
Setelah membeli obat Angga , papah dan mamah Rani pun kembali kerumah sakit.
papah Prawita dan mamah Rani melihat Tante Mila dan Vina yang duduk di ruang tunggu mamah Rani dan papah Prawita pun merasa heran kenapa adik dan Vina tidak masuk.
"Pah, itukan Mila sama Vina kok ngga
masuk kedalam aja ya ? ngapain
coba duduk diluar?"
"Iya ya mah , ayo kita tanya mereka"
"Assalamualaikum, nak Vina kok ngga
masuk kedalam Angga udah sadar
kok".
" Tadi tu kita udah masuk kedalam dan
kita diusir sama Angga tante "
"Di usir ? kok bisa?"
"Ya bisa lah mba, tadi tu kita melihat
Angga dan Sita sedang melakukan
yang tidak pantas untuk kita lihat, lagian
aku heran sama mba , kok bisa ya mba
ninggalin mereka berdua yang bukan
muhrim nya, cuman karna kepingin
duaan sama suami karna sudah lama
berpisah".
"Mila... cukub!! jangan pernah kau hina
istri Abang dia itu kakak iparmu loh
kenapa sih dari dulu kalian ngga bisa
akur?" bentak papah Prawita.
"Ayo mah , kita masuk kita cari tau apa
yang sebenarnya terjadi"
"Iya pah".
"Resek, apa kau dengar suara ribut ribut
diluar kok itu kaya suara papah dan mamah mu"?
"Iya itu pasti tante Mila yang mengadu pada
papah".
"Maafin aku ya ? gara gara aku keluargamu
jadi ribut".
Mamah Rani dan papa Prawita pun masuk
kekamar rawat Angga untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya .
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam".
"Sayang , mamah mau tanya apa bener
kamu mengusir Vina dan tante mu?"
"Engga mah tante itu salah paham
maksud Angga , bukan seperti itu"
"Memangnya apa yang terjadi?"
"Ceritanya tuh, Sita itu mau nungguin aku
diluar karna di kamar ini cuman kita
berdua Sita ngga enak .Nah , pas Sita
mau keluar Angga narik tangan Sita
terus Sita jatuh di pelukan Angga pas itu Vina sama tante masuk terus maki maki Sita
mah, padahal kita udah jelasin kejadiannya tapi tante tetep menghina Sita .Jadi aku ngomong dari pada bikin keributan mending tante keluar aja gitu mah".
"Em, yaudah biarin aja tante ngomel , nanti
juga diem sendiri" sahut papah Prawita .
"Ni, mamah udah beli obatnya jadi sekarang
minum obatnya ya ?"
"Siap" jawab Angga .
"Tante, om, Sita pamit pulang ya ?
kan Angga udah sadar ".
"Ini udah malam loh apa engga sebaiknya
kamu nginap lagi aja?" jawab mamah Rani .
"Nginep lagi? jadi dari kemaren nak
Sita tidur di sini?"
"Iya pah, dia nemani mamah disini
bahkan dia bantuin jagain Angga
pah , seandainya kemaren tidak ada
Sita mungkin kita udah kehilangan Angga
selamanya pah ".
"Masud mamah apa ?"
"Jadi kemaren ada yang berusaha mencelakai
Angga pah selang oksigennya di putus untung ada Sita"
"Trimakasih ya nak ?"
__ADS_1
"Bukan Sita yang nolongin om tapi
dokter" jawab Sita.
"Ya, apapun itu kamu tetap yang menyelamat
kan Angga " sahut mamah Rani .
"Yaudah gini aja kalo kamu ke pingin
pulang biar dianterin sama supirnya om ya?"
"Em, ngga usah om Sita bisa naik
taxi kok".
"Aneh, udah deh engga usah ngeyel
ini buat keselamatan kamu loh" sahut Angga .
"Iya nak, kamu perempuan sendirian mau
naik taxi malam malam gini takutnya nanti
ada apa apa dijalan ".
"Yaudah, iya Sita mau om"
"Nah gitu dong harus nurut sama
camer". celoteh Angga .
"Apaan sih Lo, dasar resek"
"Lo cewe aneh"
"Kamu nyebelin"
"Kamu lebih nyebelin".
"Udah udah , baru juga sadar udah
berantem" sahut mamah Rani .
"Wek, wk, sukurin di marahin".
"Emm, mah , yang anaknya mamah siapa sih?
kok jadi Angga yang di salahkan "?
