
Empat hari setelah Tio berangkat ke Singapura, mama Asih datang ke rumah.
ting... Tong... Ting... Tong...
"mbo' tolong bukain pintunya... " Kata Ayu kepada mbok Inem asisten rumah tangga Ayu dan Tio. Sejak Ayu dan Tio menikah mereka mempekerjakan dua asisten rumah tangga dan satu supir pribadi. Saat ini Ayu sedang membuat cheese cake kesukaan mama Asih. Ayu memang sengaja membuat kue kesukaan mama Asih karena Sebelumnya mama Asih sempat menelpon Ayu mengabarkan kalau mama mau datang ke rumah. Lagi pula hubungan ayu dan mama mertuanya itu juga sudah membaik setelah benerapainggu yang lalu sedikit renggang karena teman-teman mama mertuanya.
"Ayu, lagi ngapain sih? " Tanya mama saat mencari ayu di dapur. Tadi saanbok Inem membukakan pintu mbok Inem mengatakan kalau majikannya sedang berada di dapur.
"Ini ma lagi bikin cheese cake" Jawab ayu dengan senyum manisnya. Ayu pun melepaskan celemek dan mengeluarkan kue yang sudah matang dari oven lalu memotong dan menaruhnya ke piring yang sudah di siapkan kemudian membuat teh melati untuk mamanya.
__ADS_1
"Kita ke depan aja ya mam. " Ajak ayu sambil membawa kue dan teh buatannya. Saat ayu dan mama sudah di ruang tamu, mereka pun ngobrol seperti biasanya.
"Ayu, Tio kapan pulang dari Singapura? " Tanya mama sambil menyesap teh
" Nggak tahu ma. Ini juga udah tiga hari ini Ayu hubungi mas Tio tapi nggak di angkat. Mungkin dua atau tiga hari lagi mas Tio pulang. Soalnya kata mas Tio paling lama seminggu dia di sana"
"Oh.... Ayu, mama Minta maaf ya soal teman-teman mama. Mama jadi nggak enak sama kamu" Kata mama sedih mengingat kejadian kemarin saat arisan. Memang sejak kejadian itu mama sempat terprovokasi sampai-sampai mama bela-belain ke kantor Tio hanya untuk memaksa Tio mengakhiri perkawinan anaknya bahkan sempat kecewa dengan Ayu yang belum bisa memberikan ia cucu tapi kemudian mama Asih menyesal dengan tindakannya tanpa berpikir panjang dengan tindakannya. Ia juga akhirnya minta maaf kepada ayu atas sikapnya yang menjauhi ayu namun ayu dengan senyum memaklumi sikap mama mertuanya itu.
Di Singapura...
__ADS_1
"Mas, kenapa harus pulang besok sih? " Tanya Radina dengan wajah cemberut dan melipat tangan di dada. Radina marah saat Tio mengatakan kalau ia harus pulang besok ke Jakarta padahal Radina masih ingin berdua dengan Tio. Radina tahu jika mereka pulang cepat pasti ia tidak akan memiliki waktu seperti beberapa hari ini bersama Tio karena Tio akan kembali ke rumah istrinya.
"Kita harus pulang. Lagi pula pekerjaan kita di sini juga sudah selesai dari kemarinkan" Jawab Tio sembari memasukkan bajunya ke dalam koper. Tio sudah memesan tiket untuk keberangkatan besok sore. Lagi pula ia juga sudah mengikuti kemauan Radina untuk tinggal beberapa hari lagi di Singapura.
"Tapi mas.. Aku masih pengen lama-lama sama kamu di sini" Rengek Radina manja
"Nggak bisa Radina. Saya juga masih punya tanggung jawab di perusahaan dan saya juga punya istri yang menunggu saya di rumah"
"Lagi pula kita juga masih bisa ketemu di kantor kan? " Bujuk Tio sambil memeluk Radina yang tengah merajuk.
__ADS_1
Sebenarnya pekerjaan Tio dan Radina sudah selesai dari dua hari yang lalu namun Radina enggan untuk pulang dan memaksa Tio untuk tinggal lebih lama lagi dengannya. Keduanya bahkan hanya menghabiskan waktu di apartemen untuk bercinta dan hanya memesan makanan grab food saja
tbc