
"Aiisshhh, Jung sialan itu, mengapa juga dia harus menungguku!"
"Kakak! Hentikan kata-kata mengutuk itu, Kakak bisa dipenggal kalau Yang Mulia mendengarnya?" Putri Yu membenarkan lagi pakaian Permaisuri Oh yang sudah terbuka, mereka sudah menggantinya menjadi pakaian mewah seorang Permaisuri.
Di sebelah kirinya, Putri An juga tak kalah gusar sambil memapah tubuh Permaisuri Oh, mereka akan mengantarkan Permaisuri Oh ke kediamannya.
"Aku? Hahahaha, kalau Jung berani melakukannya, itu berarti dia adalah orang yang pengecut, bisa-bisanya dia memenggal kepala orang mabuk!" jawab Rymi, mengenai orang mabuk, dia tidak bohong, dia pikir tubuhnya akan kuat minum seperti saat di dunia nyata, namun baru beberapa gelas kecil saja dia sudah pusing tidak karuan, dia mulai sulit mengendalikan apa yang keluar dari mulutnya. Sebanyak yang dia bisa rasakan karena dia juga belum sepenuhnya tidak sadarkan diri, dia tidak bisa berhenti mengumpati Kaisar Jung. Bahaya memang akan mengancamnya, namun mau bagaimana lagi, dia juga tidak bisa berhenti, hanya bisa berharap Kaisar Jung akan mengampuni orang mabuk.
"Yah, setidaknya... Jung pasti punya belas kasih terhadap orang mabuk, aku menjadi lemah karena harus mendiami tubuh yang lemah!" Rymi menunduk pasrah, "Oh... vodka, sampanye, wiski, dulu aku begitu mengagumi kalian, aku selalu memuja kalian, tapi lihatlah... Aku bahkan tumbang hanya dengan arak murahan, betapa menyedihkannya aku..."
Rymi memukul keras dadanya berkali-kali, dia paling tidak suka mengetahui adanya kelemahan dalam dirinya.
"Kakak, apa yang kau lakukan!" cegah Putri Yu, mereka hampir sampai di kediaman Permaisuri.
Beberapa dayang yang berjaga menganga tidak percaya saat mereka datang. Permaisuri negeri ini mabuk-mabukan?
"Buka pintunya, apa Yang Mulia masih ada di dalam?"
"Ya Tuan Putri!"
"Yang Mulia, Yang Mulia Permaisuri sudah datang!"
"Bawa dia masuk!"
Dengan terpaksa Putri Yu menepuk-nepuk pelan pipi Permaisuri Oh, berharap Kakak ipar mereka itu bisa sedikit lebih sadar.
Pintu dibuka, Kaisar Jung yang memang tengah menunggu kedatangan Permaisuri Oh pun segera bangkit, dia tak kalah terkejut saat melihat bagaimana kondisi Permaisuri Oh.
Dari tadi dirinya menunggu Permaisuri Oh tanpa kejelasan, namun yang tengah ditungguinya malah asik-asikan mabuk, ia juga mencium bau alkohol yang menyengat dari kedua adiknya, apa maksudnya ini? Lelucon semacam apa yang baru saja mereka tunjukkan?
"Kakak... Kami sedang berpesta, yah.. Berpesta kecil-kecilan di kamarnya Yu, kami... Sungguh tidak tau kalau Kakak kehilangan istri, setelah tau... Kami langsung mengantarkan Permaisuri!" jelas Putri An, dia mencoba berakting mabuk, namun entahlah berhasil atau tidak, karena Kaisar Jung sepertinya sedang mencari keseriusan atas wajahnya.
"Kakak... Maafkan kami, kami berjanji tidak akan melakukan ini lagi, Kakak ipar bilang dia tidak bisa makan dengan benar, semua makanan istana yang disajikan untuknya terasa hambar, jadi... Kami hanya ingin sedikit bersenang-senang!" tambah Putri Yu, memberikan keterangan seolah mereka berdua tengah menjadi tersangka.
__ADS_1
Kaisar Jung memejamkan matanya namun tiba-tiba, "Brukkk!" Permaisuri Oh tumbang di pelukannya.
Rymi mendongak, "Aaaa, Jung... Aku hanya mabuk sedikit, kau tidak usah mencemaskanku!" ujarnya setengah sadar.
"Oh Dae, KAU!!!" tangan Kaisar Jung mengepal, dia ingin sekali marah namun sayangnya tidak bisa. Tersirat kelegaan saat mengetahui Permaisuri Oh hanya mabuk-mabukan di kediaman adiknya, mulanya tadi dia sudah ingin memarahi habis-habisan istrinya itu.
Kaisar Jung belum menyadari perasaannya, ungkapan kecemasannya tadi dia masih berpikir bahwa dia begitu membenci Permaisuri Oh.
Kaisar Jung menjentikkan jarinya, menyuruh kedua adik perempuannya pergi, tentu saja kali ini dia akan mengurus sendiri istrinya ini.
"Eehhh, mengapa kau mengusir mereka?" Rymi spontan menyilangkan tangannya menutupi dada, "Kau... Hei Jung sialan, kau... jangan berani-berani menodaiku saat aku mabuk begini!" Rymi menatap Kaisar Jung garang.
