PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
bab 40


__ADS_3

Hari sudah malam namun Ayu tidak kunjung pulang. Sedari tadi tyo berusaha menelpon Ayu namun telepon tidak di angkat. Khawatir mulai menjalari pikiran Tyo karena biasanya Ayu selalu memberitahu dan meminta ijin kepada Tyo untuk keluar. Kemana istrinya pergi? Mengapa telepon tidak di angkat? Tidak biasanya Ayu begini pikirnya.


"Tyo, kamu kenapa mondar mandir?" Tanya mama yang baru saja sampai rumah


"Ma, Ayu nggak bilang sama mama kalau Ayu mau keluar? "


"Nggak. Memangnya Ayu belum pulang? "


"Iya. Ini dari tadi aku telpon nggak di angkat"


"Mungkin saja dia lagi sama teman-temannya. Coba kamu hubungi teman Ayu dulu siapa tahu kan lagi jalan sama teman-temannya"


Tyo pun mencoba menghubungi Ravel.


Beruntungnya pada deringan ke dua ravel mengangkat


"Hallo" Sapa ravel di sebrang


"Hallo. Bro maaf nih ganggu malam-malam. Gini, gue mau nanya, Ayu lagi jalan sama lo nggak? " Tanya Tyo


"Nggak bro. Gue lagi di luar kota. Lagian juga bukannya kalian lagi liburan di Bali ya? Kok nanyain Ayu ke gue sih? "


"Udah balik dari kemarin. Harusnya sih besok baru pulang tapi Ayu ngotot pengen cepat pulang"


"Oh... Lo udah coba telpon Ayu belum? " Tanya Ravel


"Ini udah dari tadi gue telpon tapi nggak di angkat-angkat. Gue khawatir terjadi sesuatu sama Ayu. Nggak biasanya dia kayak gini" Panik Tyo


"Ya udah. Ntar gue coba hubungi Ayu deh siapa tahu kalo di angkat"


" Oke. Makasih bro, sorry ganggu lo" Kata Tyo lalu mengakhiri telepon.


"Gimana Tyo, Ayu lagi sama temannya kan? " Tanya mama yang mulai panik


"Nggak ma. Teman Ayu lagi di luar kota, tapi ntar dia coba telpon Ayu siapa tau di angkat Ayu" Jawab Tyo

__ADS_1


Ia sendiri bingung dengan sikap Ayu seharian ini di tambah hingga malam Ayu tidak juga pulang


"Tidak biasanya Ayu seperti ini. Apa kamu ada masalah sama Ayu? " Tanya mama


"Nggak ma. Tyo nggak ada masalah sama Ayu. Malahan Tyo heran, sejak tadi pagi Ayu diamin Tyo" Ungkap Tyo.


Sebenarnya ia ingin bilang juga kalau semalam Ayu bahkan tidur di sofa kamar tapi urung ia katakan takut mama Asih salah mengira


"Mungkin lagi PMS. Ya sudah mama ke kamar dulu" Kata mama Asih dan langsung meninggalkan Tyo sendiri di ruang tamu.


"Kamu ke mana sih sayang, bikin mas khawatir" Batin Tyo sambil mencoba menghubungi Ayu


Tok tok tok


Bayu mengetok pintu kamar Ayu namun tidak kunjung di bukakan oleh Ayu. Ia sudah berada di depan pintu kamar Ayu sejak sepuluh menit yang lalu, sejak tadi juga ia mengetok pintu namun tidak di bukakan oleh Ayu.


Malam ini ia ingin mengajak Ayu makan malam. Perduli setan dengan status Ayu sebagai istri orang toh suami Ayu saja menyelingkuhi Ayu. Seandainya jika suami Ayu seorang pria yang setia, mungkin saja Bayu tidak akan memberi ruang agar nama Ayu tidak dapat masuk lebih dalam lagi di hatinya namun ketika Bayu mengetahui jika Tyo berselingkuh dari Ayu, itu malah membuka kesempatan bagi Bayu agar bisa memiliki Ayu dan tentu saja ia akan bermain halus. Hanya bisa berharap suatu saat nanti Ayu dapat memilihnya


Saat ini Bayu hanya ingin menemani Ayu, memperhatikannya dan menghiburnya. Ia tahu Ayu sedang berada dalam masa-masa yang sulit, masa di saat Ayu terpuruk dan Bayu tahu Ayu membutuhkan seorang teman untuk mendengar keluh kesahnya, selalu ada untuknya dan memberikan bahu sebagai tempat bersandar seperti sekarang ini, ya tentu ia bersedia dan teramat bersedia. Licik memang cara yang di pakai Bayu agar bisa mendekati Ayu, namun hanya ini satu-satunya cara agar Ayu mengetahui dan melihat keberadaannya.


