
sehari, dua hari, tiga hari tanpa Ayu rasanya membuat Tyo hampir gila karena tidak bisa menemukan Ayu. Berbagai cara Tyo lakukan, mulai dari mencarinya di sepanjang jalan, bertanya pada Ravel maupun Ririn bahkan pergi ke kantor Ravel memastikan bahwa Ayu kembali bekerja di sana namun nihil. Tidak mungkin pula Ayu kembali ke Amerika karena visa dan pasport masih ada di rumah, lalu ke mana Ayu pergi? Kalau di lacak lewat tarikan uang Ayu di ATM juga tidak bisa pasalnya Ayu bahkan tidak membawa uang saat ia keluar dari rumah. Tyo ingat Ayu hanya keluar menggunakan pakaian di badan, lalu kemana istrinya? Di sela-sela kekhawatirannya tentang Ayu yang tidak kunjung ia temukan, ia juga takut jika menerima surat dari pengadilan.
Ah, ternyata nyalinya kecil juga. Jika bermain gila nyalinya besar, mengapa ia jadi ciut jika membayangkan perceraian? Sungguh ironis memang.
Sedangkan Ayu kini berada di kantor Bayu. Dari kemarin ia mulai bekerja di kantor Bayu sebagai karyawan biasa. Sebenarnya Bayu ingin agar Ayu menjadi sekretarisnya, lebih tepat Sekretaris pribadinya namun Ayu menolak. Selama beberapa hari ini juga Ayu tinggal di apartemen Bayu sendirian sedangkan Bayu pulang ke rumahnya. Setidaknya dengan begini Bayu menjadi senang sekaligus lega karena bisa setiap hari melihat Ayu tanpa merasakan kerinduan yang teramat seperti sebelumnya meskipun saat ini Ayu hanya menganggap Bayu teman namun tidak apalah jika di bandingkan sebelumnya ketika Ayu menjaga jarak darinya.
"Ayu, kamu di panggil ke ruangan pak Bayu" Kata Rena atasan Ayu
Ayu pun segera ke ruangan Bayu. Sebenarnya ia agak risih juga karena di panggil bos ke ruangan sedangkan ia hanya karyawan biasa yang seharusnya sangat kecil kemungkinan untuk di panggil ke ruang pemimpin perusahaan
Tok tok tok
"Masuk" Perintah Bayu
"Maaf Pak, bapak panggil saya? " Tanya Ayu
"Iya, kamu makan siang sama saya ya. Sebentar lagi jam istirahat" Kata Bayu sambil melirik jam digital di atas meja kebesarannya
"Maaf Pak, tapi saya sudah ada janji" Tolak Ayu
"Janji sama siapa? " Tanya Bayu penasaran.
Ia takut jika Ayu janjian dengan Tyo untuk ketemuan dan saat ini perasaan Bayu tiba-tiba tidak enak. Dadanya bergemuruh memompa cepat aliran darah karena tegang dengan jawaban Ayu nantinya
"Sama teman pak. Saya sudah ada janji makan siang sama Bima, Ria dan Gledis" Jawab Ayu yang seketika membuat Bayu lega luar biasa.
__ADS_1
"Batalkan saja. Kita makan di luar sama Ravel. Ravel tadi nelpon katanya kangen sama kamu, udah kayak pacar saja" Kata Bayu cemburu namun untungnya Ayu tidak memperhatikan Bayu
"Baik Pak. Saya permisi jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan" Ijin Ayu keluar dari ruangan Bayu
Ternyata mencintai dalam diam itu tidak mudah apa lagi mencintai istri orang. Bagaimana harus bersikap baik-baik saja padahal hati penuh was-was takut Ayu kembali pada Tyo maupun Ayu yang menyukai orang lain sering membuat Bayu cemas sendiri.
Ia hanya berharap semoga Ayu akan menjadi jodohnya kelak meskipun harapan yang ia pupuk itu salah karena yang ia cintai masih berstatus istri orang.
"Kamu ngapain di panggil sama pak Bayu? " Tanya Bima penasaran
"Cuman di tanya sudah makan apa belum" Jawab Ayu polos yang kemudian di pelototi Bima, Ria dan Gledis
Bagaimana bisa seorang karyawan biasa yang baru dua hari kerja di kantor bisa di panggil bos terus di tanyai sudah makan apa belum?
"Kamu apanya pak Bayu? " Tanya Ria kepo
"Nggak bener ini sih. Masa kalo cuma temen di panggil ke ruangan terus di tanya udah makan apa belum? Ah, gue nggak percaya" Ucap Gledis ngegas
Pasalnya, bos mereka kalau di kantor itu sangat susah di temui dan orangnya juga tidak pernah menyapa karyawannya
"Terus pak bos tanya apa lagi sama kamu? " Tanya Gledis
"Nggak nanya apa-apa. Eh, maaf ya guys nggak jadi makan bareng" Kata Ayu
"Kamu di ajak makan sama pak Bayu? " Tanya Bima yang hanya di angguki Ayu.
__ADS_1
Ayu tidak tahu saja ketiga teman barunya itu keppo setengah mati dengan Ayu
"Aku lanjut kerja dulu ya" Kata Ayu sambil melanjutkan pekerjaannya sedangkan Bima, Ria dan Gledis saling lirik satu sama lain.
Ah... Mereka bertiga pengen menggali informasi lebih dalam lagi dari Ayu nantinya.
___
sedangkan di kantor Tyo, Tyo lebih banyak melamun. pekerjaannya beberapa hari ini terbengkalai, rapat maupun pertemuan dengan rekan dan investor terpaksa di wakilkan oleh mama Asih. untung saja mama Asih berpengalaman dalam memimpin perusahaan sebelum di serahkan pada Tyo dulu.
pikirannya nyalang ke mana-mana dan beberapa hari ini juga Radina tidak bisa di hubungi. mengapa di saat yang bersamaan kedua wanita itu sangat sulit di temui?
Ayu yang kabur dari rumah dan belum juga ia temukan di tambah lagi Radina yang sangat susah di hubungi bahkan saat Tyo ke rumah Radina ia selalu tidak ada di tempat.
"aaarrrggghhh.... " erang Tyo geram memikirkan kedua wanita tersebut.
"kamu kenapa? pagi-pagi sudah teriak di kantor" kata mama yang baru masuk ke ruangannya
"gimana sama Ayu? sudah ada kabar? " tanya mama namun hanya gelengan kepala Tyo yang menjawab pertanyaan mama Asih
sebenarnya mama Asih kasihan melihat Tyo seperti ini, namun mau bagaimana lagi. Itu adalah konsekuensi Tyo karena berani memiliki dua wanita dalam hidupnya
"Tyo, mama bantu kamu cari Ayu dan untuk Radina mama sudah cari tahu dia ke mana. Radina lagi di Singapura hari ini Radina pulang indo" kata mama Asih
"untuk Ayu mama sudah suruh orang buat cari tahu keberadaan Ayu di mana dan berita untuk kamu, Ayu belum mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. mama harap kali ini kamu ambil keputusan yang benar" tambah mama Asih sebelum keluar dari ruangan Tyo
__ADS_1
saat mendengar bahwa Ayu ternyata belum mengajukan gugatan cerai, seketika Tyo menemukan semangat baru. ia akan mengejar Ayu, mendapatkan hati Ayu kembali apapun caranya