
Tiga puluh menit telah berlalu Angga, Sita dan mamah Rani telah tiba di rumah. bp Udin pun turun untuk membukakan pintu untuk mamah Rani dan Angga lalu mengambilkan kursi rodanya.
"Silakan Bu"
"Trimakasih ya bp?"
"Tante, biar Sita aja yang dorong Angga "
"Engga usah nak, nanti ngerepotin
kamu?"
"Engga kok tante, sini biar Sita aja"
"Trimakasih ya sayang?"
"Sama sama tante".
Sitapun mendorong Angga masuk ke dalam rumah. Mamah Rani membuka pintu lalu mempersilakan Sita masuk. Setelah sampai di ruang tamu Angga dan mamah Rani di kejutkan dengan suara trompet.
"Silahkan masuk nak Sita"
"Trimakasih"
"Loh ini pada kemana sih kok sepi
bi Asih.., bi .., kok gak ada yng jawab sih"
Trot ,.....suara trompet di tiup.
"Selamat datang kembali di rumah
sayang" sapa tante Mila .
"Suka ngga kamu sama supraeis nya?
ini ide Vina loh ".
"Oh"
"Selamat datang kembali dirumah ya Angga ,
maaf aku gak jemput kamu di rumah sakit
soalnya aku nyiapin supraeis ini buat kamu"
Anggapun diam seribu kata jangankan menjawab Vina menatapnya pun tidak.
"Mah , Angga mau istirahat kekamar dulu
ya?"
"Sayang , biar tante bantu dorong kamu
kekamar ya?"
"Emm, engga usah tante Angga bisa
sendiri kok "
"Sayang, biar tante aja yang bantu ya?
please , anggap saja sebagai permohonan maaf tante yang kemaren".
"Angga udah maafin kok tante "
"Ayo aneh , tolong anterin aku kekamar"
"Tapi"
"Tapi kenapa ? karna kita bukan muhrim terus
kamu takut , tenang aja kita gak cuman berdua ada bi Asih juga kok "
"Iya kan bi?"
"Iya mas"
Tante Mila pun menahan amarahnya dengan meremas tangannya sendiri atas perlakuan Angga yang menolak dirinya dan lebih memilih Sita. Sita pun mendorong Angga masuk kekamar di ikuti oleh mamah Rani dan bi Asih. Setelah sampai di kamar bi Asih
membereskan pakaian Angga yang dari rumah sakit , Sedangkan Sita dan mamah Rani membantu Angga untuk naik ketempat tidurnya.
"Ayo mamah bantu naik keatas tempat
tidurmu ?"
"Tidak usah mah , Angga bisa sendiri
yang terluka kan kepala Angga jadi
Angga bisa berjalan sendiri jangan
perlakukan Angga seperti anak kecil".
"Oh ya, bukan setiap hari tingkah mu itu
seperti...." mama Rani menghentikan
ucapan nya karna di tarik tangannya
oleh putranya.
"Setidaknya jangan di depan Sita mah,
bisa jatuh harga diriku nanti" bisik
Angga .
"Oh, jadi orang yang sangat resek dan
menyebalkan ini ternyata anak mamah
hehe, hehe" sahut Sita sambil tertawa.
"Kamu tu cewe aneh yang paling nyebelin
sedunia, emang kenapa? anak laki laki
tidak boleh manja terhadap ibunya?
emang cuman anak perempuan saja
yang harus dimanja ".
" Haduh , udah udah kok jadi berantem
sih".
"Dia tu mah yang mulai duluan"
"Iya, tapi yang aku katakan ini fakta
ternyata hehe...hehe". jawab Sita sambil
__ADS_1
tertawa.
"Kalian itu sangat menggemaskan , kalo
ketemu pasti kaya tom and Jerry tapi
kalo tidak ketemu seperti orang yang
kehilangan ke dua kakinya hehe"
"Itulah kami mah, tante" jawab Angga dan Sita serentak.
"Em, mamah mau telfon papah dulu ya?
bi, nanti kalo udah selesai kamu bikinin
minuman buat nak Sita ya?"
"Iya Bu".
Angga pun berusaha berdiri dari kursi rodanya mau naik ketempat tidurnya. Disaat
berdiri mau melangkahkan kakinya kepala Angga terasa pusing namun iya paksakan
untuk berjalan menuju tempat tidurnya. Angga pun hampir jatuh karna sempoyongan
dan hampir jatuh , Sita yang berada di sampingnya pun langsung memapah Angga
dan membuat hidung Angga jatuh menempel di pipi Sita. Bi Asih pun langsung berlari kearah Angga untuk membantu Angga yang hampir jatuh.
"Mas Angga ...engga papa?"
Angga yang kaget mendengar suara pengasuhnya saat bayi itu membuat Angga tersadar dari lamunannya . Lalu membenarkan posisi tubuhnya yang tadinya hampir tumbang kini menjadi berdiri tegap.
"Ya, aku tidak papa bi"
"Alhamdulilah, bibi udah dek dek kan
untung mba Sita gesit langsung
memapah mas Angga ".
