Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Pukulan telak.


__ADS_3

"Dayang No! Kau sudah mempersiapkannya?" Selir Na Ra berbicara begitu keras, saat dia tau Permaisuri Oh akan melewati kamarnya, dia ingin sekali mengabarkan tentang Kaisar Jung yang akan berkunjung ke kamarnya malam ini.


"Sudah Yang Mulia!"


"Tentu saja semua wanita di istana adalah milik Kaisar, jadi... Bukankah sudah seharusnya aku jangan terlalu kejam, benar bukan? Ada kalanya berbagi memang lebih menyenangkan!"


"Yang Mulia Kaisar sungguh senang saat Ibu Suri meminta kami untuk tidur bersama malam ini, bukankah itu berarti Yang Mulia sungguh menaruh harapan besar padaku?"


"Ya Yang Mulia, Yang Mulia harus bersiap diri, malam ini akan menjadi malam panjang!"


"Dayang No, betapa hanya kau yang mengerti perasaanku, kau lah yang paling tau bagaimana cintanya Yang Mulia Kaisar Jung terhadapku, jika Yang Mulia mengunjungi kamar wanita lain di malam hari, tentunya dia hanya ingin sedikit bersenang-senang, aku harap... Wanita lain itu, cukup tau akan posisinya, jangan dulu mengharapkan sesuatu yang istimewa, karena akan sangat sakit jika mengetahui kenyataan yang sebenarnya!"


"Astagaahhh, kau berbicara keras sekali hanya untuk menunjukkan kau akan tidur bersama?" sahut Rymi cepat, dia tidak tahan untuk tidak menimpali, menurutnya jelas saja sindiran seperti ini harus diladeni.


"Aku bahkan tidak percaya kau sememalukan ini!"


"Permaisuri Oh!" berang Selir Na Ra, dia kira Permaisuri Oh akan kepanasan mendengar ucapannya, namun yang dilihatnya kali ini wanita itu cukup tenang. Bahkan masih bisa membalas sindirannya.


"Karena kau sudah mendengarnya, kuharap kau bisa lebih mengerti!"


Rymi mengangguk, "Aku cukup mengerti, dan jangan khawatir, aku tidak akan membuat kerja kerasmu ini menjadi sia-sia, seperti yang tadi kau katakan, semua wanita di istana adalah milik Kaisar, tapi meski begitu aku juga baru menyadari satu hal, nyatanya tidak semua wanita di istana bisa melakukan hal memalukan seperti yang kau lakukan ini!"


"Oh Dae!"


"Aaaa, itu adalah panggilan sayang Jung terhadapku, kau tidak boleh mengatakan nama itu sembarangan... Dia tentunya akan sangat marah, Oh Dae..." Rymi memanggil nama Permaisuri Oh dengan mesra, seolah yang tengah memanggil nama itu adalah Kaisar Jung, dia ingin memberi sedikit peringatan pada Selir Na Ra.


"Oh Dae!"


"Oh Dae!"

__ADS_1


"Oh Dae!"


"Asshhh, dia terus memanggilku begitu, bahkan di setiap... Aahhh, akan sangat memalukan jika aku menjelaskannya di sini, apa lagi menjelaskan pada juniorku!"


"Kau tau kan, kita sudah sama-sama dewasa, orang dewasa tidak memperlihatkan kemesraan setiap saat, yaaa meski aku kadang juga ingin melakukannya!"


"Permaisuri! Kau benar-benar tidak bisa menjaga sikap!" protes Selir Na Ra marah, ingin membuat Permaisuri Oh kepanasan, malah dirinya yang sekarang tidak tenang.


"Aku?"


"Ya ya, kuakui beberapa hari ini aku memang sering kesulitan menjaga sikapku, apa lagi jika itu tentang Jung, ups bukankah tidak seharusnya aku memanggil Yang Mulia Kaisar sesantai itu, tapi mau bagaimana lagi, sekarang kami memiliki panggilan sayang, Oh Dae dan Jung, Oh Dae istriku, Jung suamiku... Panggilan menggelikan itu, aahhh entah dari kapan aku juga menyukainya?" Rymi mengatakan seolah sangat menerima, padahal dalam hatinya sungguh serasa ingin muntah. Namun aktingnya cukup menjiwai, peran apa saja jika dimainkan olehnya tentu akan berhasil. Kali ini, haruskah dia memainkan dengan sangat apik, seorang istri sah yang suaminya direbut oleh wanita lain.


