
Sudah satu jam Niko berada di rumah Sita, Ngobrol dengan orang tua Sita. Sitapun berpamitan untuk istirahat sejenak di kamarnya .
"Ko, maaf ya aku tinggal , aku mau
istirahat dulu ".
"Oh, iya silakan , nanti kamu mau
ke rumah sakit jam berapa ? biar
nanti aku yang nganter"
"Emm, engga usah ko takut
jadi ngerepotin kamu"
"Bukankah di antara sahabat tidak
ada kata ngerepotin, kita sahabat kan?
jadi harus saling bantu" jawab Niko sambil
tersenyum.
"Niatnya nanti aku kesana ya jam lima"
"Okke, nanti aku kesini buat nganterin
kamu"
"Okke".
"Om, tante, Niko pamit pulang, lain kali kita
sambung lagi ya she ringnya ?"
"Okke , hati hati ya?"
"Siap Om, permisi".
Niko pun langsung pulang. Setelah Niko pulang Sitapun langsung masuk kamarnya duduk termangu di pinggir jendela menatap keatas langit, mengingat saat saat bersama Angga . Tiba tiba Sita teringat dengan perkataan Angga , disaat kita sedih, merasa gundah maka berdoalah kepada Allah memohon padanya agar di hilangkan rasa sedih yang menyelimuti hati kita. Tanpa Sita sadari diapun tidur terlelap di kursi pinggir jendela kamarnya. Sita bermimpi ada orang yang mendatanginya, namun Sita tidak bisa melihat wajahnya. Karna wajahnya tertutup cahaya yang sangat terang benderang.
"Meminta lah pada tempat dimana
seharusnya kamu meminta maka
permintaanmu akan di kabulkan".
Sitapun langsung terbangun dari tidurnya, Memikirkan apa maksud dari mimpinya itu.
Sitapun melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata jarum jam tangannya sudah menunjukkan angka 16.30.
"Apa arti dari mimpiku tadi, ah sudah
setengah lima aku mandi aja lalu
jenguk Angga lagi siapa tau udah
ada perubahan".
Sita mengambil handuknya lalu masuk kamar mandi untuk mandi, tidak butuh waktu lama. Sitapun selesai mandi . Saat sedang menyisir
rambutnya Sita dikagetkan dengan suara ponselnya yang berdering. Sitapun mengambil ponselnya.
"Emm, ternyata Niko aku pikir
orang yang memberi kabar tentang
Angga " gumam Sita.
Dengan suara malas Sita pun mengakat telvon Niko.
"Halo"
"Hai princes apa kamu udah siap?
aku udah di depan rumah mu ni"
"Jadi kamu beneran mau nganterin aku?"
"Ya iyalah , masa aku bohong sih, sekalian
aku mau kenalan sama Angga siapa tau
nanti kita bisa jadi teman baik"
"Oh, yaudah bentar lagi aku keluar"
"Okke ".
Sitapun mematikan ponselnya lalu keluar untuk berangkat ke rumah sakit bareng Niko.Tidak lupa Sitapun berpamitan dengan kedua orang tuanya.
"py, mom, Sita berangkat ke rumah sakit
dulu ya? Niko udah nungguin di
depan"
"Loh kok ngga masuk dulu?"
"Emm , engga tau my , berangkat dulu"
"Hati hati ya ?"
"Ya mom".
"Si Niko emang ngga pernah berubah
ngga punya sopan santun makanya
aku seneng banget Sita udah gak ada
hubungan lagi sama Niko".
__ADS_1
Sitapun langsung masuk ke mobil . Niko pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di pertengahan jalan Niko pun menceritakan masa masa indah dulu waktu masih SMA .
"Sita , kamu inget gak? sekarang tanggal
berapa?"
"Tanggal 13 Febuari, kenapa emang?"
"Kamu ga inget ini hari apa?"
"Hari Selasa ".
"Iya aku tau sekarang hari Selasa,
sekarangkan hari yang spesial buat
kita"
"Tapi itu dulu , sekarang udah aku kubur
dalam dalam".
"Ya, maaf kalo aku membuat kamu tidak
nyaman."
Tiga puluh menit kemudian Angga telah sampai di rumah sakit. Niko pun turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Sita.
Silakan my princes.
"Sita tolong jangan salah paham aku masih
manggil kamu princes. Meski kita
sekarang cuman teman tapi bagiku kamu
tetep princes ku ".
Sitapun tak menjawab Niko, Malah Sita mengalihkan pembicaraan Niko.
"Maaf , aku harus masuk kamu
mau ikut masuk atau tidak?"
"Iya dong kan aku mau jenguk Angga".
"Ya udah ayo masuk".
Sitapun langsung berjalan menuju ke kamar Angga dirawat. Ternyata di sana masih ada tante Mila .
tapi aku ngga boleh takut, justru aku
akan membuktikan kalo aku bener bener
cinta sama Angga " gumam Sita.
"Selamat sore tante Rani , tante Mila ?"
"Kamu!!! ngapain kamu kesini lagi?"
"Cukub Mila , jangan bikin keributan malu
diliat orang".
