
Penjelasan. Saat ini Tyo butuh penjelasan mengapa istrinya mendiamkannya selama lika hari belakangan ini hingga membuat ia tidak bersemangat. Di mana Ayu yang dulu yang selalu ceria? Yang selalu memberinya mood booster dulu? Ah.. Ia sudah tidak tahan lagi seperti ini. Bukan hanya mendiamkan, tapi tidak melayaninya lagi bahkan pisah ranjang. Di mana ia buat salah? Perasaan ia tidak melakukan sesuatu yang membuat Ayu marah dan biasanya juga jika Ayu marah akan sangat mudah di bujuk
"Sayang, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap kamu beberapa hati ini. Ada apa sebenarnya? " Tanya Tyo kepada Ayu
Saat ini keduanya tengah makan malam di rumah. Meskipun tadi Radina mengajaknya untuk keluar bersama yang sudah tentu ia tahu kemana mereka akan berakhir namun ia urungkan karena kini di pikirannya hanya Ayu dan sayangnya yang di tanyai tidak menjawab hanya sibuk mengunyah. Jangan kan menjawab, menengok ke arah tyo saja tidak.
Nafsu makan Ayu tiba-tiba saja hilang ketika di tanya mengapa ia mendiamkan suaminya. Ayu segera berdiri hendak meninggalkan Tyo sendiri namun segera tangannya di tahan oleh Tyo
"Cukup Ayu. Aku sudah cukup bersabar denganmu beberapa hari ini. Katakan, ada apa sebenarnya hingga kamu mendiamkan ku seperti ini? Tolong jawab pertanyaanku biar aku tahu letak kesalahanku di mana" Kata Tyo membentak.
"Coba tatap mataku dan katakan apa yang membuatmu marah padaku"
Ia pun ikut berdiri berhadapan dengan Ayu, rasa lapar yang tadi ia rasakan kini jadi hilang, makanan pun terasa hambar saat ia menatap lekat mata istrinya.
Tidak ada lagi tatapan memuja Ayu, tidak ada lagi tatapan cinta dan tergila-gila Ayu yang ada hanya kekosongan
__ADS_1
"Sudah cukup? Benarkah mas tidak tahu letak kesalahan mas? Berarti kita berdua sama-sama bodoh. Aku terlalu bodoh mencintaimu terlalu dalam hingga aku tidak dapat membedakan mana yang cinta dan mana kebohongan dan kamu mas, kamu terlalu bodoh karena tidak menyadari kesalahanmu" Ucap Ayu sinis, melepaskan tangannya dari genggaman Tyo dan berlalu meninggalkan Tyo yang terpaku diam.
Kini Tyo tahu, tidak selamanya ia dapat membohongi Ayu. Ia sekarang mengerti kenapa Ayu mendiamkannya, dari perkataan Ayu tadi ia akhirnya tahu di mana letak kesalahannya.
Meskipun Ayu tidak memberitahu secara langsung namun ia mengerti sekarang.
Lama terdiam di tempat akhirnya Tyo memilih menyusul Ayu ke kamar
"Ayu, apa kamu tahu sesuatu? " Tanya Tyo saat masuk ke kamar
"Tahu apa mas? " Tanya Ayu balik. Sejujurnya ia sudah tidak tahan lagi untuk diam saja, ia ingin agar Tyo mengakui semuanya tanpa harus ia yang katakan sendiri tentang perselingkuhannya
"Kena kamu mas" Batin Ayu
"Oh... Jadi namanya Radina ya? Wanita yang aku temui di ruangan kamu kan? Akhirnya kamu mengakui sendiri bahwa kamu memang bermain di belakangku mas" Kata Ayu marah.
__ADS_1
Wajahnya memerah karena amarah yang memuncak, tangannya ia kepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Akhirnya hari ini tiba di mana ia harus mendengar nama wanita itu keluar dari mulut suaminya
"Ya, aku dan dia memiliki hubungan tapi hanya sebatas pekerjaan" Elakkan Tyo
"Ya, sebatas pekerjaan dan ranjang. Benar begitu kan mas Prasetyo? Jangan kamu pikir aku tidak bisa mengetahui semuanya. Tidak harus dari siapa pun aku tahu tentang perselingkuhanmu tapi semua akan terbongkar pada saatnya tiba. Aku melihatnya sendiri dan itu menjijikkan... Kamu sangat menjijikkan!!! " Teriak Ayu marah menggema di dalam kamar bahkan dapat kedengaran oleh mbok yang sedang membersihkan makanan di meja
Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi cinta yang ada hanya benci dan muak yang di rasakan Ayu.
"Aku tidak akan bertanya lagi mas. Semua sudah jelas bagiku, dan lebih baik kita pisah" Ucap Ayu saat ia dapat mengendalikan amarahnya.
Suaranya tenang namun jelas di dengar oleh Tyo
"Aku tidak ingin berpisah. Aku akan meninggalkan radina. Aku.. Aku telpon dia sekarang biar kamu dengar jika aku ingin berpisah dengannya" Kata Tyo lalu segera mengambil telpon berusaha menelpon radina.
Sungguh Tyo tidak menyangka jika akan begini. Mengapa ia begitu bodoh tidak mengikuti kata hatinya dulu untuk segera meninggalkan radina sebelum semuanya terlambat? Mengapa ia harus bermain-main dengan api jika tidak mau terbakar? Sungguh ia tidak akan sanggup kehilangan Ayu. Di mana lagi ia akan mendapat istri seperti Ayu?
__ADS_1
"Tidak perlu mas. Semua sudah terlambat. Kamu tahu mas, aku jijik padamu, aku menyesali terlambat mengetahui semuanya. Dan satu lagi mas, aku sudah mengajukan gugatan cerai di pengadilan" Kata Ayu kemudian meninggalkan Tyo sendiri.
Malam ini Ayu memilih keluar dari rumah mereka. Rumah yang selama tiga tahun di tempati oleh mereka, rumah yang memiliki banyak kenangan manis namun di rumah ini juga memiliki banyak kebohongan. Beruntung nya Ayu tidak harus memilih untuk tetap bertahan karena anak. beruntung nya ia belum melahirkan anak Tyo hingga anak mereka harus merasakan dampak perceraian mereka. mungkin ini jalan yang terbaik untuk Ayu dan untuk masalah Radina, Ayu tidak berniat untuk tahu tentang wanita itu karena baginya mencari tahu banyak hanya akan menambah luka di hatinya