
Setelah cerita panjang lebar , Niko pun mengajak Sita untuk masuk kedalam cave tersebut.
"Ayo turun, kita makan dulu".
"Maaf Niko , aku masih kenyang " tolak Sita.
"Kita baru nyampe loh masak mau pulang ".
"Kalo kamu mau makan ya udah , silakan kamu masuk aku tunggu di sini".
"Masuklah bentar doang kok".
"Engga ah".
"Sabar Niko , kamu harus ngalah
buat ngambil simpatinya lagi" gumam Niko .
"Yaudah , kalo kamu ngga mau masuk
kita pulang aja ".
"Maaf ya ? kamu ngga marah kan?"
"Ya enggaklah ngapain marah". jawab Niko .
Hendvon Sita berdering, Sita langsung mengambil ponselnya .
"Angga " gumam Sita.
"Siapa yang von ?" tanya Niko .
"Angga ".
"Oh".
"Ngapain sih telvon mulu " gumam Niko .
"Halo , kenapa von kangen ya?"
"Engga siapa juga yang kangen
sama cewe aneh kaya kamu".
"Lo resek , aku matiin ni telfonnya"!!
"Jangan !! iya deh ngaku mana bisa aku
gak kangen sama kamu"
"Masya sih sih sih "
"Kamu udah pulang belum? aku mau
jemput nih".
"Engga usah jemput aku , aku pulang
bareng teman ku ni orangnya" jawab Sita sambil mengarahkan hpnya ke Niko .
"Hai, Angga salam kenal ya ? aku Niko
teman nya Sita , kamu tenang aja jangan
cemas Sita aman kok bersama aku".
"Senang bisa berkenalan denganmu, trimakasih ya? udah jagain Sita"
"Sama sama , jangankan antar jemput,
menyerahkan nyawaku untuk Sita pun
aku rela".
"Maksudnya?" tanya Angga .
"Sori bro aku cuman bercanda "
"Eemm, yaudah kamu hati hati ya?"
"Kamu juga , harus istirahat"
"Ok, bye "
"Bye iloveyou"?
"Sita, apa apaan sih dia gak mikirin perasaanku apa?"gumam Niko .
Dua puluh menit telah berlalu Sita dan Niko pun sampai di kediaman Pranowo. Sitapun langsung turun sambil mengucapkan sampai ketemu nanti malam . Sita pun langsung masuk kerumah tanpa mengajak Niko untuk mampir terlebih dulu kerumahnya. Padahal Niko berharab banget Sita akan menyuruhnya mampir dulu.
"Niko , sampai ketemu nanti malam ya?"
"Ok, bye"
"Bye"
Niko pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah masuk kerumah Sitapun langsung masuk ke dapur untuk membuat kue . Dengan penuh rasa cinta Sita membuat kue ulta Angga sendiri tidak mau di bantu oleh siapapun.
"Mba Sita , lagi ngapain di dapur ? mau
bikin apa?"
__ADS_1
"Aku mau bikin kue buat ultanya resek bi"
"Oh, mba Sita kan bisa minta bantuan bibi
buat bikin kue nya?"
"Sita kepingin bikin sendiri bi , soalnya ini
hari sepesial buat Sita".
"Bibi bantuin ya? "
"Oh, engga usah bi , bibi istirahat aja biar
Sita aja ".
Setelah selesai bikin kue Sita mandi. Setelah mandi Sitapun mengirim pesan ke Niko kalo kerumah Angga jam sepuluh. Niko langsung membalas pesan dari Sita kalo dia setuju. Dua jam telah berlalu, Sitapun melihat ke arah arlojinya . Jarum jam sudah berada di angka 20. 39 , Sitapun langsung masuk kamar untuk bersiap siap. Lima belas menit kemudian Niko pun datang . Ting, tong, ting , tong, Suara bel yang memberi tahukan kalo ada tamu.
Bi Ani langsung membukakan pintu.
"Mas Niko , silahkan masuk"
"Sitanya ada bi?"
"Mba Sita lagi siap siap"
"Ok".
Sepuluh menit kemudian Sitapun keluar dari kamarnya . Niko mengangakan mulutnya terpesona melihat kecantikan Sita. Sitapun memetik jarinya untuk menyadarkan Niko .
"Tek, tek, kenapa bengong sampe nganga
gitu?"
"Kamu cantik banget malam ini"
"Emm, trimakasih"
"Udah siap?"
