
Ia tidak ingin berakhir seperti drama in**siar yang di sakiti selingkuhan suami atau pun mengalah terlebih mertua yang ternyata mengenal perempuan Tyo atau lebih tepatnya mertua yang mengetahui hubungan anaknya dengan wanita lain. Katakanlah Ayu lemah, perempuan yang tersakiti namun ia tidak akan membiarkan dirinya terus bersabar untuk mereka. Tidak ada niatan dalam hati untuk membalas namun tidak juga untuk membiarkan. Ia ingin tahu sedekat apa mertuanya dengan wanita simpanan suaminya? Ingin tahu, sejauh apa mertuanya mengetahui perselingkuhan anaknya dengan wanita itu. Dan tentang wanita bernama Radina ini, kini ia melihat langsung dan teliti siapa dia? Ayu ingat perempuan ini pernah ia temui saat Ayu datang ke kantor Tyo. Perempuan ini ada di ruangan Tyo saat itu. Ayu ingat saat itu Radina keluar dari kamar pribadi Tyo namun Tyo beralasan Radina meminjam toilet dan Ayu yakini sekarang waktu itu mereka tengah berdua namun Ayu datang sebagai pengganggu. Lalu mertuanya ini, apa yang sebenarnya ia inginkan?
"Mama? Kapan mama datang? " Tanya Ayu memulai percakapan. Ia yakin mama Asih nampak terkejut dengan pertanyaannya karena sedari tadi mama Asih dan Radina tengah asik berbincang
"Eh... Ayu, kamu pulang nak? " Tanya mama Asih gugup..
"Iya" Jawab Ayu singkat
"Mama sama siapa? " Tanya Ayu pura-pura tidak kenal
"Ini Radina, rekan kerja Tyo. Kenalan gih" Ucap mama Asih
"Nggak usah ma, Ayu sudah kenal. Namanya Radina kan? Kita pernah ketemu kok di kantor mas Tyo, di bali juga pernah liat wanita ini terus tadi di kamar Radina main masuk kamar saja saat aku sama mas Tyo lagi di kamar" Kata Ayu lantang tanpa berpura-pura tidak kenal.
Ia bosan jika harus terus di permainkan oleh ibu dan anak.
__ADS_1
Sedangkan Radina cukup menjadi pendengar yang baik. Ia ingin melihat seperti apa istri mas Tyo ini sehingga Tyo lebih memilih istrinya ketimbang dirinya.
"Ma, Ayu permisi dulu" Ucap Ayu pamitan. Sungguh, ia tidak sanggup jika berlama-lama dengan mereka apa lagi serumah dengan orang-orang yang menyakitinya
"Ayu, ada yang mau mama bicarakan" Kata mama Asih
"Tidak ada yang perlu di bicarakan ma. Semua sudah jelas"
"Ikut mama. Dan Radina, kamu tunggu di sini" Kata mama Asih tanpa mau di bantah.
Ayu memang marah dan kecewa berat tapi ia menghargai mama Asih juga menghormati mertuanya. Tidak ada alasan untuk menolak perkataan mama saat ini karena ia juga butuh penjelasan jadi ia ikut saja mama Asih ke ruang kerja Tyo
"Ada apa ma? " Tanya Ayu. Ia tahu ke mana arah pembicaraan mama
"Ayu, ini tentang kamu dan Tyo. Maaf jika mama lancang mencampuri urusan rumah tangga kalian, tapi mama rasa mama harus ikut campur. Apa kamu mengetahui sesuatu Ayu? " Tanya mama Asih
__ADS_1
Diam cukup lama tanpa jawaban dari Ayu.
"Apa mama mau membodohi Ayu seperti mas Tyo membodohi Ayu? Ma, pertanyaan mama ini seharusnya aku yang tanyakan kepada mama. Apa mama mengetahui perselingkuhan mas Tyo dengan wanita itu? Coba mama tolong jawab jujur karena Ayu sudah lelah di permainkan"
"Iya, mama tahu tentang mereka. Tapi tunggu, kamu jangan mengira mama merencanakan semuanya. Mama baru mengetahui hubungan mereka saat kalian di bali. Radina adalah rekan kerja Tyo di kantor dan Radina juga adalah cinta pertama Tyo. Saat itu kalian ada di bali, Radina datang ke kantor Tyo menemui mama dan menceritakan tentang dia dan Tyo" Terang mama panjang lebar
"Lalu kenapa mama memihak yang salah meskipun itu anak mama? Mama juga perempuan seharusnya mama lebih tahu mana yang benar dan mana yang salah. Ayu sungguh kecewa dengan mama" Ucap ayu
"Jangan terlalu menyalahkan mama ayu. Seharusnya kamu juga tahu ini semua adalah salah kamu juga karena sampai saat ini kamu belum juga hamil. Kamu pikir saja, seandainya kamu sudah punya anak tidak mungkin mama menyembunyikan semua ini dari kamu! " Bantah mama tidak mau di salahkan
"Mama sudah di butakan oleh cucu. Ayu mengerti apa kemauan mama tapi seorang anak tidak mungkin bisa di beli dengan uang. Itu semua akan ada pada waktunya dan bukan di paksakan. Seharusnya ada banyak kesabaran menanti sesuatu yang berharga tersebut, bukan untuk di jadikan ajang siapa yang lebih dulu mendapatkan. Ayu mengerti maksud mama membiarkan mas Tyo berselingkuh tapi mama salah besar di sini. Seharusnya mama Minta mas tyo periksa apakah mas tyo itu bermasalah dengan kesuburannya atau tidak, bukan menjadikanku bahan taruhan atas sesuatu yang tidak tahu kapan akan di kasih sama Tuhan. Sampai di sini pembicaraan kita ma, maaf Ayu permisi keluar" Debat Ayu dengan emosi namun masih bisa ia tahan.
Jika saja perempuan di depannya bukan mertuanya mungkin sudah ia garuk dari tadi mulut itu.
Akhirnya Ayu memilih untuk pergi dari rumah itu. Niat awal hanya ingin mengambil file malah ketemu dengan Penghianat-penghianat jahanam hingga emosinya harus naik turun antara benci, kesal dan marah semua menjadi satu. Jika dulu rumah itu adalah surga ternyaman tempat ia bernaung kini rumah itu terasa bagai neraka penuh bara api ketika ia menginjakkan kaki di rumah tersebut
__ADS_1
__________
maaf buat pembaca semua, saya tidak bisa menjanjikan akan update setiap hari. seperti yang saya bilang di bab sebelumnya jika saya hanya dapat menulis novel jika dalam waktu senggang karena tanggung jawab saya sbg orang tua yang setiap harinya harus mengurus si kecil yang masih berumur 6 tahun yang kini sudah sekolah, mengurus suami dan juga sebagai karyawan sebuah pabrik. jadi mohon kesabaran para pembaca yang budiman 🙏🙏🙏 jika ada ketidak sukaan mengenai novel saya, saya mohon maaf karena saya juga baru belajar menulis ☺