PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
BAB 34


__ADS_3

Mas... " Sapaku saat aku kembali ke kamar


"Sayang? Dari mana saja? " Tanya mas Tyo yang melihatku.


"Aku dari luar mas. Mas sendiri? Darimana semalam tidak kembali ke kamar? " Tanyaku dengan bibir bergetar. Ingin aku teriaki pria ini sekarang tapi aku mencoba untuk tenang.


Kemarahan, kebencian dan kekecewaan membuatku bergetar rasanya ingin meluapkan semua pada orang yang ada di hadapanku tapi aku lebih memilih untuk tenang


"Mmm.... Itu, mas ketemu sama teman lama dan kita ngobrol sambil minum-minum sampai mas kayaknya kebanyakan minum sampai nggak sadar. Mas baru kebangun jam empat subuh jadi langsung balik kamar takut kamu cariin. Ya sudah mas bersih-bersih dulu ya" Jelas mas tyo panjang lebar sambil berlalu ke kamar mandi sedang aku hanya diam dengan tangan mengepal.


'Aku tahu kamu dari mana mas. Aku tahu apa yang kamu lakukan dengan temanmu dan bahkan aku tahu kamu tidak mabuk. Kamu berbohong mas, dan itu semakin membuatku muak' batinku berteriak marah.


Bahkan mungkin Tyo sendiri tidak menyadari bahwa semalam Ayu pun tidak tidur di kamar.


Setelah menunggu Tyo sepuluh menit berada di kamar mandi, Ayu pun bergantian untuk membersihkan diri. Ia memilih untuk membersihkan diri sambil menangis di bawah guyuran air.


Setelah di rasa cukup tenang ia memilih menyelesaikan mandinya, namun sebelum keluar dari kamar mandi ia melihat baju kotor Tyo yang tadi di lepas saat Tyo mandi. Ayu pun mengambil baju bekas Tyo dan memeriksanya bahkan di ****** ***** Tyo terdapat cairan dan bau khas habis bersenggama sedangkan di kemeja Tyo terdapat bau parfum wanita yang Ayu ingat pernah tercium Ayu sama persis saat suaminya pulang dari dinas keluar kota beberapa waktu yang lalu.


Sakit tapi tidak berdarah. Mungkin kalimat itu yang kini mewakili perasaan Ayu. Ia hancur sehancur-hancurnya menemukan bukti yang sangat kuat bukan hanya melihat dengan mata kepala sendiri semalam namun bukti dari yang ia pegang sekarang bahkan membuatnya ingin membunuh suami dan selingkuhannya sekarang.

__ADS_1


Ternyata benar, pernikahan mereka tidak lah seindah seperti dugaannya, tidak seperti yang orang banyak lihat. Pernikahan yang hanya ia sendiri yang menjunjung tinggi sedang yang satunya tidak.


Tok tok tok


"Sayang.... Sayang... " Panggil seseorang di balik pintu hingga membuyarkan semua pikiran Ayu yang kini bercabang.


Ternyata Ayu telah berada di kamar mandi selama satu jam lebih hingga akhirnya Tyo mengetuk pintu memastikan Ayu baik-baik saja


"Sayang... Jawab dong... Sayang... " Lagi Tyo mengetuk pintu sambil memanggil Ayu yang tidak menyahut.


"Aku lapar nih mau keluar sarapan. Masih lama nggak? " Keluh Tyo


Ya, ia ingin berpura-pura tidak terjadi apa-apa dulu sampai semuanya jelas meskipun ia belum memiliki rencana ke depan tapi Ayu memilih menghadapi semuanya terlebih dahulu hingga hatinya siap untuk langkah selanjutnya


_______


Di kafe hotel


"Sayang, kok mas perhatiin kamu lebih banyak diam sejak tadi, ada apa? " Tanya Tyo. Sedari tadi ia memperhatikan Ayu yang lebih banyak diam tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Ayu juga selalu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan Tyo.

__ADS_1


"Nggak apa-apa mas. Aku hanya nggak mood aja. Kan masih datang bulan mas" Ayu menjawab pertanyaan Tyo setelah terdiam beberapa menit setelah Tyo bertanya.


"Oh.... Habis ini mau ke mana lagi? Lusa kan kita balik" Tanya Tyo.


Drrtttt... Ddrrtttt.....


"Mas, hape mas getar. Di angkat dulu siapa tahu penting" Alih-alih menjawab pertanyaan Tyo, Ayu malah menyuruh Tyo untuk mengangkat panggilan tersebut.


Ayu ingin melihat apakah Tyo berani mengangkat telepon tersebut atau tidak. Jika memang telepon tersebut bukan dari wanita suaminya pasti Tyo berani mengangkat nya, tapi jika itu dari selingkuhannya Ayu ingin melihat apakah Tyo berani mengangkat telepon tersebut atau tidak.


"Kenapa cuman di liatin aja mas? Angkat gih siapa tahu dari temen mas yang semalam" Singgung Ayu. Ayu yakin itu dari selingkuhan suaminya karena Ayu perhatikan dari raut wajah Tyo yang nampak tegang sementara hape tersebut terus bergetar dan hanya di pandang oleh Tyo.


"Ya sudah mas sini biar aku yang angkat. Mungkin aja telponnya penting, daripada mas liatin terus mending kasih aku aja" Kata Ayu berusaha mengambil hape tersebut namun yang si empunya hape langsung mematikannya.


"Nggak usah sayang. Dari saingan bisnisku. Makan yuk mumpung makanannya sudah di antar" Elak Tyo


Akhirnya Ayu memilih untuk diam dan menyantap makanan di depannya. ia tahu yang baru saja menelpon suaminya itu adalah wanita semalam tapi Ayu memilih untuk tetap diam,


"semua ada waktunya mas. aku pastikan itu" batin Ayu dengan tangan mengepal di bawah meja

__ADS_1


Meskipun hati dan perasaan dalam keadaan hancur tapi jangan lupa untuk makan, isi tenaga agar pikiran jalan, begitu pikir Ayu. Dengan cepat Ayu menghabiskan sarapan lalu meninta ijin untuk ke toilet bukan karena kebelet BAB atau pipis tapi lebih ingin menghindari suaminya, jijik dan benci lebih tepatnya yang Ayu rasakan. Dengan cepat Ayu berjalan menuju toilet namun belum sampai di toilet ia di tarik oleh seseorang


__ADS_2