PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
bab 46


__ADS_3

Saat ini Ayu dan Ravel sedang berada di sebuah restoran dekat kantor Ravel. Tadi Bayu hanya mengantar Ayu ke restoran tersebut sedangkan ia kembali ke kantor karena ada pertemuan mendadak dari rekan bisnisnya menyangkut pengembangan hotel di bali yang beberapa hari lalu sempat tertunda pembahasannya karena Bayu memilih menemani Ayu di taman.


"Kabar kamu gimana Ayu? " Tanya Ravel


"Aku.. Aku baik" Jawab Ayu yang hanya menunduk diam sedangkan Ravel, ia tahu sahabatnya ini sedang dalam keadaan tidak baik saja karena Bayu sudah menceritakan semuanya


"Kamu yakin? Aku kok jadi nggak yakin ya... " Ucap Ravel ragu


"Hmmm.... Elo nggak bisa nyembunyiin sesuatu dari gue loh. Palingan dikit lagi nangis" Kata Ravel lagi dan benar saja, bahu Ayu bergetar hebat tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.


Sejak kapan Ayu dapat menyembunyikan masalahnya dari sahabatnya yang satu ini? Tidak pernah sekalipun. Apapun akan dia ceritakan pada Ravel dan Ririn jika Ririn juga berada di sini sekarang.


"Sudah... Jangan nangis lagi, mana Ayu yang ceria? Mana Ayu yang polosnya minta ampun? Ayo dong Ayu, malu di liatin orang-orang. Ntar di kira aku marahin kamu lagi" Hibur Ravel sambil menepuk-nepuk bahu dan kepala Ayu pelan. Sebenarnya ingin ia peluk tapi Ravel tidak enak ini di tempat umum


Setelah Ayu agak tenang, barulah ia menceritakan semua yang ia lihat di Bali dan pertengkaran nya dengan Tyo serta kaburnya ia dari rumah suaminya beberapa hari yang lalu sedangkan Ravel menjadi pendengar yang baik untuk sahabatnya meskipun Ravel sudah mengetahui akhirnya akan menjadi seperti ini.


Ya, Ravel memang sudah tahu sejak lama tentang perselingkuhan Tyo tapi urung ia katakan pada Ayu karena ia tahu itu bukanlah ruang lingkup nya mencampuri urusan rumah tangga orang lain dan juga tidak tega menghancurkan kebahagiaan Ayu apalagi Ayu yang terlihat sangat mencintai Tyo.


"Sekarang sudah tahu kan kekurangan suami kamu? " Tanya Ravel geram.


Dari dulu ia sudah memperingati Ayu jangan mencintai terlalu dalam namun Ayu selalu saja meninggikan Tyo bahwa Tyo itu adalah sosok suami yang sempurna


"Aku kan udah sering peringati kamu tapi kamunya yang terlalu mendewakan Prasetyo. Nah sekarang sakitnya nggak ketulungan kan? Sekarang yang harus kamu lakukan adalah jalani kehidupan tanpa tangisan lagi. Aku tahu ini berat buat kamu, Yu tapi aku ya yakin kamu pasti bisa. Aku tidak mau memanasi kamu untuk meninggalkan Tyo atau pun segera cerai dari dia meskipun sebenarnya aku pengen banget ngomporin kamu tapi kamu pasti tahu apa yang terbaik untuk kamu Ayu. Tidak ada seorang pria yang akan tahan terhadap godaan. Lebih baik kamu tenangkan dulu hati kamu, saat kamu sudah ikhlas dan hati kamu sudah bisa sedikit terbuka, bicarakan lah baik-baik. Aku percaya kamu bisa" Saran Ravel sekaligus memberi semangat

__ADS_1


"Aku ingin tahu, siapa saja yang sudah mengetahui perselingkuhan mas Tyo" Kata Ayu sedih.


