Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Satu raga dua jiwa.


__ADS_3

“Aisshhh melelahkan sekali menjalani dua peran ini!”


“Aku benar-benar butuh mobil sport, kuda benar-benar tidak membantu, dia lumayan cepat, tapi perutku mudah mual, entahlah tubuh wanita ini memang begitu lemah, makan apa saja dia semasa hidupnya?”


“Ya ya, lihatlah wajah tertekannya itu, aku yakin sebentar lagi dia akan memohon padaku!”


“Asshhh, setidaknya aku tidak sendiri, ku rasa dia juga memiliki peran ganda! Sisi lain dari pria tua itu, seharusnya aku bisa mengetahui lebih cepat kan!”


Dari kejauhan, dilihatnya Kasim Co yang berlari tergopoh-gopoh, Rymi sudah mengira pasti telah terjadi sesuatu selama dia meninggalkan istana tadi.


“Yang Mulia! Syukurlah sudah datang!” ujar Kasim Co dengan napas tersengal.


“Hemmm, tapi aku tidak begitu bersyukur!” sahut Rymi. Memang benar sih, dia seharusnya pergi kemana pun dengan tenang, bukannya seolah-olah dikejar waktu seperti ini.


“Aahhh, itu...”


“Katakan! Apa yang kau inginkan?”


Kasim Co menunduk, “Yang Mulia Kaisar ingin bertemu Yang Mulia Permaisuri!” jawab Kasim Co, yang terdengar bukan hanya seperti sebatas jawaban, namun lebih ke sebuah keharusan, perintah mutlak, Kaisar Negeri ini mengajak bertemu, memangnya siapa yang berani membantah?


“Heemm, katakan aku tidak mau!” tolak mentah Rymi. Mungkin juga dia adalah orang pertama yang melakukan itu.


“Ta... Tapi Yang Mulia!”


“Aisshh, bahkan aku sudah tau apa yang akan dirinya tanyakan, dia hanya ingin membahas ketidakpuasannya saja, seorang Kaisar yang tidak terbiasa dengan penolakan tentunya akan merasa sakit hati berkepanjangan.”

__ADS_1


“Bukankah yang aku katakan ini benar , Kasim Co! Bukankah aku terlalu tepat membaca suasana?”


“Yang Mulia Permaisuri, mohon untuk dipertimbangkan, Yang Mulia Kaisar sudah lama menunggu kedatangan Yang Mulia Permaisuri di kediamannya, jadi...”


“Aashhh Pak Tua ini...” Rymi menoleh pada Kasim Co, bibirnya memberengut kesal, “Kau semakin banyak bicara yaaa, lihatlah wajah kesalku ini, kau yang membuatnya ya!”


“Tapi Yang Mulia...”


“Begini saja! Kau kembalilah ke sana, katakan pada Jung, aku tidak ingin bertemu, bukankah sudah kuperingatkan tadi, aku tidak mau menemuinya, dan dia jangan coba-coba menampakkan diri di hadapanku. Aisshh, wajah menjijikkannya itu, dia benar-benar beban!”


“Lagi pula, Jung juga pastinya tidak akan terima melihatmu memohon untuknya seperti ini, hanya untuk membuat diriku datang, aku tidak yakin dia pria yang sepasrah itu.”


“Gelar f*ckboy-nya tidak mungkin berubah cepat, dia tidak pantas menjadi sadboy!”


“Yang Mulia, meski Hamba juga takut pada Yang Mulia Permaisuri, namun bukan berarti Yang Mulia Permaisuri bisa berbicara sekenanya, junjungan kami tetaplah Yang Mulia Kaisar, jadi... Akan lebih baik jika Yang Mulia Permaisuri bisa menjaga tutur kata dan sikap terhadap Yang Mulia!”


“Saat aku mengetahui itu, ingin sekali rasanya menarik diri, pergi dari dunia entah berantah ini. Aisshh menggelikan sekali, lihatlah tubuhku bahkan merinding hanya karena memikirkannya!”


Kasim Co benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan Permaisuri Oh, benar kata Kaisar Jung, Permaisuri Oh benar-benar berubah menjadi sangat aneh semenjak bangkit dari kematian. Gaya bahasanya saja kadang begitu sulit dimengerti.


“Yang Mulia!”


“Aku tidak akan menemuinya kau tau! Kau punya telinga tidak? Kasim Co, aku biasanya tidak pernah mengulang perkataanku! Kau mau mati hah?”


“Sampaikan saja apa yang kau dengar ini apa susahnya?” tukasnya menggerutu.

