
Anggapun mengukap kan isi hatinya untuk Sita, melalui melodi . sambil memainkan keyboard Anggapun mulai menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Malaikat Tak Ber sayab .
"Sita ini untukmu"
Kamu yang telah mengisi hari hariku
Terimakasih yang selalu buatku
tersenyum.
Aku bahagiya di takdirkan
bersamamu.
Tuhan satukanlah kita sampai waktu
memisahkan.
Kau malaikat tak bersayap yang aku
cinta.
Kau malaikat yang selalu menerangi
ku
Aku cinta kamu, aku sayang kamu
Tuhan tolong satukan lah kita.
Dalam doa ku selalu sebut nama mu
ku ingin hidup sampai tua bersama
mu
Aku bahagiya di takdirkan bersama
mu
Tuhan satukan lah kita
sampai waktu memisahkan
kau malaikat tak bersayap
yang aku cinta
Kau malaikat yang selalu
menerangi ku
Aku cinta kamu, aku sayang kamu
Tuhan tolong satukan lah kita.
Anggapun selesai menyanyikan lagu untuk Sita. Semuapun bertepuk tangan buat Angga.
Ungkapan rasa sayang Angga yang dia sampaikan melalui lagu membuat Sita bahagia sekaligus tersipu malu. Kini giliran Sita yang mengukapkan cintanya melalui lagu juga.
"Angga, terimakasih atas semua yang
kamu berikan untukku, terimakasih
juga kamu telah mengajari aku banyak
hal, dan trimakasih juga sudah menjadi
kan aku orang yang spesial di hatimu
tanpa syarat".
Anggapun tersenyum sambil menatap Sita.
Vina yang melihat itu semua mulai terbakar api cemburu dan rasa iri yang begitu besar
Vinapun langsung menghampiri tante Mila untuk melaksanakan rencana mereka.
"Tante, sampai kapan aku harus
menyaksikan keromantisan mereka!!"
"Sabar sayang, biarkan mereka menikmati
kebahagiaannya itu, karna sebentar lagi
tawa bahagianya akan berubah air
mata"
"Itu lah yang aku harap kan tante"
"Angga, ini buat kamu"
Sitapun mulai memainkan keyboard
sedangkan Angga berdiri di samping Sita, melihat begitu lincahnya Sita memainkan keyboard.
Ho, ho, ho, saat ku memandangimu
kurasakan tulus sayang mu
sayangiku duduh duh, duh
Tak perduli siapa aku.
Tuhan takdirkan dia untukku
Terbaik seumur hidupku
Tuhan jadikan dia untukku
Takdirmu di sisa hidupku.
Bersandar lah kau di bahuku
Dan rasakan aku sayang kamu
Sayangku duh duh duh
Aku hanya mau kamu.
Setelah Sita selesai menyanyi Anggapun berbisik kepada Sita.
"Aneh, bisa ngga kamu ikut aku sebentar
__ADS_1
sebelum potong kue"
"Mau kemana?"
"Udah ikut aja"
"Mau ngapain sih"?
"Nanti kamu juga tau"
Anggapun berjalan keluar ruangan mencari tempat yang sepi untuk bicara berdua dengan
Sita. Sedangkan Sita mengikuti Angga dari belakang. Vina yang melihat Angga keluar dari ruangan terus di ikuti Sita dari belakang membuat Vina jadi kepo. Vina pun membuntuti Sita dari belakang namun Vina di panggil oleh ibunya jadi kehilangan jejak Angga dan Sita.
"Itu Angga mau kemana ya kok
keluar ngga nunggu Sita potong
kue , itu Sita ngejar Angga jangan
jangan mereka berantem yes aku ikuti
ah" gumam Vina .
"Vina!!! mau kemana kamu?"
"Vina mau keluar sebentar Bu". jawab Vina
sambil berlari .
Setelah menjauh dari keramaian , Angga pun menggandeng tangan Sita. Mengajak duduk di kursi taman rumah Sita. Sitapun mulai bergetar jantungnya berdegup sangat kencang karna ini pertama kalinya Angga menggegam tangan Sita.
"Aduh , jantung ku kenapa gak bisa di
kondisikan sih jangan sampai Angga
mendengarnya bisa malu aku" gumam
Sita .
"Aneh , tanganmu kok gemetar kenapa?"
"Emm, engga papa kok".
"Kamu pasti dingin iya kan? ini
pake jaketku aja" Angga langsung
memakaikan jaketnya ke bahu Sita .
"Resek , sebenarnya kamu mau
ngomong apa sih ? kok harus
minggir segala?"
"Aneh, kamu cantik sekali"
"emmm, berarti kemaren kemaren aku
ngga cantik ya"?
"Maksudku ngga kaya gitu, dari dulu dari pertama kita ketemu kamu emang sudah
cantik , tapi malam ini aura kecantikanmu
"Gombalinya udah ya? sekarang
aku mau nanya kamu mau ngomong
apa sampai minggir kaya gini?"
"Aku mau ngasih sesuatu buat kamu
tapi jangan liat barang dan harganya ya?"
"Iya "
"Ini semoga kamu suka"
"Apa ini?"
"Buka aja"
Sitapun langsung membuka kado pemberian dari Angga .
"Wah, kalung sama gelang couple
lucu sekali"
"Kamu suka ?"
