
"Entah mengapa aku semakin merasa kita mulai saling berjauhan mas... Beberapa bulan belakangan ini kamu semakin jauh dari pandanganku. Jika dulu meski sesibuk apapun kamu, kamu tetap menghubungiku bahkan jika kamu lembur kamu juga tetap memberitahuku. Tapi berbeda dengan sekarang, bahkan ketika aku menelponmu saja kamu tidak mengangkatnya. Aku rindu mas Tyo ku yang dulu. Aku rindu di manja dan di perhatikan lagi olehmu mas." batin Ayu saat memandangi tempat peraduan sepasang suami istri yang nampak kosong di sebelah kiri.
Biasanya saat Ayu bangun tidur ia akan melihat suaminya yang masih terlelap dengan tangan yang melingkar di pinggang rampingnya. Namun berbeda dengan pagi ini. Ayu terbangun tanpa sosok kekasih hati yang di pujanya. Semalam memang Tyo tidak pulang ke rumah bahkan berkali-kali Ayu menelpon pun tidak di angkat meski sekelebat pikiran negatif sempat menghujani hatinya namun ia tetap berusaha berpikir positif dengan patokan suami yang sibuk bekerja.
Dengan langkah gontai Ayu pun melangkah ke kamar mandi membersihkan diri dan setelahnya ia ke dapur membantu bi ijah memasak. Tak berapa lama suara mesin mobil nampak memasuki pekarangan rumah, raut wajah Ayu yang semula di tekuk kini berubah ceria, dengan langkah cepat segera melangkah membuka pintu untuk suami yang di rindunya namun belum sampai Ayu membuka pintu, pintu tersebut lebih dulu terbuka.
"Sayang.." Sahut Tyo dengan wajah kagetnya saat Ayu yang tiba-tiba muncul di depannya. Memang sedari tadi di jalan sampai di rumah pikiran Tyo mengambang entah ke mana hingga ia begitu terkejut dengan Ayu yang berdiri di depannya dengan wajah cantik nan ayu seperti sang pemilik nama
"Mas pasti capek banget lemburnya sampe nggak pulang semalam. Sini mas aku bawain tas, aku juga udah siapin sarapan spesial untuk mas. Pasti mas belum sarapan kan?" Ucap Ayu dengan wajah sumringahnya. Ia pun menggandeng Tyo menuju meja makan yang sudah tertata dengan masakan yang Ayu masak untuk suaminya, tanpa banyak berkata Tyo pun mengikuti istrinya dan mereka pun sarapan bersama.
Karena hari ini hari libur makanya Tyo tidak ke kantor. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya di rumah. Ia sadari belakangan ini dirinya memang sangat sibuk dengan pekerjaan kantor hingga ia tidak punya banyak waktu berduaan dengan Ayu di tambah lagi semalam ia tidak pulang membuat ia merasa bersalah pada Ayu.
Setelah sarapan, Ayu dan Tyo pun beranjak ke halaman belakang dan duduk bersama di ayunan dengan Ayu yang bersandar di dada Tyo dan Tyo yang memeluk Ayu. Tyo memang sudah mandi sedari rumah Radina jadi saat sampai di rumahnya ia langsung sarapan saja dan menemani istrinya.
"Sayang, apa yang sedang kamu ingin lakukan hati ini, hmm?" Tanya Tyo.
__ADS_1
"Nggak ada mas. Bosan saja di rumah"
"Ya sudah, kita jalan-jalan ke mall saja ya..."
"Nggak. Aku males ke mall, kemarin aku ke mall sama Ravel"
"Kamu jalan sama Ravel? Kenapa nggak bilang sama mas kemarin?" Tanya Tyo dengan tatapan kesal. Ia memang tahu kedekatan istrinya dengan Ravel. Meskipun hanya sebatas sahabat namun Tyo tidak ingin Ayu terlalu dekat dengan laki-laki lain.
"Gimana mau bilang sama mas, aku nelpon mas dari kemarin bahkan sebelum aku jalan ke mall tapi mas nggak pernah angkat telpon aku" Jawab Ayu dengan cemberut.
"Nggak apa-apa mas. Ayu ngerti kok kalau mas itu sibuk. Mending mas sibuk kerja dari pada sibuk affair" ucap Ayu dengan senyum mengembang.
Deg......
"apa Ayu tahu apa yang aku lakukan kemarin?" batin Tyo.
__ADS_1
"Mas.. Mas..." Panggil Ayu
"E.. Eh... Kenapa sayang?" Tyo yang tersadar dari lamunannya langsung menatap Ayu dengan seksama
"Mas kok jadi melamun sih? Ayu panggil-panggil dari tadi tahu.. Gimana? Kita jadi jalan nggak?"
"Jadi kok sayang. Tapi kenapa kamu bilang tadi mas sibuk affair?" Tanya Tyo penuh selidik
"Nggak sih. Semalam aku sempat nonton film tentang seorang suami yang selingkuh sama temannya" Jawab Ayu dengan senyum.
"Oh..." Sambil mengelus bahu sang istri.
"untunglah Ayu tidak tahu...."
sepasang suami istri itu menghabiskan waktu di halaman belakang dengan bercerita dan canda tawa. Ayu menceritakan tentang pertemuannya kemarin dengan Ravel begitupun dengan Tyo yang menceritakan tentang pekerjaannya dan kesibukannya berharap Ayu akan lebih mengerti dirinya meski dalam pikirannya tersimpan banyak cara agar Ayu tidak sampai mengetahui hubungannya dengan Radina, dan juga memikirkan langkah selanjutnya untuk hubungannya dengan Radina. Seperti sebelumnya, niatnya untuk segera mengahiri perselingkuhannya mulai goyah bahkan Tyo mulai menikmati semuanya. Setidaknya ketika ia pulang ke rumah ada istrinya yang menunggu sedangkan ketika ia membutuhkan belaian seorang perempuan yang mahir memuaskan hasratnya ia punya Radina, begitu pikir Tyo
__ADS_1
TBC