
"Tetap di sana!" titah tegas Rymi. Dia bahkan melupakan adab kesopanan, menunjuk di hadapan Kaisar Jung. Kalau saja Kaisar Jung tidak sedang terkena virus cinta, mungkin saja Rymi tidak akan termaafkan dengan mudah.
"Aaa... Aku?" dengan bodohnya menunjuk diri sendiri.
"Ya! Aisshhh, sudah kau bisa pulang ke kediamanmu, aku sudah aman sekarang, bukankah kau sudah memastikan sendiri tidak ada lagi penyusup di kamarku!"
"Tapi kan..."
"Tidak ada tapi tapi!" sanggah Rymi cepat.
"Oh Dae, hoho... Aku... Aku ini kan suamimu, akan lebih baik jika dalam keadaan seperti ini aku menemanimu, sudah sepantasnya sepasang suami istri tinggal di kamar yang sama!" Kaisar Jung mencoba bernegosiasi.
Rymi tersenyum miring, "Ya Jung! Entah kenapa aku sama sekali tidak bisa memaafkanmu! Meskipun hal yang kulakukan saat ini sangat bertolak belakang dengan tugasku, tapi... Ketahuilah, aku sungguh sulit untuk berpura-pura. Dari sekian pria yang aku temui, entah mengapa kau ini yang paling memuakkan!"
"OH DAE!"
"Jadi, berhenti di sana dan berbalik badanlah, pulang saja ke kediamanmu! Itu lebih baik untuk hubungan kita, setidaknya untuk saat ini!"
Kaisar Jung memegangi dadanya yang sesak, sebegitu bencinya kah Permaisuri Oh terhadapnya.
"Kau bilang, kau akan menerimaku jika mood-mu sudah membaik, meskipun sulit aku tetap menerimanya, kau tau aku sangat mengkhawatirkanmu saat mengetahui penyusup itu masuk ke kamarmu, tapi kau... Kau sama sekali tidak pernah senang dengan apa yang aku lakukan!" keluh Kaisar Jung.
Mendengar itu, Rymi sungguh malas, entahlah... Selain Samudra tidak ada lagi pria yang bisa menggetarkan hatinya. Semua pria dianggapnya sama saja, sama sekali tidak pernah tulus.
"Simpan keluhanmu itu, ini memang terdengar menyakitkan, yah kadang kita memang harus merasakan sakit saat mencintai seseorang! Dibanding kan kau, Oh Dae bahkan lebih dulu merasakannya!" ketus Rymi.
"Oh Dae!"
Rymi berlalu, tanpa memedulikan Kaisar Jung dia menutup pintu dengan keras.
__ADS_1
Sementara itu,
Putri Yu dan Putri An saling pandang, mereka tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan antara Kaisar Jung dan Permaisuri Oh karena jarak mereka yang cukup jauh. Mereka sembunyi di belakang semak-semak.
"Yu, kau dengar sesuatu?"
Putri Yu menggeleng, "Kau?"
Putri An bereaksi sama.
"Ada apa dengan Yang Mulia? Yang Mulia terlihat sangat marah tapi... Lihatlah, dia bahkan tidak bisa melampiaskan kekesalannya!"
"Apa yang tadi mereka bicarakan? Menurutmu? Apa tentang penyusup itu? Ahhhh, jangan bilang Yang Mulia sudah tau kalau penyusup itu sebenarnya adalah Kakak ipar!" ujar Putri Yu, namun tiba-tiba setelah mengatakan itu pundaknya di cengkram oleh seseorang.
"An, apa yang kau lakukan? Mengapa kau memegang pundak ku kasar sekali?" tanyanya, yang ternyata mengira Putri An yang mencengkeramnya.
"Aku? Memangnya aku melakukan apa? Aku tidak melakukan apapun!" sahut Putri An, seketika membuat keduanya menoleh bersamaan.
Yuan tampak garang seolah keduanya benar-benar melakukan kesalahan yang fatal.
"Kalian! Apa perkataan kalian tadi bisa dipertanggungjawabkan?" tanya Yuan tegas.
"Aaahhh itu... Emmhh, ahhhh sebenarnya... Sebenarnya aku..."
"Aku sudah menduga itu meski tanpa kalian mengatakannya, tapi jika pernyataan seperti itu bisa dibenarkan, tentunya aku akan sangat berterimakasih pada kalian, aku memang sedang mencari bukti atas kecurigaanku, tidak menyangka aku bisa mendapatkannya secepat ini!"
Putri Yu dan Putri An menutup mulut mereka cepat. keduanya saling lirik, seolah bertanya apa yang selanjutnya akan mereka katakan.
"Apa kalian bisa bertanggungjawab?"
__ADS_1
"Hah?"
"Tapi..."
"Besok pagi, harus mengatakan ini di hadapan Yang Mulia, aku tidak bisa membenarkan ini!"
Kedua Putri menggeleng, mereka tidak pernah mengira hal ini akan terjadi, apa yang harus mereka lakukan, kali ini habislah, mereka benar-benar akan tamat.
...***...
Pagi menjelang, Rymi merasakan tubuhnya sudah lebih baik, ia melakukan peregangan dan sedikit berlari-lari kecil, dulu di dunia nyata ia sering melakukan ini saat pagi hari, wajar saja jika bentuk tubuhnya selalu saja bagus dan menarik.
"Asshhh... pagi-pagi begini dia sudah datang, betapa dia tidak bisa menahannya!" ujar Rymi saat ia melihat Kaisar Jung yang membawa beberapa pengawal, ada juga Yuan ikut serta. Tak ubah seperti petugas kepolisian yang akan menyergap menyidak kejahatan.
Rymi tidak begitu memedulikan, dia masih tetap melakukan olahraga paginya.
"Oh Dae!" seru Kaisar Jung saat sudah mendekat.
Rymi mendongak, "Hemmm..." sahutnya.
"Ikut aku!" pinta Kaisar Jung tegas.
Rymi menghentikan aktifitasnya, ia menyergit heran, "Kenapa aku harus ikut?"
Kaisar Jung mengisyaratkan Yuan untuk berbicara.
"Permaisuri melakukan kesalahan, menyamar sebagai pria dan membuat kerusuhan, isu seorang penyusup yang memasuki istana ini telah membuat keadaan istana menjadi tidak tenang. Dan juga, Permaisuri telah keluar dari Istana ini tanpa seizin Yang Mulia Kaisar, hal itu sungguh tidak bisa dibenarkan."
Rymi terkejut, baru saja dia mengira Yuan tidak akan membeberkannya dengan mudah, namun apa ini, apakah Yuan hanya menunggu pagi untuk bertindak?
__ADS_1
"Aku..."
Bersambung...