
"Yang Mulia, ketua pengadilan datang menghadap..."
Suara seseorang yang sangat dikenali Kaisar Jung tiba-tiba menyapa, ketua pengadilan adalah sahabatnya, selain Kasim Co, Rang Yuan yang adalah ketua pengadilan adalah juga orang yang sangat dirinya percayai.
"Masuklah!"
"Terimalah salam hormat Hamba Yang Mulia!" sapa Yuan.
"Yuan, tidak perlu sungkan, lagi pula ini sudah diluar jam kerja, kau bisa memanggil Jung seperti dulu!"
"Tapi, tetap saja Hamba merasa canggung!"
Hari sudah malam, alih-alih mendatangi Selir Na Ra yang katanya sudah mempersiapkan malam panjang untuknya, Kaisar Jung malah meminta Yuan untuk menemaninya.
"Hemmm, tidak apa! Di sini tidak ada siapapun, Kasim Co pun juga sudah selesai bertugas."
"Yang Mulia, apakah Yang Mulia memanggil Hamba karena ingin mengetahui sesuatu?"
Kaisar Jung mengangguk, sore tadi dirinya sudah bicara dengan sahabatnya ini, Rang Yuan dirinya tugaskan untuk mengawasi Permaisuri Oh, Kaisar Jung sungguh penasaran apa yang dilakukan Permaisuri Oh di malam hari jika tidak mau menemuinya.
"Kau menemukan sesuatu?"
Padahal baru dalam hitungan jam dia menyuruh Yuan untuk menjalankan tugas rahasia ini, namun siapa yang mengira kalau Kaisar Jung tidak punya cukup kesabaran.
Yah, mungkin perihal Permaisuri Oh, sungguh sekarang yang ada dirinya benar-benar merindukan istrinya itu. Ingin tau sedang apa Permaisuri Oh saat ini, melewati malam dengan melakukan apa?
"Maafkan Hamba..."
"Aahhh! Terlalu cepat ya? Kau tentunya belum menemukan apapun!" ralat Kaisar Jung, menanyakan itu sungguh dia menjadi tidak begitu nyaman dengan Yuan.
Yuan tersenyum samar, "Bukan begitu Yang Mulia, sebaliknya... Hamba telah menemukan sesuatu!"
"APA?" berang Kaisar Jung.
"Apa? Apa yang kau temukan?" tanyanya cepat. Dari waktu sore hingga malam ini, sudah menemukan sesuatu yang mencurigakan, yang benar saja.
Yuan mengangguk, "Maafkan Hamba yang harus mengatakannya!"
"Katakan!"
__ADS_1
"Yang Mulia... Hamba melihat seorang pemuda keluar dari kamar Yang Mulia Permaisuri, tampak mengendap-endap, Hamba juga sudah mengejar pemuda itu, namun sayangnya Hamba kehilangan jejak, kemudian tak lama Yang Mulia dikabarkan memanggil Hamba kemari!"
"Apa? Seorang pemuda?"
Wajah Kaisar Jung tiba-tiba saja memerah mendengar ada seorang pemuda yang keluar dari kamar Permaisuri Oh, seorang penyusup yang bisa lolos dari pengawalan ketat istananya. Tidak bisa dibiarkan.
"Ya Yang Mulia! Tampak berpakaian biasa, namun memiliki gerakan yang sangat lincah, kecepatan berlarinya juga tidak diragukan!" jelas Yuan.
Mendengar itu, tiba-tiba saja Kaisar Jung memikirkan sesuatu. Seorang pemuda dengan kecepatan dan gerakan yang lincah.
"Sebelumnya, aku melihat Tuan Arash di sekitaran istana ini, sepertinya dia hendak keluar, aku menahannya dan dia mengatakan kedatangannya hanya untuk menemui salah satu muridnya!"
"Gerakan itu! Gerakan yang ditunjukkan Permaisuri Oh pada pembukaan parade berburu tahunan waktu itu, itu benar-benar sama dengan gerakan pemuda yang mengalahkanku di sayembara, aku rasa benar Tuan Arash telah mengajari jurus itu pada Permaisuri Oh"
"Mungkinkah..."
"Apa ada sesuatu yang Yang Mulia curigai?" tanya Yuan. Melihat Kaisar Jung tampak berpikir, mungkin Kaisar Jung mengetahui sesuatu.
"Tuan Arash? Bagaimana dia bisa masuk? Dia selalu saja bisa lolos dengan mudah, Pemuda itu pastilah menemui Permaisuri Oh!"
"Ada hubungan apa diantara mereka, selain guru dan murid? Sungguh tidak wajar jika sampai mengadakan pertemuan di kamar, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!"
"Ya Yang Mulia!"
