Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"Supraeis Untuk Sita"


__ADS_3

Anggapun mengukap kan isi hatinya untuk Sita, melalui melodi . sambil memainkan keyboard Anggapun mulai menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Malaikat Tak Ber sayab .


"Sita ini untukmu"


Kamu yang telah mengisi hari hariku


Terimakasih yang selalu buatku


tersenyum.


Aku bahagiya di takdirkan


bersamamu.


Tuhan satukanlah kita sampai waktu


memisahkan.


Kau malaikat tak bersayap yang aku


cinta.


Kau malaikat yang selalu menerangi


ku


Aku cinta kamu, aku sayang kamu


Tuhan tolong satukan lah kita.


Dalam doa ku selalu sebut nama mu


ku ingin hidup sampai tua bersama


mu


Aku bahagiya di takdirkan bersama


mu


Tuhan satukan lah kita


sampai waktu memisahkan


kau malaikat tak bersayap


yang aku cinta


Kau malaikat yang selalu


menerangi ku


Aku cinta kamu, aku sayang kamu


Tuhan tolong satukan lah kita.


Anggapun selesai menyanyikan lagu untuk Sita. Semuapun bertepuk tangan buat Angga.


Ungkapan rasa sayang Angga yang dia sampaikan melalui lagu membuat Sita bahagia sekaligus tersipu malu. Kini giliran Sita yang mengukapkan cintanya melalui lagu juga.


"Angga, terimakasih atas semua yang


kamu berikan untukku, terimakasih


juga kamu telah mengajari aku banyak


hal, dan trimakasih juga sudah menjadi


kan aku orang yang spesial di hatimu


tanpa syarat".


Anggapun tersenyum sambil menatap Sita.


Vina yang melihat itu semua mulai terbakar api cemburu dan rasa iri yang begitu besar


Vinapun langsung menghampiri tante Mila untuk melaksanakan rencana mereka.


"Tante, sampai kapan aku harus


menyaksikan keromantisan mereka!!"


"Sabar sayang, biarkan mereka menikmati


kebahagiaannya itu, karna sebentar lagi


tawa bahagianya akan berubah air


mata"


"Itu lah yang aku harap kan tante"


"Angga, ini buat kamu"


Sitapun mulai memainkan keyboard


sedangkan Angga berdiri di samping Sita, melihat begitu lincahnya Sita memainkan keyboard.


Ho, ho, ho, saat ku memandangimu


kurasakan tulus sayang mu


sayangiku duduh duh, duh


Tak perduli siapa aku.


Tuhan takdirkan dia untukku


Terbaik seumur hidupku


Tuhan jadikan dia untukku


Takdirmu di sisa hidupku.


Bersandar lah kau di bahuku


Dan rasakan aku sayang kamu


Sayangku duh duh duh


Aku hanya mau kamu.


Setelah Sita selesai menyanyi Anggapun berbisik kepada Sita.


"Aneh, bisa ngga kamu ikut aku sebentar

__ADS_1


sebelum potong kue"


"Mau kemana?"


"Udah ikut aja"


"Mau ngapain sih"?


"Nanti kamu juga tau"


Anggapun berjalan keluar ruangan mencari tempat yang sepi untuk bicara berdua dengan


Sita. Sedangkan Sita mengikuti Angga dari belakang. Vina yang melihat Angga keluar dari ruangan terus di ikuti Sita dari belakang membuat Vina jadi kepo. Vina pun membuntuti Sita dari belakang namun Vina di panggil oleh ibunya jadi kehilangan jejak Angga dan Sita.


"Itu Angga mau kemana ya kok


keluar ngga nunggu Sita potong


kue , itu Sita ngejar Angga jangan


jangan mereka berantem yes aku ikuti


ah" gumam Vina .


"Vina!!! mau kemana kamu?"


"Vina mau keluar sebentar Bu". jawab Vina


sambil berlari .


Setelah menjauh dari keramaian , Angga pun menggandeng tangan Sita. Mengajak duduk di kursi taman rumah Sita. Sitapun mulai bergetar jantungnya berdegup sangat kencang karna ini pertama kalinya Angga menggegam tangan Sita.


"Aduh , jantung ku kenapa gak bisa di


kondisikan sih jangan sampai Angga


mendengarnya bisa malu aku" gumam


Sita .


"Aneh , tanganmu kok gemetar kenapa?"


"Emm, engga papa kok".


"Kamu pasti dingin iya kan? ini


pake jaketku aja" Angga langsung


memakaikan jaketnya ke bahu Sita .


"Resek , sebenarnya kamu mau


ngomong apa sih ? kok harus


minggir segala?"


"Aneh, kamu cantik sekali"


"emmm, berarti kemaren kemaren aku


ngga cantik ya"?


"Maksudku ngga kaya gitu, dari dulu dari pertama kita ketemu kamu emang sudah


cantik , tapi malam ini aura kecantikanmu


"Gombalinya udah ya? sekarang


aku mau nanya kamu mau ngomong


apa sampai minggir kaya gini?"


"Aku mau ngasih sesuatu buat kamu


tapi jangan liat barang dan harganya ya?"


"Iya "


"Ini semoga kamu suka"


"Apa ini?"


"Buka aja"


Sitapun langsung membuka kado pemberian dari Angga .


"Wah, kalung sama gelang couple


lucu sekali"


"Kamu suka ?"


