Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Yuan mengetahui.


__ADS_3

Aisshhh, dia ini terlalu perasa!


"Yang Mulia! Benar apa yang dikatakan Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri harus meninggalkan tempat ini untuk sementara, tim kami akan berusaha menemukan penyusup itu, kami juga tidak ingin membahayakan Yang Mulia Permaisuri jika Yang Mulia Permaisuri tetap berada di sini, sesuatu bisa saja terjadi!" Yuan membenarkan.


Aisshhh, ini lagi, pria memang semuanya sama saja.


Mau tidak mau Rymi menyetujui, dia tampak berpikir sebelum pergi meninggalkan kamarnya, tentunya baju pria yang dia gunakan untuk menyamar tadi sudah dirinya simpan dengan benar kan? Bagaimana jika ketahuan, tapi tidak... Tidak ada yang bisa menemukannya.


"Tunggu!" ujar Yuan. Dia melihat sesuatu yang mencurigakan. Permaisuri Oh mengambil sesuatu yang sepertinya telah terlanjur dirinya kenali.


"Ada apa Yuan?" tanya Kaisar Jung.


Yuan berpikir sejenak, dia berdehem menetralkan perasaannya, "Setelah semuanya di rasa aman, Hamba akan segera mengabari Yang Mulia!" ujarnya yang lebih memilih berbohong.


"Emmm!" Kaisar Jung mengangguk. Ia percaya sepenuhnya dengan Rang Yuan, namun sepertinya tidak bagi Rymi. Rymi merasa Yuan telah menemukan beberapa sesuatu namun memilih menutupinya.


Sepanjang jalan menuju Kediaman Kaisar Rymi terus saja berpikir, apakah ada sesuatu yang terlewatkan? Dia memejamkan matanya untuk meyakinkan diri, lalu... "Astagah!" pekiknya tanpa sadar.


"Ada apa Oh Dae?"


Kedua pasangan suami istri itu terlibat tatap, jantung Kaisar Jung yang berpacu lebih cepat, untuk kesekian kalinya dia terpesona akan istrinya ini, sementara Rymi... Tangannya memegang belati dari tulang buatannya lebih kuat. Mengapa dia bisa seceroboh ini? Di seumur hidup dia selalu melakukan misi dengan sempurna, jejaknya selalu saja tidak bisa ditemukan. Namun apa ini? Sungguh benar jika satu kesalahan akan bisa menghancurkan segalanya.


Sementara itu,


Yuan sungguh bingung, jelas sekali dia melihat belati dari tulang itu digunakan penyusup untuk melawannya tadi, namun belati itu kini sudah berada di genggaman Permaisuri Oh. Jika dia harus mencurigai seseorang rasanya tidak mungkin itu Permaisuri Oh.


Suaranya saja bahkan berbeda. Lagipula apa dia yakin Permaisuri Oh bisa mengalahkannya? Sungguh ketidakmungkinan yang pasti.


"Postur tubuhnya mirip dengan Permaisuri Oh, untuk ukuran seorang pemuda dia tidak cukup tinggi besar, tapi... Yang bertarung melawanku tadi, tentunya adalah seorang pria, bagaimana bisa aku meragukan Permaisuri Oh?"


Dia bahkan tidak bisa menggunakan pedang, berlari saja tidak pernah, bagaimana mungkin rasanya.


"Permaisuri Oh?" tanya salah satu anak buahnya yang mendengar Yuan bergumam.

__ADS_1


"Hemmm!"


"Yang Mulia Permaisuri bukanlah Yang Mulia Permaisuri Oh yang sama dengan dulunya, Permaisuri sudah bisa menggunakan pedang, panah, bahkan belati dengan lihai, Ketua lebih lambat mengetahui ini karena sedang bertugas di suatu tempat waktu itu, setelah bangkit dari kematian Yang Mulia Permaisuri Oh menjadi orang yang berbeda!"


"Apa maksudmu?"


"Yang Mulia Permaisuri Oh bahkan sangat lihai bertarung!"


"Apa?"


"Bukan hanya bertarung, bahkan Yang Mulia Permaisuri bisa mengobati luka tusuk yang hampir saja merenggut nyawa Kasim Co!"


"Sungguh?"


Yuan menganga tidak percaya, jika semua yang dikatakan anak buahnya ini benar, itu berarti bisa disimpulkan Penyusup itu tidak lain mungkinkah... Permaisuri Oh sendiri? Tapi untuk apa dia melakukannya? Lalu, tunggu, itu berarti pria yang keluar dari kamar Permaisuri Oh tadi juga adalah orang yang sama.


Permaisuri Oh menyamar sebagai pria? Untuk apa? Keluar istana? Yah, tentunya dia menyamar untuk keluar istana, apa kiranya yang dilakukan Permaisuri di luaran sana?


...***...


