malam ngucapinnya" gumam Sita.
Anggapun langsung ijin kemamah papahnya karna mau pergi kebandara. Tok ,tok , tok, suara pintu kamar di ketuk dari luar.
"pah, pah,"
" emmm"
" bangun pah ada yang ngetik pintu
kamar kita"
Mamah dan papah prawitapun bangun , menyalakan lampu lalu membuka pintu kamarnya cekrek.
" Ada apa sayang ?"
"Pah Angga minta ijin mau keluar
sebentar"
"mau kemana kamu malam malam
begini?"
"Angga mau menemani teman
Angga jemput orang tua nya
pah di bandara kasihan dia pah "
"Emm, yaudah sana kamu hati hati ya?"
"Iya pah, trimakasih Angga berangkat
dulu assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam, kalo ada apa apa von
papah ya?"
"Iya pah".
Anggapun langsung mengambil kunci mobil lalu berangkat menuju ke bandara untuk menjemput orang tua Sita. Tiga puluh lima menit kemudian Anggapun sampai di bandara. Ternyata orang tua Sita sudah menunggunya . Angga yang melihat Tante Santi langsung menghampirinya.
"Selamat malam Om , Tante, maaf
__ADS_1
nunggu lama ".
"Tidak papa, seharusnya Tante yang
terimakasih karna kamu udah mau jemput Tante maaf ngeropotin ya?"
"Tidak papa Tante Angga senang bisa bantu Tante kok".
"Udah jam sebelas lebih nih ayo kita langsung
pulang aja waktunya tinggal sedikit lagi" sahut Om Pranowo.
"Oh iya silakan om, Tante mobil Angga yang
itu" jawab Angga sambil menunjuk kesebuah mobil yang mewah.
"Angga, kamu emang anak luar biasa sungguh beruntung Sita , kalo Sita nikah
sama kamu. kamu anak orang kaya tapi
sangat sederhana dan tidak sombong.
pasti orang tuamu bukan orang sembarangan kalo dilihat dari mobilmu"
gumam Tante Santi.
Setelah masuk mobil Anggapun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Diperjalanan ketika hampir sampai di rumah Sita , Angga menghentikan mobilnya didepan sebuah toko kue .
"Loh kenapa berhenti nak Angga?" tanya
Tante Santi .
"Angga mau beli kue buat Sita Tante "
"Engga usah Tante sudah siapin
semuanya kok jadi kamu ngga usah
beli".
"Baiklah kalo gitu".
Anggapun tidak jadi turun buat beli kue, Anggapun langsung melanjutkan perjalanannya. Tiga puluh lima belas menit kemudian Anggapun sampai di rumah Sita.
"Tante gimana caranya kita masuk tanpa
diketahui Sita?"
"Tenang Tante sudah merencanakan dari
awal jadi Tante bawa kunci duplikat
rumah"
"Emm jadi Tante sudah merencanakan ini
Tante tau gak sih Sita tu sedih banget
loh pas Tante ngga bisa pulang buat ngerayain ultanya".
"Iya Tante tau, manamungkin Tante tega
ngelakuin itu Sita anak Tante satu satunya
jadi sesibuk apapun Tante akan luangkan waktu buatnya karna Tante dan Om sangat menyayanginya. Tante pesan buat kamu jangan pernah nyakitin Sita apa lagi sampai
membuat dia nangis".
"Iya Tante Angga janji akan menjaga Sita
dan membahagiakannya".
"Udah ayo masuk jangan berisik "
"Ya Tante".
Tante Santi, Om Pranowo, dan Anggapun langsung berjalan menuju kekamar Sita. Tante Sitapun pelan pelan membuka pintu kamar Sita lalu menyalakan lampunya.
"Happy bertdai to you, happy bertdai to
you"
Sitapun langsung bangun mendengar suara mommy , papy, dan Angga .Sitapun langsung
memeluk pappy dan mommy.
"Loh mommy kapan pulang , terus
kenapa bisa bareng sama Angga ?"
"Nanyanya nanti aja sekarang tiup lilinnya
dulu"
"Eh , berdoa dulu" sahut Angga .
Setelah berdoa Sitapun meniup lilinnya. lalu memotong kue nya .
"kue pertama buat mommy, trimakasih
ya mom sudah menyayangi Sita dan
menjaga Sita , selalu ada buat Sita"
"Sama sama sayang, doa mommy dan papy semoga kamu panjang umur,
sehat selalu, bahagia selalu'
"Aamiin, trimakasi mom, py"
" Sama sama sayang " jawab mommy papy.
"Ohya, kamu mau minta apa dari papy sayang?"
"Sita engga minta apa apa Sita cuman kepingin mommy dan papy akan selalu seperti ini, bahagia selalu sampe maut memisahkan"
"Aamiin".
"Om, Tante, Angga pamit pulang dulu ya?
udah malam soalnya"
"Ya hati hati ya ? dan trimakasih sudah bantu
Tante dan Om"
"Ya sama sama"
"mom, py , Sita nganter Angga kedepan ya?"
"Ya sayang" jawab mommy.
Angga dan Sitapun berjalan beriringan menuju ke teras rumah. Setelah sampai di teras Angga dan Sitapun ngobrol sebentar sebelum Angga pulang.
"Resek kok kamu bisa bareng sama
mommy?"
"Sebenernya , tadi pas kita telvon kan aku
ngomong lagi cat sama Tonikan ?"
"Iya terus kenapa"?
"Sebenernya aku bukan bales cat Toni
tapi cat dari mommymu".
"Emmm, dasar resek nyebelin".
"Itu semua rencana dari papy dan mommy
mu aneh"
"ya tapi tetep aja nyebelin".
"Maaf tuan putriku please"
"okke , kali ini aku maafin"
"Trimakasih aneh"
"Ya"
"Aneh, selamat ya? semoga panjang umur,
murah rezeki, sehat selalu, di mudahkan
segala urusannya, terus semoga dengan tambahnya usia kamu jadi dewasa ngga gampang ngambek aamiin"
"Aamiin"
"maaf ya aku ngga bisa kasih kamu apa apa"?
"Engga papa resek, kamu udah ngasih supraeis. dan ngasih doa aja aku udah seneng banget".
"Sumgguh'
"iya"
"Yaudah kalo gitu aku pulang dulu ya selamat
bobok mimpiin aku ya?" goda Angga sambil mencium tangan Sita.
"Ya kamu juga, hati hati ya di jalan?" jawab Sita tersenyum malu sambil membalas mencium tangan Angga .
"bye"
"bye"
__ADS_1
Anggapun masuk kemobil , membuka kaca jendela mobil melambaikan tangan Sitapun
membalas lambaian tangan Angga . Anggapun langsung mengemudikan mobilnya.