
Istirahat makan hari ini Ayu, Gladis dan kedua rekan kerja yang lain berencana makan di salah satu cafe tidak jauh dari kantor.
“Senangnya hati ini kalo kerjaan hari ini nggak terlalu menguras tenaga, ya oke lah bisa santai santuy kayak gini. Beda sama kemarin-kemarin otak gue sampe loading gara-gara file gue kasih ke kepala divisi di koreksi mulu” Keluh Gladis
“ya itu kan resiko kamu kerja di perusahaan besar. Kamu salah kasih laporan tentunya sampe ke bos bakalan salah semua” Kata Ayu
“Bener banget Yu... Untung ada elo yang bantuin gue. Betewe, makasih loh ya. Emang temen paling baek deh beda sama si dua ini bisanya ngejek gue aja” ujar Gedis
“Elo sih kerja nya cuman buka Faceb**k sama chatting doang cariin gosip makanya kerjaan lo nggak beres” timpa Rena
“rese' lo... Tapi lo kebagian berita terupdate kan? “ kata Gledis
“Bener-bener lo itu racun gosip” kata Bima
“yuk keburu jam istirahat habis” ajak Ayu
Sampai di kafe Ayu langsung memesan nasi goreng, kentang goreng, salad buah sama es jeruk sedangkan Bima, Gelis san Rena mereka kompak ikut pesan nasi ayam lalapan dan es kelapa muda
“Ayu, kamu itu lapar apa kelaparan sih? Banyak amat pesannya” tanya Bima
“Aku aku lapar banget tadi pagi nggak sempat sarapan di rumah soalnya” ungkap Ayu
“Emang elu mampu habisin semuanya? Badan lo kan kecil, perut aja rata emang mampu usus lo? “ tanya Gledis
“Kita liat aja” jawab Ayu sambil senyum
“Aku ke toilet dulu bentar ya” pamit Ayu yang kebelet pipis namun baru juga berdiri dari tempat duduk dan berbalik tiba- tiba satu tamparan keras mengenai pipi mulusnya
Plakkkkkk
__ADS_1
“kamu ya.... Dasar tidak tahu malu?!!! Sudah cerai saja masih jadi benalu di hidup anakku!!! Ternyata seperti ini kamu setelah berpisah sama anak saya.. Kamu masih saja mengekorinya padahal Tyo sudah punya calon istri. Perempuan macam apa kamu? “ teriak mama asih sambil marah-marah hingga keduanya menjadi pusat perhatian pengunjung kafe.
Ayu hanya mampu terdiam di tempat sambil mengusap pipinya yang memerah dan terasa perih bahkan sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah
“harusnya kamu sadar diri Ayu, kamu harusnya pergi yang jauh dari hidup anak saya... Dari dulu saya memang tidak terlalu suka kamu menikah sama Tyo apalagi kamu tidak dapat memberikan anak untuk Tyo dan sekarang kamu malah mengikuti Tyo kemana dia pergi. Apa yang kamu harapkan dari Tyo? Kamu pikir saya akan biarkan kamu kembali sama anak saya? Ingat Ayu, Radina seratus kali lipat lebih baik dari kamu” sesumbar mama asih sambil menunjuk-nunjuk wajah Ayu
“Mama... Mama apa-apaan sih... Memalukan tahu nggak ma” ucap Tyo sambil menarik mama Asih menjauh dari Ayu. Bahkan Tyo sama sekali tidak membela Ayu dan malah mengacuhkannya
Perih, sakit di hati, gemetar, takut dan malu bercampur jadi satu bahkan rasa ingin ke toilet pun tidak jadi gara-gara kejadian barusan.
Kejadian yang begitu cepat pun tidak dapat Rena, gledis dan Rama cegah, bahkan ketiganya pun hanya terdiam bengong menyaksikan kejadian tersebut. Rasa kasihan dan tidak tega melihat Ayu di perlakukan begitu oleh wanita tadi namun mereka juga enggan menanyakan siapa wanita tersebut yang tiba-tiba datang dan menampar Ayu serta memaki-maki Ayu. Nanti sajalah ketika Ayu sudah siap bercerita pasti mereka akan tahu yang sebenarnya.
Selang beberapa menit setelah insiden tersebut Bayu datang dan langsung menghampiri Ayu. Ada rasa marah yang menjalar di hati Bayu namun saat ia melihat kondisi Ayu hatinya teriris sedih
“Ayu... “ panggil Bayu pelan
Ayu yang sejak tadi terdiam mendengar suara Bayu tiba-tiba menoleh dan air matanya tumpah. Reflek ia memeluk Bayu dan menangis sekuat-kuatnya
Bagaimana persepsi orang-orang tentang dirinya? Kasihan sekali kamu Ayu...
