
Malam berganti pagi. Tidak terasa sudah hampir seminggu suami Ayu berangkat ke singapura. Rindu tidak terbendung lagi, jujur saja Ayu sangat merindukan suaminya apalagi sudah tiga hari ini suaminya sangat susah di hubungi seperti saat ini. Sudah sepuluh kali Ayu mencoba menelpon suaminya namun sayangnya tidak di angkat. Pesan yang Ayu kirimkan pun juga tidak ada satupun yang di balas. Apakah suaminya memang sangat sibuk sampai-sampai Ayu di abaikan? Tidak biasanya....
Biasanya saat Tio berangkat keluar kota atau pun ke luar negeri ia akan selalu menghubungi Ayu meskipun hanya melalui pesan singkat memberi kabar kalaupun Tio memang sangat sibuk tapi berbeda dengan ini, bahkan Tio tidak pernah menelpon Ayu sama sekali namun Ayu tidak pernah berpikiran negatif tentang suamimya.
________________________
"mas Tio, kapan pulang? "
"Mas, kalau udah nggak sibuk tolong hubungi aku. Aku kangen kamu mas"
Dua pesan masuk yang di kirim oleh istri Tio di baca oleh Renata namun ia segera menghapus pesan tersebut sebelum Tio melihatnya. Tadi saat Tio ke dapur mengambil air Tio meninggalkan handphonenya di atas meja dan tiba-tiba bergetar, Radina pun mengambil handphone tersebut dan melihat panggilan masuk dari istri Tio namun ia segera mematikan telepon tersebut dan segera menghapus pesan masuk dari istri Tio. Saat ini Tio berada di rumah Radina setelah tiba di jakarta Tio mengantar Radina pulang ke rumahnya karena tiba-tiba saja Radina merasa pusing saat di bandara tadi.
"Mas Tio nginap kan? " Tanya Renata sambil bergelayut manja dipangkuan Tio.
"Aku nggak bisa Radina. Aku harus pulang sekarang" Ucap Tio
"Tapi ini udah larut malam Mas. Lihat tuh udah jam sebelas malam, mending mas nginap aja ya, besok kan bisa pulang ke rumah mas. Ayolah mas, lagian aku kesepian di rumah. " Rayu Radina dengan merangkul kan tangan di leher Tio.
"Ya sudah, terserah kamu saja."
__ADS_1
Akhirnya Tio pun menginap di rumah Radina.
_____________
Keesokan harinya Tio pun pulang ke rumah dan di sambut oleh Ayu dengan bahagia.
"Mas.. Ayo masuk mas. Kamu pasti capek banget, aku buatin teh ya... " Kata Ayu sambil memeluk suaminya namun ada sesuatu yang tertangkap oleh indera penciuman Ayu. Parfum yang di pakai suaminya berbeda dari yang biasanya.
"Aku udah siapin air buat mas mandi, aku buatin teh dulu mas" Kata Ayu sambil berlalu ke dapur.
Sedangkan Tio hanya memandangi istrinya yang berjalan menjauh dengan tatapan rasa bersalah.
Setelah membuat teh, Ayu pun membawanya ke kamar untuk di minum Tio setelah selesai mandi namun sepertinya Tio belum keluar dari kamar mandi dan Ayu pun membongkar isi koper milik suaminya untuk mengeluarkan pakaian kotor milik suaminya.
"Apa yang kamu lakukan sayang? " Tanya Tio saat ia keluar dari kamar mandi.
"Aku lagi bongkar koper mas mau ambil baju kotor mas selama beberapa hari ini" Jawab Ayu sambil memilah baju kotor Tio namun Tio tiba-tiba menghentikan Ayu dan menggendongnya ke tempat tidur ala bridal style
__ADS_1
"Aaaaaa..... Mas mau ngapain? " Tanya Ayu
"Aku kangen kamu sayang. " Jawab Tio lalu ia mengecup kening Ayu.
"Aku juga kangen banget sama mas" Ucap Ayu dengan senyum manis yang membuat Ayu nampak lebih cantik dan menggoda di mata Tio.
Mereka saling bertatapan cukup lama dan perlahan Tio mencium bibir Ayu. Mengecupnya perlahan dengan penuh kerinduan
"Jangan pernah tinggalin mas, Ayu. Apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalin mas, sayang" Ucap Tio di sela-sela ciumannya. Ayu yang mulai terbawa suasana tidak bisa mengatakan sesuatu namun ia merasa aneh dengan suaminya. Ingin ia menjawab bahwa ia juga tidak bisa meninggalkan suaminya apapun yang terjadi namun yang keluar hanya desahan saat Tio dengan lihai mencium dan meraba bagian sensitif ayu hingga keduanya larut dalam percintaan yang memabukkan saling melepas rindu dan yang terdengar hanya desahan-desahan kenikmatan di kamar tersebut.
Setelah kelelahan bercinta, Ayu pun tertidur di lengan kekar Tio sedangkan tangan yang satu mengelus lembut punggung Ayu. Entah berapa kali mereka melakukan nya hari itu tapi yang pasti bersama Ayu dirinya merasa sempurna dan terpuaskan.
Bersama Ayu aku merasa lengkap. Aku sangat mencintai Ayu namun aku juga masih penasaran dengan Radina. Aku tahu aku salah, namun aku masih ingin menikmati mencari kepuasan yang belum aku dapatkan dari Radina.
____________
Tyo Prov
Aku terbangun dari tidurku setelah percintaan ku yang panas dengan istriku. Meskipun ia tidak sebuas Radina namun ada rasa kepuasan tersendiri dengan istriku. Ku lihat ia yang tertidur pulas tanpa kain sehelai pun karena perbuatanku membuatku semakin merasa bersalah. Ku amati wajahnya yang cantik. Bibir merah muda yang ranum dan hidung mancung serta bulu mata lentik juga kulitnya yang putih membuatnya terlihat sangat cantik seperti bidadari. Aku teringat dulu saat pertama kalu aku bertemu dengannya, ia begitu ramah dan senyumannya sangat manis. Bahkan aku ingat banyak pria yang mencoba mendekatinya kala itu namun akhirnya akulah yng memenangkan hatinya, akulah yang memilikinya sekarang. Aku hanya berharap ia tidak akan mengetahui apa yang ku lakukan di belakangnya dan aku ingin semua berakhir saat aku mendapatkan apa kepuasan dari Radina. Aku sungguh tidak mau kehilanganmu Ayu Anindia, istriku yang berharga.
__ADS_1
tbc