
Sudah waktunya masuk kekelas, Angga berpamitan ke $ita untuk masuk kelas dulu karna emang Angga yang masuk awal.
"Aneh, aku udah waktunya masuk ni,
aku duluan ya ?"
"Okke , bye"
"bye".
Angga pun keluar meninggalkan Sita di perpustakaan sendiri . Sitapun menatap kearah Angga tanpa berkedip seolah olah ingin menghentikan langkah Angga . Sesampai didepan pintu Angga pun menoleh ke arah Sita sambil tersenyum Sitapun membalas senyuman Angga sambil melambaikan tangannya. Anggapun masuk kelas , disaat sedang pelajaran berlangsung tiba tiba ada pemberitahuan bahwa orang tua salahsatu mahasiswa telah mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat kejadian , Setelah di telusuri ternyata itu adalah orang tua Tomi sahabat karib Angga . Betapa kagetnya, Tomi mendengar orang tuanya kecelakaan dan meninggal ditempat . Bahkan Tomi langsung pingsan , Angga yang duduk di sebelah Tomi berusaha membantu sahabatnya itu.
"Selamat pagi anak anakku baru saja
bapak mendapat kabar duka bahwa
orang tua dari salah satu sahabat
kalian telah mengalami kecelakaan".
"Innalilahi , orang tuanya siapa pak ?"
tanya salah satu mahasiswi.
"mahasiswa itu ada di kelas ini ,
Tomi , yang kuat ya nak iklaskan orang
tuamu?"
"Apa!!! jadi , orang tuaku yang
kecelakaan?" Tomi pun langsung jatuh
kesamping tempat duduknya.
"Tomi , tom, tolong bantu angkat !!" teriak
Angga .
Semua pun langsung berlari ke arah Tomi , membantu Angga untuk mengakat Tomi keruang UKS . Setelah sampai diruang UKS Tomi di rebahkan di tempat tidur lalu diperiksa oleh salah satu dokter yang bertugas di kampus itu untuk mendampi para siswa dan maha siswi ke dokteran.
"Bagai mana keadaan teman saya
dokter?" tanya Angga .
"Sahabatnya , ngga papa kok mas
dia cuman sok ".
"trimakasih ya dokter"
"sama sama, kalo begitu saya
permisi ".
"ya dok".
Dua puluh menit telah berlalu , Tomi pun belum sadar juga Anggapun sangat kuatir.
Sita yang mendengar Tomi pingsan pun langsung berlari menuju ruang UKS untuk menengoknya. Sitapun masuk keruang UKS lalu menanyakan keadaan sahabatnya itu ke
Angga .
"Resek , gimana keadaan Tomi ?"
"kata dokter, dia ga papa cuman sok aja
mendengar orang tuanya kecelakaan".
"Oh, kasihan sekali Tomi satu tahun lalu
dia di tinggal ibunya, sekarang ayahnya".
Disaat Angga dan Sita sedang ngobrol Angga dan Sita telah di gagetkan dengan tangisan histeris Tomi .
"hihihi, hii..... papah !!"
"Tomi , kamu udah sadar ?" tanya Sita
"Tomi , yang sabar ya iklaskan papahmu ?
kamu anak yang kuat, kamu pasti bisa
melewati ini, kamu jangan takut masih ada
kami di samping kamu".
"Angga bener tom, kamu jangan takut
apalagi sampai merasa kesepian kita akan
selalu ada untukmu".
"hihihi..., terimakasih teman teman" jawab Tomi sambil terisak isak".
"Ayo sekarang kita kerumahmu "
"iya".
Angga dan Sitapun mengantarkan Tomi pulang kerumah nya.
"Tomi , biar aku yang bawa mobilnya
kamu duduk di belakang aja , kamu
tenangin hatimu ?"
"okke"
"Aneh , kamu ikut saya".
__ADS_1
"okke".
Anggapun langsung mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju kerumah Tomi , di ikuti teman teman yang lain.
"Aneh, tolong kamu hubungi mamahku
ya ? sampaikan kalo papahnya Tomi
meninggal".
"okke".
Sitapun langsung mengambil hendvonnya lalu menghubungi mamah Rani . Tut, tut, tut,
suara telvon tersambung. Mamah Rani mendengar hendvonnya berdering langsung mengakatnya.
"Hallo , tumben nak Sita telvon ada apa ?"
"selamat , siang Tante Sita cuman mau
ngabarin kalo orang tua Tomi meninggal
karna kecelakaan".
"Innalilahiwainalilahiroziun, kapan
kecelakaannya ?"
"tadi Tante jam sebelas"
"trimakasih infonya, oh ya apa
Angga udah tau?"
"udah Tante, Angga lagi bersama saya dan
Tomi lagi di perjalanan".
"emm, yaudah kita ketemu disana
ya sayang?"
"iya Tante" Sitapun mematikan telvonnya.
Sepuluh menit kemudian Angga , Tomi , Sita, dan kawan kawan telah sampai di rumah Tomi . Tomi pun tak kuasa menahan air mata melihat bendera warna kuning telah terpasang didepan rumahnya.
