Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"Sadarnya Angga "


__ADS_3

Setelah membeli obat Angga , papah dan mamah Rani pun kembali kerumah sakit.


papah Prawita dan mamah Rani melihat Tante Mila dan Vina yang duduk di ruang tunggu mamah Rani dan papah Prawita pun merasa heran kenapa adik dan Vina tidak masuk.


"Pah, itukan Mila sama Vina kok ngga


masuk kedalam aja ya ? ngapain


coba duduk diluar?"


"Iya ya mah , ayo kita tanya mereka"


"Assalamualaikum, nak Vina kok ngga


masuk kedalam Angga udah sadar


kok".


" Tadi tu kita udah masuk kedalam dan


kita diusir sama Angga tante "


"Di usir ? kok bisa?"


"Ya bisa lah mba, tadi tu kita melihat


Angga dan Sita sedang melakukan


yang tidak pantas untuk kita lihat, lagian


aku heran sama mba , kok bisa ya mba


ninggalin mereka berdua yang bukan


muhrim nya, cuman karna kepingin


duaan sama suami karna sudah lama


berpisah".


"Mila... cukub!! jangan pernah kau hina


istri Abang dia itu kakak iparmu loh


kenapa sih dari dulu kalian ngga bisa


akur?" bentak papah Prawita.


"Ayo mah , kita masuk kita cari tau apa


yang sebenarnya terjadi"


"Iya pah".


"Resek, apa kau dengar suara ribut ribut


diluar kok itu kaya suara papah dan mamah mu"?


"Iya itu pasti tante Mila yang mengadu pada


papah".


"Maafin aku ya ? gara gara aku keluargamu


jadi ribut".


Mamah Rani dan papa Prawita pun masuk


kekamar rawat Angga untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya .


"Assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam".


"Sayang , mamah mau tanya apa bener


kamu mengusir Vina dan tante mu?"


"Engga mah tante itu salah paham


maksud Angga , bukan seperti itu"


"Memangnya apa yang terjadi?"


"Ceritanya tuh, Sita itu mau nungguin aku


diluar karna di kamar ini cuman kita


berdua Sita ngga enak .Nah , pas Sita


mau keluar Angga narik tangan Sita


terus Sita jatuh di pelukan Angga pas itu Vina sama tante masuk terus maki maki Sita


mah, padahal kita udah jelasin kejadiannya tapi tante tetep menghina Sita .Jadi aku ngomong dari pada bikin keributan mending tante keluar aja gitu mah".


"Em, yaudah biarin aja tante ngomel , nanti


juga diem sendiri" sahut papah Prawita .


"Ni, mamah udah beli obatnya jadi sekarang


minum obatnya ya ?"


"Siap" jawab Angga .


"Tante, om, Sita pamit pulang ya ?


kan Angga udah sadar ".


"Ini udah malam loh apa engga sebaiknya


kamu nginap lagi aja?" jawab mamah Rani .


"Nginep lagi? jadi dari kemaren nak


Sita tidur di sini?"


"Iya pah, dia nemani mamah disini


bahkan dia bantuin jagain Angga


pah , seandainya kemaren tidak ada


Sita mungkin kita udah kehilangan Angga


selamanya pah ".


"Masud mamah apa ?"


"Jadi kemaren ada yang berusaha mencelakai


Angga pah selang oksigennya di putus untung ada Sita"


"Trimakasih ya nak ?"

__ADS_1


"Bukan Sita yang nolongin om tapi


dokter" jawab Sita.


"Ya, apapun itu kamu tetap yang menyelamat


kan Angga " sahut mamah Rani .


"Yaudah gini aja kalo kamu ke pingin


pulang biar dianterin sama supirnya om ya?"


"Em, ngga usah om Sita bisa naik


taxi kok".


"Aneh, udah deh engga usah ngeyel


ini buat keselamatan kamu loh" sahut Angga .


"Iya nak, kamu perempuan sendirian mau


naik taxi malam malam gini takutnya nanti


ada apa apa dijalan ".


"Yaudah, iya Sita mau om"


"Nah gitu dong harus nurut sama


camer". celoteh Angga .


"Apaan sih Lo, dasar resek"


"Lo cewe aneh"


"Kamu nyebelin"


"Kamu lebih nyebelin".


"Udah udah , baru juga sadar udah


berantem" sahut mamah Rani .


"Wek, wk, sukurin di marahin".


"Emm, mah , yang anaknya mamah siapa sih?


kok jadi Angga yang di salahkan "?