"Iya ".
"Ayo biar aku bantu naik ke tempat
tidurmu" sahut Sita.
Angga tak menjawab Sita hanya menganggukkan kepalanya yang memberitahukan kalo dia mau. Dengan nafas yang yang tak teratur dan dengan jantung yang berdetak sangat kencang Sita pun mendekati Angga lalu menggandeng lengan tangan Angga untuk berjalan. Begitu juga dengan Angga dia tidak berani menatap wajah Sita karna salah tingkah.
"Astaga kenapa jantungku tidak bisa
di kondisikan dan kenapa rasanya
mukaku terasa sangat panas" gumam
Sita.
"Aduh kenapasih jantungku tidak bisa
Setelah duduk diatas tempat tidurnya, Dengan wajah yang memerah Anggapun mengucapkan trimakasih sekaligus minta
maaf.
"Aneh, trimakasih ya? udah bantu aku
dan maaf tadi itu aku tidak sengaja
aku berani sumpah , kamu jangan
marah ya?".
"Ya, aku tau kau tidak sengaja dan aku
juga tau kamu tidak akan melakukan
itu" jawab Sita gugup karna mengatur
detak jantungnya yang berdetak
sangat kencang.
"Mba , bibi bikinin minuman dulu ya?
buat mba dan mas Angga " sahut bi
Asih.
"Jangan, biar aku saja yang buatkan
minuman buat Angga bi Asih di sini
saja menemani Angga ".
"Mba Sita, mba itu tamu dan tamu
harus di hormati, jadi mba Sita di
sini saja biar bibi yang bikin
minumannya".
"Tapi ..."
"Aneh , yang di katakan bi Asih
itu benar biar bi Asih yang bikin
minum , udah kamu duduk saja
di sini menemani aku jangan
takut".
__ADS_1
Bi Asih pun keluar langsung menuju ke dapur untuk membuat jus jeruk kesukaan Angga . pas sedang mengambil jeruk di kulkas, tangan bi Asih di tarik oleh tante
Mila .
"Asih, kamu mau ngapain?"
"Ini Bu , mas Angga nyuruh bikin jus
buat dia dan mba Sita".
"Em, sini biar aku yang mengantar
jusnya kamu kerjakan yang lain saja"
"Baik Bu"
"Vina sayang, ayo antar jus ini ke
kamar Angga "
"Kenapa harus aku yang nganter jusnya
itu kan kerjaannya si Asih"
"Kamu gimana sih , kamu cintakan
sama Angga ? jadi kamu harus bisa
merebut hatinya hem"
"Ya bener kata tante ".
Vina pun langsung mengambil jusnya lalu mengantarkan ke kamar Angga dengan rasa percaya diri Vina yakin kalo Angga akan bersikap manis padanya setelah ini. Vina pun terbakar api cemburu yang melihat Angga dan Sita sedang asyik bercanda, dengan menutupi kekesalannya Vina pun mengucapkan salam.
"Kalo bukan demi merebut perhatian
Angga aku tidak sudi melakukan
pekerjaan pembantu ini apa lagi buat
cewe kampung ini".
"Assalamualaikum, wah keliatannya
seru banget lagi ngomongin apa sih?"
"waalaikumsalam " jawab Angga
"Vina ayo sini masuk" sahut Sita.
"Loh kok kamu yang bawa minumannya?"
"Em, tadi tu aku liat bi Asih pekerjaannya
masih banyak terus dia juga belum
masak buat makan siang jadi aku bantuin dia buat bikinin jus buat kamu dan Sita".
"Trimakasih ya Vin? ayo sini duduk di
sebelahku". sahut Sita.
Sepuluh menit telah berlalu Anggapun masih acuh terhadap Vina .Tante Mila yang melihat itu pun sangat kesal lalu dia masuk .
"Wah , seru sekali lagi ngobrolin apa sih
Tante boleh gabung gak ?"
"Ayo tante sini masuk aja kita lagi
ngomongin teman kuliah kita yang
super lucu".
"Oh gitu "jawab tante Mila .
Tante Mila pun menatap Sita dengan sinis iya memberi kode pada Sita agar Sita pergi dari situ. Namun tante Mila tidak menyadarinya kalo Angga memperhatikannya. Sita yang menyadari bahwa tante Mila tak menyukainya Sitapun langsung paham lalu berpamitan untuk pulang.
"Em Resek, aku pulang dulu ya ?
aku masih ada urusan , semoga
kamu cepat pulih ya ?"
Setelah berpamitan Sitapun beranjak dari tempat duduknya . Ketika Sita melangkahkan kakinya Anggapun langsung menarik tangan Sita, Sitapun berhenti.
"Aku tidak akan mengijinkan kamu
pulang sebelum pamit sama mamahku".
"Tapi aku sudah terlambat".
"Aku bilang nanti ya nanti, ayo duduk
jangan membantah"
"Ih Angga apa apaan sih nyuruh Sita nungguin mamahnya segala " gumam Vina .
__ADS_1