
Hari ini adalah hari Minggu hari yang di tunggu keluarga Prawita. Hari syukuran atas di bukanya cabang perusahaan baru Prawita grub. Semua telah bersiap siap untuk pengajian di rumah Prawita. Vina dan ibunya pun sudah datang lebih awal dari jadwal undangan . karna menggunakan kesempatan itu untuk mencari simpati dari tuan Prawita.
"Assalamualaikum ?" sapa Vina dan
ibunya.
"waalaikumsalam" jawab Tante Mila .
"Hai besti , aku ngga terlambat kan?"
"ya enggalah belum dimulai kok
pengajiannya".
"Aku sengaja dateng lebih awal
biar aku bisa bantu bantu di sini".
"wah trimakasih ya besti".
"Tante, Angganya mana ya kok gak
kelihatan?"
"ohw , Angga mungkin lagi bersiap siap,
aduh sayang kamu cantik sekali pake
hijab?"
"trimakasih Tante".
"kalo Angga ngeliat kamu pasti dia
langsung terpesona".
"Ah, Tante bisa aja Vina jadi malu".
"yang Tante katakan bener sayang".
Yang lain sedang sibuk di taman belakang mempersiapkan semuanya untuk acara pengajian .Namun tidak dengan Angga, Angga malah sibuk dengan lebtopnya bermain game. Tante Mila dan ibu Nitapun masuk ke ruang keluarga vinapun mengikuti dari belakang sambil menggerakkan bola matanya kekanan dan kemiri seolah olah sedang mencari sesuatu. vinapun di tarik oleh ibunya lalu membisikkan sesuatu.
"Vina , itu ada ayahnya Angga bersikab
manislah padanya agar dia simpati
padamu?"
"siap Bu, Vina udah tau kok apa yang
harus Vina lakukan".
"Bagus itu baru anak ibu".
Vinapun langsung menghampiri orang tua Angga lalu mengucapkan salam padanya.
"Assalamualaikum om , apa kabar?"
"waalaikumsalam, kamu Vinakan ?"
"iya om".
"masyaallah cantik sekali kamu nak
pakai hijab".
"Trimakasih om".
Vina dan ibunya telah ngobrol bersama papah Prawita sedangkan mamah Rani pergi kekamar putra kesayangannya untuk ngecek sudah siap apa belum karna dari tadi belum kelihatan.
"pah, mamah manggil Angga dulu ya?"
"iya mah".
Mamah Rani pun langsung menuju kekamar putra kesayangannya. Tok , tok, tok, suara pintu diketuk dari luar, Anggapun langsung beranjak dari tempat tidurnya membukakan pintu ckrek.
"mamah"
"loh sayang kok kamu belum siap siap
sih?"
"mah, acaranya kan nanti jam sembilan
sedangkan sekarang masih jam tujuh".
"iya, tapi di bawah ada Vina loh ayo temuin
dia dulu".
"Vina ! ngapain dia kesini pagi pagi kan acaranya jam sembilan".
"Dia bantu bantu disini sayang, Tante Mila
yang ngundang ibu Vina lebih awal".
"Dasar ya cewe gak tau malu kerjaannya
caper mulu!!"
"sayang, mamah tau kamu kurang suka sama
Vina , tapi kamu gak boleh kaya gitu . Ayo temui dia bagaimanapun dia adalah tamu kita
jadi kita harus menghargainya".
"iya mah, tapi Angga mandi dulu ya?"
"okke, mamah tunggu di luar ya?"
"siap bos".
Anggapun mengambil handuknya lalu masuk kamar mandi untuk mandi. Sedangkan mamah Rani keluar untuk membantu orang orang yang sibuk mendekor tempat buat acara pengajiannya. Setelah mandi Anggapun keluar menemui semua orang yang membantu mempersiapkan acara.
Vina yang melihatnya pun langsung menghampiri Angga .
"Om, saya permisi dulu ya ? mau
ngobrol bentar sama Angga ".
"oh, ya silakan".
"Hai, Angga dari mana aja kamu, baru
nongol?"
"Bukan urusanmu!!" jawab Angga
ketus.
Tante Mila dan ibu Nita yang mendengar ucapan Angga agak ketus ke Vina merekapun langsung menghampiri Angga dan Vina .
"Angga sayang , gimana penampilan
Vina hari ini?" tanya ibu Nita .
"emm, .." Angga menghentikan ucapannya.
"cantik dong iya kan Angga?" sahut
Tante Mila .
"iya Tante" jawab Angga .
Acara udah mau mulai ayo kita siap siap buat nyambut Pratama yang udah mulai berdatangan.
"Besti kamu duduk di tempat keluarga
ya?"
"Emm, ngga usah besti biar saya
gabung sama tamu undangan yang
__ADS_1
lainnya".
. "Engga papa besti Kitakan keluarga
iyakan bang ?"
"iya jeng gak papa kok" sahut mamah
Mila .
