
Setelah mendengar permintaan Ayu yang ingin segera pulang besok membuat Tyo semakin merasa ada yang tidak beres. Ada yang aneh dengan istrinya tapi apa? Berusaha mengingat-ingat kembali apakah ada sesuatu yang ia lakukan hingga Ayu lebih banyak diam hari ini tapi ia tidak menemukan kesalahan berat yang ia lakukan. Jika semalam saat ia tidak balik ke kamar bukankan tyo sudah menjelaskan perihal ia mabuk dan tertidur di tempat temannya? Bukankah alasan itu cukup masuk akal? Ah.. Entahlah mungkin karena istrinya sedang datang bulan sampai moodnya buruk, bukankah perempuan suka begitu? Ah... Kasih masuk akal. Lebih baik ia istirahat saja mengembalikan tenaga jika besok harus pulang ke kota J.
Besoknya Tyo terbangun dengan Ayu yang tidak berada di sampingnya. Entah kemana istrinya ketika ia cari tidak ada di kamar maupun kamar mandi sedangkan koper mereka telah rapih. Mungkin Ayu sudah cepat bangun tadi dan memasukkan semua baju ke dalam koper. Tyo lalu membersihkan diri di kamar mandi dan setelah nya menunggu Ayu namun satu jam telah berlalu tapi Ayu tidak balik lagi ke kamar. Di hubungi lewat telepon pun tidak di angkat. Bosan menunggu akhirnya Tyo keluar memilih ke kafe hotel memesan sarapan. Untung saja penerbangan mereka nanti sore jadi masih punya waktu beberapa jam sebelum ke bandara.
"Sayang?" Sapa Tyo yang kini mendekati dua orang yang sedang duduk asik ngobrol sepertinya sedang asyik berdua sambil sesekali bercanda
"Mas? Sudah bangun? " Tanya Ayu datar
"He'em.... Dari tadi mas tungguin kamu di kamar tapi nggak balik-balik juga jadi mas susul aja ke sini" Jelas Tyo panjang lebar dan Ayu yang hanya ber-oh saja sedang Bayu diam memperhatikan interaksi antara mereka berdua.
"Mas boleh duduk di sini nggak?" Tanya Tyo yang langsung duduk di sebelah Ayu tanpa menunggu jawaban Ayu
"Kamu siapa?" Tanya Tyo kepada Bayu
"Oh maaf Pak Tyo, saya Bayu teman Ayu. Kebetulan kami tadi ketemu di sini jadi keasyikan ngobrol" Ucap Bayu sambil memperkenalkan diri
"Oh gitu.. Sayang, kamu kok nggak pernah cerita kalau kamu punya teman yang namanya Bayu? " Tanya Tyo kepada Ayu yang hanya diam dari tadi
"Gimana aku mau cerita mas kalau kamu aja selama ini sibuk" Jawab Ayu lalu membuang muka
__ADS_1
"Em... Ya sudah, pak Tyo, Ayu aku pamit dulu masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Nanti kapan-kapan kita ngobrol bareng lagi. Pak Tyo saya permisi dulu" Ucap Bayu lalu beranjak meninggalkan Tyo dan Ayu.
Tyo pun memesan makanan untuk dia sarapan, sedangkan Ayu lebih banyak diam. Jujur saja ia malas harus bertemu dengan Tyo. Tadinya Ayu cukup terhibur dengan Bayu yang menemaninya sarapan di selingi dengan candaan dan tingkah konyol Bayu membuat ia tersenyum namun senyum itu perlahan luntur tatkala Tyo datang menghampiri. Rasa jijik dan benci menyeruak dari dasar hatinya hingga ia ingin berlalu saja dari kafe tersebut tapi sayangnya ia masih punya perasaan menyadari jika ia adalah seorang istri dari Prasetyo.
Hah... Sampai kapan seperti ini? Lelah juga berlama-lama untuk terus diam namun hanya dengan diam lah yang bisa Ayu lakukan dan nanti setelah kembalinya ke kota J Ayu akan memikirkan langkah apa yang akan di ambil.
"Sayang, kamu kok diam? Sakit? " Tanya Tyo yang sejak tadi memperhatikan istrinya diam saja
"Nggak. Mas, aku balik ke kamar duluan ya mas. Mas selesaikan saja dulu sarapan nya, aku mau istirahat sebelum ke bandara" Pamit Ayu lalu segera meninggalkan Tyo sendiri yang keheranan melihat tingkah Ayu.
Biasanya jika Tyo sarapan Ayu akan menemani Tyo sampai ia selesai makan dan juga di selingi oleh cerita-cerita Ayu dan tingkah manjanya tapi kenapa sejak kemarin jadi berbeda? Kalaupun Ayu lagi datang bulan, ia juga tidak akan mengacuhkan Tyo seperti sekarang ini. Ada apa dengan Ayu? Itu terus yang di pikiran Tyo hingga tak terasa ia telah menghabiskan sarapannya.
"Iya sayang... " Jawab Tyo tanpa melihat siapa yang memanggilnya. Di pikirnya Ayu yang kembali untuk menemani nya tetapi dugaannya salah. Yang ada di hadapannya ada Radina yang sontak membuat Radina kegirangan adalah balasan sayang dari Tyo
"Kamu ngapain kemari? " Tanya Tyo dengan kening berkerut
"Kebetulan aja aku liat mas lagi duduk sendiri makanya aku ke sini. Istri kas Tyo kemana? Pasti belum bangun ya? Istri macam apa itu, suami sarapan bukannya di temani ini malah belum bangun" Asumsi Radina yang membuat Tyo tidak Terima
"Jaga omongan kamu Radina. Justru Ayu lah yang menemani aku di sini sejak tadi" Geram Tyo
__ADS_1
"Kalau dia nemenin mas dari tadi, terus mana orangnya? "
"Dia balik duluan ke kamar mau istirahat sebentar sebelum kami pulang"
"Loh... Bukannya nanti lusa ya mas kalian selesai liburan? Kenapa harus pulang secepat ini sih mas? " Tanya Radina kaget
"Kamu tahu dari mana kalo aku sama Ayu liburannya sampai lusa? Siapa yang kasih tahu kamu? " Tanya Tyo penasaran.
Pasalnya yang tahu ia dan Ayu liburan selama seminggu hanya mamanya jadi tidak mungkin kan mama kasih tahu Radina kalau mereka liburan? Bukannya Radina sama mama nggak saling kenal?
"Oh... Eh.. Itu.. Itu.. Aku cuman tebak sendiri kok" Jawab Radina ragu.
"Aku kok ragu ya.... " Ucap Tyo dengan mata menyipit.
"Mas, kita jalan yuk" Ajak Radina mengalihkan pembicaraan.
"Maaf. Aku balik kamar dulu, permisi" Pamit Tyo yang langsung meninggalkan Radina
"Tunggu saja mas, aku pasti bisa miliki kamu seutuhnya" Kata Radina bermonolog usai di tinggal Tyo
__ADS_1