PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
bab


__ADS_3

Yakinlah bahwa keputusan yang Ayu ambil ini sangat berat karena walau bagaimanapun ia masih sangat mencintai Prasetyo dan ini sangat tidak mudah untuk nya.


Ya, hari ini ia berencana mendaftarkan gugatan perceraian di pengadilan agama namun sebelumnya ia harus melengkapi berkas-berkas terdahulu seperti KTP, Kartu Keluarga dan dokumen-dokumen pendukung lainnya. Karena berhubung dokumen yang di perlukan ada di rumah mereka, jadi dengan berat hati ia harus kembali ke rumah mengambil semua yang di perlukan dan saat ini Ayu tengah berada di depan rumah terdiam lama, pikirannya berkelana entah ke mana


"Rumah ya.... Rumah ini yang biasanya menjadi tempat ternyaman ku. Tempatku menunggu mas Tyo pulang kerja. Dulu kata mas Tyo, rumah ini menjadi rumah yang selalu ia rindukan karena ada aku di dalamnya, dan anak-anak kita yang nanti akan memenuhi rumah ini dengan keributan tetapi sekarang rumah ini mungkin akan di isi oleh mas Tyo dan perempuan itu" Batin Ayu sambil mengamati rumah tempat tinggalnya dengan Tyo.


Dengan berat hati ia mengetok pintu perlahan, dan rasanya sangat menyedihkan karena kini ia bukan lagi pemiliknya, bukan lagi tuan yang akan tinggal di dalam


"Non Ayu?! Ayo non masuk" Ucap mbok saat membuka pintu. Mbok cukup kaget sekaligus senang atas kepulangan Ayu karena sudah beberapa hari ini Ayu tidak pulang ke rumah sedangkan Prasetyo selalu mencari Ayu namun tidak pernah berhasil menemukannya. Siapa duga Ayu pulang sendiri ke rumah


"Maaf mbok, mengganggu ya? " Tanya Ayu sambil melenggang masuk ke dalam


"Nggak kok non. Mbok malah senang non Ayu pulang ke rumah, mbok kangen non" Kata mbok tulus


"Maaf mbok" Ucap Ayu mengelus lengan mbok

__ADS_1


"Mas Tyo nya ada mbok? " Tanya Ayu


"Den Tyo lagi keluar non. Lagi cari non. Non Ayu nggak akan kabur lagi dari rumah kan non? Kasian den Tyo, non. Den Tyo kayak orang gila semenjak non Ayu kabur dari rumah" Mbok menjelaskan panjang lebar


"Ayu ke kamar dulu ya mbok" Kata Ayu sambil tersenyum enggan menjawab pertanyaan mbok


Sebenarnya Ayu juga ingin untuk tetap tinggal namun itu tidak mungkin lagi. Bagaimana ia bisa hidup dengan Prasetyo sedangkan melihat Prasetyo saja ia seakan muak. Setiap melihat Prasetyo ia bahkan selalu teringat kejadian menjijikkan itu.


Ayu kemudian melenggang ke kamar mencari dokumen yang di butuhkan untuk mengurus surat cerai dan ia harap dokumen tersebut masih tersimpan di laci kamar belum di pindahkan oleh Tyo sedangkan mbok, setelah Ayu naik ke kamar mbok segera menelpon Tyo memberi kabar bahwa Ayu pulang ke rumah.


"Mbok, Ayu mana mbok? " Tanya Tyo tidak sabar


"Non Ayu lagi di kamar den. Aden pelan-pelan saja naik ke atas den" Jawab mbok


Dengan langkah tergesa Tyo meninggalkan mbok di ruang tamu menaiki tangga menuju kamar. Dadanya berdetak kencang, pikirannya melayang

__ADS_1


"Apa yang harus aku katakan kepada Ayu? Apa yang harus aku lakukan saat ia melihatku? Masihkah ia marah padaku? Ah... Aku rindu, aku sangat merindukanmu Ayu, maafkan aku, aku menyesal" Batin Tyo saat sudah berada di depan kamar


Perlahan ia pegang handle pintu dan membukanya perlahan, nampak Ayu yang tengah sibuk membuka laci mengambil sebuah map, perlahan ia masuk ke dalamnya tanpa membunyikan suara sepatu


"Sa-sayang... " Suara Tyo tercekat


Ayu yang mendengar suara di belakangnya langsung terdiam di tempat enggan membalik badan menghadap seseorang yang berdiri di belakang nya. Ia tahu siapa yang kini berada di belakang nya, ia tahu itu Tyo. Ingin memeluk namun rasanya terlalu sulit, tubuhnya seakan terpaku agar tidak bergerak


"Sayang, kamu pulang? Aku.. Aku, maaf" Ucap Tyo penuh penyesalan.


Ingin memeluk Ayu dari belakang namun urung ia lakukan, ia tahu ia salah. Ia tahu ia berdosa terhadap istrinya namun saat ini rasanya tidak mungkin untuk langsung mendekap Ayu dalam pelukannya, ia tahu Ayu masih terluka dan Tyo berharap kepulangan Ayu saat ini bisa memberikan Tyo kesempatan ke dua.


Lama mereka saling diam, diam tanpa suara dan diam di tempat sibuk dengan pikiran masing-masing hingga seseorang masuk ke dalam memecah keheningan yang tercipta


"mas Tyo..." ucap seorang wanita di depan pintu kamar. wanita itu nampak kaget melihat adegan di depannya namun sebisa mungkin ia bersikap tenang meski hati terbakar cemburu

__ADS_1


__ADS_2