Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Atas dasar suka sama suka.


__ADS_3

"Hah hah hah hah!" Selir Na Ra memegangi dadanya yang sesak, tubuhnya memanas, berpegangan pada dinding di kamarnya, dia sungguh tidak sanggup.


"Yang Mulia, mohon tenangkan diri Yang Mulia!" ujar Dayang No, dia juga begitu benci dengan apa yang baru saja dirinya lihat.


"Dayang No!" Selir Na Ra menatap dayang pengasuhnya itu tajam, air matanya sudah mengalir deras, mata yang memerah itu tentunya begitu memancarkan kemarahan.


"Aaarrggghhh!"


"ARRGGGHHH!"


"Plakkk!"


Selir Na Ra menampar wajahnya sendiri, berkali kali, untuk membuatnya tersadar, bagaimana mungkin malam ini dirinya harus kalah.


"Plakkk!"


"Plakkk!"


"Pranggg!"


"Traannnggg!"


"Praakkkk!"


Tangannya yang sedari tadi dirinya tahan akhirnya bekerja juga, dalam sekejap kamarnya sudah hancur berantakan.


"Yang Mulia, hentikan itu! Yang Mulia sadarlah!"


Dayang No mengambil paksa tangan Selir Na Ra, membawa nona muda yang telah dirinya asuh sedari kecil itu ke dalam pelukan.


"Hiks hiks hiks, Dayang No, apa kurangnya aku... Mengapa semua ini harus terjadi padaku!"


"Hiks hiks..."


"Yang Mulia, mohon tenangkan diri Yang Mulia!"


"Mengapa aku harus melihat mereka berdua sedang... Arrggghhh, tidak... tidak mungkin, Kaisar Jung hanya mencintaiku, dia tidak mungkin tertarik pada Permaisuri Oh!"


"Tapi... Tidak, bagaimana jika dia memang memiliki perasaan lebih terhadap Oh Dae, tidak... bagaimana bisa secepat itu perasaan orang berubah, dia... Dia..., Aahhhh, Oh Dae, beraninya kau menyentuh milikku!"


Selir Na Ra tak habis pikir, semakin dirinya pikirkan yang ada dirinya malah semakin mempercayai bahwa pasti telah terjadi sesuatu antara Kaisar Jung dan Permaisuri Oh.

__ADS_1


"Dayang No, aku... Aku harus bertemu Ayah, aku harus menemui Ayahku, saat ini hanya dia yang bisa membantuku, yah... Benar, Kaisar Jung tentunya tidak akan berkutik jika menyangkut keluargaku, bawa aku pulang, aku mau menemui Ayahku!" pinta Selir Na Ra, dia sudah tidak bisa lagi menahan ini, dia ingin Ayahnya untuk segera mengurus Permaisuri Oh.


"Yang Mulia, apa..."


"Dayang No, kali ini kau jangan membantah perintahku, kali ini jangan berani kau menasihatiku, untuk orang yang tidak pernah menikah sepertimu... Tidak akan pernah mengetahui bagaimana rasanya sakit yang aku alami ini!" berang Selir Na Ra.


Meski dia tau, kalau dia mengadu pada Ayahnya, tentunya Ayahnya tidak akan tinggal diam, dan mungkin saja Kaisar Jung dan keluarganya bisa menjadi musuh.


Selir Na Ra adalah putri sulung dari Menteri Pertahanan, dengan posisi Ayahnya yang seperti itu sudah dipastikan betapa banyaknya orang yang memihak mereka, selama ini juga Ayahnya sudah begitu banyak berkontribusi untuk pemerintahan Kaisar Jung, tentunya tidak akan mudah bagi Kaisar Jung untuk membuatnya diam saja.


"Baiklah Yang Mulia!"


Akhirnya, malam itu juga, Selir Na Ra dan beberapa orang-orangnya pergi ke rumah Menteri Pertahanan.


...***...


"Aaahhhh!"


Rymi menguap lebar, dia belum sadar sepenuhnya saat pagi menyapa, tubuhnya terlalu sulit untuk diajak melakukan peregangan. Dan bantal yang pernah dikatainya tidak begitu nyaman itu, pagi ini serasa sangat berat untuk dirinya tinggalkan.


"Hemmm, aku pasti sudah gila, Jung sialan itu... Dia tidak mungkin..."


"Astagah, aku... telan* jang?" Rymi menutup mulutnya tidak percaya.


Dan, di sebelahnya! Aaiishhh makhluk ini, jangan bilang semalam aku benar-benar menerima niat baiknya!


Rymi mengedarkan pandangannya ke sekeliling, guci pecah ada di mana-mana, pakaian dirinya dan juga Kaisar Jung berserakan di lantai, meja dan kursi sudah tidak tentu lagi tata letaknya, "Aaisshh, tapi aku sungguh merasa tidak melakukannya semalam, mana bisa terlihat seperti begitu mempunyai semangat melakukannya, ruangan yang sudah seperti kapal pecah ini, apa kami bertengkar semalam? Tidak mungkin kan aku dan Jung..."


"Tapi, bagaimana kalau memang benar?"


"Asshhh, mana mungkin bisa seperti itu, aku tidak punya cukup tenaga untuk mengacaukan seisi ruangan ini, dan Jung... Dia juga tidak mungkin bekerja sendirian!"


"Kau sudah bangun?"