Acara pun dimulai , Dengan sengaja vinapun disuruh duduk di sebelah Angga . Dengan khusuk mereka mendengarkan rangkaian
rangkaian isi dari pengajian tersebut. Bukannya mendengarkan isi dari kajian Tante Mila dan ibu Nita malah sibuk selfi di samping Angga dan Vina untuk di pajang di akun medsos masing masing. Dengan cabtion calon mantu idaman . Sedangkan Tante Mila memberi cabtion semoga jodoh tiljanah.
Satukan telah berlalu acara syukuran pun selesai . Para tamu undangan pun pulang, tapi tidak dengan Vina dan ibunya. Vina selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ibu Nita dan Vinapun membantu beres beres dirumah Angga hingga membuat papah Prawita kagum pada Vina . Tibalah waktunya makan siang Vina pun membantu mempersiapkan makan siang . Diam diam Tante Mila pun merekam momen itu di saat Vina membantu menyiapkan makanan diatas meja makan. Setelah selesai makan Tante Mila pun mengaja foto bersama kebetulan Angga duduk di sebelah Angga .
"kita Selfi duluya buat mengenang
momen ini"?
"ya , setuju jawab ibu Nita ".
"maaf aku ada tugas kuliah yang harus aku
kerjakan jadi aku kekamar dulu ya?"
"Angga , apa salahnya kita foto bersama dulu mengerjakan tugaskan bisa nanti"
"tapi pah"
"duduk!!" teriak papah.
Anggapun memandang kearah mamah Rani lalu mamah Rani memberi isyarat ke Angga agar menuruti permintaan papahnya. Anggapun mengerti dengan isyarat yang mamah Rani berikan lalu dengan terpaksa Anggapun ikut foto bersama. Setelah berfoto bersama Vina dan ibunya pun pamitan pulang .
"Besti, kita pulang dulu ya? terimakasih
atas undangannya dan jamuannya ya ?"
"sama sama besti, aku juga terimakasih
sudah di bantuin ya?".
"sama sama, mari semuanya kita duluan
ya?"
"okke, hati hati besti di jalan"!
"ya"!!
Setelah Vina pulang Anggapun langsung masuk kekamarnya, begitu juga dengan papah dan mamah Rani .Sedangkan Tante Mila sibuk dengan hendvonnya. Tante Mila telah mengirim Vidio dan foto foto tadi ke Sita lalu menuliskan pesan " tolong jauhi Angga karna Angga akan segera tunangan dengan Vina"
Sita yang sedang istirahat pun langsung mengambil hendvonnya karna terdengar nada motif pesan masuk.
"Tante Mila ngirim Voto? tumben , Voto
apa ya?" gumam Sita.
Sitapun langsung membukanya ,alangkah kagetnya Sita ternyata Tante Mila mengirimkan foto foto keluarga Angga bersama Vina . Sitapun langsung membuka medsos ternyata bukan cuman Tante Mila yang memajang foto foto itu ternyata Vina juga. Banyak sekali yang berkomentar mendoakan agar mereka segera menikah karna Vina dan Angga adalah pasangangan yang sangat serasi. Tanpa Sita sadari air matanya pun menetes deras , dadanya terasa sesak menahan rasa sakit karna cemburu. Sitapun langsung membanting tubuhnya keatas kasur lalu memeluk boneka pemberian dari Angga .
kenapa...!!!"' teriak Sita sambil
menangis.
Hendvon Sitapun berdering lagi memberitahukan kalo ada panggilan masuk Sitapun melihatnya ternyata Angga yang menelvon. Sitapun tidak menjawab telvon Angga . Sedangkan Angga terus menerus menelvon ya , Sitapun langsung merijeknya.
"tumben aneh rijek telvon ku kenapa ya?"
gumam Angga .
Anggapun menelvon Sita kembali sampai berulang kali namun hasilnya sama Sita tidak menjawab telvonnya. Akhirnya Anggapun mengirim voice note .
"aneh, kenapa kamu ngga angkat telvonku? kamu lagi ngapain sih emangnya!!!"
Sitapun cuman mendengarkan voice note dari Angga dan tidak membalasnya. Angga pun menjadi bingung tidak biasanya Sita seperti ini biasanya sesibuk apapun Sita kalo Angga telvon pasti langsung dijawab. Anggapun jadi kuatir kepadanya. Anggapun langsung mengambil kunci motornya lalu pergi kerumah Sita.
Anggapun mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Dua puluh menit telah berlalu Anggapun sampai di rumah Sita.
Ting tong, ting tong, suara bel rumah memberi tahukan tuan rumah kalo ada tamu. Bi Anipun membukakan pintu.
"eh mas Angga ayo masuk"
"bi, Sitanya ada ? dia gak papakan bi, dia
baik baik ajakan bi?"
"mba Sita ada di kamarnya mas lagi istirahat
dan dia baik baik aja kok" jawab bi Ani bingung yang melihat raut wajah Angga yang sangat kuatir.
