
"Kali ini, habislah aku!"
Rymi tampak berpikir, apa benar yang pernah dikatakan Putri An dan Putri Yu, bahwa jika dia sampai ketahuan keluar istana ini, maka kepalanya akan dipenggal.
"Jika melihat sisi bucinnya, seharusnya aku masih aman, yah yah dia tidak mungkin benar-benar membunuhku kan?"
"Yang Mulia Permaisuri, silakan berjalan lebih cepat!" ujar pengawal, Rymi melihat sekilas kemudian mendelik tajam. Waktu itu pengawal ini bisa dengan mudah ditipu olehnya dengan cerita hantu perawan, kali ini setidaknya dia harus melakukan apa lagi untuk meloloskan diri?
Rymi berjalan pelan, kemudian matanya menangkap pergerakan Selir Na Ra yang mulai mendekat ke arahnya.
Dia menyunggingkan senyum tak suka, pastilah Selir Na Ra akan mengejeknya kali ini.
"Berhenti!" titah Selir Na Ra yang berjarak semakin dekat. Pengawal dan Rymi berhenti, Rymi mencoba memasang wajah angkuh seperti biasa, meskipun dirinya akan mati pun tidak bisa menyerah dengan mudah.
"Mau di bawa kemana?" tanya Selir Na Ra lanjut. Rymi menatap heran? Apa Selir Na Ra tidak tau? Asshhh tidak mungkin, pasti Selir jelek ini hanya pura-pura tidak tau, pikirnya.
"Menghadap Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Selir Agung!"
Selir Na Ra tampak tak suka, jelas sekali wajahnya menampilkan kecemburuan, Rymi menjadi rancu. Benarkah tidak tau masalah pagi ini?
Lalu, dengan segera dirinya membisikkan sesuatu pada salah seorang pengawal, meski pada awalnya pengawal itu menghindar, namun mau tidak mau karena Rymi mendesaknya.
"Apa Selir Na Ra tau masalah ini?" bisik Rymi sangat pelan.
Pengawal itu tidak menjawab, seolah benar-benar tengah menjaga rahasia, namun bukan Rymi namanya jika dia tidak bisa membaca pikiran orang lain, dari mata, cara menatap, dan gerak-gerik yang dilakukan pengawal itu setelah dia bertanya, tentunya akan sangat mudah membawa Rymi dalam sebuah jawaban.
Kini dia mengerti, tidak banyak orang yang mengetahui hal pagi ini. Yah yah, memang cukup meyakinkan, apa lagi dirinya masih diperlakukan sangat baik sejauh ini, bisa saja Kaisar Jung tidak akan menghukumnya dengan berat kali ini.
"Ekhm!" Rymi menetralkan wajahnya, kini bukankah dia harus melakukan sesuatu untuk bisa lolos lagi.
"Yang Mulia Selir Agung, kami permisi!" ujar Pengawal itu.
"Stop!" seru Rymi. Selir Na Ra, dayang No dan juga pengawal itu menatap heran padanya, apa lagi mendengar kata yang asing seperti itu.
__ADS_1
"Maksudku, berhenti!" jelas Rymi. Dia maju satu langkah, lalu tersenyum genit pada pengawal. "Bisakah aku berbicara pada Selirku? Kau tau kan, setelah ini, mungkin saja aku tidak akan bisa keluar dari ruangan Yang Mulia Kaisar!" ujar Rymi manja, sengaja berbicara agak keras supaya Selir Na Ra mendengarnya.
Sementara Selir Na Ra, mendengar itu hatinya meradang, tangannya mengepal, sungguh tega Kaisar Jung padanya kali ini, sepagi ini sudah ingin berduaan saja di kamar, pikirnya.
"Tapi Yang Mulia Permaisuri harus segera menemui Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia sudah menunggu di ruangannya!" sahut pengawal.
"Asshhh, kau ini sangat tidak pengertian dan penurut ternyata, aku janji tidak akan lama, ini masalah antar perempuan, bisakah kau biarkan aku!" Rymi merayu lagi, menaikturunkan alisnya menggoda. Pengaw itu sampai harus menunduk karena takut dianggap tidak sopan melihat kelakuan Permaisuri yang tidak pada etika-nya.
"Tapi yang Mulia..."
"Shuutttt! Sudahlah sudahlah, lima menit, kau bisa menghitungnya, aiyaaa mungkin tidak bisa juga dihitung dengan tepat! Begini saja, aku berjanji akan menuntaskan ini secepatnya, yah yah! Pleaseee..."
