
Beberapa prajurit yang sedang mengawasi Permaisuri Oh menggeleng pelan, satu orang dari mereka telah pingsan tidak sadarkan diri, mereka jadi semakin yakin, untuk menyerang tiba-tiba Permaisuri Oh bukanlah hal yang mudah.
"Jadi, bagaimana selanjutnya?"
"Aku rasa kita harus menunggu sedikit lagi, sebentar lagi Yang Mulia Permaisuri juga akan menyelesaikan pekerjaannya!"
"Yah kau benar, lebih baik begitu, aku benar-benar tidak bisa memikirkan bagaimana cara untuk membawanya cepat kembali ke istana."
"Hemmm!"
Rymi telah selesai dengan urusannya, dilihatnya seorang peramal tadi, sedang tidak sadarkan diri tergeletak di lantai.
"Aku yakin ada yang menyuruhnya datang ke sini, prilakunya cukup meyakinkan untuk seorang peramal, tapi... Kata-kata yang tadi dirinya ucapkan tentunya bukan karena dia baru saja meramal siapa aku!"
"Siapa yang menyuruhnya?"
Rymi berpikir, lalu sumber kejeniusannya menemukan sesuatu. "Bukankah aku juga masih harus mengintrogasi Kasim tua itu? Yaahh, Kasim Co juga bukan orang sembarangan!"
"Mungkinkah dia... Ada hubungannya dengan Kasim Co?"
Rymi membawa masuk pria peramal itu pada sebuah ruangan di kedainya, mengikat tangan dan kaki pria itu, kemudian menyumpal mulutnya.
"Aku harus menanyainya nanti, aku akan kembali ke istana sebentar!"
Sementara di istana,
Kaisar Jung sedang terpaksa berhadapan dengan Ibu Suri, di sampingnya juga ada Selir Na Ra, mereka diperintahkan untuk menghadap Ibu Suri untuk membicarakan sesuatu.
"Kaisar, malam ini adalah malam yang tepat untuk berhubungan int*m, Selir Na Ra mengatakan dia bersedia, lalu bagaimana dengan Kaisar? Apa Kaisar ingin mendatangi istri yang lain? Tentu saja Ibumu ini akan bersiap, katakanlah!" ujar Ibu Suri menjelaskan niatnya.
"Ibu!"
"Ya, katakanlah!"
"Bisakah..."
__ADS_1
"Ya?"
"Bisakah aku tidak melakukannya malam ini? Aku sedikit lelah, aku rasa, aku ingin beristirahat menyegarkan tubuhku!"
"Ada apa Kaisar?" tanya Ibu Suri, mendengar Kaisar Jung yang sepertinya tidak bersedia, membuatnya bertanya-tanya, ada apa dengan anaknya itu.
"Tidak apa, akan aku lakukan jika aku sudah merasa nyaman!"
"Kau tidak nyaman?"
Kaisar Jung mengangguk, "Hanya sedikit lelah Bu!"
"Kaisar! Ini sudah satu tahun lebih dan kau sama sekali tidak mempunyai seorang anak? Ibu bahkan sudah menyiapkan banyak wanita untuk menjadi selirmu, tapi... Mengapa tidak ada satupun yang bisa mengandung anakmu!"
"Orang-orang di luar sana sudah berbicara banyak tentang Kaisar Negeri ini, mengatakan Kaisar Negeri ini tidak sehat karena tidak juga bisa membuat istri-istrinya mengandung!"
Nada Ibu Suri sedikit meninggi, hari ini dia sudah cukup pening disebabkan rumor yang beredar di luar istana, bahkan di dalam istana pun dia juga sempat mendengar itu meskipun tidak begitu banyak yang membicarakannya.
Anaknya itu dikatakan mand*l, imp*ten, istrinya yang banyak hanyalah pajangan belaka untuk mengalihkan rumor di kemudian hari.
Pemikiran macam apa itu? Namun jika melihat dari sumbernya, memang pantas saja rumor itu beredar, sudah satu tahun bahkan Kaisar Jung tidak juga berhasil membuat istri-istrinya hamil.
Ibu Suri juga bukanlah orang yang menyukai Permaisuri Oh, jadi untuk Permaisuri Oh dia sama sekali tidak akan mengharapkan seorang anak.
"Ibu... Aku harap Ibu tidak terlalu menjadikan beban perihal pewaris tahta, aku pasti akan bertanggung jawab penuh untuk masalah ini."
"Ya ya... Sudah satu tahun lebih Ibumu ini mempercayaimu!" keluh Ibu Suri.
"Ibu Suri, maafkan Hamba Selir ini, sebenarnya Hamba sudah menyiapkan segalanya, tentu saja Yang Mulia Kaisar akan bermalam bersama Hamba Selir malam ini!"
"Selirku?"
Selir Na Ra berbisik, mengatakan dia berbicara begitu hanyalah untuk supaya mereka bisa segera keluar dari kediaman Ibu Suri.
"Aahhh, ya ya... Jika Selirku sudah menyiapkan semuanya, aku tentunya tidak punya alasan selain menerimanya!" Kaisar Jung tersenyum canggung.
__ADS_1
Ibu Suri apa lagi, dia bisa membaca gambaran wajah tidak tulus dari keduanya, namun dia juga tidak bisa memaksa lagi. "Baiklah, Ibu harap semua yang telah disiapkan benar-benar terjadi!"
"Pasti Ibu!"
"Ya Ibu Suri!"
Kaisar Jung dan Selir Na Ra menyahut bersamaan.
Mereka pamit undur diri, bersandiwara sebagai pasangan paling bahagia.
"Yang Mulia... Saya akan menyiapkan dengan cepat!" ujar Selir Na Ra saat mereka sudah agak jauh dari kediaman Ibu Suri.
"Selirku, sama seperti yang aku katakan tadi, aku sedikit lelah hari ini, jadi maaf jika aku harus menolak untuk kali ini, aku hanya ingin istirahat di kediamanku!"
Selir Na Ra tersenyum canggung, dalam hatinya sungguh kecewa, hanya perihal menghabiskan malam bersama saja, mengapa seorang suami tidak mau untuk menuruti, menolak? Heh, tidak mungkin tanpa alasan yang jelas.
"Baik Yang Mulia! Namun, Hamba tetap akan mempersiapkan segalanya, jika saja Yang Mulia berubah pikiran atau Ibu Suri datang mengawasi nanti, setidaknya Hamba sudah bersiap diri!"
"Hemmm..." Kaisar Jung berlalu meninggalkan Selir Na Ra.
Dia akan mencari keberadaan Kasim Co terlebih dahulu, ingin segera menanyakan sesuatu, apakah istrinya yang kabur itu sudah ditemukan?
"Kasim Co!"
"Ya Yang Mulia!"
"Apa kau menemukannya?"
"Ya Yang Mulia!"
Kasim Co memang sudah melihat Permaisuri Oh kembali, mungkin saat ini sudah berada di kamarnya.
"Kau tidak membawanya?"
"Akan segera Hamba bawa Yang Mulia!"
__ADS_1
Kasim Co segera pergi ke kediaman Permaisuri Oh, dia sendiri yang akan menjelaskan mengapa Kaisar Jung ingin bertemu, membawanya dengan pasti.
Bersambung...