"Hiiii,hiiii, "suara tangis Tomi terisak
isak.
"Tomi , aku tau ini adalah hal yang
paling menyedihkan buat kamu,
kalo boleh kasih saran hapuslah air
matamu ,sabar, dan iklaskan
"iya tom, kasihan papahmu pasti
dia tidak mau melihat kamu seperti
ini, ayo kita turun" sahut Sita.
Tomi tak menjawab Sita dia hanya menganggukkan kepalanya. Anggapun turun dulu lalu membukakan pintu untuk Tomi lalu memapah sahabatnya itu. Angga dan Tomi pun masuk diikuti oleh Sita dan teman teman . Sesampai di dalam Tomi pun langsung bersimpuh di pinggir tubuh papahnya yang terbujur kaku.
"papah, maafin Tomi , selama ini
Tomi selalu membangkang , maafkan
Tomi yang belum bisa berbakti kepada
papah hiiihiii hiii".
Anggapun mendekati Tomi berusaha memberikan kekuatan untuk sahabatnya itu.
lima menit kemudian mamah Rani telah tiba belioupun langsung mendekati Tomi.
"Tomi , sayang Tante ikut berduka cita
ya, udah ngga usah nangis iklaskan
papamu, doakan dia, kamu jangan takut
atau merasa sendiri kamu masih punya
Angga, Tante , kamu boleh mengagab
Tante sebagai orang tuamu lagian
almarhum mamahmu kan sahabat Tante
terus kamu juga dari kecil udah Deket sama Angga ".
"trimakasih Tante ".
Waktunya pemakaman telah tiba, jenasah dari orang tua Tomi pun di bawa ke masjid terdekat untuk di sholatkan terlebih dulu sebelum dimakamkan. Sepuluh menit telah berlalu setelah di sholatkan mayat orang tua Tomi pun dimakamkan. Betapa sedihnya Tomi yang harus memasukan jasad papahnya ke liang lahat , seluruh anggota tubuhnya bergetar air matanya mengalir kembali. Angga yang melihat sahabatnya menangis itu dia pun mendekatinya memberikan support dan menawarkan diri untuk menggantikannya untuk mengazani papanya.
"Tomi , kalo kamu tidak kuat
biar aku saja yang mengazani
papahmu?" tanya Angga sambil
memeluk sahabatnya itu.
"trimakasih Angga , tidak usah
aku masih kuat kok lagian ini terakhir
kalinya aku berbakti ke papaku, terahir
__ADS_1
kalinya aku melihat papahku".
"okke , kalo kamu kuat"
Tomi pun menghapus air matanya lalu masuk ke liang lahat untuk mengazani papahnya. Setelah adzan selesai Tomi pun naik keatas lagi untuk memasukkan tanah Keliang lahat untuk mengubur papahnya. pemakaman pun selesai semua pelayat berpamitan untuk pulang sedangkan Angga dan Sita masih berada di pemakaman untuk menemani Tomi . Hari sudah sore Angga pun mengajak sahabatnya itu pulang .
"Tomi, ayo pulang udah sore ni".
"kalo kamu mau pulang , pulang
aja dulu aku masih mau disini".
"masudku bukan gitu tom, dirumahmu
kan mau diadakan tahilan plus
pengiriman doa untuk papahmu gimana
kalo tetangga pada dateng terus kamu gak ada ?"
Tomi pun menghapus air matanya sambil memeluk batu nisan papanya Tomi berpamitan.
"pah, Tomi pulang dulu ya? besok
Tomi kesini lagi".
Tomi pun berdiri meninggalkan makam papahnya. Lima belas menit kemudian Tomi pun sampai di rumah .
"Angga , Sita , terimakasih ya kalian udah
menemaniku ?"
"iya sama sama , Kitakan keluarga tom
jadi sudah sewajarnya tolong menolong". jawab Angga dan Sita.
"Oh ya , kalian pulang nanti aja ya ? setelah acara pengiriman doa".
"iya , tom, aku numpang sholat ashar ya?"
"Oh, boleh , kebetulan aku juga mau
sholat ashar ayo kita jamaah".
"okke, emm , aneh kamu duduk aja disitu dulu aku mau sholat ashar dulu ya?"
"okke"
Disaat Sita duduk sendirian di kursi ada sepupu Tomi yang mendekati Sita , berusaha menggoda Sita. ya sepupu Tomi ini memang buaya tidak bisa tahan kalo melihat cewe cantik.
"Hai cantik, siapa kamu?"
"saya temannya Tomi".
"Emm, boleh kenalan ngga?" tanya sepupu Tomi sambil mencolek colek Sita.
