
Situasi macam apa ini? Mengapa semua harus kebetulan seperti ini? Tidak bisakah ada waktu untuk mereka berdua? Tidak bisakah Tyo di beri waktu untuk menjelaskan bahkan meminta maaf juga meminta kesempatan kepada Ayu? Kenapa Radina harus muncul di saat yang tidak tepat? '
Ayu yang sempat berpikir untuk memberi waktu pada Tyo menjelaskan semua tapi kini tersadar bahwa sepertinya memang sudah tidak bisa lagi mempertahankan perkawinan mereka.
Bagaimana bisa di saat ia tidak ada di rumah seorang wanita dengan bebas keluar masuk rumah mereka degan leluasa? Bahkan apa? Memanggil Tyo dengan sebutan 'Mas tyo'
Apa ini yang barusan di katakan Tyo bahwa ia minta maaf? Minta maaf untuk apa?
Perlahan Ayu menengok ke arah pintu di mana asal suara seorang wanita yang tadi memanggil tyo. Betapa kagetnya ia saat melihat siapa yang berada di depan pintu adalah Radina. Jadi ini yang tadi mbok bilang jika Tyo seperti orang gila saat di tinggal Ayu? Ini yang di bilang mbok tadi jika Tyo selalu mencari Ayu? Hampir saja Ayu luluh dengan perkataan mbok tapi apa yang kini ia lihat. Suaminya bahkan membiarkan wanita ini ada di rumah mereka. Dan... Dan bisa saja selama Ayu tidak di rumah mereka sudah tinggal seatap.
"Sial.... Bodohnya kamu Ayu, bodoh terlalu lemah" Teriak Ayu dalam hati
Di kumpulkan nya segenap kekuatan dan keberanian berbalik meninggalkan tyo yang berada di belakangnya ingin segera meninggalkan lelaki brengsek ini, yang terpenting file yang ia butuhkan sudah di tangannya.
Dengan cepat ia melangkah meninggalkan tyo namun langkahnya terhenti saat tyo memegang erat lengannya meski berusaha di lepaskan oleh Ayu namun sayang semakin erat pula tyo menggenggam lengan Ayu hingga terasa nyeri
__ADS_1
"Lepas mas! lepas... Aku harus pergi" Teriak Ayu sambil berusaha melepaskan genggaman tyo
"Mas mohon, jangan pergi lagi. Kita bicarakan baik-baik" Ucap tyo lemas.
"Maaf mas, tapi tidak ada yang perlu di bicarakan lagi di antara kita. Aku mohon lepaskan tanganmu mas, ini sakit" Pintar Ayu memohon. Sejujurnya ia tidak kuat lagi berada satu ruangan dengan tyo dan wanita itu
"Radina, tinggalkan kamar ini sekarang!! " Teriak Tyo menggema di kamar tersebut.
Dengan patuh Radina segera meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintu menyisakan Ayu dan Tyo
"mau apa lagi mas? Semua sudah selesai di antara kita" Ucap Ayu menahan tangis
"Aku tahu aku salah, aku tahu kamu terluka tapi tidak bisakah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Apakah kamu tidak mencintaiku lagi? " Tanya Tyo memelas
"Mas, bukankah aku sudah memberimu banyak kesempatan? Bukankah kamu menyalahgunakan cintaku untukmu, mas? Aku tidak sebodoh yang kamu kira mas. Aku mencintaimu mas, aku mencintaimu dengan segenap hatiku tapi... Tapi kamu menghancurkan rasa itu dan kamu menyakitiku. Dan sekarang kamu tanya apakah aku tidak mencintaimu lagi? Betapa egoisnya kamu mas" Ucap Ayu di sela tangisnya. Ia begitu rapuh, begitu lemah saat ini
__ADS_1
"Jangan pura-pura kamu tidak tahu bahwa aku memberimu banyak kesempatan mas. Apa kamu pikir seorang istri tidak punya insting yang kuat kepada suaminya? Aku punya mas, aku tahu tapi aku bersikap seperti orang bodoh karena aku percaya padamu mas. Di situlah aku memberimu kesempatan atas dasar cinta untukmu. Sekarang aku tanya, berapa lama kalian berhubungan? Jawab aku mas! " Teriak Ayu. Isak tangis tidak dapat ia hentikan, memang teramat sakit membahas semuanya apa lagi di saat ia tidak siap mental.
"Sayang.. Kamu.. Kamu tahu? " Tanya Tyo kaget.
Tyo lupa jika seorang wanita mempunyai insting yang kuat terhadap suaminya. Ia terlalu larut dalam pesona Radina hingga menganggap Ayu bodoh dan hari ini ia tahu bahwa yang bodoh ialah dirinya
"Iya, aku tahu mas!! Aku tidak perlu menjelaskan semua bukan? Bau parfum kemeja kamu, lipstik mau pun cupangan yang ada di tubuh kamu! Aku tahu mas tapi aku berusaha diam. Dalam kesendirianku aku masih mendoakanmu untuk sadar bukan untuk lebih gila bermain sandiwara yang katamu tugas luar padahal kamu sedang bersama wanita itu! " Teriak Ayu memaparkan apa yang ia ketahui selama ini. Emosinya sudah tidak dapat di kontrol lagi.
Persetan dengan kesabaran. Stok kesabaran Ayu kali ini habis. Ia seakan terpojok dengan kondisi yang ada, yang tak bisa ia hindari lagi.
Sedangkan tyo yang mendengar penuturan Ayu hanya bisa terdiam. Ia tidak menyangka istri polosnya ternyata tersakiti selama ini. Bagai tertampar dengan perkataan Ayu, lutut Tyo terasa lemas hingga ia jatuh ke lantai berlutut di depan Ayu yang meraung, menangis tersedu-sedu. Bahkan dirinya tidak dapat menghibur Ayu, ternyata ia hanya menyakiti Ayu dan tak terasa air mata mulai menggenang di sudut matanya merembes membasahi pipi Tyo.
Setelah bisa menguasai diri, Ayu memilih meninggalkan Tyo sendirian di kamar. Kini Ayu telah memantapkan hati untuk bercerai dari Tyo. Dengan langkah yang mantap ia menuruni anak tangga, menikmati hari-hari terakhir berada di rumah ini hingga ia kini berada di lantai dasar. Di lihatnya Radina yang tengah berbincang dengan mama mertuanya
"Jadi selama ini mama tahu tentang mas Tyo dan dia? " Batin Ayu
__ADS_1