Akhirnya dengan berat hati pengawal itu menyetujui, baiklah ini tidak akan lama pikirnya.
Rymi langsung saja mengambil tangan Selir Na Ra dan membawanya agak menjauh, Selir Na Ra ingin marah karena memang suasana hatinya sedang tidak karuan.
"Apa yang kau lakukan..." pekiknya.
"Aku akan memberitahumu sesuatu!"
"Heh!" remeh Selir Na Ra, "Jangan bersikap baik padaku, aku sungguh tau perlakuanmu ini hanyalah sandiwara!"
"Hemmm, ternyata kau memang sudah lebih pintar, banyak sekali kemajuan yang aku lihat darimu, padahal kita baru kemarin tidak bertemu!" Rymi memberikan satu jempol sebagai apresiasi.
Dengan bingung karena tidak tau akan artinya, Selir Na Ra malah memegang jempol itu dan menelitinya, dia pikir untuk apa Permaisuri Oh melakukan itu.
Rymi tersenyum lucu, "Maksudku... Kau yang terbaik!" pujinya lagi.
Selir Na Ra mendelik, "Jangan bersikap seolah-olah kau peduli, kita ini adalah pesaing!" tegas Selir Na Ra, dia melepaskan tangannya dari jempol Permaisuri Oh, kemudian cemberut.
"Tidak apa jika kau menganggapnya begitu, tapi aku sama sekali tidak!" ucap Rymi.
"Cih!"
__ADS_1
"Begini..." Rymi bersedekap dada, "Jika kau bisa membantuku, maka akan aku berikan kesempatan langka ini padamu!"
"Membantumu? Heh, yang benar saja..." angkuh Selir Na Ra.
"Ya sudah kalau tidak mau, padahal aku hanya ingin menawarkan kesempatan bagus, siapa tau saja kau ingin berduaan dengan Yang Mulia Kaisar, tapi ternyata bantuanku ini tidak dianggap sama sekali, mungkin memang sudah seharusnya, aku ditakdirkan untuk selalu berada dekat dengan..."
"Kau bilang apa? Ingin membuatku berduaan dengan Yang Mulia Kaisar?" koreksi Selir Na Ra.
Rymi mengangguk, namun raut wajahnya masih melayangkan persaingan. "Aku sebenarnya juga terpaksa melakukan ini, ada yang harus aku lakukan di kamarku, dan hari ini sayang sekali, aku benar-benar tidak bisa diganggu, kalau tidak... Bagaimana mungkin aku bisa melewatkan kesempatan sepasang pengantin baru dengan gairah tanpa batasnya!"
Selir Na Ra tampak berpikir, kemudian dia memandang penuh keseriusan di wajah Permaisuri Oh. "Kau tidak sedang bercanda kan?"
Tidak sedang bercanda kan, baginya bagaimana mungkin Permaisuri Oh melewatkan kesempatan ini begitu saja.
Rymi menggeleng, "Seharusnya aku bahagia merajut kasih, namun mau bagaimana lagi, ada sesuatu yang harus aku kerjakan!" ujar Rymi, ekspresi wajahnya dibuat kecewa.
"Apa yang harus aku bantu?" tanya Selir Na Ra cepat.
Rymi menoleh, benar kan... Selir Na Ra pasti mau membantunya.
"Begini..." Rymi mendekat, dia mulai membisikkan sesuatu pada Selir Na Ra, Selir Na Ra terlihat mengangguk, raut wajahnya mulai sumringah.
"Kau yakin Yang Mulia Kaisar tidak akan marah?" tanya Selir Na Ra.
Rymi menggeleng, "Tentu saja, bukankah kita ini adalah sama-sama wanitanya, baik aku ataupun kau bukannya sama saja!" sahut Rymi pasti.
Selir Na Ra tersenyum bangga, yah sebelumnya juga dirinya selalu menghabiskan hari-harinya bersama Kaisar Jung, mana mungkin Kaisar Jung akan marah jika dia menggantikan Permaisuri Oh kali ini. Bukankah benar kalau baik dia ataupun Permaisuri Oh, adalah sama-sama wanitanya Kaisar, apa lagi dengan statusnya yang Selir Agung, sungguh jabatan yang patut diperhitungkan.
"Kau mau kan..." tanya Rymi memastikan.
"Tentu, kau bisa melanjutkan pekerjaanmu dengan tenang, serahkan saja Yang Mulia Kaisar padaku!" Selir Na Ra menyetujui dengan pasti.
Bersambung...
__ADS_1