"Iya suka banget, di mana kamu beli


gelang ni? kalungnya juga cantik"


"Iya kalung nya di liontinnya aku kasih


foto kita kamu suka ngga? "


"Suka banget"


"Dari tadi cuman jawab suka, kamu engga mau tau kenapa kalungnya ada foto kita?"


"Ya pingin tau lah"


"Okke , aku kasih tau ya, biar disaat kita berjauhan kita tidak akan saling melupakan"


"Dan cuman kamu yang ada di hatiku


cuman kamu pemilik hatiku begitu


juga denganmu kan?"


"Iya , aku cuman milikmu"


"Resek, kenapa kamu tiba tiba ngomong


di saat kita berjauhan apa kamu akan pergi


ninggalin aku?"


"Insya Allah , sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tapi jika suatu


saat kamu merindukan aku maka pejamkan lah matamu maka disaat kamu membuka matamu maka aku akan berada di hadapanmu"

__ADS_1


"Sekarang giliran ku, jika kamu ingin bertemu


denganku kau tidak perlu mencari aku kemana mana karna aku ada di hatimu , aku


ada di setiap helaan nafasmu".


"Sudah waktunya potong kue ayo masuk


pasti mommy mencari mu"? ucap Angga


sambil mengulurkan tangan.


"Iya" jawab Sita sambil meraih tangan Sita.


Angga pun menggegam tangan Sita lalu berjalan masuk kerumah untuk memotong kue. Ternyata benar disaat baru masuk mommy yang melihat Sitapun langsung menghampirinya.


"Sayang , kamu dari mana sih ? semua


mencari mu ? sudah waktunya untuk


potong kue".


"Maaf mom, tadi Sita ada kepentingan sama


Angga jadi Sita keluar dulu buat nyari tempat yang sepi, maaf sudah bikin mommy


panik".


"Udah ngga papa, ayo ke panggung sudah


waktunya potong kue".


Sitapun menoleh kearah Angga lalu menatapnya dalam dalam Angga pun tersenyum . Setelah menatap Angga Sitapun langsung berjalan menuju kearah panggung .


Tante Mila yang melihat Sita mau naik ke panggung diapun langsung menelvon seseorang untuk menjalankan rencananya .


"Halo , target sudah naik keatas


panggung , laksanakan tugas kalian"


"Beres Bu".jawab orang suruhan tante


Mila.


Entah kenapa Angga merasa tidak tenang saat melihat Sita melangkahkan kakinya keatas panggung, mungkin ini yang di namakan firasat atau kontak batin. Seolah olah kaki Angga mengajaknya untuk berjalan membuntuti Sita, kecemasan Angga pun mulai memenuhi pikirannya, akhirnya Anggapun mulai mendekat ke arah panggung.


Semuapun bersorak sambil menyanyikan lagu ulta buat Sita. Di saat Sita menundukkan kepalanya mau meniup lilin tiba tiba lampu yang berada pas diatas kepala Sita jatuh.


Angga yang melihat lampu yang akan menjatuhi kepala Sita Anggapun kaget lalu berlari lalu melompat keatas panggung lalu mendorong Sita agar tidak kejatuhan lampu namun naas lampu itu malah menjatuhi Angga .


"Aneh ....awas !!!" dubrak suara Sita jatuh ke


samping.


Aaa..., semua berteriak melihat Angga yang kejatuhan lampu. Sita yang melihat kepalanya berdarah pun langsung berteriak histeris. Sita berdiri lalu berlari kearah Angga .


"Resek......!!!! hem hem , em " suara


tangisan Sita sambil memeluk Angga .


"Telvon ambulans cepat"!!! teriak papy


menyuruh anak buahnya.


Lima menit kemudian ambulan pun datang Anggapun diangkat lalu di masukan ke dalam mobil ambulans .


"Papy aku ingin ikut kerumah sakit


aku ingin mendampingi Angga "


" Ya, ayo masuk ke mobil kita "


"Tidak py, aku ikut ambulan saja bareng


sama Tante Rani ".


"Baiklah kalo begitu".


Sita dan mamah Rani pun masuk ke ambulans Sita menggegam erat tangan Angga sambil terus menangis bahkan menyalahkan dirinya sendiri Hem em em...


suara tangis Sita ter isak isak.


"Resek aku mohon demi aku


kamu harus bertahan, kamu


harus kuat, aku tidak akan pernah


bisa memaafkan diriku sendiri kalo


sampai terjadi apa apa pada mu"


"Sayang, tidak akan terjadi apa apa


karna Angga anak kuat pasti dia akan


selamat, udah jangan nangis hapus air


matamu, seandainya Angga tau kau


menangis pasti dia juga akan marah"


ucap mamah Rani menenangkan Sita .


Dua puluh menit ambulans pun sampai di rumah sakit. Angga pun langsung di dorong kekamar UGD untuk mendapatkan pertolongan. Sita membantu suster mendorong Angga, sambil terus menangis disamping Angga .


"Maaf ya mba , tolong tunggu diluar


biar dokter menangani pasien".


"Iya sus" jawab mamah Rani sambil


memeluk Sita.


Melihat Angga terluka tante Mila pun langsung menelvon orang suruhannya itu


menyalahkan mereka karna yang terluka keponakannya sendiri bukan Sita.


"Halo, dasar bodoh kalian semua


kenapa jadi keponakanku yang


terluka !!!"


"Maaf Bu itu semua di luar kendali kami"

__ADS_1


"Kalian semua emang bodoh ngerjain kaya


gitu aja gak becus !!!" teriak tante Mila.


__ADS_2