
Belakangan ini Ayu terlihat lebih banyak melamun, lebih banyak diam tidak seperti Ayu polos yang biasanya itulah yang di perhatikan Ravel beberapa hari ini. Mungkin memang benar telah terjadi sesuatu dalam rumah Ayu, ingin membantu tapi Ravel ragu sebab Ayu tidak menceritakan apa yang sedang terjadi. Mungkin sebaiknya Ravel bertanya kali ini
"Ayu, kamu kenapa sih belakangan ini aku lihat kamu lagi banyak pikiran. Kamu ada masalah? Boleh nggak kamu ceritain ke aku, siapa tahu aku boleh bantu atau aku bisa jadi teman curhat kamu gitu" Tanya Ravel
"Nggak ada apa-apa kok" Ucap Ayu dengan senyum manisnya
"Ayu, kita udah temenan lama loh Yu, masa kamu nggak mau berbagi sama aku, aku tuh sedih tahu nggak liat kamu kayak nggak ada semangat-semangatnya gitu" Kata Ravel dengan wajah yang di buat mewek
"Apaan sih. Malu banyak yang liatin" Ayu geli melihat tingkah lucu Ravel.
"Sungguh teganya dirimu tidak kau berbagi denganku ani" Ujar Ravel
"Apaan sih... Namaku Ayu bukan ani. Emang kamu bang roma? " Mulai senyum menanggapi sikap konyol Ravel
__ADS_1
"Nah gitu dong senyum kan enak di lihat manis pula kayak buah salak. Sekarang cerita dong, penasaran gue... Capek ngomong aku kamu kita sama elu tahu nggak" Ujar Ravel
"Dasar... Sana cari kekasih biar nggak capek ngomong pake bahasa indo yg baik dan benar"
"Hehehehe.... Gitu aja merajuk ani"
"Ih.... Ayu, bukan ani yah...." Tawa Ayu pun akhirnya pecah karena tingkah dan kata konyol Ravel hingga suasana pun menjadi lebih enak, tidak ada kekakuan lagi seperti tadi dan cerita mereka pun mengalir meski Ayu tidak menceritakan apa yang menjadi masalah nya belakangan ini
"Setidaknya kamu bisa ketawa. Nggak cerita sama aku juga nggak apa-apa, mungkin kamu masih bisa menyembunyikan masalah yang lagi kamu hadapi sekarang tapi aku akan jadi teman yang selalu setia mendengar keluh kesah kamu dan juga membantu kamu sebisa aku Ayu" Batin Ravel.
"Teman kamu kenapa lama sih vel? " Tanya Ayu sambil melirik jam dinding yang ada di lobi hotel
"Kenapa emangnya?"
__ADS_1
"Nggak. Cuman nanya aja kok"
"Kamu mau pulang? " Tanya Ravel sambil ikut melirik jam yang sebenarnya sudah di luar jam kantornya
"Hah... Ngapain pulang cepat toh mas Tyo juga paling nggak ada di rumah" Ujar Ayu dengan nada pelan sambil menundukkan kepala namun masih terdengar oleh Ravel.
Ravel yang mendengar hal tersebut pun langsung menatap Ayu. Mau bertanya juga agaknya kurang tepat jika Ayu sendiri tidak mau berbagi hingga akhirnya Ravel pun terdiam.
"Maaf, menunggu lama ya? " Ucap seseorang yang kini berdiri di depan Ravel
"Oh Hai bro, nggak apa-apa. Elu kan orang sibuk jadi nggak masalah. Silahkan duduk dulu"
"Gue yang bilang silahkan duduk bukan kamu. Kita ke ruangan ku di atas aja" Ajak Bayu
__ADS_1
Antara Bayu dan Ravel tidak ada bahasa resmi atau kaku saat bertemu, keduanya terbiasa santai saja dengan gaya bicara mereka.
Sampai di ruangan Bayu, Ayu duduk di samping Ravel menjadi pendengar yang baik pembicaraan antara Ravel dan Bayu mengenai rencana pembangunan hotel namun yang tidak Ayu sadari adalah Bayu yang mencuri pandang di setiap ada kesempatan dan hal itu di perhatikan oleh Ravel