
Dua hari sudah Angga tak sadarkan diri di rumah sakit semenjak insiden jatuhnya lampu di acara ulta Sita. Sitapun selalu di Bayangi rasa bersalah, karna menyelamatkan dirinya Angga jadi koma.
"Sayang , maafkan aku karna
menyelamatkan aku , kamu
jadi seperti ini Hem Hem Hem" ucap
Sita sambil menangis terisak isak.
"Sudah nak, jangan salahkan dirimu , ini
musibah yang di berikan Allah untuk
kita semua agar lebih sabar dan tawakal ".
"Tetep aja Tante, seandainya Angga gak nolongin aku ini semua tidak akan terjadi".
"Udah, engga ada kata seandainya karna semua ini takdir dari Allah , kamu belum
makan kan? Tante beli makanan dulu ya?" ucap mamah Rani sambil menghapus air mata Sita.
Mamah Rani keluar untuk membeli makanan buat Sita karna dari semalam Sita belum makan. Lima menit kemudian mamah Rani kembali membawa makanan buat Sita.
"Nak Sita ayo makan dulu dari semalam
kamu belum makan nanti kamu sakit
loh".
"Trimakasih tante"
"Kamu makan ya? Tante mau sholat
duhur ".
"Ya tante "
"Tante tinggal dulu , nitip Angga ya?"
"Tanpa tante minta pun, aku akan
menjaga Angga".
"Trimakasih sayang".
Mamah Rani pun keluar , menuju kemasjid untuk menjalankan solat Dzuhur. Saat mamah Rani pergi kemasjid , Vina pun datang bersama ibunya dan tante Mila .Tante Mila yang tidak suka dengan Sita diapun langsung mencaci maki Sita , menamparnya , dan mengusir Sita dari kamar Angga .
"Hai, pembawa sial ngapain kamu disini?"
tanya Vina .
Namun Sita tidak memperdulikan perkataan Vina . Hingga akhirnya Sita di bentak oleh tante Mila .
plak, plak, suara tangan mendarat di pipi Sita.
"Tante apa salahku? kenapa Tante
menamparku?" ucap Sita sambil
memegang pipinya menahan sakit.
"Hai kamu!! kamu tidak dengar apa
yang dikatakan Vina ! ngapain kamu disini
kamu itu tidak di butuhkan di sini pergi
kau dari sini !!" teriak tante Mila .
"Maaf tante, tadi mamahnya Angga berpesan agar aku menjaga Angga selama
tante Rani sholat jadi aku akan tetap di sini".
"Itukan tadi sebelum kami datang, berhubung
sekarang ada aku jadi kamu pergi saja dari sini" jawab Vina .
"Dasar pembawa sial , aku suda peringatkan
kamu dari dulu jauhi keponakanku, tapi kamu tidak mendengarkan aku setiap Angga bersamamu pasti dia celaka !!!" teriak tante
Mila .
Tante Mila pun menarik Sita dari tempat duduknya lalu mendorong Sita keluar lalu
__ADS_1
menutup pintu kamar tempat Angga dirawat.
Sita yang didorong pun hampir jatuh, untung saja ada orang yang pas lewat di depannya jadi langsung menolong memapahnya. Tidak di sangka sangka ternyata yang menolong memapah Sita adalah masa lalunya, orang yang pernah mengisi relung hatinya sebelum Angga . Ya dia adalah Niko orang yang pernah dia cintai waktu tinggal di Bali dan masih SMA .Mereka berpisah karna Niko dan orang tuanya pindah ke Singapure .
"Maaf mas, aku tidak sengaja" ucap Sita sambil bangkit dari pelukan Niko.
"Ya ga papa, mbaknya ngga papakan ?"
"Ya, saya ngga papa "
"Terim...." Sita menghentikan ucapannya
Sita sangat kaget karna melihat orang yang berdiri di hadapannya adalah orang yang pernah dia cintai begitu juga sebaliknya dengan Niko dia tidak menyangka kalo gadis yang dia tolong adalah orang yang sangat dia cintai sampai sekarang.
"Niko" !!!
"Sita, ini beneran kamu kan? akhirnya
kita bisa ketemu lagi" ucap Niko.
