
Setelah selesai sarapan yang lebih tepatnya makan siang, sepasang suami istri itupun memilih jalan-jalan di pasar tradisional sekedar membeli pernak-pernik dan juga oleh-oleh untuk orang rumah juga teman-teman Ayu hingga tidak terasa sudah menjelang malam. Setelahnya mereka memilih kembali ke hotel untuk beristirahat.
"Mas, aku capek banget hari ini" Ucap Ayu sambil memijit kakinya yang terasa sakit
"Tapi senang kan? "
"Iya mas aku senang banget. Makasih ya mas sudah ngajak aku liburan" Ucap Ayu sambil tersenyum manis.
"Apapun untukmu sayang. Maaf baru kali ini mas punya waktu untuk kita berdua"
"Nggak apa-apa mas. Aku ngerti kok. Lagian mas kerjanya juga buat keluarga kita, jadi aku ngerti kok mas"
"Makasih sayang, kamu memang istri terbaik. Maaf aku egois dulu belum terlalu siap punya anak tapi sekarang mas ingin punya anak biar keluarga kita lengkap sayang" Ungkap Tyo lembut lalu memeluk Ayu sambil mencium kening.
"Mungkin sudah saatnya aku berhenti untuk bermain. Ada Ayu yang selalu mendukung ku. Aku harus mengakhiri semuanya jika aku punya anak" Batin Tyo.
Lagi pula siapa juga yang tidak lelah bermain petak umpet dengan selingkuhan terlebih kini selingkuhan tersebut satu hotel dengan mereka.
Meskipun Tyo terlihat santai saja selama bersama dengan Ayu namun pikirannya berkelana kesana-kemari mencari jalan keluar atas semua ini.
Terkadang ada rasa khawatir dan takut bagaimana jika Ayu mengetahui perselingkuhannya dan meninggalkannya namun semua itu ia tepis. Ingin mengakhiri pun rasanya sulit apalagi dengan pesona Radina yang membuatnya lemah. Biar bagaimanapun Radina adalah cinta pertamanya dulu sebelum bertemu dengan Ayu, namun ia juga sadar bahwa Ayu lah yang berada di sisiNya selama beberapa tahun ini. Ayu juga adalah istri yang sempurna, ia pasti akan menyesal jika Ayu meninggalkannya namun ia juga sering merasa bingung sendiri karena sejatinya ia tidak dapat melepas Radina begitu saja.
"Mas, kok melamun? Lagi mikirin apa mas? " Tanya Ayu. Sedari tadi ia perhatikan Tyo memeluk nya namun ia diam seakan memikirkan sesuatu yang berat hingga akhirnya Ayu memilih untuk bertanya
"Nggak. Nggak ada apa-apa kok"
"Ya udah mas aku tidur dulu. Capek seharian main di luar"
__ADS_1
"Ya sudah tidur gih" Sambil memeluk dan mengelus pelan kepala Ayu Hingga di rasa nafas Ayu mulai teratur Tyo pun memilih untuk tidur. Namun baru saja ia memejamkan mata tiba-tiba ada yang mengetok pintu
Tok tok tok... Tok tok...
"Siapa sih malam-malam main ketok pintu aja. Nggak tau apa orang mau istirahat? " Kesal Tyo.
Ia pun perlahan turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu bagi orang yang mengetok pintu kamar
Ceklek
"Mas.... " Ucap Radina kegirangan dan langsung memeluk Tyo
Tyo yang terkejut pun berusaha melepaskan pelukan Radina. Setelah terlepas dari pelukan Radina ia pun mengintip kalau Ayu masih tidur atau tidak dan untungnya Ayu tidak terbangun. .
"Kamu gila ya? Ayo bicara di luar" Kesal Tyo yang langsung keluar dari kamar bersama Radina
"Radina, apa kamu ngga mikir gimana kalo Ayu belum tidur atau mergokin kamu tiba-tiba meluk aku? "
"Mas, ada seribu satu cara dan alasan biar istri kamu nggak curiga mas. Lagi pula istri kamu juga udah tidurkan? Jadi kita bebas mas." Ucap Radina yang kini bergelayut manja
"Ayo mas ke kamar aku. Dekat kok"
"Aku nggak bisa. Aku capek mau istirahat" Tolak Tyo
"Mas, sebentar aja nggak lama kok, ya... Mau ya.... " Bujuk Radina
"Ya sudah, jangan lama-lama"
__ADS_1
Mereka pun langsung menuju kamar Radina yang ternyata hanya bersebelahan kamar saja dengan kamar Ayu dan Tyo yang seketika membuat Tyo kaget.
'Gimana bisa kamar kamu cuman sebelahan? ' batin Tyo
"Radina, kamu gila ya?" Kesal Tyo
"Kamu kenapa sih mas? Baru juga ketemu sudah marah-marah. Seharusnya kita itu saling melepas rindu. Duduk dulu mas"
"Gimana aku nggak marah, kamu datang tiba-tiba terus apa ini? Kenapa kamar kamu cuman sebelahan sama kamar aku sama Ayu?"
"Mana aku tahu mas kalo kita sebelahan. Sudahlah mas kamu tenang saja aku nggak bakalan ganggu waktu kalian kok. Tapi aku cuman mau pinjam kamu aja kalo istri kamu lagi nggak bisa sama kamu"
"Kapan kamu balik? "
"Dua hari lagi mas. Kebetulan aku juga ada urusan di sini jadi sekalian saja"
"Ya sudah aku balik kamar dulu, takut nanti Ayu bangun dan cariin aku" Langsung keluar dari kamar Radina.
____________________
Meskipun lelah setelah seharian jalan-jalan dengan Ayu Tyo tidak dapat tidur nyenyak. Gelisah dan takut. Dua kata yang kini tersemat di pikiran Tyo. Padahal ia baru saja akan memperbaiki pernikahannya, bahkan berencana memutus hubungan dengan Radina namun di saat hatinya belum matang akan keputusan yang dia pikirkan Radina tiba-tiba saja datang menyusulnya ke Bali hingga membuyarkan rencana yang ia susun.
Padahal ia bermaksud untuk tidak lagi menghubungi Radina dan memblok segala sesuatu yang berurusan dengan Radina namun sepertinya semuanya harus gagal total lantaran Tyo sendiri tidak dapat menolak pesona Radina..
Apa sih kelebihan Radina hingga ia sendiri susah untuk meninggalkannya? Peletkah atau jampi-jampi atau apa pun itu hingga Tyo tak mampu menolak Radina. Namun yang jelasradina mempunyai daya tariknya sendiri yaitu sifat manjanya dan kelihaiannya di ranjang yang tidak ia dapatkan dari Ayu.
Aarrgghh.... Setan kecil berbisik untuk tetap menjalani hubungan bersama Radina selama Ayu tidak mengetahuinya yang penting Radina bisa bermain aman. Akhirnya hingga larut malam ia berpikir dan jatuh pada pilihan ia akan tetap melanjutkan hubungan bersama Radina.
__ADS_1