"Cari di seluruh penjuru negeri ini, pemuda bernama Arash, dia adalah seorang pemuda ahli bela diri, jangan katakan pada siapa-siapa, Pangeran Ahn juga sedang mencarinya, namun... Kalau bisa, kau harus segera bertindak lebih cepat dari Pangeran Ahn, bawa pemuda bernama Arash itu hidup-hidup ke hadapanku!" titah Kaisar Jung.
Yuan mengangguk paham. "Ya Yang Mulia!"
"Kau, bisalah membantuku lagi malam ini?"
"Hamba menunggu perintah Yang Mulia!"
"Selidiki, awasi setiap gerak-gerik Permaisuri Oh, pastikan dia tidak keluar dari kamarnya barang selangkah pun. Mengingat ini, aku mulai meragukan kedua adik perempuanku, malam itu apa jangan-jangan Permaisuri Oh tidak mabuk bersama mereka, melainkan minum-minum dengan pemuda itu?" berang Kaisar Jung, matanya sarat akan kilatan cemburu, mencoba menghubungkan apa yang ditemukan Pangeran Ahn malam itu lalu tingkah laku kedua adik perempuannya. Malam itu, Permaisuri Oh sangat mabuk, sementara kedua adiknya masih dalam keadaan sadar, padahal dia sungguh tau, adik-adiknya itu juga bukanlah orang yang kuat minum, mengatakan berpesta? Seharusnya dirinya tidak percaya dengan mudah.
"Baik Yang Mulia!"
Yuan bergegas, dia akan kembali menyelidiki di sekitar kediaman Permaisuri Oh, memastikan istri Kaisar negeri ini tidak akan pergi kemana-mana.
...***...
__ADS_1
"Yang Mulia, ketua biro pengadilan baru saja keluar dari kamar Yang Mulia Kaisar!" dayang No mengabarkan temuannya. Dia baru saja kembali dari sana, melihat Ketua biro pengadilan yang adalah juga sahabat kental Kaisar Jung keluar dari sana.
"Benarkah?"
"Ya Yang Mulia!"
"Apa Kaisar Jung akan mengunjungiku setelahnya?"
"Yang Mulia, mohon bersabar sebentar lagi, bukankah Yang Mulia Kaisar sudah berjanji!"
Selir Na Ra tertunduk, air matanya menetes sedikit, "Tidak Dayang No, Kaisar Jung sebenarnya tidak pernah menjanjikan apapun tentang malam ini." akunya.
"Yang Mulia..."
"Aku lah yang menarik kesimpulan itu, akulah yang mengatakan pada Oh Dae bahwa Yang Mulia Kaisar Jung sungguh tertarik untuk malam panjang yang telah aku persiapkan ini... Hiks hiks, Dayang No... Apa itu artinya, aku sama saja telah menipu diriku sendiri?"
"Aahh, Yang Mulia, tidak begitu juga, ini masih belum terlalu larut, barang kali saja Kaisar Jung akan menemui Yang Mulia beberapa saat lagi."
"Dayang No, berhenti menghiburku, dari tadi aku sudah menunggu kehadirannya, namun Yang Mulia Kaisar tidak juga datang ke kamar ini!" keluh Selir Na Ra.
"Yang Mulia..."
Selir Na Ra bangkit, dia merasa sungguh marah, entahlah kali ini dia marah pada siapa? Rasanya ingin sekali dia menampar wajahnya sendiri karena telah terlalu percaya diri tentang malam ini.
Dia langsung melepaskan satu persatu perhiasan di tubuhnya, mulai menghapus riasan, Selir Na Ra memutuskan untuk tidak lagi menunggu. Dia tidak punya cukup kesabaran lagi.
"Yang Mulia... Mohon bersabar, tunggulah sebentar lagi..."
"Tidak Dayang No!"
"Yang Mulia..."
"Tidak... Hiks hiks, jangan halangi aku, jangan lagi menghiburku, kenyataan ini malah rasanya semakin membuatku sakit!" Selir Na Ra berkata seraya terisak.
"Perubahannya sungguh tidak bisa aku terima, apakah cinta yang dirinya katakab telah hilang? Mengatakan mencintaiku dulunya, berniat menjadikanku Permaisuri, wanita nomor satu untuknya, namun apa... Dia sama sekali tidak melakukannya sampai saat ini... Hiks hiks..."
"Dia sama sekali tidak mengerti perasaanku!"
Dayang No hanya bisa tertunduk, majikannya ini adalah orang yang keras kepala, mau mencegah pun tentunya juga percuma. Entahlah, kadang dirinya juga merasa ragu akan cinta Kaisar Jung pada majikannya ini.
__ADS_1
Bersambung...