"alhamdulilah kalo gitu lega aku bi".
"Emang kenapa mas?"
"aku pikir Sita kenapa kenapa , tumben dia tidak mengakat telvonku".
"oh , yaudah bibi panggilin mba Sita dulu ya mas?"
"ya, trimakasih bi".
Bi Anipun langsung masuk kedalam menuju kekamar Sita. Tok ,tok, tok, suara pintu kamar di ketuk dari luar. Sitapun menghapus air matanya lalu membuka pintunya.
"Ada apa bi?"
"mba, ada mas Angga di luar".
"Oh, suruh pulang aja dia bi, dan katakan
kedua kalo aku lagi tidur"
"tumben mba Sita gak mau ketemu mas
Angga , lagi berantem kali mereka ya"? gumam bi Ani .
"baik mba".
Bi Anipun keluar menemui Angga untuk menyampaikan pesan dari Sita.
"maaf mas, mba Sitanya tidur".
__ADS_1
"oh, yaudah ni aku pulang aja tolong
sampein salammu ya ?"
"ya mas, nanti bibi sampein".
Anggapun pulang , di pertengahan jalan hendvon Angga berdering notif yang memberi tahukan kalo ada cat masuk , Anggapun langsung membukanya ternyata cat dari Toni.
"selamat ya bro , yang udah mau
ta'aruf , jangan lupa undang guwe".
"siapa yang mau ta, aruf sih "? tanya Angga bingung.
"ya elu lah masa guwe" jawab Toni
"wah, ngaco Lo ngga ada yang ta'aruffan
calonnya aja belum ada Lo tau dari
mana?"
"Guwe liat dari postingan Tante Lo
dia up foto Lo sama Vina"!
"apa !! Tante guwe up foto guwe sama Vina?"
"iya emang Lo ngga tau , Vina juga posting".
"engga guwe gak buka medsos ,trimakasih ya
infonya?"
"sama sama".
Anggapun langsung membuka medsosnya ternyata benar yang dikatakan Toni . Anggapun murka terhadap tantenya namun Angga menahan emosinya karna selalu ingat nasehat ibunya.
"jangan jangan gara gara ini Sita gak mau
mengakat telvonku dan menemui ku" gumam Angga.
Anggapun melanjutkan perjalanannya. Setelah sampai dirumah Angga pun langsung masuk kamarnya lalu mengunci pintunya dari dalam. Waktu makan malampun tiba dan Anggapun belum terlihat batang hidungnya.
"mah mana Angga kok belum keluar?"
tanya papa.
"mungkin lagi ngaji pah, bentar lagi juga
keluar". jawab mamah .
Makan malampun selesai namun Angga pun belum keluar juga . Membuat papah kuatir, lalu papa menyuruh mamah untuk mengecek kekamar Angga . Mamah Rani pun pergi kekamar Angga. Tok, tok, tok, suara pintu kamar diketuk dari luar namun Angga tak menjawabnya lalu mamah Rani memanggil Angga.
"Angga sayang, ini mamah nak ,
mau masuk boleh bentar aja"!! rayu
mamah.
Anggapun membuka pintunya.
"silakan masuk mah".
"trimakasih sayang"
mamah Rani pun masuk lalu duduk di samping putra kesayangannya sambil bertanya.
"kamu kenapa sayang?"
"Angga ngga papa mah" jawab Angga
"kalo kamu ada masalah ayo cerita
kemah?"
"Tante Mila mah"
"kenapa dengan Tante Mila ?"
"Angga kesel mah , sama Tante kenapa
Tante pajang foto aku sama Vina terus
cabtionnya itu yang bikin Sita
menjauhiku mah".
"sayang , dengerin mamah kamu kan
udah tau kelakuannya tanteku kaya gitu
jadi cuwekin aja yang penting itu tidak benar dan soal Sita kamu tinggal jelasin ke dia kalo itu tidak benar, pasti Sita percaya karna mamah liat liat kayanya dia mencintaimu juga. Tante Mila itu keluarga papah satu satunya dan dia baru di tinggal anak dan suaminya untuk selama lamanya jadi ngga mungkin papa akan membiarkan dia hidup sendirian jadi kamu harus ngertiin itu sayang".
"iya mah, ngomong ngomong mamah tau dari sapa kalo Sita juga ada perasaan lebih keaku?"
"sayang, mamah kan pernah mudah jadi
mamah bisa merasakannya".
"hemmm , mamah "
"udah ah, ayo makan dulu udah waktunya
makan malam."
"Angga langsung bobo aja mah, soalnya Angga masih kenyang!"
"oh yaudah , selamat malam"
"malam mah".
mamah Rannipun keluar meninggalkan putranya untuk istirahat.
"aku telvon aneh ngga ya? em jangan
deh pasti tidak diangkat mending besok
pagi aku kesana aja buat jelasin". gumam Angga .
__ADS_1