"Iya suka banget, di mana kamu beli
gelang ni? kalungnya juga cantik"
"Iya kalung nya di liontinnya aku kasih
foto kita kamu suka ngga? "
"Suka banget"
"Dari tadi cuman jawab suka, kamu engga mau tau kenapa kalungnya ada foto kita?"
"Ya pingin tau lah"
"Okke , aku kasih tau ya, biar disaat kita berjauhan kita tidak akan saling melupakan"
"Dan cuman kamu yang ada di hatiku
cuman kamu pemilik hatiku begitu
juga denganmu kan?"
"Iya , aku cuman milikmu"
"Resek, kenapa kamu tiba tiba ngomong
di saat kita berjauhan apa kamu akan pergi
ninggalin aku?"
"Insya Allah , sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tapi jika suatu
saat kamu merindukan aku maka pejamkan lah matamu maka disaat kamu membuka matamu maka aku akan berada di hadapanmu"
__ADS_1
"Sekarang giliran ku, jika kamu ingin bertemu
denganku kau tidak perlu mencari aku kemana mana karna aku ada di hatimu , aku
ada di setiap helaan nafasmu".
"Sudah waktunya potong kue ayo masuk
pasti mommy mencari mu"? ucap Angga
sambil mengulurkan tangan.
"Iya" jawab Sita sambil meraih tangan Sita.
Angga pun menggegam tangan Sita lalu berjalan masuk kerumah untuk memotong kue. Ternyata benar disaat baru masuk mommy yang melihat Sitapun langsung menghampirinya.
"Sayang , kamu dari mana sih ? semua
mencari mu ? sudah waktunya untuk
potong kue".
"Maaf mom, tadi Sita ada kepentingan sama
Angga jadi Sita keluar dulu buat nyari tempat yang sepi, maaf sudah bikin mommy
panik".
"Udah ngga papa, ayo ke panggung sudah
waktunya potong kue".
Sitapun menoleh kearah Angga lalu menatapnya dalam dalam Angga pun tersenyum . Setelah menatap Angga Sitapun langsung berjalan menuju kearah panggung .
Tante Mila yang melihat Sita mau naik ke panggung diapun langsung menelvon seseorang untuk menjalankan rencananya .
"Halo , target sudah naik keatas
panggung , laksanakan tugas kalian"
"Beres Bu".jawab orang suruhan tante
Mila.
Entah kenapa Angga merasa tidak tenang saat melihat Sita melangkahkan kakinya keatas panggung, mungkin ini yang di namakan firasat atau kontak batin. Seolah olah kaki Angga mengajaknya untuk berjalan membuntuti Sita, kecemasan Angga pun mulai memenuhi pikirannya, akhirnya Anggapun mulai mendekat ke arah panggung.
Semuapun bersorak sambil menyanyikan lagu ulta buat Sita. Di saat Sita menundukkan kepalanya mau meniup lilin tiba tiba lampu yang berada pas diatas kepala Sita jatuh.
Angga yang melihat lampu yang akan menjatuhi kepala Sita Anggapun kaget lalu berlari lalu melompat keatas panggung lalu mendorong Sita agar tidak kejatuhan lampu namun naas lampu itu malah menjatuhi Angga .
"Aneh ....awas !!!" dubrak suara Sita jatuh ke
samping.
Aaa..., semua berteriak melihat Angga yang kejatuhan lampu. Sita yang melihat kepalanya berdarah pun langsung berteriak histeris. Sita berdiri lalu berlari kearah Angga .
"Resek......!!!! hem hem , em " suara
tangisan Sita sambil memeluk Angga .
"Telvon ambulans cepat"!!! teriak papy
menyuruh anak buahnya.
Lima menit kemudian ambulan pun datang Anggapun diangkat lalu di masukan ke dalam mobil ambulans .
"Papy aku ingin ikut kerumah sakit
aku ingin mendampingi Angga "
" Ya, ayo masuk ke mobil kita "
"Tidak py, aku ikut ambulan saja bareng
sama Tante Rani ".
"Baiklah kalo begitu".
Sita dan mamah Rani pun masuk ke ambulans Sita menggegam erat tangan Angga sambil terus menangis bahkan menyalahkan dirinya sendiri Hem em em...
suara tangis Sita ter isak isak.
"Resek aku mohon demi aku
kamu harus bertahan, kamu
harus kuat, aku tidak akan pernah
bisa memaafkan diriku sendiri kalo
sampai terjadi apa apa pada mu"
"Sayang, tidak akan terjadi apa apa
karna Angga anak kuat pasti dia akan
selamat, udah jangan nangis hapus air
matamu, seandainya Angga tau kau
menangis pasti dia juga akan marah"
ucap mamah Rani menenangkan Sita .
Dua puluh menit ambulans pun sampai di rumah sakit. Angga pun langsung di dorong kekamar UGD untuk mendapatkan pertolongan. Sita membantu suster mendorong Angga, sambil terus menangis disamping Angga .
"Maaf ya mba , tolong tunggu diluar
biar dokter menangani pasien".
"Iya sus" jawab mamah Rani sambil
memeluk Sita.
Melihat Angga terluka tante Mila pun langsung menelvon orang suruhannya itu
menyalahkan mereka karna yang terluka keponakannya sendiri bukan Sita.
"Halo, dasar bodoh kalian semua
kenapa jadi keponakanku yang
terluka !!!"
"Maaf Bu itu semua di luar kendali kami"
__ADS_1
"Kalian semua emang bodoh ngerjain kaya
gitu aja gak becus !!!" teriak tante Mila.