
"Apa yang kau inginkan? Kau pikir kau bisa berbuat semaumu? Begitu!"
Kaisar Jung tampak marah, dia senang istrinya sudah kembali namun tak juga bisa memungkiri rasanya ingin sekali ia menghukum wanita itu habis-habisan.
"Kau sama sekali tidak punya perasaan, aku di sini memikirkanmu tapi kau malah... Asshhh!" lanjutnya memberang.
Rymi cukup santai, dia masih menganggap murkanya seorang Kaisar Jung bukanlah apa-apa, karena dia juga pernah mendapatkan murka yang lebih dari ini di dunianya, Marco Arash, ayahnya itu bahkan pernah lebih kejam memarahinya.
"Jadi, apa alasanmu?"
"Hah?"
"Iya, apa alasanmu menyamar menjadi pria? Keluar dari istana ini saja kau seharusnya sudah tau hal itu tidak diperbolehkan, kau melanggar peraturan istana ini dan sama sekali tidak terlihat menyesal." tutur Kaisar Jung. Nadanya sudah mulai melembut.
"Apa kau tidak merasa kau sudah keterlaluan, melebihi batas?"
"Hemmm..." Rymi bangkit dari duduknya, tangannya menyilang dan wajahnya tampak lebih kesal. Dia mulai terpancing untuk melayangkan pertengkaran.
"Melebihi batas? Kau bilang apa? Aku melebihi batas? Semenjak aku datang ke sini bahkan aku tidak mengetahui kalau apa saja yang aku lakukan harus memiliki batasan-batasannya, sudah cukup terkurung di dunia entah berantah ini dan kau masih juga mengingatkanku tentang sebuah batas? Tidak gila dalam waktu singkat ini saja sudah beruntung!" dengusnya.
"Oh Dae! Apa maksudmu? Kau selalu saja mengeluh tentang hidup di istana, lalu kenapa kau ingin masuk ke istana ini dengan menjadi istriku? Bukankah kau sendiri yang paling mengetahui bagaimana waktu itu kau begitu menginginkannya?"
__ADS_1
Itu karena waktu itu wanita ini memang gila, sekarang aku yang hidup dalam bayang-bayangnya ini sayangnya tidak ingin ikut gila!
"Katakan! Kenapa?" tegas Kaisar Jung.
"kau benar ingin tau?"
"Ya, katakan!"
"Itu karena sebelumnya aku memang tidak waras, tidak waras karena telah memilih pria seperti kau dari sekian banyak pria!" sahut Rymi enteng.
"OH DAE!!!"
"Oh Dae, berhenti berbicara omong kosong maka kau akan kumaafkan!" berangnya.
"Sayangnya aku sama sekali tidak berniat untuk minta maaf!" tantang Rymi kembali.
"KAU..."
"Heh, kau ini sepertinya terlalu percaya diri, kau pikir aku akan..."
"PENJAGA...."
__ADS_1
Belum sempat Rymi menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Kaisar Jung langsung saja memanggil penjaga di luar dengan marahnya, tangannya mengepal bahkan sampai buku-bukunya terlihat jelas, gambaran urat lehernya juga begitu menegaskan kalau dia benar-benar murka.
"Brakkkkk..."
"Ya Yang Mulia!" empat orang penjaga telah hadir di sana dan menyahut serentak.
Rymi terkesiap, namun dia juga tertantang, itu artinya apakah dia akan tertangkap, sungguh lebih baik begitu dari pada dia harus berlama-lama dengan Kaisar Jung pikirnya.
"Bawa dia ke ruang pengadilan!" titah Kaisar Jung pasti.
"Ya Yang Mulia!"
Keempat penjaga itu langsung membawa Rymi, Rymi tidak berniat menolak, mungkin karena dia terlalu lelah, namun saat hendak keluar dari kediaman Kaisar Jung dia menoleh, dan menatap wajah itu benar-benar sedang marah.
Satu-satunya hal yang benar-benar sesuai dengan perasaanku adalah saat aku bisa memakinya begini, heh... Aku puas sekali!
Rymi membatin tanpa tau hal yang dirinya lakukan saat ini padahal semakin membuatnya jauh untuk kembali ke dunia. Tugasnya hanya menyatukan Permaisuri Oh dan juga Kaisar Jung, membuktikan kejahatan Selir Na Ra dan juga melawan sejarah membuat dia menjadi satu-satunya wanita yang dicintai Kaisar Jung, untuk membuat mendiang Permaisuri Oh beristirahat dengan damai.
Tapi yang dia lakukan justru sebaliknya, dia malah melayangkan permusuhan pada pasangannya itu. Entah berapa lama lagi dia harus berada di dunia novel ini. Dia benar-benar salah langkah.
Bersambung...
__ADS_1