
Keriwetan pagi ini datang dari Ayu yang tiba-tiba saja di kagetkan dengan noda darah di celana. Datang bulan di saat lagi honey moon. Ambyar rencana yang di susun untuk hari ini. Padahal hari ini rencananya mereka hanya akan menghabiskan waktu di kamar tapi gagal akibat Ayu yang datang bulan.
'Sial banget sih.. ' batin Ayu kesal
Sedangkan Tyo hanya termangu melihat istrinya yang berlari ke kamar mandi. Antara kesal dan tidak habis pikir kenapa di saat seperti ini malah Ayu harus haid mana yang di bawah sudah on lagi. Gagal total cetak gol pagi-pagi gara-gara perkara haid padahal tadi Ayu dan Tyo baru pemanasan. Akhirnya dengan gontai Tyo pun memakai kembali baju yang tadi sempat di lepas.
"Sial banget sih... Udah pengen banget juga malah nggak bisa. Nyebelin' batin Tyo.
Ayu yang selesai di kamar mandi segera keluar dengan wajah nyengir tanpa dosa
" Maaf mas hehe... Puasa dulu ya"
"Tau' ah... Kenapa sekarang sih yang? Aku tersiksa nih" Keluarga Tyo
"Mana aku tahu mas kalo datangnya sekarang".
"Pusing aku. Ya sudah ayo keluar, kita jalan-jalan aja"
"Mas aja yang keluar aku istirahat dulu. Perut aku sakit mas"
"Ya sudah mas keluar dulu. Kalo ada apa-apa telpon mas".
"Memangnya mas mau ke mana? "
"Cuman ke kafe yang kemarin kok"
"Oh... "
__ADS_1
"Mas keluar dulu ya" Sambil berlalu meninggalkan kamar.
Tyo pun segera menuju kafe dekat hotel, setelahnya memesan secangkir kopi untuk dirinya sendiri lalu duduk di pojok kafe.
"Mas, sendiri aja mas?" Sapa seseorang yang kini duduk berhadapan dengan Tyo. Tanpa Tyo menoleh pun ia tahu siapa yang kini di depannya
"Istri kamu mana mas? " Tanya Radina namun yang di tanya tidak menjawab dan hanya menoleh keluar
"Mas... Denger nggak sih? " Mulai kesal karena yang di tanya tidak menjawab
"Ya sudah aku pergi aja. " Beranjak dari tempat duduk karena di acuhkan
"Tunggu!! " Akhirnya Tyo merespon Radina yang hampir meninggalkan ia sendiri
"Kamu kenapa sih mas? Mana istri kamu? Lagi marahan atau gimana sih? Muka kamu kusut. Aku ajak ngomong juga nggak di respon giliran mau pergi di panggil. Nyebelin" Rajuk Radina yang kini duduk kembali
"Istri kamu mana mas? Berantem? "
" Dia tidak bisa melayani ku gara-gara datang bulan"
Seketika tawa Radina pecah karena jawaban Tyo yang langsung to the point.
"Hahaha.. Terus kita mau ngapain kalo aku temenin kamu mas? "
"Ayo ke kamar kamu" Tyo langsung menarik Radina keluar dari kafe tersebut tanpa meminum kopi yang telah di pesannya dan hanya menyelipkan dua lembar kertas berwarna merah di bawah cangkir kopi.
Setibanya di hotel mereka langsung menuju kamar Radina. Tyo merangkul pinggang Radina dengan posesif memasuki lift setelah lift tertutup Tyo mencium rakus bibir Radina yang di sambut antusias oleh sang empunya. Kabut gairah terpampang jelas di mata Tyo dan Radina tahu mereka pasti akan berakhir di ranjang jari ini.
__ADS_1
___________
"Mas Tyo kemana sih? Udah mau malam belum balik di telpon malah HP ketinggalan" Ayu bermonolog.
Memang semenjak pagi Tyo keluar yang katanya hanya ke kafe dekat hotel, Tyo belum juga kembali sampai hari sudah mau gelap sedangkan handphone Tyo ketinggalan di kamar. .
Akhirnya Ayu memilih untuk mencari Tyo, lagi pula juga pasti Tyo hanya berada di dekat hotel.
Namun baru saja Ayu keluar dari kamar tak sengaja ia melihat Tyo yang baru mau keluar dari salah satu kamar di hotel tersebut. Ayu yang penasaran mengikuti Tyo diam-diam. Ayu pikir mungkin Tyo salah masuk kamar tapi langkahnya terhenti tatkala Tyo yang tiba-tiba di tarik oleh seorang wanita dan kembali masuk ke kamar tersebut.
Jantungnya berdetak karuan, beragam pertanyaan menyeruak otaknya
'Kenapa mas Tyo keluar dari kamar itu? '
'Kenapa mas Tyo di tarik oleh perempuan itu? '
'Dan lagi sepertinya perempuan itu tidak asing. Siapa? '
'Lebih baik aku ke kamar itu' batin Ayu.
Saat sampai di depan pintu kamar tersebut, tiba-tiba Ayu ragu untuk mengetok pintu itu. Panas dingin menjalari tubuhnya dengan segelintir pertanyaan dan pikiran buruk tentang suaminya dan juga perempuan itu namun ia masih memilih untuk tetap tenang. Akhirnya ia memberanikan mengetok pintu namun baru saja satu ketokan pintu langsung terbuka sedikit, ternyata tidak di kunci.
Ia pun membuka sedikit pintu dan menoleh ke dalam namun betepa terkejutnya Ayu melihat adegan yang sama sekali tidak di sangkanya.
Ia terdiam membatu tidak bisa berkata. Satu tetes air mata jatuh meskipun ia tidak menangis tetapi mengapa rasanya sakit melihat adegan di depannya.
Ketika pasangan tersebut tengah bergulat mencium, meraba bahkan bertelanjang saling memuaskan satu sama lain terasa begitu menyayat hatinya. Bernapas pun rasanya sangat sakit melihat semua nya hingga akhirnya tubuhnya limbung ke belakang, beruntung saja ada yang langsung menangkapnya hingga tidak sampai terjatuh di lantai dan akhirnya ia kehilangan kesadaran
__ADS_1