"Permaisuri Oh! Kita adalah sama-sama wanita Yang Mulia Kaisar, ada saatnya Yang Mulia menyukaiku dan sama sekali tidak menyukaimu."


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan, orang dewasa tidak mengumbar kemesraan!" protes Selir Na Ra.


"Kau kira, menjadi selir sudah bisa melakukan apapun? Sepertinya kau terlalu banyak berharap! Selir artinya hanya selingan, tidak benar-benar dibutuhkan!"


"OH DAE!" marah Selir Na Ra.


"Apa kau merasa kata-kataku ini ada benarnya? Ya, Selir Na Ra, saat aku membaca novel ini, aku bahkan mengira cinta kalian benar-benar abadi, dan Oh Dae adalah perusaknya, dia yang memaksa Kaisar Jung untuk menikahinya dan menjadikannya Permaisuri, tapi setelah menjalaninya sendiri, aku lebih-lebih kasihan terhadapmu, di mata Kaisar Jung kau tidak lebih hanyalah sebagai pelampiasan, karena sebelumnya dia tidak bisa mencintai Permaisuri Oh, sementara di mata Ibu Suri, kau tidak lebih dianggapnya sebagai mesin pencetak anak!"


"Kau pikir, kau bisa menjadi Permaisuri menggantikanku? Satu-satunya alasan Ibu Suri menyetujui Oh Dae menikah dengan putranya waktu itu mungkin karena Oh Dae yang begitu bodoh, jadi istana dalam ini tentunya akan tetap dikuasai olehnya, karena Oh Dae tidak akan banyak bicara sepertimu."


"Ibu Suri, tentunya tau langkah seperti apa yang akan menguntungkannya!"


Selir Na Ra bergerak mundur, mendengar itu kakinya mendadak lemas, benarkan itu? Benarkah yang baru saja dirinya dengar, mengapa rasanya dia ingin menyangkal namun tidak bisa, Ibu Suri sekarang begitu menekannya untuk segera melahirkan keturunan, mulai tidak terlalu menyukainya karena dia yang belum juga mengandung.


"Aku turut prihatin, semoga saja kau tidak gila karena tertekan mendengar penghinaanku ini!" Rymi menepuk pundak Selir Na Ra kemudian berlalu.

__ADS_1


Setelah agak jauh langkahnya terhenti, menoleh ke belakang, menampilkan wajah puasnya untuk mengimbangi wajah pias Selir Na Ra.


Sementara Selir Na Ra, dia dipapah oleh Dayang No untuk duduk, tiba-tiba saja sekelebat bayangan Kaisar Jung yang menolaknya tadi juga membebani pikirannya.


"Selirku, sama seperti yang aku katakan tadi, aku sedikit lelah hari ini, jadi maaf jika aku harus menolak untuk kali ini, aku hanya ingin istirahat di kediamanku!"


"Oh Dae, aku tidak tau kau semenggairahkan ini!"


"Oh Dae, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, berhenti berpura-pura dan lihatlah, aku sedang mengga*gahimu saat ini, kau bisa melihat dengan jelas, hah... Lihat aku, lihatlah penyatuan ini, aku menang atas dirimu, akan kubuat kau bertekuk lutut!"


"Oh Dae! Kau harus melihat ini, aku lah yang berkuasa, kau tidak akan bisa melawanku!"


"Oh Dae!"


"Oh Dae!


"Permaisuriku, mengapa aku begitu menginginkanmu!"


"Oh Dae!"


Dan juga ingatan tentang malam itu, betapa Kaisar Jung sangat menikmati permainan mereka namun dengan memperlakukan dirinya sebagai Oh Dae, nama Permaisuri Oh bahkan selalu saja disebut pada setiap hentakan kenikmatan yang dirasakan Kaisar Jung.


"Apa aku... Benar-benar tidak pernah memiliki tempat di hatinya? Apa dia sama sekali tidak pernah melihatku? Bukankah selama ini dia selalu mengatakan dia mencintaiku? Apa benar, tempatku di sini hanya sebagai pelampiasan? Tempatnya menghilangkan penat? Apa aku... Semenyedihkan itu...?" gumamnya bertanya-tanya, tanpa terasa air mata sudah mengalir, semakin deras hingga membuatnya terisak.


"Yang Mulia..." Dayang No mengusap lembut punggung Selir Na Ra untuk menenangkan.


"Dayang No, apa aku... Terlihat begitu menyedihkan?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2