PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
di kantor


__ADS_3

Di kantor Ayu tidak konsentrasi bekerja dan sering membuat kesalahan hingga Ravel menegurnya


"Ayu, kalau kamu tidak enak badan lebih baik kamu istirahat saja di rumah daripada kerjaan kamu nggak beres kayak gini" Tegur Ravel


"Maaf pak, saya tidak akan mengulangi lagi" Ucap Ayu menyesal.


"Kamu ini kenapa sih Ayu? Ada masalah di rumah? " Tanya Ravel. Pertanyaannya kini adalah sebagai teman Ayu bukan atasan Ayu


"Aku kaget semalam pas semalam pulang ke rumah mama nungguin aku dan marah-marah"


"Mama? Mamanya Tyo? "


" Iya. Terus aku di suruh berhenti kerja biar cepat hamil"


"Lah, pikiran jaman dulu. Mana ada di suruh berhenti kerja bakalan hamil? Memangnya kalo kamu di rumah suami kamu si Tyo juga bakalan terus-terusan di rumah? Nyetak anak terus gitu? "


"Nggak tahu" Memilih diam


"Gini deh, kamu aku kasih libur seminggu terus kamu bicarain baik-baik sama Tyo gimana baiknya. Ayu, gini yah berumah tangga itu jika ada ikut campur orang tua itu nggak sehat loh. Gue emang belum berumah tangga, tangga di rumah gue aja nggak pernah gue hitung tapi kalo elo bilang mertua lo tiba-tiba ada di rumah dan mulai ngatur rumah tangga lo, itu udah nggak wajar kali... Kalo gue jadi lo, udah gue suruh pulang tu mertua kayak gitu. Gue yang denger kok jadi jengkel yah" Jelas Ravel


"Gini deh, kamu pulang dulu ke rumah sekarang, kerjaan biar aku yang handle sendirian nggak apa-apa kok dari pada mertua kamu marah-marah mending senangin dulu yang di rumah" Usul Ravel


"Nggak apa vel? Nggak enak sama kamunya. Aku kan karyawan kamu"


"Udah nggak apa-apa. Siap-siap gih yah... "


Ayu keluar dari ruangan Ravel dan pulang ke rumah. Selama di perjalanan ayu memikirkan perkataan Ravel, memang ada baiknya berumah tangga tidak di atur oleh orang tua maka dari itu Ayu pun berinisiatif untuk ke kantor Tyo. Ia bermaksud menemui Tyo untuk mengajak Tyo makan siang bersama sekalian membahas masalah rumah tangga di antara mereka. Tiga puluh menit perjalanan dan akhirnya sampai di kantor Tyo.


"Sudah lama aku nggak datang ke sini" Batin Ayu sembari memasuki kantor suaminya.


"Mbak, pak Tyo nya ada? " Tanya Ayu ke sekretaris Tyo


"Maaf bu' pak Tyo sedang sibuk di dalam" Ucap sekretarisnya.


"Oh... Lagi meeting? "

__ADS_1


"I... Iya bu'"


"Baru meeting atau sudah dari tadi? "


"Sudah dari tadi bu'"


"Oh... Kalau gitu saya masuk dulu ya" Ucap Ayu lalu segera memegang handle pintu


"Eh... Tunggu bu'" Cegah sekretaris namun terlambat Ayu terlanjur membuka pintu ruangan Tyo dan yang ada di dalam ruangan tersebut nampak terkejut akan kedatangan Ayu yang tiba-tiba


"Mas... " Sapa Ayu dengan senyum


"Sayang... Kenapa nggak ngabarin kalo datang? " Tanya Tyo mendekat dan memeluk Ayu


"Maaf mas" Menggandeng lengan Tyo


"Mas, kata mbak Sinta mas lagi meeting ya? Kok cuman mas sendirian? " Tanya Ayu yang kini duduk di sofa


"Nggak. Teman mas lagi di wc" Jawab Tyo.


"Oh gitu... Mas, ada yang pengen aku bicarain? "


"Ng.... Nnti aja. Mas udah makan siang? "


"Belum"


"Makan siang di luar yuk" Ajak Ayu


"Ya sudah. Tunggu teman mas pulang beru kita keluar ya... "


Ayu tersenyum menanggapi perkataan Tyo.


Tak lama seseorang keluar dari toilet dalam ruangan Tyo. Seorang wanita berpenampilan rapih dengan tubuh sinyal dan rambut bergelombang yang membuat Ayu memperhatikan wanita tersebut dengan seksama. Tyo pun memperkenalkan Ayu dengan temannya


"Kenalin ini istri saya Ayu dan sayang, ini Radina teman sekaligus partner kerja mas" Keduanya saling berjabat tangan dengan senyuman manis

__ADS_1


"Oh ini istri mas Tyo. Cantik, anggun, manis. Nyaris sempurna. Ternyata kamu memiliki wanita menarik mas" Batin Radina sambil memperhatikan dan memberi penilaian terhadap Ayu


"Pak Tyo, sepertinya saya harus balik ke kantor. Saya masih banyak kerjaan. Semoga kerjasama kita terjalin baik tanpa halangan ya pak Tyo. Mbak Ayu, maaf tidak bisa berlama-lama karena saya masih banyak kerjaan, saya permisi ya..." Pamit Radina segera meninggalkan ruangan Tyo.


"Untung kamu pintar membaca situasi Radina" Batin Tyo menampakkan senyum penuh misteri


"Sayang, kamu tunggu di sini, mas antar Radina ke depan dulu ya" Ijin Tyo kepada Ayu.


"Ya sudah. Aku tunggu di sini mas" Ucap ayu


Tyo pun segera menyusul Radina keluar dari ruangan


"Makasih untuk hari ini sayang" Ujar Radina sambil bergelut manja di pelukan Tyo


"Aku yang bilang makasih. Kamu yang terbaik, Hati-hati di jalan. See you" Ucap Tyo lalu mengambil kesempatan ******* bibir Radina singkat


"Nakal kamu mas" Tertawa gemas dan berjalan menjauh.


Setelah memastikan Radina pergi Tyo pun kembali ke ruangannya tempat Ayu menunggu


"Lama ya? " Tanya Tyo yang baru masuk


"Nggak mas. Mbak nya udah pergi? "


"Sudah. Dia itu teman aku waktu masih kuliah dulu" Jelas Tyo


"Oh.... " Ber oh ria saja dengan penjelasan Tyo tentang Radina.


Ayu pun menggeser sedikit tubuhnya dan tanpa sengaja ia menyentuh bagian sofa yang terasa basah dan sedikit lengket.


Ayu pun langsung mengambil tissue dan menyeka bagian sofa yang basah


"Mas, kamu numpahin apa di sofa mas? "


"Oh.. Ng.. Itu, tadi aku minum cola dan nggak sengaja tumpah" Jawab Tyo

__ADS_1


"Jadi gimana? Jadi makan di luar? " Tanya Tyo


"Ya sudah ayo mas" Ajak Ayu


__ADS_2