Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Kecurigaan Kaisar Jung.


__ADS_3

"Yang Mulia, Hamba mohon ampun, Hamba mendengar kabar kalau saat ini Yang Mulia Kaisar tengah berada di kamar Yang Mulia Permaisuri!"


Selir Na Ra mendelik tajam pada Dayang No, iris hitamnya itu seolah mencari kebenaran akan berita yang baru saja dirinya dengar.


Sudah begitu lama dia bersiap diri, Kaisar Jung sudah berjanji akan menjemputnya, namun... Bukannya datang menepati janji malah harus mendengar kabar kalau suaminya itu tengah bersama dengan wanita lain.


Sungguh kegilaan semacam apa ini? Mengapa? Mengapa keadaan seperti mudah saja berubah, seperti mempermainkannya, waktu itu juga... Di tengah-tengah pergulatan panas mereka, Kaisar Jung malah dengan gilanya menyebutkan nama Permaisuri Oh, dalam setiap hentakan kenikmatan itu, sayangnya dirinya hanya bisa berlinangan air mata, dia benci... Semakin membenci Permaisuri Oh.


Mengapa sekarang Permaisuri Oh seolah menjadi musuh terberatnya, wanita yang sama sekali tidak pernah dilirik oleh Kaisar Jung sebelumnya, yah... Semua ini karena wajah Permaisuri Oh yang telah sembuh, seharusnya dia tidak mempercayakan sepenuhnya tugas memberikan racun itu pada dayang, andai saja waktu itu dia bertindak dengan benar dan tidak menyepelekan Permaisuri Oh.


Selir Na Ra kesal, namun saat ini tidak ada juga yang bisa dirinya lakukan.


"Dayang No! Aku akan menunggu!" ujarnya seraya memejamkan mata. Raganya bisa saja mengatakan kalau dia baik-baik saja, namun tidak dengan jiwanya, mendengar itu... Cukup saja membuat jiwanya seakan hilang kewarasan.


"Tapi Yang Mulia..."


"Dayang No!" berangnya.


"Ya Yang Mulia!" Dayang No tertunduk, tidak berani menyangkal lagi, Selir Na Ra jika sudah marah, tentunya sangat menakutkan.


"Aku percaya pada Yang Mulia! Yang Mulia Kaisar tidak akan mungkin mengingkari janjinya, sudah tugasku untuk selalu percaya akan setiap perkataannya, setiap perintah yang keluar dari mulutnya harus dituruti dan juga setiap hukum yang dirinya keluarkan juga harus dipatuhi, itu adalah baktiku sebagai seorang istri!"


"Ya Yang Mulia!"


"Jadi, jangan pernah untuk mengasihaniku, dia... Tidak mungkin mencintai Permaisuri Oh, pasti ada suatu alasan untuknya berada di sana!" lanjut Selir Na Ra.


"Ya Yang Mulia!"


Pasti ada alasan Kaisar Jung menemui Oh Dae, yah pastinya ada alasan... Dia tidak mungkin mencintai Oh Dae, dia sendiri yang mengatakan kalau dia hanya mencintaiku, dan lagi pula jika aku saja begitu sulit untuk mendapatkan hatinya, mana mungkin Oh Dae akan bisa melewatiku, tidak... Pasti ada suatu alasan, dia berada di sana pasti ada suatu sebab, dan sebab itu tentu bukan karena hatinya!


Selir Na Ra masih duduk menunggu, keringat dingin mulai membasahi wajahnya yang putih, tangannya mengepal, dibalik sikap mencoba percayanya, sungguh, dia... Benar-benar kecewa.


...***...


Kaisar Jung sudah lama menunggu, dia benar-benar marah dan terus menggerutu karena Permaisuri Oh belum juga datang.

__ADS_1


Tangannya mengepal erat selimut itu, ini sudah larut malam, entah ke mana perginya Permaisuri Oh, geram Kaisar Jung tak habis pikir.


"Oh Dae, kali ini... Kau benar-benar mau mati!"


"Yang Mulia! Pangeran ke dua datang menghadap!"


Suara sang adik mengalihkan pemikirannya tentang Permaisuri Oh. Untuk apa Pangeran ke dua menemuinya, ini sudah larut malam, apa ada sesuatu yang mendesak? Pikirnya.


"Masuklah!"


Pintu terbuka, Pangeran ke dua melangkah mendekat, "Salam hormat Hamba untuk Yang Mulia!"


"Aahhh Pangeran Ahn, tidak perlu formal, ini sudah diluar jam kerja! Katakan, ada apa?" tanya Kaisar Jung.


"Baiklah! Kakak, ada sesuatu yang harus aku beritahukan padamu!"


"Hemmm, apa?"


"Sebelumnya, aku melihat Tuan Arash di sekitaran istana ini, sepertinya dia hendak keluar, aku menahannya dan dia mengatakan kedatangannya hanya untuk menemui salah satu muridnya!"


"Hemmm... Muridnya, berada di istana dalam!"


