PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
bab 39


__ADS_3

"Di mana ayu? Tumben sekali tidak ada di rumah" Tyo bermonolog ketika sampai di rumah tidak mendapati Ayu.


Hari ini terasa berat ia lalui, pagi-pagi sudah di diami istri, di kantor di gurui mama Asih dan saat pulang ke rumah malah istri tidak ada.


Ia pun memilih membersihkan diri kemudian setelah selesai ia berdiam di ruang kerja meneruskan pekerjaan yang tadi tertunda di kantor.


Saat ini Ayu tengah berada di sebuah rumah sakit swasta. Sebenarnya sudah sejak lama ia ingin memeriksakan perihal kesuburan nya. Apa memang ia bermasalah atau tidak, mengapa hingga sekarang ia tak kunjung hamil tapi ia selalu ragu dan berpegang pada pendirian bahwa semua akan ada masanya namun sekarang ia memilih memeriksakan diri setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dan juga ia jengah selalu di tuntut untuk segera hamil bahkan tak jarang di sindir mertua jika mungkin saja ia mandul.


Setelah menjalani serangkaian proses akhirnya hasil pemeriksaan keluar


"Bagaimana dokter Lili? Apakah saya memang mandul? " Tanya Ayu dengan bibir bergetar.


Tentu saja ia takut, membayangkan jika memang benar ia tidak bisa hamil, membayangkan jika ia akan hidup sendirian sampai tua dan membayangkan ia akan di bully oleh orang lain. Bagaimana jika berakhir begitu? Seperti itu lah pikiran Ayu hingga membuat ia merinding sendiri dan tenggelam dalam kegelisahan selama pemeriksaan hingga sekarang di saat ia akan mengetahui hasilnya


"Tenang saja ibu Ayu. Ibu tidak mandul, kandungan ibu baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan ibu Ayu" Jelas dokter Lily sambil tersenyum setelah membaca hasil pemeriksaan

__ADS_1


"Lalu kenapa saya tidak kunjung hamil juga dok? " Tanya Ayu lirih


"Saya mengerti dengan perasaan ibu Ayu. Tapi hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kelainan ataupun tanda-tanda kemandulan. Begini saja bu, bagaimana jika suami ibu juga melakukan pemeriksaan kesuburan biar keduanya bisa tahu siapa yang bermasalah dan bisa melakukan pengobatan jika di temukan suatu masalah atau kelainan" Terang dokter Lily


"Baiklah dok, Terima kasih. " Ucap Ayu


Ia tenang juga senang mengetahui bahwa ia baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Benar penjelasan dokter Lily bahwa ia harus bisa rileks, tidak stress dan lebih baik mengonsumsi makanan sehat dan tinggi protein, serta banyak berdoa. Tapi kini rasanya sudah mustahil untuk melakukan program kehamilan, melihat Tyo saja rasanya jijik bagaimana bila harus berhubungan badan dengannya? Bayangan tentang tyo dan wanita itu seakan menjadi trauma di hati Ayu.


Entah kini ia harus apa, namun yang jelas sebelum ia tahu siapa perempuan itu ia tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Tentu saja ia tidak akan diam, Ayu akan mencari tahu siapa wanita itu, berapa lama mereka berhubungan bahkan siapa saja yang tahu hubungan mereka ia pasti akan cari tahu karena ia yakin, sapandai-pandainya bangkai di sembunyikan bau busuk pasti akan tercium juga.


Setelah selesai urusan di rumah sakit Ayu memilih untuk menenangkan pikiran di pinggir pantai. Ya, ia butuh ketenangan jiwa sebelum kembali ke dunia nyata. Sebelum ia berhadapan dengan Tyo dan sebelum ia siap untuk menetapkan langkah selanjutnya. Angin pantai berhembus menerpa tubuhnya yang kini lemah menghadapi kenyataan pahit namun harus ia kuatkan agar ia tak patah arah, deburan ombak yang menepi membasahi kakinya yang berjalan tanpa alas serta matahari yang mulai terbenam di ufuk barat menjadi pemandangan indah saat pantulan cahaya oranye memantul di cakrawala. Hmmm... Seperti ini yang ia butuhkan.


"Sendiri neng? " Tanya seseorang di belakang Ayu namun enggan Ayu menoleh. Ia terlalu sibuk dengan pikirannya


"Boleh temenin nggak?" tanyanya lagi

__ADS_1


"Aku duduk aja ya.. " Kata pria itu tanpa menunggu jawaban dari Ayu ia langsung duduk di sebelah Ayu.


Lama mereka diam tanpa ada yang bicara, Ayu sibuk sendiri dengan pikirannya sedang pria itu setia menunggunya dan terus menatap Ayu.


"Ayo... " Kata Pria itu lalu menyeret Ayu agar segera berdiri


"Mau ke mana? " Tanya Ayu lemah.


Ayu tahu sejak tadi Bayu yang duduk di sampingnya namun enggan ia sapa maupun jawab pertanyaan Bayu. Ia terlalu lelah, terlalu lemah untuk sekarang ini


"Mau ajak kamu ke suatu tempat. Lagi pula ini sudah mau gelap, jadi kita ke resort aja ya... Booking tempat buat berdua" Kata Bayu sambil berjalan memegang tangan Ayu


"Pak Bayu, aku ikut saja" Ucap Ayu tanpa membantah. Ia juga tidak berusaha melepaskan genggaman tangan Bayu


Keduanya berjalan hingga sampai di sebuah resort. Setelah memesan kamar, Ayu dan Bayu segera menuju kamar

__ADS_1


"Nah. Sekarang kamu mandi terus istirahat. Aku ada di kamar sebelah. Aku permisi dulu mau mandi, gerah" Kata Bayu langsung meninggalkan Ayu di depan pintu.


Ayu pun langsung membersihkan diri karena ia juga sangat gerah setelahnya ia langsung tidur mengistirahatkan pikiran dan hatinya yang tengah galau.


__ADS_2