Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Kesal.


__ADS_3

"Na Ra, kau yang memutuskan ini, seharusnya kau lebih menguatkan hatimu untuk bertahan!"


"Ayah... Hiks hiks, bagaimana bisa? Begitu banyak wanita yang dinikahi Kaisar Jung, namun meski begitu aku tau, tidak ada yang akan menjadi pesaingku, tapi Permaisuri Oh, seseorang yang tidak mungkin dicintai, mengapa harus dia?"


"Apa kau sedang merasa Permaisuri Oh bisa menjadi sainganmu?"


Selir Na Ra tampak berpikir, ini masih pagi dan dia sudah merengek di hadapan Ayah dan Ibunya, mengatakan apa yang telah terjadi padanya, dan dia sedang sakit hati.


"Ayah... Seharusnya tidak, tapi... Semakin aku memikirkannya, maka aku juga tidak bisa membiarkan Permaisuri Oh dicintai Kaisar Jung." jawabnya.


"Aku bahkan masih ingat bagaimana Kaisar Jung begitu membenci Permaisuri Oh, memperlakukannya dengan kasar, jadi sungguh tidak mungkin jika mereka... Ashhh, aku tidak tahan dengan semuanya, Ayah... Pastikan Ayah harus memberi peringatan untuk Kaisar Jung, dan juga untuk Permaisuri Oh, aku ingin dia kembali direndahkan, atau kau mau membunuhnya pun itu lebih baik!" ungkap Selir Na Ra, dia benar-benar diliputi rasa kesal hingga rasanya ingin sekali melihat Permaisuri Oh hilang saat ini juga.


"Membunuh? Kau sedang tidak sembarangan bicara?" Ayah Selir Na Ra menatap anaknya tajam, semudah itu putri sulungnya ini meminta dia untuk membunuh Permaisuri Oh.


"Na Ra, pikirkan baik-baik, kau hanya dikabuti oleh emosi, bersainglah secara sehat!" tambah ibunya.


"Asshhh kalian ini, sama sekali tidak pernah memikirkan perasaanku!" kesal Selir Na Ra, dia sungguh tidak mengerti jalan pikiran kedua orang tuanya ini.


"Beraninya kau mendesah di hadapan Ayahmu?"


"Sudahlah sayang, masalah ini cukup kita akhiri sampai di sini, siapa yang bisa menentang, mereka adalah suami istri, dan juga Permaisuri Oh adalah Permaisuri Negeri ini, bagaimanapun kita harus tetap menghormatinya." ujar Menteri Pertahanan, dia mengusap lembut tangan putri sulungnya.


Selir Na Ra merasa tidak akan ada yang mendukungnya di sini, entah mengapa kedua orang tuanya pun bisa berubah menyukai Permaisuri Oh, sementara beberapa waktu lalu Ayah dan Ibunya masih berada di pihaknya, dan mengenai rencana pembunuhan Permaisuri Oh dengan racun waktu itu, Ayahnya juga ikut andil.


Sementara hari ini, dia datang membawa kabar tidak menyenangkan, seharusnya mereka bisa mengerti rasa sakit yang dirinya rasakan, seharusnya kedua orang tuanya bisa mendukungnya, kibarkan rasa benci seperti biasanya.


Selir Na Ra sudah pusing dibuat Kaisar Jung dan Permaisuri Oh, ditambah lagi pemikiran kedua orang tuanya yang tiba-tiba saja tidak lagi sejalan.


...***...

__ADS_1


"Beraninya dia!" Kaisar Jung bergumam kesal, isi kepalanya tidak bisa memikirkan hal lain selain tentang Permaisuri Oh.


Mengapa istrinya itu malah mengusirnya? Setelah dia benar-benar mengatakan apa yang terjadi antaranya semalam, bukannya tersenyum hangat dan berwajah suka hati, Permaisuri Oh malam mengusirnya secara tidak hormat.


Mengatakan jangan pernah kembali untuk beberapa hari ini, mengatakan juga kalau Permaisuri Oh tidak mau melihat wajahnya, mengatakan itu semua dengan wajah penuh kebencian, seolah dia baru saja berbuat hal hina? Hina apanya? Apakah berhubungan dengan istri sendiri termasuk perbuatan hina? Konyol.


