PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
yang Ravel lihat


__ADS_3

Ada kalanya kita harus berpura-pura menutup mata atas apa yang kita lihat meskipun sebenarnya itu adalah fakta yang menyakitkan.


Sungguh sial hari ini apa yang di alami Ravel. Niat untuk bertemu dengan Bayu akhirnya ia batalkan saat tidak sengaja ia melihat suami dari sekretarisnya sedang bersama seorang wanita di sebuah hotel. Rasanya seperti mimpi hingga Ravel mengedipkan mata berulang kali.


"Sial... Bukan mimpi yah..." Batin Ravel sambil menampar pipi kanannya.


Ia pun diam-diam mengikuti pasangan tersebut memasuki kamar sambil bergandengan tangan dengan wanita tersebut bersandar di pundak suami sekretarisnya. Jika saja sekretarisnya hanya karyawan biasa atau orang yang kebetulan di kenal Ravel mungkin Ravel tidak akan peduli toh sudah menjadi rahasia umum jika laki-laki yang sudah menikah ada yang mempunyai wanita simpanan meski tidak semua laki-laki begitu tapi ini adalah suami dari sahabatnya, jadi bagaimana bisa ia menutup mata akan apa yang ia lihat. Pasangan itu kini telah masuk ke dalam kamar menyisakan Ravel yang terpaku di depan kamar hotel dengan ekspresi yang tidak dapat di baca. Antara kesal, marah bahkan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Apa gue salah liat ya? Tapi kok kayak si Tyo deh " Batin Ravel


"Apa gue ketuk aja ini pintu biar yang baru masuk pada keluar biar gue tahu siapa laki-laki itu. Tapi emang Tyo sih keliatan banget." Berbicara sendiri.


Beberapa menit berlalu dan akhirnya Ravel memutuskan untuk pergi dari situ. Pikiran nya hanya tertuju pada Ayu, apakah Ayu ada masalah dengan suaminya atau tidak. Ya, ia harus menanyakan nya pada Ayu. Eh, tapi kan itu bukan urusan Ravel. Hubungannya apa sama Ravel? Ia cuma orang luar saja, anak bukan apa lagi orang tua Ayu? Haduh, kejadian yang baru Ravel lihat membuatnya banyak pikiran. Apa ia harus bilang sama Ayu tentang yang dia lihat atau diam saja? Buru-buru Ravel meninggalkan hotel tempat ia dan Bayu janjian bertemu.


"Kamu datang di saat yang tepat Ravel" Batin Bayu yang tengah memperhatikan Ravel keluar dari hotelnya. Sungguh suatu yang tidak di perkirakan oleh Bayu namun memiliki keuntungan pribadi untuknya.


Sebenarnya tadi Bayu ada di lobi hotel sedang menunggu Ravel namun ia tidak sengaja melihat Tyo bersama seorang perempuan sedang melakukan check-in di receptionist, berbarengan dengan itu Ravel pun sampai dan diam-diam mengikuti Tyo. Melihat hal itu, Bayu pun memilih untuk tidak memanggil Ravel dan menunggu apa yang akan terjadi namun tidak berapa lama Ravel keluar dari hotel terburu-buru dan untungnya Ravel tidak melihat Bayu.

__ADS_1


Di kantor Ravel,


"Permisi Pak bos, ini data yg pak Ravel minta" Ujar Ayu yang kini ada di ruangan Ravel.


"Terima kasih" Ucap Ravel.


"Saya permisi dulu pak" Pamit Ayu kemudian membuka pintu


"Ayu, tunggu... "


"Keluar yuk. Cafe enak nih" Tawar Ravel sambil melirik benda bulat yang melingkar di pergelangan tangannya


"Maaf Pak, tapi ini masih jam kantor" Tolak Ayu


Meskipun Ayu dan Ravel bersahabat namun mereka juga profesional dalam bekerja, karena di kantor Ayu adalah bawahan Ravel sedangkan Ravel adalah atasan Ayu.


"Nggak apa-apa. Lagian juga tinggal empat puluh menit lagi waktunya pulang. Tenang aja sui gaji lo nggak akan di potong kok kan gue bosnya"

__ADS_1


"Bukan gitu tapi nggak enak sama temen karyawan lain" Merasa tidak enak hati


"Udah deh sekali-kali boleh dong. Gue kan bos elu"


Akhirnya Ayu dan Ravel menuju ke cafe dekat kantor.


Sepanjang perjalanan Ravel mencuri pandang menatap Ayu tanpa sepatah kata keluar dari bibirnya. Sebenarnya Ravel gemas ingin memberitahu Ayu apa yang ia lihat tadi namun ia urungkan karena tak pantas memberitahu hal tersebut lagi pula mungkin juga Tyo dan perempuan tadi hanya sekedar rekan bisnis atau apalah.


"Ngapain kamu liatin aku begitu? Ada yang aneh sama muka aku? " Tanya Ayu heran karena sejak tadi ia memperhatikan Ravel yang melirik nya begitu dalam hingga membuat Ayu tidak nyaman


"Nggak. Tuh ada bopeng di pipi kamu. Kok wajah kamu kusam? Nggak di kasih uang perawatan sama suami kamu? Atau gaji kamu nggak cukup? " Ledek Ravel


"Enak aja. Tiap hari aku pake skin care tahu. Kalo gaji aku cukup banget, kalo jatah bulanan aku malahan lebih dari cukup kok" Jawab Ayu polos.


"Lah.... Terus kenapa muka kamu kok kayak ada beban gitu sih?" Tanya Ravel penasaran berharap Ayu akan menceritakan apa yang sebenarnya ia alami namun sialnya Ayu hanya diam lalu memalingkan wajah ke samping.


"Kayaknya ada yang nggak beres nih. Sialan lo Tyo udah mainin sahabat gue" Batin Ravel

__ADS_1


__ADS_2