"Sayang, mamah ngga belain sapa sapa


mamah cuman melerai". sahut papah Prawita .


"Kalian ni ya, kaya tom jeri kalo ketemu


pasti berantem " kata mamah Rani


"Permisi pak , mobilnya udah


siap" kata supir .


"Yaudah kamu anterin calon menantuku ini


sampai depan pintu rumahnya pastiin dia


aman ya"?


"Siap pak".


"Hati hati ya sayang?"


"Ya om".


"Eh, tunggu dulu, kamu engga pamitan


sama aku " sahut Angga .


"em, resek aku pulang dulu ya?"


"Belum afdol pamitannya , salaman dulu


baru afdol".


"Ih, Angga apa apaan sih kaya anak kecil


aja deh kan aku malu ada papa mamahnya


" gumam Sita.


Dengan muka cemberut Sita pun mendekati Angga lalu menjabat tangannya .


"Resek , aku pulang dulu ya?"


"Kalo pamitan itu yang iklas jangan


cemberut gitu "


"Iya ni aku senyum"


"Nah , gitu dong i love you " bisik Angga .


"Udah lepasin tanganku malu aku


di liatin papa, mamah mu?"


"Jawab dulu , baru aku lepasin


tangannya"


"Love you to , dah puas kamu".


"Banget"


"Dasar nyebelin"


"Tapi kamu suka kan?"


Sitapun memaksa melepaskan tangannya dari genggaman tangan Angga lalu pulang.


Dua puluh menit kemudian Sita sampai di rumahnya . Supir papah Prawita sebut saja bP Udin . BP Udin pun turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Sita.


"Silahkan non"



"Trimakasih ya bp, ini buat jajan BP


ya"? Sita mengambil sejumlah uang unt


BP Udin.



"Tidak usah non "

__ADS_1



"Udah ayo di terima tenang aja


aku ngga akan cerita ke


om Prawita kok jadi jangan takut"



"Trimakasih ya non"



"Panggil saja Sita BP"



"Ya engga sopan atuh manggil


nama, saya panggil neng bolehkan?"



"Ya terserah BP, udah BP engga usah


ganter kedalam BP pulang aja


istirahat udah malam soalnya."



"Tapi tadi perintahnya suruh nganter


sampe pintu non" jawab BP Udin.



"Lah ini kan udah nyampe pintu gerbang pak , saya ngga papa kok"


"Yaudah , kalo gitu saya permisi mba?"


"Ya, hati hati ya pak?"


"Iya mba".


Sitapun membuka gerbang rumahnya lalu masuk. Ting tong, Ting tong, suara bel rumah berbunyi. Membuat bi Ani bangun lalu mengecek ngintip dari jendela .



"Siapa sih malam malam bertamu " gumam


bi Ani .



Bi Ani pun .Membuka pintu nya setelah mengetahui kalo Sita yang menekan bel .



"mba Sita , loh udah malam kok


pulang "?



"Iya soalnya Angga udah sadar bi, terus


papahnya Angga sudah pulang jadi ada


yang nemenin mamahnya Angga ".



"Alhamdulilah kalo mas Angga udah sadar"



"Bi mommy sama papy udah pulang


belum?"


"Udah dari tadi mba , sekarang udah tidur mereka".


"Oh, yaudah Sita langsung tidur ya bi"


"Ya mba"


Sitapun langsung berjalan menuju kekamarnya untuk istirahat. Setelah masuk kekamar Sita ganti baju lalu membanting tubuhnya ke kasur empuknya. Baru saja mau memejamkan mata tiba tiba ponsel Sita berdering ada pesan masuk, Sitapun mengambil ponselnya.


"Em, Angga" gumam Sita lalu membaca


pesan Angga .



"Sayang , udah nyampe rumah belum ?"



"Udah sayang"


"Yaudah, selamat bobo mimpi in aku ya?"


"Ogah"


"Ih kok gitu sih"?


"Bodo amat"


"Yaudah aku minta maaf tadi udah


bikin kamu kesel "


"Nah , gitu sadar diri"


"Iya kan aku udah minta maaf di maafin


ngga ni"?


"Ya di maafin"


"Senyumnya mana kalo udah di maafin"


Sitapun lalu Selfi sambil senyum lalu


dikirim ke Angga .


"Tu udah senyum "



"ya, selamat bobo ya sayang iloveyou, bye"


"love you to, bye".

__ADS_1


__ADS_2