"Lalu, di mana dia? Kau tidak menahannya untukku!"


Pangeran ke dua menggeleng pelan, dia juga menyesali karena telah melewatkan kesempatan itu, "Dia berhasil melarikan diri, tapi Kak... Aku curiga, muridnya... Adalah Permaisuri Oh!"


"Apa?" kaget Kaisar Jung, apa Pangeran ke dua bercanda, lelucon semacam apa itu, sama sekali tidak lucu.


Permaisuri Oh? Bagaimana bisa?


"Awalnya aku akan memberitahukan ini pada Kakak besok pagi saja, namun saat mendengar kalau Permaisuri Oh kabur dari istana, hal itu semakin menguatkan kecurigaanku, dan aku tidak lagi bisa menahan diri untuk memberitahukan hal ini."


"Sungguh?"


Pangeran ke dua mengangguk, "Gerakan itu! Gerakan yang ditunjukkan Permaisuri Oh pada pembukaan parade berburu tahunan waktu itu, itu benar-benar sama dengan gerakan pemuda yang mengalahkanku di sayembara, aku rasa benar Tuan Arash telah mengajari jurus itu pada Permaisuri Oh."

__ADS_1


"Pangeran Ahn!"


"Jika ingin mengetahui tentang Tuan Arash, kita harus menanyakan hal itu pada Permaisuri Oh!"


"Tapi Pangeran Ahn, bagaimana bisa? Itu sungguh tidak mungkin, dia tidak punya waktu untuk mempelajari itu semua, bahkan untuk keluar istana saja dia tidak..." perkataan Kaisar Jung terhenti, tiba-tiba saja dirinya meragu, bagaimana kalau selama ini Permaisuri Oh sudah sering diam-diam keluar istana? Sebelum peristiwa keracunan itu, Permaisuri Oh masih tampak seperti wanita yang lemah tidak berdaya, apa... Semua sikap yang dia tunjukkan hanyalah sandiwara? Tapi untuk apa? Balas dendam, yah pastinya hal itu Permaisuri Oh lakukan untuk balas dendam. Sudah begitu sering tersakiti, bisa saja Permaisuri Oh mencoba untuk balas dendam.


Sekarang Kaisar Jung mulai mengerti, istrinya itu telah mempersiapkan diri untuk melawan dirinya, Permaisuri yang mulanya adalah wanita lemah dan mudah ditindas, ternyata telah menyusun rencana untuk melawannya.


"Bagaimana kalau ternyata selama ini, Permaisuri Oh sudah sering diam-diam keluar istana?" pernyataan yang sama terpikirkan oleh Pangeran ke dua. Dia juga menarik kesimpulan semacam itu. Karena baginya hanya itulah yang paling mungkin.


"Selama ini, aku memberikan penjagaan ketat terhadapnya, aku mengancam akan memenggal kepalanya jika dia berani melangkahkan kakinya keluar dari istana ini!" ujar Kaisar Jung.


"Bagaimana jika, Permaisuri Oh diam-diam melanggarnya, bukankah itu berarti dia telah mempersiapkan ini semua?" lanjut Pangeran kedua berpendapat.


"Pangeran Ahn, yang dilakukan Permaisuri Oh beberapa hari ini, sungguh kukira itu diluar batas kemampuannya, walaupun dia memperagakan jurus bela diri yang kau maksudkan, namun pencapaiannya di beberapa hari ini... Aku belum bisa mempercayainya!"


"Kecepatan tangannya, tatapan matanya, ketajaman pendengarannya, aku sudah menelaah bagaimana perlakuannya di beberapa hari ini, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk seseorang memiliki kecakapan seperti yang dilakukannya!"


"Lalu, cara dirinya bersikap, menghadapi masalah, caranya berbicara, dia bahkan bisa melumpuhkan lawan bicaranya hanya dengan perkataannya yang sungguh tepat sasaran, aku pernah tidak sengaja melihat Selir Na Ra kesulitan saat menghadapinya. Dia juga selalu berdebat denganku beberapa hari ini, dan yaaa... Kuakui aku kadang kesulitan untuk menyangkal kata-katanya."


"Aku mengira... Telah terjadi sesuatu dengan Permaisuri Oh!"


"Hah? Apa maksud Kakak?"


"Aku merasa, Oh Dae yang tengah aku hadapi kali ini, adalah bukan Oh Dae yang sebenarnya!" ungkap Kaisar Jung.


"Kakak! Bagaimana bisa? Apa Kakak bercanda?" sangkal Pangeran ke dua.


"Caranya menyelamatkan Kasim Co, ilmu itu... Operasi... Cara bicaranya yang aneh, begitu banyak kosa kata baru yang tidak aku mengerti, aku merasa dia bukanlah Oh Dae, dia seperti orang lain!"


"Kakak! Bagaimana bisa?" heran Pangeran ke dua.


"Pangeran Ahn, mungkinkah... Oh Dae, bukanlah Oh Dae yang sebenarnya?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2