PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
di antar


__ADS_3

"Rasa lelah setelah seharian bekerja membuatku ingin cepat-cepat pulang untuk beristirahat. Ah.... Andai mas Tyo ada di rumah pasti akan lebih menyenangkan menghabiskan waktu berdua" Batin Ayu.


Tadi siang Tyo menghubungi Ayu mengabarkan jika hari ini ia tidak bisa pulang ke rumah di karenakan harus keluar kota untuk beberapa hari ke depan. Awalnya Ayu kurang setuju di karenakan Ayu ingin menghabiskan waktu berdua malam ini dengan Tyo. Lagi pula sejak Tyo mengijinkan Ayu untuk bekerja mereka jarang memiliki waktu berdua. Kesibukan masing-masing lah yang membuat hubungan mereka akhir-akhir ini renggang. Belakangan juga Ayu sering pulang terlambat karena mengikuti Ravel yang meeting dengan client.


Ada rindu yang Ayu rasakan saat ini. Jika dulu Ayu tidak bekerja ia akan memasak masakan kesukaan mas Tyo, menunggu mas Tyo pulang kerja, saling suap-suapan di meja makan atau duduk di taman belakang dengan kepala Tyo yang ada di pangkuan Ayu sambil bercerita tentang hari berat yang di lewati Tyo di kantor. Saling bertukar pendapat maupun memberi saran antara Tyo dan Ayu. Tapi kini semua seakan sulit untuk di lakukan karena kesibukan.


Memang Tyo tak pernah mempermasalahkan Ayu sebagai wanita karier. Ia juga tak pernah bertanya kenapa Ayu sering berangkat lebih awal ataupun pulang terlambat ke rumah karena menurut Ayu, Tyo pasti mengerti karena Tyo adalah pemimpin beberapa perusahaan.


Ayu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam dan sialnya tidak ada yang menjemput maupun Ravel yang mengantarnya pulang. Hujan pun mulai turun sedang Ayu di lobi perusahaan. Taksi yang di pesannya pun hingga hampir setengah jam berlalu belum juga sampai sedang rasa lelah dan dingin membuat Ayu tak sabar lagi.


"Aduh.... Ini kenapa taksinya belum datang juga? Huuff" Keluh Ayu


"Mmmm.... Permisi mbak. Maaf kalau saya lancang. Tapi sepertinya saya mengenal anda" Sapa pria di samping Ayu


Ayu yang kaget segera menggeser tubuhnya memberi jarak antara ia dan pria tersebut


"Eh... Maaf mas. Mas siapa yah? " Tanya Ayu berusaha sopan

__ADS_1


"Perkenalkan, nama saya Bayu. Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya"


"Mmm... Maaf tapi saya tidak ingat siapa anda" Kata Ayu ragu


"Kita pernah bertemu. Saya adalah rekan bisnis pak Ravel" Ujar Bayu dengan senyum manis


"Oh... " Ber-oh ria saja Ayu karena memang ia tak tau harus bilang apa lagi.


"Mbak mau pulang? " Tanya Bayu


"Oh begitu. Mmm... apa tidak keberatan jika saya mengantar anda? Lagipula ini juga sudah malam dan sedang hujan juga" Tawar Bayu


"Eh... Tidak usah pak. Maaf tapi saya sudah pesan taksi tadi" Tolak Ayu


"Pasti taksinya gak bakalan datang"


"Loh... Kenapa bisa begitu? " Tanya Ayu dengan wajah polos

__ADS_1


"Soalnya di belokan sana lagi ada pohon tumbang. Jadi gimana? Mau saya antar? " Kata Bayu sambil menunjuk belokan di ujung jalan dekat kantor


"Oh gitu ya pak. Ya sudah deh. Maaf ya pak merepotkan" .


Bayu hanya senyum mendengar perkataan Ayu. Begitu polosnya wanita yang di tawarinya untuk di antar pulang.


Di sepanjang perjalanan pun tidak ada percakapan di antara mereka Selain Bayu yang tadi bertanya alamat rumah Ayu saat menstart mobil Bayu.


sesampainya di depan rumah Ayu, Bayu pun membangunkan Ayu yang tertidur. memang tadi di sepanjang jalan Ayu tidur saking lelahnya karena kerjaan di kantor.


"mbak... mbak... bangun mbak. ini sudah sampai depan rumah mbak" kata Bayu pelan-pelan namun wanita yang di bangunkan tak kunjung tersadar dari tidurnya.


"tidak ku sangka aku bahkan bisa menyentuhmu, melihatmu begitu dekat. Manis dan cantik" batin Bayu


"eh... pak, maaf saya ketiduran. sudah sampai ya? " tanya Ayu sambil mengumpulkan kesadaran. Bayu yang di tanya pun hanya menganggukkan kepala.


"makasih ya pak. maaf merepotkan" ucap Ayu lalu keluar dari mobil dan langsung masuk ke rumah tanpa menoleh

__ADS_1


__ADS_2