Flash back on
Siang ini mama Asih mengajak Radina dan Tyo u tuk makan siang sekaligus membicarakan tentang rencana pernikahan mereka. Setelah di desak berulang kali oleh mama Asih akhirnya Prasetyo setuju menikahi Radina tetapi dengan catatan hanya menikah secara tertutup.
“Jadi kapan kamu punya waktu mengurus berkas untuk pernikahan kalian? “ tanya mama Asih
“Tyo Cuma bisa ada waktu dua atau tiga minggu depan soalnya lusa Tyo berangkat ke Inggris” jawab Tyo
__ADS_1
“ya sudah, mama bakalan tagi janji kamu ya... Nggak boleh mangkir loh kasihan perut Radina sudah tambah besar. Apa kata orang nanti”
“iya... “ jawab Tyo malas
“Sayang, kapan jadwal periksa kandungan kamu? “ tanya mama Asih kepada Radina
“Besok ma”
“Tyo, besok kamu temani Radina periksa kandungan”
“iya, besok aku temani Radina “
Percakapan di antara mereka bertiga mengalir begitu saja dan Tyo mulai tidak membatasi diri lagi dengan Radina namun semua berubah saat Tyo melihat Ayu yang datang ke kafe dan tertawa bersama teman-temannya. Tyo hanya fokus melihat Ayu tanpa merespon percakapan mama Asih dan Radina bahkan saat Radina bertanya apakah Tyo mau pulang lagi ke rumah dan tidak tidur di kantor lagi Tyo malah menjawab “iya sayangku Ayu, mas akan pulang” dan bahkan memanggil Radina dengan nama Ayu hingga membuat Radina dan mama Asih risih dan memperhatikan arah pandang Tyo sejak tadi ternyata melihat Ayu yang sedang duduk bersama teman-temannya. Akhirnya dengan marah-marah mama Asih menghampiri Ayu dan langsung menampar Ayu serta memaki-maki Ayu karena mama Asih pikir Ayu mengikuti Tyo ke kafe
Flashback back off
“ssssshhhh sudah-sudah jangan nangis lagi, ada aku di sini” ucap Bayu memeluk Ayu dan mengelus kepalanya sayang hingga tangis Ayu mulai mereda
Perlahan Bayu mengangkat kepala Ayu menghadapnya dan di lihatnya pipi kiri Ayu yang memerah dan sudut bibir kiri Ayu pecah dan ada sedikit darah menetes dari sudut bibir yang pecah. Darahnya berdesir mendidih melihat wanita kesayangannya di sakiti baik fisik maupun mental, tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih namun semua itu luluh saat setetes air mata kembali jatuh di sudut mata Ayu kemudian dengan perlahan ia mengecup kening Ayu lama dan penuh pperasaan
Ia tahu apa yang Ayu rasakan dan tidak mungkin ia bertanya apakah wanitanya baik-baik saja karena jelas ia sedang tidak dalam keadaan baik.
“ayo aku antar pulang tidak usah balik ke kantor nanti teman-teman kamu yang bilang ke kepala divisi kamu pulang karena sakit” kaya Bayu lalu membawa Ayu keluar dari kafe tersebut sedang Rena, Bima dan Gledis terbengong-bengong melihat kejadian yang barusan mereka lihat.
Barusan Ayu di labrak seorang ibu-ibu itu saja sudah membuat jiwa kepo mereka meronta ingin mengetahui siapa ibu-ibu tadi dan apa yang terjadi antara Ayu dan ibu tadi, lalu bos mereka yang di kenal seorang workaholik, tidak pernah dekat dengan perempuan manapun, di gilai banyak wanita bahkan di gosipkan seorang penyuka sesama jenis datang memeluk Ayu, mengantarkan Ayu pulang dan.... Dan lebih gilanya lagi bos mereka mencium kening Ayu dengan sayang.
Kayak lagi nonton drakor versi siaran langsung saja ya... Wkwkwk
__ADS_1
Tapi meskipun mereka terkenal di kantor sebagai tukang gosip, berbeda dengan kejadian kali ini. Mereka bahkan tidak berniat menggosip kan Ayu, pertama karena mereka berteman cukup dekat dan kedua pekerjaan mereka bisa terancam bahkan bisa beresiko di pecat jika mereka sampai menggosipkan Ayu dan pak bos dan pilihan terakhir adalah lebih baik diam dan tutup mulut saja.