
"Asshhh, dia ini! Ck!" Rymi berdecak sebal, saat melihat wajah tertekan Kaisar Jung dia menyadari sesuatu. Tugasnya di sini adalah untuk menyatukan Permaisuri Oh dan Kaisar Jung, pasangan suami istri itu harus bersatu dan hidup bahagia. Jika dia terus bersikap seperti ini dan menghendaki balas dendam tentunya akan semakin lama dirinya berada di dunia novel.
"Mengapa aku baru menyadarinya, otakku belakangan ini lemot sekali, sudah ada cara yang begitu mudah, tapi aku sengaja mempersulitnya!" gerutunya tak habis pikir.
Rymi mulai ingin mendekat, ingin meminta maaf meskipun yang dirinya lakukan sama sekali tidak akan tulus.
Namun langkahnya terhenti, "Aisshhh, mengapa juga aku harus memikirkan perasaanku, berduaan dengan f*ckboy itu, sungguh memuakkan."
"Tapi jika tidak aku lakukan, aku akan semakin lama berada di sini."
"Jika aku memperbaiki hubungan ini, yang ada aku malah menjadi pemeran wanita yang sangat tidak berkelas, bayangkan saja sudah pernah dibunuh oleh suaminya sendiri tapi tetap ingin kembali mencintai hingga akhir, whoaaa ternyata di dunia ini memang ada yang lebih bucin dari Ayaz!"
"Haaahhh!" Rymi menghempaskan napasnya kasar.
"Ada apa? Kau ingin ikut berbaring?" tanya Kaisar Jung saat melihat Permaisuri Oh yang sudah berdiri tak jauh darinya.
Rymi terkaget, begitu menohok pertanyaan Kaisar Jung baginya. Dikira dia wanita apa malah dengan gila datang untuk ikut berbaring?
"Kau gila?" berangnya.
"Lalu, untuk apa datang?"
Rymi memperbaiki sikapnya, memang tadi dirinya berniat untuk mendekat, namun tidak sampai untuk ikut berbaring juga kan.
"Ekhm! Aku... Aku ingin kembali ke kamar!" jelas Rymi.
"Hah?"
"Kurang jelas? Aku ingin kembali ke istana dalam, aku ingin tidur di kamarku saja!" jelas Rymi lagi lebih mendetil.
"Tidak bisa!" tolak Kaisar Jung cepat. Dia bereaksi, bangkit dan langsung mendekat pada Permaisuri Oh, matanya kilat akan kekesalan.
Rymi menghela napas dalam, "Aku tidak akan bisa tidur jika bukan di kamarku!" lanjutnya. Kalau yang satu ini berbohong, sungguh alasan yang sengaja dibuatnya. Padahal, selama ini dirinya bahkan bisa tidur di manapun.
Kaisar Jung memijit pangkal hidungnya pelan, kalau sudah mempunyai alasan seperti itu, rasanya sedikit keterlaluan jika dia memaksa. Namun, gerakan tangannya berhenti kala memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Aku akan memerintahkan salah satu pengawalku untuk melihat keadaan, kalau dirasa sudah aman, barulah aku bisa mengizinkanmu kembali!" jelas Kaisar Jung.
"Baiklah!" angguk Rymi.
...***...
Pangeran ke dua mendengar desas desus adanya penyusup yang masuk istana dalam. Langkah kakinya yang panjang segera sampai di pintu gerbang. Memang ada penjagaan ketat, ini tidak bisa dibiarkan menurutnya.
"Kakak, apa yang terjadi?" tanya Putri Yu, dirinya juga mendengar kabar itu. Dalam hatinya sudah berselimut takut, tidak percaya kalau penyusup akan bisa masuk ke istana mereka, yang ada di pikirannya, dia malah mengkhawatirkan Permaisuri Oh, barang kali saja si penyusup itu adalah Permaisuri Oh yang menyamar menjadi pria seperti biasanya saat hendak keluar istana.
Pangeran Ahn segera menghampiri adiknya, meskipun beda Ibu, namun persaudaraan mereka memang sangat kuat.
"Putri, kalian harus lebih berhati-hati, di istana ini dikabarkan adanya penyusup!" jelas Pangeran Ahn.