"Iya"
"Bi, kita berangkat dulu ya? nanti kalo
mommy sudah nyampe ngomong aja
aku lagi merayakan ulta Angga di
rumahnya".
"Iya mba, hati hati ya?"
"Ya bi".
Dua puluh lima menit telah berlalu Sita telah sampai di rumah Angga . Sitapun menyuruh Niko memarkirkan mobilnya di jalan rumah tetangga Angga . Sita mengambil ponselnya lalu mengirim pesan ke tante Rani.
"Assalamualaikum tante, Sita udah di
depan rumah tante ni?"
"Waalaikumsalam, ok sayang
tante keluar sekarang ".
Tante Rani pun langsung keluar untuk membukakan gerbang buat Sita. Tante Rani pun tersenyum saat melihat Sita, sedangkan Sita membalas dengan lambaian tangan.
"Ayo masuk sayang"
"Trimakasih tante"
"Nak Niko ya?" sapa mamah Rani .
"Iya tante, apa kabar tante?"
"Alhamdulilah baik, ayo silakan masuk".
"Trimakasih tante".
Sita dan Niko pun masuk kerumah bersama tante Rani , lalu langsung menuju kekamar Angga . Sita membuka kuenya lalu menyalakan lilinnya.
"Tante, kira kira Angga udah tidur belum?"
"Tadi tante liat udah tidur".
"Em, bagus deh".
__ADS_1
Sampailah didepan kamar Angga , tante Rani
membuka pintu kamar Angga pelan pelan sedangkan Sita menyanyikan lagu happy birthday .
"Happy birthday to you"
Anggapun langsung bangun mendengar suara Sita yang menyanyikan lagu happy birthday .
" Aneh, kamu u?"
"Ya, supraeis "
Anggapun melihat kearah mamah Rani sambil tersenyum, sedangkan mamah Rani
memberikan isyarat kepada Angga melalui matanya. Angga pun mendorong pipi Sita ke kanan dengan lembut.
"Kok kamu bisa disini "?
"Bisa dong, tiup lilinnya dong udah
pegel ni tanganku"
"Hehe, hehe" semua tertawa mendengar rengekan manja Sita.
"Trimakasih ya sayang atas supraeis nya ."
"Sama sama".
"Angga, suatu hari nanti ke bahagiya an
mu ini akan aku rampas , karna Sita hanya
milikku" gumam Niko .
Setelah potong kue Angga dan Sita di berikan waktu untuk ngobrol berdua. Angga dan Sita pun keluar duduk di taman yang terletak di belakang rumah Angga, sedangkan Niko ngobrol dengan mamah Rani di pinggir kolam renang yang tidak jauh dari taman.
"Resek, aku mau ngomong".
"Ngomong aja , ada apa?"
"Emm, kamu mau ngga nganterin aku
kerumah omnya Toni yang di Batam
yang dulu ketemu kita itu loh masih ingat
kan kamu?"
"Iya, mau ngapain kamu kesana ?"
"Aku mau jadi mualaf "
"Apa!! kamu engga becanda kan?" jawab Angga kaget
"Engga, aku serius . jadi kemaren waktu kamu
kritis aku telah berjanji aku akan masuk Islam
kalo kamu selamat . Jadi sekarang aku
akan tepati janjiku ".
"Sita, aku senang mendengar kamu mau menjadi mualaf dan aku bangga kamu mau
menepati janjimu tapi".
"Tapi kenapa?"
"Aku ngga mau kamu masuk Islam karena
terpaksa karna demi aku, aku ingin kamu
masuk Islam karna tidak terpaksa , kamu
masuk Islam karena atas keinginanmu sendiri tanpa embel embel apapun, tapi karna
kau mencintai Allah dan rasul-nya."
"Kenapa kau berkata seperti itu resek,
seharusnya kamu senang kita jadinya seniman. Tapi kau malah berkata seperti itu
kenapa?"
"Sayang aku mohon kamu jangan tersinggung
dengan ucapanku. Maksud dari ucapanku adalah aku tidak mau membebani pikiranmu?
aku ngga mau di tengah tengah jalan nanti
kamu menyesal karna kamu melakukan itu
karna terpaksa jadi pikirkan aja dulu nanti
kalo kau udah mantap dengan pilihanmu aku
__ADS_1
akan support kamu."
"Trimakasih resek".