Rymi terkaget, Kaisar Jung mengusap matanya pelan, wajahnya benar-benar tampan jika dilihat dengan jarak yang begitu dekat. Meskipun saat ini suaminya itu menampilkan wajah baru bangun tidurnya.


"Kau!" seru Rymi, dia mengambil selimut untuk menutupi bagian tubuh polosnya.


"Hemmm..." Kaisar Jung menyambut pagi dengan hangat sepertinya, "Mengapa tidak membangunkanku?" lanjutnya berbasa-basi.


Rymi memiringkan sudut bibirnya, dari tatapan Kaisar Jung terhadapnya Rymi bahkan bisa mengetahui, delapan puluh persen jika dirinya bisa bertaruh, tentu telah terjadi sesuatu di antaranya dan Kaisar Jung semalam.

__ADS_1


Tapi apa? Tidak mungkin berc*nta kan? Semalam... Rymi mengingat lagi, semalam dirinya memang ingin menyerang mental Selir Na Ra untuk menahan sebentar Kaisar Jung saat suaminya itu hendak pergi menemui Selir Na Ra, setelahnya mereka berc*uman dan... Setelahnya lagi, Rymi benar-benar tidak ingat. Pemikiran yang dangkal, tentunya akan melogikakan peristiwa semalam dengan sangat mudah, mungkin dia tertidur atau pingsan tidak sadarkan diri, kemudian bangun di pagi hari yang menyejukkan ini. Ah tidak, salah... Masih sama seperti saat pertama kali dirinya datang ke sini, menyesakkan! Apa lagi saat dirinya membuka mata, Rymi malah langsung disuguhkan pemandangan lelaki fu*kboy di sebelahnya.


"Jung, aku... Benar-benar berharap tidak terjadi apapun diantara kita semalam!" telak Rymi, dia tidak suka berbasa-basi.


Kaisar Jung melotot tidak percaya, bagaimana mungkin Permaisuri Oh mengatakan itu dengan begitu mudah, semua istrinya bahkan terlihat malu-malu saat menyambut pagi setelah aktivitas berat di malam hari mereka biasanya. Namun kali ini... "Oh Dae..."


"Ruangan yang berantakan ini, tentunya karena kita bertengkar, atau... Apa yang telah kau lakukan di kamarku semalam?" selidik Rymi.


"Oh Dae, apa maksudmu?"


"Jung, berhenti berpura-pura, kau dan aku... Aisshhh, aku sungguh tidak menyukai lelucon di pagi hari!" Rymi menatap tajam Kaisar Jung, mengisyaratkan kalau dia benar-benar serius.


"Kau sungguh tidak tau apa yang telah kita lakukan semalam?" tanya Kaisar Jung.


"STOP! Jangan katakan kita! Bagaimana kau bisa berbicara tentang kita sementara aku tidak sadarkan diri semalam?" ujarnya memberang.


"STOP? Oh Dae, kau..."


"Astagah, aku benar-benar tidak percaya kau melupakannya, kau bercanda?"


Sayangnya Rymi harus menggeleng pelan, "Aku tidak tau, bisakah kau jelaskan?" tanyanya serius.


Kaisar Jung terlihat berpikir, apa maksudnya ini? Namun meski tidak mengerti, dan tidak mengetahui apa niat Permaisuri Oh menanyakan itu, baiklah, dia akan tetap menjelaskan, setidaknya di sinilah perannya sebagai suami yang baik berlaku, "Baiklah, akan aku jelaskan!"


Kaisar Jung menarik napas dalam sebelum memulai, sebenarnya dia cukup grogi, masa iya dia harus menjelaskan apa yang terjadi antaranya dan Permaisuri Oh semalam? Bukankah mereka seharusnya sudah tau sama tau.


"Kita, aahhh maksudku, aku dan kau... Telah membuat ruangan ini berantakan dengan energi tanpa batas pasangan muda saat menyambut malam pertama!"


"Hah? Malam pertama?"


"Asshhh!" seketika Rymi merasakan begitu sakit di bagian intinya, malam pertama apanya? Bagaimana bisa menghancurkan seisi ruangan dalam keadaan dirinya tidak sadar? Tidak tidak, pasti Kaisar Jung hanya mempermainkannya.


Meskipun tidak menyukai lelucon di pagi hari, tapi it's ok hari ini bisa dimaafkan, asalkan Kaisar Jung tidak lagi bicara omong kosong, batinnya frustasi saat mendengar kata malam pertama.


Kaisar Jung mengangguk, dia juga sedang kebingungan, semalam Permaisurinya ini begitu sangat bergairah, tak ubah harimau betina yang mengaum siap untuk bertempur, tapi... Jangan bercanda, pagi ini bahkan Permaisuri Oh menanyakan hal menyenangkan itu padanya, namun bersikap seolah tidak mengetahui apapun?


"Oh Dae, aku sangat menyesal kau tidak mengingat moment berharga yang kita lakukan semalam, kau mengatakan kau tidak sadarkan diri tapi aku yang tidak dalam keadaan mabuk sama sekali ini, semalam jelas-jelas bisa melihatnya, bahwa..."


"Bahwa apa?" sergah Rymi cepat.


"Bahwa kita, melakukannya atas dasar suka sama suka!" ungkap Kaisar Jung.

__ADS_1


"APA?"


Bersambung...


__ADS_2