
Setelah semalam ia ditinggal sendirian di ruang keluarga, Ayu merenung langkah apa yang sebaiknya ia ambil untuk kebaikan semua orang. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti bekerja tapi ia belum memberitahu Ravel atas keputusannya tersebut karena ia masih punya hari libur satu minggu jadi sekarang ia berinisiatif untuk menjadi istri yang melayani suaminya seperti apa yang di inginkan mama mertuanya.
Pagi-pagi sekali ia sudah bangun, setelah membasuh wajah ia pun turun ke dapur berkutat dengan bahan makanan yang akan di olahnya pagi ini. Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk orang rumah ia pun kembali ke kamar membangunkan suaminya dan menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya.
"Mas, bangun mas udah pagi. Siap-siap ke kantor mas" Membangunkan Tyo yang masih tidur..
"Hhmmm.... Iya, bentar lagi yang" Jawab Tyo dengan malas lalu kembali tidur
"Mas, ayo bangun. Aku sudah siapkan air hangat buat mandi loh.. " Ajak Ayu
"Iya mas bangun" Akhirnya Tyo pun segera duduk di pinggiran tempat tidur sambil mengucek matanya mengumpulkan kesadaran
"Kamu nggak kerja hari ini? " Tanya Tyo
"Nggak mas. Aku berhenti. Mungkin ada baiknya aku di rumah saja seperti maunya mama" Jawab Ayu dengan senyum
"Oh..." Ber oh saja lalu meninggalkan Ayu dan masuk ke kamar mandi
Di mana morning kiss yang dulu? Biasanya Tyo akan memberikan ciuman di pipi saat bangun tidur tapi tidak kali ini. Eh... Bukan baru kali ini tapi sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah ada morning kiss lagi.
__ADS_1
"Mungkin sudah terbiasa" Batin Ayu.
Ddrrrrttt..... Drrrtttt..... Drrrttt......
Getar handphone Tyo. Ayu pun melirik siapa yang menelpon suaminya pagi-pagi sekali. Di ambilnya handphone tersebut dan di lihat nama yang tertera di layar ponsel. Hanya ada satu huruf saja lalu Ayu pun mengangkat telepon tersebut namun panggilan tersebut di matikan. Ia pun menaruh kembali handphone Tyo di atas nakas dan merapikan tempat tidur.
"Mas, tadi ada yang nelpon" Kata Ayu saat Tyo keluar dari kamar mandi
"Siapa? " Tanya Tyo yang sedang berganti pakaian
"Nggak tahu. Cuman inisial aja eR. Emang R itu siapa mas? " Tanya Ayu
Diam beberapa lama,
"Sayang, maafin perkataan mama semalam" Ucap Tyo sambil mengelus pipi Ayu
"Nggak apa-apa mas. Mungkin mama ada benarnya juga mas. Kita menikah sudah lama, walau bagaimanapun mama pasti ingin cucu mas. Aku juga udah salah, bukannya di rumah aku malah kerja" Dengan senyum Ayu mengutarakan pemikirannya tentang ucapan mertuanya semalam
"Makasih sayang atas pengertiannya. Oh iya, mas janji mas akan cuti selama dua minggu dan kita akan liburan" Ucap Tyo.
__ADS_1
"Beneran mas? Kapan? " Tanya Ayu dengan girangnya
"Mungkin minggu depan. Gimana? Mau nggak? "
"Mau mas mau.... Aku udah nggak sabar mas. Rencananya kita liburan ke mana mas? " Tanya Ayu dengan mata berbinar.
Ayu bahkan sudah membayangkan ia dan Tyo akan berlibur ke Bali atau raja ampat menikmati indahnya laut
"Kamu maunya ke mana sayang? " Tanya Tyo
"Terserah mas Tyo aja. Tapi kalo boleh yang ada pantainya, gimana? " Saran Ayu
"Boleh.. Bali aja yang? "
"Iya mas. Aku mau ke situ. Persis apa yang aku mau"
"Ya sudah. Ke Bali yah. Mas akan usahakan minggu depan kita berdua ke Bali" Mencium kening Ayu
"Ayo sarapan dulu mas" Ajak Ayu
__ADS_1
Beruntungnya saat sarapan bersama mama tidak ada pembahasan seperti semalam