"Sayang, jangan dengerin tante Mila ya? kamu yang sabar. "
"Engga papa kok tante, Sita udah ke bal
digituin ."
"Oh ya kan Tante nyuruh kamu buat istirahat
dirumah kok malah kesini lagi?"
"Aku kepingin jagain Angga sampai
sadar Tante"
"Emm, trimakasih ya sayang?"
"Sama sama tan, gimana apa udah ada perubahan dari angga ?"
"Belum ada perubahan, kita doa sama sama
buat kesembuhan Angga ya "?
"Iya Tante".
Adzan magrib berkumandang mengajak umat Islam untuk menjalankan sholat. Hati Sitapun
seolah olah membisikan kalo ini waktunya untuk meminta .
"Kenapa hati ku bergetar mendengar
suara adzan apa ini makan dari mimpiku
tadi?" gumam Sita.
"Tante sholat magrib dulu ya ?"
"Ya tante ".
__ADS_1
Mamah Rani pun langsung menuju ke masjid untuk sholat magrib. Sedangkan Sita mengajak Niko masuk kekamar Angga untuk melihat ke adaan Angga .
"Ko ayo masuk kita liat Angga "
"Ayo, sita jadi Angga muslim ?"
"Iya, kenapa emang kalo dia
muslim?"
"Ya engga papa nanya doang"
"Kamu mau ngatain kita ? silakan
aku ngga peduli".
Sitapun langsung duduk di kursi samping Angga , Sita menggegam tangan Angga , lalu
mengajak ngobrol Angga .
"Hai sayang, aku kembali lagi kesini
buat jagain kamu, nemani kamu ,ayo sayang buka matamu apa kamu engga kangen sama aku ? oh iya, sayang aku kesini
sama teman ku loh?"
"Hai Angga kenalin aku Niko aku temannya Sita waktu di SMA"
"Kamu tau sayang, Niko lah yang jagain aku
selama kamu berbaring di sini jadi ayo buka
mata mu sayang" ucap Sita sambil meneteskan air matanya.
Tiba tiba Sita ke belet buang air besar jadi terpaksa Sita meninggal kan Angga sendiri.
"Ko aku tinggal kekamar mandi dulu ya?"
"Oke"
"Yes , ini kesempatan ku buat sing kirin orang yang mengambil Sita dari aku, karna
Sita cuman milik ku" gumam Niko
Setelah Sita pergi kekamar mandi Niko pun langsung menjalankan rencananya, Niko langsung memutus selang oksigen Angga hingga membuat Angga sesak nafas . Setelah memotong selang oksigen Angga Niko pun langsung pergi pura pura kekamar mandi. Tapi rencana Niko gagal karna suster masuk kekamar buat ngecek keadaan Angga . Suster
langsung berlari keluar untuk minta bantuan di panggilkan dokter
"Tolong sus , panggilkan dokter pasien
tiba tiba sesak nafas".
Suster yang lainpun langsung memanggil dokter.
"Dok, tolong pasien kamar 304 mengalami
sesak nafas".
"Segera siapkan peralatan".
"Baik dok"
Dokter dan suster pun langsung buru buru masuk kekamar Angga di rawat untuk memberi pertolongan. Sita yang melihat dokter buru buru pun langsung berlari menghampiri suster untuk bertanya ada apa.
"Sus ada apa kenapa dokter buru buru masuk keruangan ini"
"Bu, pasien yang ada di kamar ini kritis karna
ada yang memutuskan selang oksigen pasien".
Sitapun langsung histeris
"Apa sus!!! ada yang mutus selang oksigen
pasien kok bisa"?
"Kami juga tidak tau Bu pas saya
masuk pasien sudah sesak nafas"
"Lalu teman saya mana sus ? yang jagain
pasien"!
"Maaf Bu , pas saya masuk buat cek keadaan
pasien di dalam tidak ada siapa siapa"
"Sus tolong ijinkan saya masuk kedalam buat
melihat pasien sus tolong aku mohon"ucap Sita sambil menangis.
"Maaf Bu tidak bisa, dokter sedang menangani pasien jadi ibu tunggu di luar saja".
Sitapun teringat mimpinya tadi sore, lalu Sita berlari menuju ke masjid. masuk ketempat berwudhu .
"Ya allah , aku tidak tau tata cara
berwudhu yang benar tapi aku
berniat membersihkan kotoran
yang menempel di tubuhku" gumam Sita.
Sitapun membuka kran tempat berwudhu lalu mencuci tangannya, cuci muka , lalu mencuci
kakinya. Setelah berwudhu Sita masuk kemasjid untuk mendoakan Angga .
"Ya Allah aku tidak tau cara sholat yang
benar, tapi aku berniat dengan tulus bersimpuh, bersujud di hadapanmu memohon ke padamu. Ya Allah ya Robbi aku
mohon kepada mu tolong berikan kesembuhan kepada Angga , sehatkan lah dia seperti biasanya , angkatlah penyakitnya,
__ADS_1
ya allah hanya ke pada mu hamba memohon pertolongan dan hanya padamu hamba berserah aamiin".