Ayu pun keluar dari kamar tanpa bertanya langsung mengikuti Bayu menuju ke kafe dekat resort


"Kamu dari tadi diam melulu. Kamu tau ada aku di sini atau tidak Ayu? " Tanya Bayu yang tidak tahan lagi di diamkan oleh Ayu


"Iya, tau" Jawab Ayu singkat


"Kamu nggak kepengen tahu dari mana aku tau kalau kamu ada di pinggir pantai? Apa kamu tidak curiga kalau seandainya aku mengikuti kamu? " Tanya Bayu


"Untuk apa? "


"Bagaimana jika aku melakukan kejahatan sama kamu. Seperti, Tiba-tiba menculik kamu lalu memaksa kamu untuk menikah denganku, bagaimana? " Ungkap Bayu


"Anda terlalu banyak membaca novel pak Bayu. Tentu saja saya tidak berpikiran begitu, lagi pula bapak kan sudah tahu saya istri orang bukan lagi seorang gadis yang harus di culik lalu di paksa menikah" Kata Ayu panjang lebar.


"Lalu jika kamu sudah menikah memangnya kenapa? Jika kamu memang istri orang, kenapa kamu datang ke tempat ini sendiri, melamun dan setelahnya mau di ajak ke sebuah resort untuk menginap dengan laki-laki lain? " Tanya Bayu.

__ADS_1


Ia sangat yakin Ayu bukanlah wanita sembarangan yang dengan mudah di ajak laki-laki untuk menginap berdua meskipun terpisah kamar


"Itu karena saya mempercayai anda. Saya yakin anda bukanlah seorang pria bodoh yang sengaja mencari kesempatan dari istri orang" Jawab Ayu.


"Wah.. Berarti saya harus bersyukur karena mendapatkan kepercayaan dari seorang Ayu dan kamu juga harusnya berterima kasih karena orang yang mengajak kamu itu tidak berniat jahat sama kamu"


"Terima kasih pak Bayu" Ucap Ayu.


"Tolong jangan ada panggilan formal di antara kita Ayu. Aku tidak mau di panggil bapak karena aku masih single menikah juga belum, jadi kenapa kamu harus panggil saya dengan sebutan itu? "


"Tapi, anda kan rekan bisnis Ravel"


"Lalu, apakah kamu masih bekerja pada Ravel? Tidak kan? Dan juga kita bukan di area kantor"


"Baiklah mas Bayu"


"Hmm begitu lebih baik"


Dan obrolan mereka berlanjut saat makanan sudah terhidang di meja. Memang Bayu telah mereservasi satu meja dan makanan untuknya dan Ayu. Hingga selesai makan, pembicaraan ringan mereka nampak nyambung di selingi senyum dari Ayu dan kekonyolan Bayu.


"Ayu, maaf jika aku bertanya ini padamu tolong jangan kamu marah atau tersinggung. Begini, apakah kamu sudah menelpon suamimu atau orang rumah kalau kamu ada di tempat ini? " Tanya Bayu pelan tanpa menyinggung Ayu


"Tidak. Aku tidak memberitahu mas Tyo. Saat ini aku ingin sendiri" Jawab Ayu


"Telpon saja suamimu bilang jika kamu ada di sini. Ia pasti mencemaskanmu Ayu"


"Untuk apa? Mungkin saja saat ini ia sedang bersama dengan wanita itu" Sarkas Ayu. Kekecewaan dan terluka nampak dari matanya bahkan dari nada bicaranya


"Jika kamu tidak mau menghubungi suamimu, setidaknya beritahu lah asisten rumah tanggamu"


"Aku malas mas Bayu. Saat ini tolong jangan bahas mereka, aku hanya ingin sendiri dulu. Aku ingin menata hatiku dulu"


"Ya sudah jika begitu. Karena ini sudah larut malam sebaiknya kita kembali dan beristirahat" Ajak Bayu ..


"Maaf mas Tyo. Aku memang sengaja tidak menghubungimu, tidak mengangkat telpon mungkin dan tidak mengabarimu. Aku butuh ruang untuk diriku sendiri. Aku butuh menyendiri agar aku bisa mengambil keputusan yang benar" Batin ayu

__ADS_1


__ADS_2