"Kamu mau tahu jawabannya?" Tanya Ravel yang hanya di angguki Ayu


"Aku salah satunya Ayu. Aku tahu sejak beberapa bulan yang lalu tapi aku tidak bisa memberitahu kamu apa yang aku tahu karena itu bukan wilayah ku untuk memberitahu kamu. Itu adalah pernikahan kamu jadi maaf jika jawabanku ini akan melukai hati kamu. sebagai sahabatku, aku juga tidak rela kamu terluka walau akhirnya juga kamu harus terluka" Jawab Ravel berharap Ayu dapat mengerti


"Aku bisa mengerti. Makasih ya... Tapi sejak kapan kamu tahu? " tanya Ayu sendu


"Hemm.... Mungkin sekitar tiga atau empat bulan yang lalu. Saat itu aku lihat suami kamu dan wanita itu masuk ke sebuah kamar di hotel milik Bayu. Aku sempat mengikuti mereka sampai mentok depan pintu kamar mereka. Inginnya segera melabrak mereka, tapi balik lagi yang aku bilang tadi bahwa itu bukan wilayahku" Jawab Ravel


"Jadi, mas Tyo memang sudah lama selingkuh? " Tanya Ayu lemas bahkan tidak terasa setetes air jatuh membasahi pipi mulusnya


"Kalau itu kamu tanyakan langsung sama suami kamu. Aku hanya tahu sampai di situ" Kata Ravel sambil menepuk halus kepala Ayu


"Maaf gue masuk tanpa ketok pintu dulu" Kata Ravel saat masuk ke ruangan Bayu


"Nggak apalah asal itu elo. Untung rekan bisnis gue udah pulang" Jawab Bayu


"Gimana sama Ayu? Udah lo antar balik kantor kan? "


"Iya, sekalian ketemu sama lo. Betewe, makasih loh udah tolongin Ayu di saat gue lagi nggak bisa" Kata Ravel tulus


"Udah, nggak masalah itu mah... Ada yang pengen gue omongin tentang Ayu sama lo. Lo kan sahabat Ayu, gue mau minta sesuatu" Kata Bayu serius

__ADS_1


"Minta ape lo? " Tanya Ravel penasaran


"Gue mau lo bantuin gue buat dapatin Ayu" Ucap Bayu sungguh-sungguh


"Lo gila ya? Ayu itu istri orang. Ogah gue bantuin lo" Kaget Ravel setengah berteriak


Ravel tahu Bayu memang tertarik dengan Ayu sejak pertama kali Ravel kenalkan pada Bayu tapi ia tidak menyangka jika Bayu benar-benar jatuh hati pada Ayu


"Gue serius, seribu rius malahan. Gue pengen miliki Ayu, gue cinta sama dia"


"Itu bukan cinta tapi obsesi. Udah ah gue pamit undur diri. Baru juga duduk udah di suruh bantuin bikin dosa"


"Apa lo mau Ayu menderita sama suaminya? Biarkan gue yang gantiin suaminya buat bahagiakan Ayu. Gue nggak akan kecewain Ayu dan lo tahu sifat gue kan? "


"Terserah lo aja deh. Gue cuma minta, untuk sementara tolong jagain Ayu dulu soalnya besok gue ke Jepang. Dan satu lagi, jangan masuk campur kehidupan rumah tangga sahabat gue terlalu jauh kalau ingin memiliki Ayu. Gue permisi bro" Pamit Ravel yang hanya di beri anggukan oleh Bayu. Ia tahu Ravel pasti akan membantunya meski tidak di katakan langsung oleh Ravel.


"Semoga kita berjodoh" Batin Bayu bermonolog


____


dari author kepada readers


pembaca yang budiman, maaf jika up nya kelamaan ataupun bab nya sedikit. saya hanya menyesuaikan kehidupan menulis dengan kehidupan pribadi saya sebgai ibu rumah tangga yang harus ngurus anak dan suami juga sebagai karyawan di sebuah pabrik. jadi mohon di maklumi ☺

__ADS_1


__ADS_2