"Ah, Selir Na Ra!" seru Rymi, dia baru saja melihat Selir Na Ra keluar kamar, sungguh waktu yang tepat karena saat ini dirinya sedang berjalan berduaan dengan Kaisar Jung.


"Salam Hormat Hamba Selir pada Yang Mulia!" sapa Selir Na Ra pada Kaisar Jung.


Dia tidak menyapa Permaisuri Oh, karena Kaisar Jung biasanya akan memaklumi sikapnya.


"Kau tidak menyapaku?" tanya Rymi, dia tersenyum smirk.


Namun tidak juga ada jawaban, tidak juga ada perlakuan setelah mendengar pertanyaannya, Kaisar Jung juga tampak membiarkan.


"Ahhh pasti sudah menjadi hal biasa, sayang sekali sepertinya aku tidak bisa menerima penghinaan ini!" sindir Rymi. Dia menoleh ke arah Kaisar Jung, memiringkan sudut bibirnya, seolah menegaskan dia tidak suka dan saat ini sedang menuntut sebuah pengakuan.


"Selirku! Bagaimanapun kau harus bersikap hormat pada Permaisuri!" ujar Kaisar Jung. Dak hatinya pasti tidak tenang, Rymi bisa menerka itu.

__ADS_1


Apa lagi Selir Na Ra, whoaaa, melihat dua orang ini tidak dalam keadaan begitu baik ternyata menyenangkan.


"Salam Hormat Hamba Selir pada Yang Mulia Permaisuri!" sapa Selir Na Ra, terpaksa... Kentara sekali dia sungguh terpaksa. Menyapa dengan nada yang cukup angkuh, mendelik tajam pada Permaisuri Oh lalu meminta pembelaan saat menatap Kaisar Jung.


Rymi tersenyum puas, melihat wajah tertekan Selir Na Ra sungguh seperti hiburan baginya.


"Ah ya, Yang Mulia Permaisuri, Hamba Selir mendengar bahwa ada seorang pria yang masuk ke kamar Yang Mulia Permaisuri, apa itu benar? Pria yang tidak sengaja masuk, atau... Seorang pria yang memang harus masuk ke sana, karena Yang Mulia dan pria itu mungkin saja telah membincangkan sesuatu!" sindir balik Selir Na Ra, dia memang ingin menemui Permaisuri Oh untuk mengatakan itu.


"Selirku!"


"Ah Yang Mulia, maaf sudah lancang, namun tidak ada salahnya bukan jika Hamba mencurigai?"


"Selirku, sebelum memasuki istana ini, bukankah sudah dikatakan berulang kali, bahwa... Jika telingamu mendengar sesuatu, lebih baik kau menutupnya! Jika sudah terlanjur didengar, maka lebih baik kau menutup mulut dan menganggap kau sama sekali tidak pernah mendengarnya!" ungkap tegas Kaisar Jung, dia tidak ingin mencurigai Permaisuri Oh, meskipun dia sudah merasa bahwa yang masuk ke kamar istrinya itu mungkin saja Tuan Arash.


"Sesuatu? Yang Mulia, hamba hanya mengutarakan pendapat Hamba, namun jauh dilubuk hati Hamba tentunya tidak berharap bahwa pendapat Hamba itu benar!" balas Selir Na Ra.


Rymi tersenyum, "Kau tau, di duniaku saat seseorang banyak mencari tahu, hal itu bisa memperpendek umurnya!"


"Aku sungguh terkesan saat kau terlihat begitu memperhatikanku, Na Ra, bolehkah aku menganggap kecurigaanmu ini sebagai bentuk perhatianmu?"


"Sudah kukatakan, kedepannya aku akan sangat menyukaimu, aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik menurut caraku! Saat ini, aku sedang takut, takut saja penyusup itu telah berpindah tempat jika dia tidak bisa ditemukan di kamarku! Sungguh, bukankah istana dalam saat ini tidak dalam keadaan aman!"


"Oh Dae, Yuan sedang mencarinya, kau tidak perlu takut, aku terkesan, kau sungguh penuh perhatian pada juniormu!" ucap Kaisar Jung, dia tersenyum manis pada Permaisuri Oh.


Ya ya, kita abaikan dia, makhluk bucin ini! Apapun kalau sudah bucin, bernapas saja sungguh mengagumkan.


Sementara Selir Na Ra, dia terdiam, wajahnya memerah, mendengar itu dia malah teringat akan peristiwa di suatu malam.


"Aku memang membunuhnya, ternyata kau cukup pintar, mulai hari ini aku akan sangat menyukaimu... Mari kita berteman, supaya kau bisa lebih mengetahui apa saja yang akan kulakukan pada orang-orang di sekelilingmu!"


Kali ini, apa yang akan Oh Dae lakukan, pikirnya. Mengapa dia merasa Oh Dae telah merencanakan sesuatu? Siapa pemuda yang berhubungan dengan Oh Dae, siapa pemuda dibalik penyusup itu?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2