Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Mencari seorang pemuda.


__ADS_3

"Pak Tua!"


"Ya, apa ada yang bisa kami bantu, tersedia bermacam obat untuk membantu segala macam kesulitan, sulit buang air besar, sulit buang air kecil, sulit untuk makan, sulit untuk..."


"Pemuda tadi!"


"Ya?"


"Apa kau mengenalnya?"


"Yang mana? Yang baru saja pergi?"


"Katakan mengenalnya atau tidak, apa dia sering berbelanja di sini?"


"Aaahhh, dia baru saja membual!"


"Membual?"


"Ya, bagaimana bisa dia mengatakan kalau bahan seperti ini akan begitu sulit ditemukan serta harganya malah di kemudian hari? Dia pikir aku ini berjualan baru kemarin sore!" ujar Pak Tua penjaga toko itu yang sudah kembali menambahkan bahan obat yang dibeli oleh Rymi tadi, stoknya bahkan sangat banyak.


"Haaahhh!"


Srakkkk!


"Jadi, kau mengenalnya tidak?" seseorang yang bertanya itu tampaknya tidak memiliki kesabaran, sehingga tanpa mau tau sudah mengeluarkan pedangnya.


"Astagah kau menakutiku! Baiklah-baiklah turunkan pedangmu, itu sangat menakutkan, bukankah biasa penjual dan pembeli sedikit bercanda?" ucap Pak Tua itu ketakutan.


"Katakan!"


"Aku tidak mengenalnya, dia sepertinya orang baru di sini, lagi pun meski dia orang di desa ini aku juga tidak bisa mengenalinya, bukankah kalian lihat sendiri dia memakai cadar?"

__ADS_1


"Apa ini kali pertama dia mendatangi tokomu?"


Pak tua itu mengangguk gelagapan.


"Kau tidak mengetahui namanya?"


"Tidak, kami bahkan belum sempat berkenalan meski dia memborong daganganku tadi!" Pak Tua itu menggeleng cepat.


"Kau harus mengetahui namanya jika dia kembali, aku tidak akan memaafkanmu jika kau mengabaikan perintahku!"


"Ya baiklah, baiklah Tuan, aku berjanji pasti akan menanyakan namanya!"


Kedua orang itu berlalu, menuju Tuan mereka yang memerintah.


"Sudah tau siapa dia?"


Kedua pengawal menggeleng, "Kami akan berusaha keras untuk mencari tau!"


"Ya lakukanlah!"


Dalam sekejap berita kekalahan Pangeran ke dua yang bertarung dengan rakyat biasa sudah sampai di telinga kaisar Jung, dia tidak percaya adiknya yang terkenal dengan petarung sejati itu bisa dikalahkan.


Karena merasa posisinya terancam jika saja ada orang lain yang lebih hebat darinya dalam bertarung, Kaisar Jung segera mengutus orang-orangnya untuk mencari siapa rakyat biasa yang dinilai hebat itu.


"Pangeran ke dua menghadap yang Mulia..."


Pangeran ke dua datang untuk menyampaikan perkembangan sayembara untuk merekrut pengawal dan juga prajurit di istana pada Kaisar Jung. Sepanjang perjalanan menuju tahta raja, begitu banyak orang berbisik membicarakan kekalahannya, ia sungguh kesal namun juga tertarik untuk segera menemukan siapa sebenarnya pemuda itu.


"Ku dengar kau mengalami kekalahan?" tanya Kaisar Jung langsung saja. Dia melihat gurat kecewa dari adiknya itu. Berarti berita itu memang benar adanya.


"Hamba sedang dalam proses mengasah kemampuan, bukankah kalah menang itu adalah hal biasa, begitu banyak pendekar di negeri ini yang tidak kita ketahui seberapa hebat kemampuannya."

__ADS_1


"Hanya seorang rakyat biasa?"


"Bisa saja bukan rakyat biasa, bisa saja dia adalah orang hebat yang menyamar!"


"Yah kau benar, segera selidiki itu, dan ajak dia bergabung untuk pelatihan militer!"


"Yang Mulia, apa yang Mulia tidak terlalu jauh merencanakan?"


"Kenapa? Jangan kau kira kakakmu itu tidak mengetahui rencanamu!"


"Aahhhh?"


"Aku tidak pernah menyia-nyiakan seseorang yang berbakat, sebaliknya akan aku singkirkan jika hanya akan menyulitkan!" ujar Kaisar Jung penuh ambisi.


"Hamba segera menjalankan perintah!" sahut Pangeran ke dua pada akhirnya.


...***...


Tepat hari ini, sudah satu minggu lamanya Rymi yang adalah juga Permaisuri Oh tidak keluar kamar, dan hari ini juga bertepatan dengan pesta perayaan parade berburu tahunan, Rymi mematut pantulan dirinya di cermin, wajahnya sudah bisa dikatakan cantik meski menurut Rymi masih belum sempurna.


"Aaiishhh sudah lama sekali aku tidak merias diri, selama ini hamil anaknya Sam membuatku sedikit melupakan wajah cantikku yang harus dimanjakan!"


"Keren! Kalian tidak tau siapa aku, jangan melihatku tanpa berkedip selama tiga detik, karena di detik ke empat aku pastikan siapapun tidak akan bisa melupakanku!" ujarnya percaya diri.


Sudah tau kan kalau Rymi sudah memuji diri sendiri, dia adalah contoh orang yang tidak waras jika mengingat betapa dia mengagumi tubuh dan juga wajahnya.


Rymi menyelesaikan riasan diwajahnya, memakai pakaian mewah yang sempat dirinya beli minggu lalu, dia berencana turut hadir di acara itu, meski kehadirannya tidak diinginkan bahkan dilarang.


"Kalian pikir bisa menghentikanku? Aaaaaa, aku bahkan tidak pernah mengenal batasan selama aku hidup!"


"Jadi, bersiap-siaplah untuk membuat semua orang takjub, whooaaaa sebenernya aku memang ingin merubah alur cerita di bagian sini, siapa yang menyangka keinginanku akan segera terwujud!"

__ADS_1


"Ya ya, Rymi yang hebat ini tentunya memang bisa melakukan apapun, sudahlah... Aku cukup menikmati peran ini!"


Bersembung...


__ADS_2