Permaisuri Oh

Permaisuri Oh
Kembali


__ADS_3

Setelah mengatur rencana, menyimpan semua harta untuknya bertahan hidup Rymi tidak berniat untuk ingkar, meski rasanya sungguh malas namun ia tetap saja harus pulang ke istana.


Sebuah masalah besar pastinya akan segera ia hadapi, dari dulu dia memang bukanlah seorang pengecut, dia lari kali ini hanya untuk kelangsungan hidupnya, karena baginya istana megah itu sama sekali tidak bisa menjamin keamanannya.


Memacu kudanya lebih cepat, lelah cukup saja menghampiri terbukti dari tubuhnya yang memanas karena peluh, apa lagi dirasakannya tubuh Permaisuri Oh yang didiaminya ini masih saja lemah, selayaknya tubuh seorang putri raja yang tidak pernah sama sekali mendapatkan pelatihan fisik. Rymi benar-benar merasa dia terjebak di tubuh yang salah.


Hari sudah sangat gelap saat dia sampai di gerbang istana, beberapa penjaga yang bertugas segera membukakan pintu saat melihat kedatangannya, Rymi sama sekali tidak memakai cadar, dia bagai seorang yang akan menyerahkan diri.


"Permaisuri datang!" seorang penjaga berlari tergopoh-gopoh menuju kediaman Kaisar Jung. Mengatakan itu saat sudah hampir dekat dengan pintu, dilihatnya ada beberapa orang kepercayaan Kaisar Jung berjaga.


"Permaisuri datang, Permaisuri telah kembali, tolong... Tolong sampaikan berita penting ini pada Yang Mulia Kaisar!" pintanya.


Salah satu dari mereka segera memberitahukan amanat itu, Kaisar Jung tampak melotot tidak percaya setelah mendengar kabar kepulangan Permaisuri Oh, namun tersirat juga perasaan lega dari senyum tipis yang begitu puas terukir di bibirnya.

__ADS_1


"Bawa dia ke kediamanku!" titah Kaisar Jung.


"Ya Yang Mulia!"


Hampir semua orang yang mengetahui kabar Permaisuri Oh kabur memancarkan wajah kelegaan, betapa mereka tahu keadaan tidak akan baik-baik saja kalau Permaisuri mereka belum juga kembali lebih lama lagi. Kaisar Jung sulit mengendalikan amarahnya, Penguasa mereka itu terus saja dari tadi memerintah, definisi jatuh cinta memang sanggup membuat perasaan menjadi kacau sudah mereka buktikan, dan itu valid.


Rymi mendelik tajam saat bertemu dengan Rang Yuan, rupanya kabar kepulangannya juga sudah sampai di telinga Rang Yuan, tubuh pemuda itu terluka namun sama sekali tidak menyulitkannya untuk tetap bertugas. Mata itu lagi-lagi masih bisa membalas delikkan tajam Rymi tak kalah.


"Aku melakukannya untuk diriku sendiri, kalau aku bisa mengikuti kemauanku dengan sesuka hati, tentu saja hal semacam ini tidak akan aku lakukan, aku masih membutuhkan kehidupan yang hampir membuatku gila ini untuk memperlancar misiku!" sahutnya.


"Misi?"


"Hemmm..." angguk Rymi, "Kau tidak benar-benar mengira aku melakukannya demi Jung sialan itu kan? Aisshhh, yang benar saja!" kutuknya.

__ADS_1


"Jaga bicaramu! Kau ingin mati?" tidak seorang pun bisa bicara buruk tentang Kaisar mereka, lalu Permaisuri ini?


Sama sekali tidak mempunyai rasa takut, bagaimana lagi harus menegaskannya.


"Jika mati bisa membuatku kembali, tentu saja aku akan dengan senang hati, lagi pula ini bukan tubuhku!" angkuh Rymi dan yah memang benar, dia juga sedikit banyaknya ada pemikiran untuk mati saja, toh tubuh yang didiaminya bukan masalah besar jika dia meregang nyawa.


"Kau gila... Berhenti bicara omong kosong, lebih baik persiapkan diri untuk menemui Yang Mulia Kaisar, dan jangan berani-beraninya mengumpat!"


Rymi tak menghiraukan, yah satu-satunya yang harus dia lakukan saat ini adalah menemui suami fiktifnya, meskipun keinginan terbesarnya saat ini juga adalah tidur!


"Asshhh, karena tubuh ini bukan milikku, bagaimanapun aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa!" gerutunya sebal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2