"Sayang, mamah ngga belain sapa sapa
mamah cuman melerai". sahut papah Prawita .
"Kalian ni ya, kaya tom jeri kalo ketemu
pasti berantem " kata mamah Rani
"Permisi pak , mobilnya udah
siap" kata supir .
"Yaudah kamu anterin calon menantuku ini
sampai depan pintu rumahnya pastiin dia
aman ya"?
"Siap pak".
"Hati hati ya sayang?"
"Ya om".
"Eh, tunggu dulu, kamu engga pamitan
sama aku " sahut Angga .
"em, resek aku pulang dulu ya?"
"Belum afdol pamitannya , salaman dulu
baru afdol".
"Ih, Angga apa apaan sih kaya anak kecil
aja deh kan aku malu ada papa mamahnya
" gumam Sita.
Dengan muka cemberut Sita pun mendekati Angga lalu menjabat tangannya .
"Resek , aku pulang dulu ya?"
"Kalo pamitan itu yang iklas jangan
cemberut gitu "
"Iya ni aku senyum"
"Nah , gitu dong i love you " bisik Angga .
"Udah lepasin tanganku malu aku
di liatin papa, mamah mu?"
"Jawab dulu , baru aku lepasin
tangannya"
"Love you to , dah puas kamu".
"Banget"
"Dasar nyebelin"
"Tapi kamu suka kan?"
Sitapun memaksa melepaskan tangannya dari genggaman tangan Angga lalu pulang.
Dua puluh menit kemudian Sita sampai di rumahnya . Supir papah Prawita sebut saja bP Udin . BP Udin pun turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Sita.
"Silahkan non"
"Trimakasih ya bp, ini buat jajan BP
ya"? Sita mengambil sejumlah uang unt
BP Udin.
"Tidak usah non "
__ADS_1
"Udah ayo di terima tenang aja
aku ngga akan cerita ke
om Prawita kok jadi jangan takut"
"Trimakasih ya non"
"Panggil saja Sita BP"
"Ya engga sopan atuh manggil
nama, saya panggil neng bolehkan?"
"Ya terserah BP, udah BP engga usah
ganter kedalam BP pulang aja
istirahat udah malam soalnya."
"Tapi tadi perintahnya suruh nganter
sampe pintu non" jawab BP Udin.
"Lah ini kan udah nyampe pintu gerbang pak , saya ngga papa kok"
"Yaudah , kalo gitu saya permisi mba?"
"Ya, hati hati ya pak?"
"Iya mba".
Sitapun membuka gerbang rumahnya lalu masuk. Ting tong, Ting tong, suara bel rumah berbunyi. Membuat bi Ani bangun lalu mengecek ngintip dari jendela .
"Siapa sih malam malam bertamu " gumam
bi Ani .
Bi Ani pun .Membuka pintu nya setelah mengetahui kalo Sita yang menekan bel .
"mba Sita , loh udah malam kok
pulang "?
"Iya soalnya Angga udah sadar bi, terus
papahnya Angga sudah pulang jadi ada
yang nemenin mamahnya Angga ".
"Alhamdulilah kalo mas Angga udah sadar"
"Bi mommy sama papy udah pulang
belum?"
"Udah dari tadi mba , sekarang udah tidur mereka".
"Oh, yaudah Sita langsung tidur ya bi"
"Ya mba"
Sitapun langsung berjalan menuju kekamarnya untuk istirahat. Setelah masuk kekamar Sita ganti baju lalu membanting tubuhnya ke kasur empuknya. Baru saja mau memejamkan mata tiba tiba ponsel Sita berdering ada pesan masuk, Sitapun mengambil ponselnya.
"Em, Angga" gumam Sita lalu membaca
pesan Angga .
"Sayang , udah nyampe rumah belum ?"
"Udah sayang"
"Yaudah, selamat bobo mimpi in aku ya?"
"Ogah"
"Ih kok gitu sih"?
"Bodo amat"
"Yaudah aku minta maaf tadi udah
bikin kamu kesel "
"Nah , gitu sadar diri"
"Iya kan aku udah minta maaf di maafin
ngga ni"?
"Ya di maafin"
"Senyumnya mana kalo udah di maafin"
Sitapun lalu Selfi sambil senyum lalu
dikirim ke Angga .
"Tu udah senyum "
"ya, selamat bobo ya sayang iloveyou, bye"
"love you to, bye".
__ADS_1