Kaisar Jung menggeleng pelan, ini benar-benar menyulitkannya, dia mulai menggendong Permaisuri Oh ala bridal dan membawanya menuju pembaringan.
Namun sayangnya reaksi lain dilayangkan oleh Permaisuri Oh, Rymi yang masih setengah sadar namun tidak mampu mengendalikan diri itu jelas saja terkejut, "Jung, sialan kau! Turunkan aku! Hei, kau mau apa? Bajingan gila ini, turunkan aku cepat!" teriaknya menggila.
Suhu tubuhnya semakin panas, sepertinya efek alkohol semakin memenuhi ruang tubuhnya.
"Oh Dae, diamlah!" Kaisar Jung langsung memeluk erat Permaisuri Oh berharap istrinya itu bisa lebih tenang.
Kaisar Jung terkejut saat Permaisuri Oh menyebutkan suami lain, apa maksudnya? Dia melepaskan pelukannya dan menatap Permaisuri Oh penuh selidik.
"Kau... Kau bilang apa tadi?"
Rymi mendongak, kepalanya dia paksa berpikir, apa yang baru saja dirinya katakan.
Aahhh, yaaa... Aku baru saja mengatakan kesetiaanku! Tubuh lemah ini, aku benar-benar tidak menyukainya!
"Aku... Tidak berkata apa-apa!" jawabnya parau.
"Kau! Berselingkuh? Suami lain? Botakku? Apa yang baru saja kau katakan?" sergah Kaisar Jung.
"Hemmm, apa aku mengatakan begitu?"
__ADS_1
"Oh Dae, ada apa denganmu? Kau selalu mengucapkan kata-kata yang aneh belakangan ini..."
Rymi bingung harus memberikan jawaban seperti apa, otaknya yang sudah tercemar alkohol tidak memungkinkan untuk diajak bekerja sama.
"Jung..." ujarnya kemudian melemah, "Aku, kadang suka bermimpi, bahwa aku memiliki suami lain selain dirimu, bukankah... Kau pernah mengatakan kau tidak akan bisa mencintaiku, jadi... Aku rasa diri ini sudah membuat keputusan yang benar, untuk berfantasi memikirkan orang lain, aku tidak sepenuhnya bersalah kan?"
"Tapi... Aku benar-benar tidak berselingkuh, aku hanya memikirkannya, itu juga kadang-kadang saat aku kesepian!"
Hanya itu yang bisa aku lakukan, yah meskipun masih fifty-fifty, tapi aku harus melakukannya.
Yah Rymi mencoba mengendalikan dirinya, meski rasanya sulit sekali, kepalanya benar-benar pening karena dipaksa untuk menghadapi Kaisar Jung. Sepertinya harus dirinya akui, rencananya kali ini tidak begitu berhasil.
"Aku ini seorang wanita yang telah bersuami, aku bahkan adalah penjelajah yang hebat, semua akan takluk padaku, aisshhh..." Rymi menepuk kepalanya keras karena mulutnya mulai lagi mengoceh tidak benar, sayang sekali, ternyata anggota tubuhnya lebih merespon aktif kehidupannya di dunia nyata. Kegilaannya, dia yang terburuk di dunianya, bagaimana kalau dia tidak sengaja menyebutkan aibnya secara gamblang?
"Penjelajah?"
"Astagah mulut ini!" Rymi menutup mulutnya, dia tidak mau bicara, namun sayangnya itu tidak akan berguna.
"Apa maksudmu Oh Dae?"
"Penjelajah? Yaaa, menjelajahi klub malam, tidur bersama banyak pria, aku paling handal dalam hal itu, aku... Sangat lihai dalam permainan! Aku bisa membuatmu puas, dan sudah pasti bisa melakukannya di tempat yang tepat!"
"Membuatmu mengerang tak berkesudahan, memberikan kepuasan yang seakan bisa membunuhmu dengan kenikmatan, Aiishhh! HENTIKAN HAI WANITA... Aku tau kau sangat membutuhkan belaian tapi tidak seharusnya kau membuka aibmu habis-habisan!" teriak Rymi, sungguh dia tidak tahan dengan kegilaan yang direaksikan oleh tubuhnya. Panasnya tubuh ini, sungguh membuat Rymi menginginkan sesuatu, perasaannya mendambakan sentuhan, dia ingin berc*nta!
"Oh Dae, kau ini bicara apa?"
Sementara Kaisar Jung, dia benar-benar dibuat heran oleh Permaisuri Oh malam ini.
"Aku... Bisa memastikan kau bersenang-senang!" Rymi mulai membuka sedikit pakaiannya, memperlihatkan langkah awalnya untuk memikat para pria, "Jadi, Jung... Gaya seperti apa yang kau inginkan?" ujarnya sembari bergerak menggoda, Rymi dengan fantasi liarnya sepertinya akan mulai bekerja.
Kali ini aku benar-benar akan mati, aku benar-benar akan dipenggal!
Dibalik wajah yang sungguh menggairahkan itu, terdapat jiwa yang sedang berusaha keras menahan segalanya, merutuki nasibnya, jiwa itu benar-benar frustasi.
__ADS_1
Bersambung...