
“Apa kamu yakin akan berhasil? “ tanya mama Erika
“Aku harap begitu” Jawab Bayu tanpa menoleh. Ada rasa tidak tega dan yang pasti ia tidak akan tahan bila rencana tersebut di jalankan terlebih ia yang terbiasa berada di dekat ayu kini harus menjauh untuk waktu yang belum di tentukan sampai kapan namun ia berharap tidak akan lama.
Semoga rencana Bayu untuk yang satu ini berhasil. Jika saja ini adalah misi dalam bisnis yakinlah bahwa Bayu pasti punya seribu satu cara namun kali ini tentang hidupnya, tentang masa depannya, tentang cintanya yang selama ini mengambang dan tidak menentu akan berlabuh kapan kepada sang pemilik hatinya.
Dua minggu belakangan ini Bayu tidak pernah menghubungi Ayu meski itu hanya sebatas menanyakan kabar hingga membuat Ayu kelimpungan. Ayu yang biasanya tenang belakangan ini tampak kusut dan banyak melamun, di kantor juga tidak fokus dalam bekerja.
Ia rindu, rindu pada sosok Bayu yang selalu menggombalinya lewat pesan whatsa** di pagi hari, yang mengganggunya saat bekerja dan yang selalu ada untuknya dan yang menjadi tempat curhatnya. Kenapa sekarang Bayu menjauhinya? Bahkan telepon tidak di angkat apa lagi bertemu.
Apakah Bayu marah padanya? Ataukah Bayu telah bosan dengannya yang sok jual mahal? Ataukah Bayu telah punya kekasih hingga kini Bayu tidak lagi ingin berhubungan dengan Ayu?
Sekelebat pertanyaan menari-nari di kepala Ayu hingga ia tidak tahan lagi dan berencana setelah pulang kantor ia akan ke rumah Bayu. Gengsi yang selama ini melekat pada dirinya untuk lebih dulu menghubungi Bayu akhirnya rontok juga berkenaan dengan rindu akan sosok seorang Bayu dan berharap sebentar akan bertemu lalaki tersebut.
Hingga pukul enam sore Ayu pun segera meninggalkan kantor dan bergegas ke rumah Bayu. Serangkaian alasan tersusun rapih di otak kecilnya itu, entah dengan alasan ingin mengembalikan kaos Bayu yang tertinggal di apartemen atau memberikan dokumen kantor yang sebenarnya harus ia serahkan pada sekretaris Bayu atas perintah Pak Roni, ketua di divisi pemasaran.
Ting tong..... Ting tong.....
“selamat malam mbok “ tanya Ayu saat mbok Siti membuka pintu rumah
__ADS_1
“selamat malam non, silahkan masuk dulu” sapa mbok Siti lalu mempersilahkan Ayu masuk
“silahkan duduk dulu non”
“makasih mbok Siti..” tanya Ayu ragu. Ia nampak salah tingkah juga kikuk tidak tahu harus bilang apa lagi
“Cari den Bayu ya non? “ tanya mbok Siti setelah mempersilahkan Ayu masuk
“Eh iata mbok, saya mau ketemu sama pak Bayu, ada yang ingin saya bicarakan” jawab Ayu
“maaf nom, den Bayu tidak pulang ke rumah utama malam ini” kata Mbok Siti
“pak Bayu pulang ke rumah pribadinya non”
“kalau, boleh tahu di mana rumahnya mbok? Soalnya ada yang ingin saya sampaikan sama pak Bayu” kata Ayu beralasan
“maaf non, tapi pak Bayu nggak ngijinin buat kasih tahu rumah pribadi pak Bayu non. Itu privacy pak bayu”
“oh gitu ya.. Kalo gitu bilang saja sama pak Bayu kalau saya datang ke sini. Saya permisi nnon pamit Ayu kecewa
__ADS_1
“iya non” kata mbok Siti
Setelah memastikan Ayu pergi mbok Siti kemudian menutup pintu dan segera ke ruang kerja Bayu.
“permisi den, non Ayunya sudah pergi” lapor mbok Siti sedang Bayu diam tanpa menjawab dan sibuk mengamati layar laptopnya dan Bayu tidak sedang sibuk bekerja tapi sejak tadi mengamati Ayu.
Ingin sebenarnya ia menemui Ayu namun ia kuatkan hati agar rencananya tidak gagal dan hanya bisa melihatnya lewat layar laptop yang terpasang di sudut rumah begitupun di kantor, Bayu selalu menyempatkan diri mengamati Ayu lewat CCTV yang ada di ruangan Ayu tanpa Ayu tahu.
Malam panjang di lalui Ayu dengan gelisah setelah gagal bertemu dengan Bayu. Segelintir pertanyaan dan rencana menyerbu otak kecilnya. Entah mengapa rasanya teramat sangat ingin bertemu dengan Bayu walau hanya berpapasan saja
“Sudahlah Ayu, akui saja jika kamu jatuh hati dengan Bayu... Kamu akan lelah sendiri jika terus menyangkal karena perasaan kamu itu mengatakan bahwa kamu merindukan pria itu” kata hati Ayu namun di lain sisi ia juga menyangkalnya
“Ah... Tidak mungkin aku menyukai Bayu. Siapalah aku yang seorang janda masak pantas bersanding dengan bujangan kaya, tampan dan mapan seperti dirinya? Tidak mungkin juga Bayu mau denganku? “ Ayu bermonolog
“hatinya tidak dapat kamu baca namun sikap dan caranya memperlakukanmu menggambarkan bahwa ia telah jatuh hati padamu, bahkan ia selalu mengatakan cinta padamu bukan? Cobalah buka hatimu, jangan berlalu terus dengan masa lalu bersama mas Tyo karena mereka dua orang yang berbeda” lagi suara hati Ayu mematahkan pendapat Ayu yang logis.
Ia ingat setiap hari Bayu selalu memperhatikannya, menatapnya dengan ketulusan dan memberikannya kenyamanan bahkan terakhir mereka berciuman tanpa sadar malam semakin larut dan ia tertidur bersama semua kenangannya dengan Bayu
__ADS_1