Sitapun tak menjawab sepupu Tomi yang mata keranjang itu , Sitapun mulai merasa ifil dengannya . Semakin di cuwekin sepupu Tomi ini malah semakin berusaha menggoda Sita, yang membuat Sita merasa tidak nyaman Sitapun pindah tempat duduknya. Namun sepupu Tomi tetap mengikuti Sita karna merasa penasaran. Disaat sepupu Tomi mendekatinya lagi , untung saja Angga dan Tomi keluar karna udah selesai sholat. Sita yang melihat Angga dan Tomi pun langsung berlari menghampiri Angga dan Tomi . Angga dan Tomi pun kaget yang melihat Sita berlari menghampiri dirinya dengan wajah ketakutan.
"Aneh kamu kenapa?"
"Engga , aku ga papa kok" jawab Sita menutupinya
"kamu baik baik aja kan?" tanya Tomi .
"ya, aku baik baik aja".
Tomi pun melihat kearah sepupunya yang sedang duduk di pinggir kursi yang di duduki Sita tadi. Melihat Tomi menatap dirinya sinis sepupu Tomi ini berpura pura tidak melihatnya.
"ini pasti kerjaannya si mata keranjang
itu"? gumam Tomi .
Tomi pun langsung menghampiri sepupunya itu dan memperingatkannya.
"Hai, Yadi, jangan coba coba kau menggagu gadis itu dia itu sahabatku"?
"Enak aja menuduh aku sembarangan " jawab Yadi.
"lalu kenapa sahabatku sampai ketakutan gitu ? denger ya , dia itu gadis baik baik dan
dia sudah punya pacar itu orang yang didekatnya itu pacarnya!!"
"orang aku cuman ngajak kenalan doang,
baru pacaran kan belum menikah?"
"emmm kamu ...!!!!"
"stop Tomi , ngga usah ribut aku ngga papa kok" sahut Sita menenangkan sahabatnya.
Acara pengiriman doa untuk almarhum papah Tomi telah dimulai , para undangan pun sudah memenuhi rumah Tomi , yang ingin ikut mengirim doa untuk papa Tomi . Dengan khusuk Sita pun mendengarkan lantunan surat Yasin yang di bacakan oleh tamu undangan bersama sama. Sitapun merasakan ketenangan di hatinya saat mendengarkan lantunan surat Yasin .
"Tuhan , kenapa hati ku merasa sangat
tenang dan nyaman sekali rasanya hati
ku sangat bahagia apa yang terjadi
padaku Tuhan?" gumam Sita.
Dua puluh menit telah berlalu pembacaan surat Yasin telah selesai kini telah masuk dipenghujung isi acara yaitu pengajian atau siraman qolbu . pengajian di pimpin oleh om dari Tomi sendiri kebetulan kakak dari almarhum ibu Tomi adalah seorang ustad .
Ustadpun mulai berceramah isi ceramah itu menceritakan tentang seorang mafia yang sangat sadis yang beragama non muslim lalu di akhir hayatnya dia telah menjadi seorang mualaf, Mafia ini mendapat kan hidayah dari Allah. " Suatu hari mafia ini datang kepada seorang ustad meminta untuk mendampinginya sekaligus menjadi saksi ketika mafia ini mengucapkan kalimat syahadat. Setelah mengucapkan kalimat syahadat mafia ini telah menyerahkan semua hartanya untuk pembuatan pondok pesantren
dan di berikan untuk anak yatim-piatu penghafal Qur'an. Namun ustad ini menolak karna takut harta yang diserahkan mafia ini adalah harta hasil kejahatannya. Mafia ini pun menjelaskan bahwa harta yang iya berikan adalah harta yang sah karna warisan dari orang tuanya. Setelah memberikan semua hartanya mafia itupun pergi hidup menjadi gelandangan. Setelah menjadi mualaf Allah menguji iman dan kesabaran mafia ini . Mafia ini telah di jahui masyarakat, di caci maki hingga di lempari batu. Namun dengan sabar dan ikhlas mafia ini tidak membalas perbuatan dari masyarakat. waktu sholat magrib telah tiba , mafia ini berniat untuk menjalan kan sholat di masjid namun dilarang oleh masyarakat sampai didorong sampai hampir jatuh namun mafia ini di papah oleh ustad , lalu diajak masuk kemasjid untuk sholat magrib jamaah disaat menjalankan rokaat terahir mafia ini telah dipanggil oleh Allah dalam keadaan bersujud.
singkat cerita pada saat mayat mafia ini dimandikan jasad mafia ini mengeluarkan bau yang sangat wangi bahkan waktu mau di sholatkan banyak sekali para ustad dari berbagai kota data kesitu hanya untuk ikut mensholatkan jenasah dari mantan mafia itu. Pada saat dimakamkan pun ada suara tanpa ada wujud telah membacakan doa untuk sang mafia ini.
Allah telah memuliakan mantan mafia ini".
Mendengar ceramah dari ustad ini Sita telah merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya namun dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya. keringat dingin telah keluar dari tubuhnya , anggota tubuhnya telah bergetar Sita pun. berdoa pada Tuhannya.
__ADS_1
"Tuhan , apa yang terjadi pada diriku, tolong beri tahu aku" gumam Sita.