Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Amarah yang meledak.


__ADS_3

"Apa?"


Kaisar Jung baru saja mendengar kabar yang tidak bisa dipercayainya.


Permaisuri Oh bertindak sangat kejam, bahkan sepertinya Permaisuri Oh benar-benar tidak bisa disinggung. Perubahan yang terlalu banyak ini, sungguh sangat berbanding terbalik dengan sikap, Permaisuri Oh sebelumnya.


Jika dulu Permaisuri Oh yang dilihatnya begitu hormat, bahkan dengan para dayang pun dia tetap tidak berkutik, namun yang dilihat Kaisar Jung sekarang, Permaisuri Oh benar-benar menggunakan kuasanya sebagai Permaisuri. Namun, meski begitu tidak juga harus berlaku sangat kejam.


Berita yang didengarnya baru saja, bahkan Kaisar Jung tidak yakin Permaisuri Oh bisa melakukannya.


"Aku akan menemuinya!"


Kaisar Jung sudah memutuskan untuk menemui Permaisuri Oh, namun saat sampai di kediaman Permaisuri, sayangnya Kaisar Jung tidak menemukannya.


Dayang yang berjaga mengatakan, Permaisuri Oh mungkin sedang berada di dapur kerajaan. Gegas Kaisar Jung juga menyusul ke sana.


Hal itu membuat para dayang terheran, bukankah Kaisar Jung tidak seharusnya melakukan itu, dulunya jangankan menemui Permaisuri Oh hingga menyusul ke dapur istana, tidak sengaja bertemu dengan Permaisuri di perjalanan saja Kaisar Jung tidak akan mau.


Rymi sedang mengasah tulang hewan yang baru saja dibelinya kemarin, dari semalam dia berkutat membuat belati dari tulang itu, tidak tau akan berhasil atau tidak tapi baginya dia butuh senjata cepat untuk berjaga-jaga.


"Apa yang sedang kau lakukan?" berang Kaisar Jung, dia marah saat melihat Permaisuri Oh sedang membuat sebuah senjata.


"Kau tidak buta kan, bisa melihat maka tidak perlu aku menjelaskannya!" jawab Rymi angkuh.


"Siapa yang mengizinkanmu membuat senjata?"


"Apa aku butuh izin?"


"Astagah!"

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, semua orang terkejut karena belati itu sudah hampir mengenai leher Kaisar Jung, Rymi menodongkan senjatanya untuk menakuti Kaisar.


"Kaaauuu..."


"Lancang! Beraninya mengayunkan senjata pada Yang Mulia!" Kasim Co bersuara. bersamaan dengan itu beberapa pedang siap untuk memenggal kepala Permaisuri Oh.


"Aku hanya ingin tau apakah senjataku ini... Bisa bekerja dengan baik!" ujar Rymi dengan seringainya.


"Sepertinya kau sudah melewati batas!" sahut Kaisar Jung memberang.


Rymi tersenyum puas, lalu ia menarik kembali tangannya, mengusap pelan belati dari tulang itu hingga... "Asshhhh!" tangannya terluka karena tajamnya senjata.


Namun yang dilakukan Rymi selanjutnya sungguh membuat Kaisar Jung terkejut. Rymi semakin menekan luka itu hingga mengeluarkan banyak darah. Lalu dengan tanpa ragu melumuri belati itu dengan darahnya sendiri.


"Aapa yang kau lakukan?"


"Apa kau seseorang yang mempunyai kekuatan langit bisa-bisanya kau..."


"Tidak!"


"Aku hanya suka melakukannya dan meyakini, dia akan lebih tajam dari pada yang terlihat, maka jika kalian ingin menyumbangkan darah kalian pada senjataku ini, aku akan dengan sangat senang melakukannya!"


"Kau beraninya kau mengancam Kaisar!" teriak Kasim Co.


"Hemmm, mengancam Kaisar?"


"Hahahaha!" Rymi tertawa keras. Kaisar Jung benar-benar heran dibuat sikap Permaisuri Oh yang tidak bisa lagi dikendalikan olehnya.


"Hei Kaisar Jung!" bentak Rymi, "Aku sudah mengutukmu saat membaca novel ini, bagaimana bisa kau sungguh kejam pada istrimu sendiri? Aku!" Rymi menepuk d*d*nya dengan penuh keyakinan, "Pastikan kau akan menyesal, hingga mengharapkan waktu berputar kembali, bajingan gila ini... Akan membuatmu bertekuk lutut dan merasa sangat kecil, hingga kau tidak lagi mampu bicara selain menangis terisak, ingin kembali pada masa sebelum kau bertindak kejam! Namun sayangnya saat waktu itu tiba, kau sudah tidak bisa kembali!"

__ADS_1


"Gigi dibalas gigi, mata dibalas mata! Kau akan menanggung kesakitan yang tidak terhingga, kau akan berada di titik, dimana kau berharap lebih baik mati."


"Kau sudah gila?" teriak Kaisar Jung. Sungguh air mukanya telah berubah, tidak ada lagi rasa kasihan pada Permaisuri Oh, yang tersisa hanyalah kebencian, kemurkaan, berani-beraninya wanita di hadapannya ini berbicara mengancamnya.


"Hahahaha... Ya, bahkan aku bisa lebih gila dari pada yang kau pikirkan! Pernah berada di ambang kematian membuatku menyadari, bahwa selama ini aku telah menyia-nyiakan hidupku untuk mempertahankan orang sepertimu, padahal... Aku bisa melakukan hal yang lebih berguna dari pada mencintai orang yang tidak memiliki perasaan sepertimu."


"Saat itu aku benar-benar menyesal, seharusnya aku membunuhmu..."


"Lancang!"


Rymi langsung mengelak saat mengetahui salah satu pengawal Kaisar akan menyerangnya, ia menarik tangan Kasim Co dan kemudian, "Sraakkk!" pedang itu malah sudah menembus perut Kasim Co.


"Kasim Co!" teriak Kaisar Jung. Dia murka, langsung mengambil pedang salah satu pengawal untuk menyerang Rymi.


Namun Rymi tak kalah cepat memegang tangan Kaisar Jung, menendang pedang itu hingga terlepas dari genggaman.


"Saat ini, aku tidak mau menyakitimu, masih terlalu dini untuk kau meminta mengampunan, aku masih belum puas bermain-main!" ujar Rymi santai, malah tanpa dosa dirinya juga mengedipkan mata genit menggoda Kaisar Jung.


Kaisar Jung melawan, ia mencoba menampar wajah Permaisuri Oh namun sayangnya Rymi mengelak.


Hingga, "Brakkk!" Rymi menendang tepat di tulang kering Kaisar Jung hingga membuat Kaisar Jung terjatuh.


"Bangkitlah!"


Rymi mengulurkan tangannya, hal itu tentunya akan lebih membuat Kaisar Jung marah dari pada dia melawannya, Rymi memang berencana membuat Kaisar Jung semakin meledak.


"OH DAEEE!" teriak Kaisar Jung, dengan cepat tanpa menghiraukan uluran tangan Permaisuri Oh dia berdiri, darahnya mendidih karena merasa baru saja dipermalukan, dengan pasti ia menyerang Permaisuri Oh, kali ini baginya sungguh tidak ada pengampunan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2