Putri Yu mengangguk, tak lama terlihat Putri An juga menyusul, wajahnya juga sama terlihat panik.
"Tidak apa, orang kepercayaan Yang Mulia tentu pasti akan menemukan penyusup itu dengan segera!" Pangeran Ahn mengusap lembut punggungku Putri An.
Putri An dan Putri Yu saling pandang, rasanya mereka mempunyai kekhawatiran yang sama.
"Benar, aku juga ada teman jika begitu!" setuju Putri Yu.
Dengan tanpa curiga Pangeran Ahn menyetujui, "Baiklah, dengan berdua kalian tentunya akan saling menjaga, aku juga akan menugaskan beberapa orang pengawal untuk berjaga di sekitar kamar kalian!"
"Aaahhh, terimakasih Kakak!"
"Ya Kakak, lebih baik begitu!"
Ujar Putri An dan Putri Yu hampir bersamaan.
Setelah sampai di depan kamar Putri Yu, dan dirasa Pangeran Ahn sudah pergi, mereka segera masuk. Kedua Kakak beradik itu saling berpegangan tangan untuk menetralkan rasa khawatir masing-masing.
"Yu, bagaimana ini?"
"Entahlah! Jika penyusup itu benar-benar Kakak ipar, kali ini Permaisuri benar-benar dalam bahaya, dan kita juga tentunya tidak akan bisa lolos juga!" Putri An langsung saja memeluk Putri Yu, dia takut. Takut akan sesuatu yang memang selama ini sangat tidak diharapkannya, mereka sudah menentang ini, tidak pernah setuju akan tindakan Permaisuri Oh yang menyamar sebagai pria untuk keluar istana, hari itu saja mereka sudah sangat bersyukur bisa lolos dari amarah Kaisar Jung, entah bagaimana Permaisuri Oh mengatasinya namun mereka benar-benar sudah melarang Permaisuri Oh untuk keluar istana. Siapa yang menyangka larangan mereka bahkan tidak pernah dihiraukan oleh Permaisuri.
__ADS_1
"An, aku takut!"
"Kau kira aku tidak, Aisshh Kakak ipar ini, dia memang benar-benar pembuat masalah semenjak bangkit dari kematian!" gerutu Putri Yu.
"Apa dia masih ada di kamar?"
"Entahlah?"
"Aku ingin sekali melihatnya, tapi situasi saat ini sangat tidak memungkinkan, apa lagi ditambah dengan banyaknya orang yang berjaga!"
"Ah Yu, apa yang harus kita lakukan?"
"Aku juga tidak tau!"
Kedua Putri itu sungguh dilema, takut dan lebih merasa kesal karena di saat genting seperti ini mereka sayangnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Pagi, aku mohon cepatlah datang..."
"Semoga saja besok bukan hidup terakhirku!"
"An, kau ini bicara apa? Jangan membuatku takut!" bentak Putri Yu. Dia merasa Putri An terlalu berandai yang tidak-tidak, meskipun dalam hatinya juga terselip rasa takut seperti itu. Meskipun jika ketahuan mereka tidak akan dibunuh, namun tentunya tidak akan bisa lolos dari yang namanya hukuman.
"Tapi Yu, aku benar-benar tidak bisa membayangkannya, kalau penyusup itu benar-benar Kakak ipar, habislah kita, hidup kita benar-benar akan habis!" keluhnya.
"Huwaaaa.... Bagaimana ini, kakak ipar, semoga saja dia tidak menyebutkan nama kita, aku padahal sudah berjanji untuk selalu setia padanya, tapi aku juga tidak siap jika harus dihukum, huwaaa apa yang harus kita lakukan An?"
"Yu, aku benar-benar tidak bisa memikirkan apapun, untuk pertama kalinya aku merasa sangat bodoh!"
"Huwaaaa..."
"Huwaaaa....."
Keduanya hanya bisa menangis bersamaan.
"An! Bagaimana jika kita pergi diam-diam, kita bisa beralasan untuk mengambil sesuatu di kamarmu, lalu kita akan mendekati kamar Kakak Ipar, kota harus lihat apa yang terjadi di sana!" usul Putri Yu setelah melalui pemikiran yang cukup panjang.
__ADS_1
Bersambung...