"Iya ini aku, apa kabar kamu?"
"Baik, gimana dengan mu, Om Pranowo
dan tante Santi gimana kabarnya?"
"kami semua baik, ngapain kamu disini?
bukannya kamu di Singapure ?"
"Aku sekarang pulang ke Indonesia lagi
karna orang tuaku bercerai dan ayahku
memutuskan untuk kembali ke Indonesia
merintis usaha lagi disini, dan aku memutuskan untuk ikut ayah ku".
"Eem, maaf ya ? aku tidak bermaksud untuk
membuka lukamu lagi atau pun kepo"
"Tidak apa apa , aku tau maksudmu baik".
"Oh iya, ngapain kamu dirumah sakit? apa om Wijaya sakit ?"
"Kamu sendiri ngapain disini?"
"Oh, aku lagi jenguk teman juga"
"Emm, Sita, kamu udah makan siang belum? kita makan siang bareng yuk kan udah lama
kita ngga makan bareng"
"Emm, gimana ya, soalnya aku lagi jagain teman yang lagi koma"
"Please, sebentar aja kita makan di kantin aja kan deket"
"Eem, oke".
"Yes, trimakasih ya?"
Sita dan Niko pun akhirnya makan bareng di kantin. Setelah sholat Dzuhur mamah Rani langsung balik lagi kekamar Angga . Mamah Rani pun langsung masuk , karna melihat Vina , tante Mila , dan ibu Nita jadi mamah Rani mengucapkan salam.
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam" jawab tante Mila.
"Hai jeng, gimana keadaan Angga apa
sudah ada perubahan?" tanya ibu Nita
sambil cipika cipiki.
"Ya begini lah masih sama seperti
kemaren"
__ADS_1
"Saya ikut prihatin ya jeng , atas apa
yang menimpa Angga ".
"Trimakasih".
"Emm, mba sebaiknya Abang di kasih
tau tentang keadaan Angga , bagai manapun Abang berhak tau".
"Ya , sudah aku telvon tadi"
"Terus apa kata Abang?"
"Nanti sore dia akan pulang ke Jakarta ".
"Bagus, dengan begitu aku bisa jatuhin
anak kampung itu dihadapan Abang" gumam
tante Mila .
"Oh iya, Sita kemana ya? tadi pas aku sholat
aku suruh dia buat jagain Angga ?"
"Asal mba tau ya , si Sita pembawa sial itu
tadi pergi gak ngomong dulu sama kita loh
main pergi aja, dasar ngga punya sopan santun itu anak".
"Engga mungkin Sita lakuin itu
pasti ada yang gak beres" gumam mamah Rani .
"Emm, Mila mba titip Angga sebentar ya?
mba mau ke temu dokter dulu"
"Emm, tante biar Vina aja yang jagain Angga "
"Oh, trimakasih ya?"
"Ya tante, bahkan besok besok kalo Tante
butuh bantuan apapun itu Vina selalu siap
buat bantu".
Mamah Rani tak menjawab Vina , hanya tersenyum tipis lalu keluar. Setelah keluar dari kamar mamah Rani mengambil hendvonnya untuk menghubungi Sita. Berulang kali mamah Rani menghubungi Sita namun hasilnya tetap sama , hendvon Sita tidak bisa di hubungi. Tentu saja hendvon Sita tidak bisa di hubungi orang hendvonnya mati karna lupa tidak dicas.
"Sita kamu kemana sih nak? kenapa kamu
ngga bisa di hubungi kalo kamu beneran
pulang kerumah mu sih gak papa" gumam
mamah Rani .
Karna cemas akhirnya mamah Rani pun
bertanya ke suster.
"Maaf sus mau nanya suster liat
perempuan ini ngga" tanya mamah Rani
sambil melihatkan foto Sita.
"Oh mba ini tadi saya liat diusir sama ibu ibu,
kasihan loh sampai didorong dorong bu"
"Terus suster tau ngga orangnya pergi kemana?"
"Wah , kalo perginya saya ngga tau Bu".
"Trimakasih ya sus?"
"Sama sama Bu".
__ADS_1
"Pasti ini kerjaannya Mila , emang keterlaluan si Mila " gumam mamah Rani .