__ADS_1


Rymi berlalu, tidak peduli akan kegalauan Kasim Co yang tidak berhasil membawanya menemui Kaisar Jung.


 Padahal dari tadi Kasim Co sudah menunggu, begitu mengusahakannya, namun lihatlah yang dipedulikan bahkan tidak memperlakukannya dengan baik.


Di kamar, Rymi memijit pangkal hidungnya pening, tiba-tiba d*danya berdenyut, sontak Rymi memegang erat bagian itu, seperti ada rasa sesak yang teramat.


“Asshh, mengapa begini?”


Rymi memejamkan mata, lalu tanpa dia bisa menduga sebuah perasaan aneh datang padanya.


“Gila! Setelah melakukan penolakan, sekarang... Aku bahkan bisa merasakan hal yang tidak ingin kurasakan. Hei wanita! Apa kau sungguh mencintainya?” gumamnya kesal, karena rasa yang sedang dirinya alami kali ini begitu bertolak belakang dengan isi pemikirannya, sumber kejeniusannya bisa saja mengabaikan Kaisar Jung, selayaknya Rymi yang kejam, namun hatinya... “Hahaha!” tertawa mengejek, “Aaassshhh, kau wanita menyedihkan, bisa-bisanya kau berlindung dibalik jiwaku yang kotor ini, kau ingin aku menemuinya? Begitu? Lagi? Kemudian kau akan mengambil alih tubuhmu yang kau pinjamkan ini? Brengsek! Tidak cukup aku menjadi figuran di novel ini, Langit malah membiarkanku menjadi pesuruh? YA, DOSA APA YANG AKU LAKUKAN... Banyak sih! Itu... Aku benar-benar banyak melakukan dosa dulunya, hemmm, ya ya aku bisa apa kalau sudah berbicara mengenai dosa!”


"Haaahhh!" Rymi menghela napas berat, dosa adalah suatu hal yang sangat disayangkannya, dosanya terlalu banyak hingga Langit, Tuhan, atau apapun pemilik semesta ini begitu ingin mengutuknya. Mungkin saja!


“Plakkk!” Rymi menampar wajahnya kasar hingga memerah. “Ya wanita, kuperingatkan kau!" tunjuknya pada gambaran diri di cermin, "Aku tidak mau melakukannya? Meski kau menyuruhku untuk bisa dekat dengannya, tapi aku tidak akan mau, aku tidak akan menjadi orang yang tunduk akan perintahmu, kalau kau ingin mendekatinya, kau bisa lepaskan aku dari tubuh ini, biarkan aku kembali dan kau silakan mengambil peran sesukamu!”


“Cinta? Sepertimu, aku juga punya pasangan, paling tidak aku sedang mencoba untuk tidak mengkhianatinya, jadi... Kalau kau merasa cukup baik menghadapinya, aku sangat rela jika kau ingin memulangkanku!”


Rymi terduduk, sayangnya dia hanya terlihat seperti orang gila yang bergumam sendiri, marah pada dirinya sendiri, protesnya pun entah didengar atau tidak oleh si pemilik tubuh. Karena, yang dirinya rasakan, si pemilik tubuh saat ini juga ikut mengendalikan dirinya.


“Ya, semakin aku menjelaskannya, membuatku semakin ingin menemui Jung sialan itu, Oh Dae, aku turut prihatin akan cinta sepihakmu... Kau yang tidak tau malu berlindung dibalik jiwaku, jadi... Jangan salahkan aku jika Jung sialan itu sampai jatuh cinta padaku nanti!”


Rymi merapikan pakaiannya sebentar, mematut diri di hadapan cermin, mengubah ekspresi wajahnya menjadi yang paling meyakinkan, dia harus bisa bersikap senang, “Sekarang, aku bahkan tidak diizinkan berbuat sesuai keinginanku, heh! Entah kehidupan menyedihkan semacam apa namanya ini?”


Kini wajah memesona itu siap untuk menemui suaminya, Rymi tertawa geli saat memikirkannya. “Entah di mana kiranya aku bisa menemukan pembasmi roh? Entah rohku atau rohnya yang harus disingkirkan, yang jelas aku tidak mau menyatu dengannya, aisshh sialan!” gerutunya sangat marah seraya kakinya melangkah cepat. Harus segera menyelesaikan ini, bertemu dengan Kaisar Jung untuk memuaskan hati si pemilik tubuh. Menurutnya makin kesini, Oh Dae makin keterlaluan padanya. Nanti tentunya harus memikirkan cara, untuk membuat biang rusuh di tubuh ini bisa diam.

__ADS_1


Bersambung...


 


__ADS_2