"Yang Mulia!" seru Kasim Co, hari ini adalah hari pertamanya kembali bekerja setelah proses pemulihan. Dia tidak tahan melihat wajah murung namun tertekan dari Tuannya itu.


"Ah?"


"Apa Yang Mulia membutuhkan sesuatu?"


Kaisar Jung menggeleng, dia tidak butuh apapun saat ini, kecuali... Oh Dae mungkin? Dia ingin bertanya lebih detilnya, mengapa bisa begitu membenci hanya karena mereka tidur bersama semalam, bukannya mereka melakukan hal itu atas dasar suka sama suka? Di mana letak kesalahannya?


"Kasim Co! Apa jika kau melakukan hal yang tidak kau inginkan, namun sayangnya kau sudah melakukannya dalam keadaan mabuk? Kira-kira kau akan semarah apa?"


"Hemmm!"


"Hamba belum pernah melakukan hal yang tidak Hamba inginkan dalam keadaan mabuk, jadi sepertinya kali ini Hamba belum bisa membayangkan jawabannya!" jawab Kasim Co jujur, yah seumur hidupnya ini dirinya memang tidak pernah terlibat mabuk-mabukan, dia juga adalah pria matang yang tidak pernah menikah, dan tidak akan menikah, masalahnya hanya seputaran Kaisar Jung saja, mengabdikan diri dan selalu menjaga Tuannya supaya baik-baik saja adalah prioritas utama.


"Aahhh, kau tidak memiliki banyak masalah dalam hidupmu, kau bahkan tidak pernah mabuk!" ujar Kaisar Jung lagi, seolah mengerti jawaban yang Kasim Co berikan.


Kaisar Jung tersenyum kecut lagi.


"Keluar!"


Tiba-tiba saja bayangan Permaisuri Oh yang mengusirnya secara tidak pantas datang tepat di hadapannya. Membuat Kaisar Jung sedikit terkejut.


"Asshhh, Oh Dae kau benar-benar!"

__ADS_1


"Ada apa Yang Mulia?"


"Tidak-tidak apa!" ujarnya mencoba tenang.


"Keluar! Dan sebisa mungkin menghindar dariku! Aissshhh kau ini membuatku melakukan dosa saja!"


"Dosa? Dia menyebutnya sebuah dosa?" berang Kaisar Jung, posisinya langsung tegak, matanya memancarkan permusuhan.


"Dia pikir dia siapa? Bisa mengusir Kaisar Negeri ini secara tidak hormat, dia tidak tau kalau melakukan sesuatu yang buruk terhadap Kaisar tentunya akan dihukum dengan sangat berat, sekalipun itu adalah seorang Permaisuri, kurang ajar sekali Oh Dae itu!"


Kaisar Jung mencak-mencak tidak karuan, tangannya yang mengepal sudah mendaratkan tinjunya di meja, dia tidak terima diperlakukan tidak manusiawi oleh Permaisuri Oh.


"Tapi... Bukankah aku seorang Kaisar, mengapa pagi tadi... Aku mau-mau saja diusir tidak hormat begitu, aisshhh menyebalkan, betapa bodohnya aku ini!" gumamnya lagi, saat bersamaan dia juga menyayangkan dirinya yang tidak melakukan apapun saat pagi tadi diusir.


Kasim Co yang melihat itu turut prihatin, baru kali ini dirinya melihat Kaisar Jung dalam dilema mengenai masalah percintaan, mungkinkah memang benar Tuannya itu sudah jatuh hati pada Permaisuri Oh? Terlihat seperti orang bodoh, bergumam sendiri dengan percaya diri lalu kembali kesal saat terbayang betapa sadisnya Permaisuri Oh memperlakukannya.


Sedikit lucu, namun tetap saja dirinya tidak berhak untuk tertawa.


"Kasim Co!"


"Ya Yang Mulia!"


"Bawa Permaisuri Oh ke hadapanku! Aku ingin tau seberapa besar nyawanya untuk menentangku lagi!"


"Bisa-bisanya dia melakukan ini padaku!"


"Ba... Baik Yang Mulia!" gagap Kasim Co, sepertinya kali ini Permaisuri Oh benar-benar dalam masalah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2