
"Kamu di mana sayang? Tolong jangan seperti ini, kita bisa bicarakan baik-baik" Tyo bermonolog dalam mobil. Saat ini ia tengah menyusuri jalan mencari Ayu dengan keadaan cemas, takut bahkan bimbang.
Berkali-kali ia coba menghubungi Ayu namun nomornya tidak aktif dan itu membuat Tyo semakin frustasi.
'Bagaimana jika Ayu benar-benar mengajukan gugatan cerai? Ah tidak, itu tidak boleh terjadi. Bagaimana Ayu bisa tahu hubungannya dengan Radiina? Bukankah Ayu tidak mengetahui kedatangan Radina di bali? Ayo Tyo berpikir, berpikir Tyo.... Di mana Ayu melihatnya dengan Radina?' batin Tyo.
"Akh.... Sial sial sial..... " Teriak Tyo sambil memukul-mukul setir mobil.
Hingga pukul tiga dini hari ia tidak menemukan Ayu dan akhirnya Tyo memilih untuk pulang.
Saat membuka pintu ia teringat Ayu yang selalu menunggunya di rumah, berjalan melewati ruang tamu terbayang Ayu yang tertidur saat menunggunya pulang hingga larut malam dan saat masuk ke kamar ia ingat di kamar itulah ia dan Ayu sering bercanda, berbincang dan bahkan berbagi kehangatan hingga di kamar ini pula Ayu mengatakan ingin bercerai darinya hingga tak terasa air mata mulai menetes.
Penyesalan memang datangnya terakhir dan inilah yang di rasakan Tyo. Kamar yang tadinya rapih kini bak kapal pecah akibat ulahnya. Barang-barang semua di lemparkan dan di banting dan kini di genggamannya ada foto Ayu yang tertawa bahagia. Di peluknya penuh kerinduan dan penyesalan
"Aku minta maaf sayang. Mas salah tapi tolong jangan seperti ini. Mas janji akan memperbaiki semuanya. Ayu, kamu di mana sayang? " Lirih Tyo yang tengah memegang foto Ayu sambil menatapnya dengan air mata yang terus mengalir hingga ia lelah dan tertidur
Paginya Tyo segera mandi dan ganti pakaian. Ia tidak berniat untuk datang ke kantor melainkan ke rumah Radina dengan maksud ingin mengakhiri semuanya. Tekadnya sudah bulat ia ingin mempertahankan rumah tangga nya, setelah itu mencari Ayu sampai ketemu. Ia yakin Ayu tidak pergi jauh dari kota J
"Tyo, mau ke mana pagi-pagi nak?" Tanya mama yang baru sampai di rumah.
__ADS_1
Pagi ini mama sengaja datang ke rumah karena ada yang ingin mama bicarakan dengan Tyo tapi saat mama baru sampai Tyo sudah mau keluar padahal ini hari minggu
"Mau ke rumah Radina ma" Jawab Tyo singkat yang membuat mama bingung
"Ayu mana? Bisa-bisanya kamu ke rumah Radina sedang Ayu ada di rumah" Ucap mama pelan takut Ayu dengar
Tyo yang sudah di ambang pintu tiba-tiba berhenti, menarik napas lalu membuangnya kasar tanpa berbalik melihat mama di belakang ia hanya berkata
"Ayu tidak di rumah" Kemudian berlalu meninggalkan mama Asih
Mama Asih tentu saja heran karena tidak biasanya Ayu tidak di rumah pagi-pagi sekali
"Anu bu, non Ayu tidak pulang semalam" Jawab mbok
"Memangnya Ayu ke mana mbok? Kok tumben nggak pulang"
"Semalam non Ayu sama den Tyo bertengkar terus non Ayu keluar dari rumah" Jawab mbok
Mama Asih lalu meninggalkan mbok di dapur dan pergi ke kamar Tyo. Alangkah terkejutnya melihat kamar Tyo yang berantakan
__ADS_1
"Pertengkaran macam apa yang bisa membuat Ayu keluar dari rumah dan kamar berantakan begini? " Batin mama Asih.
Ia kemudian menyuruh mbok membersihkan kamar sementara mama mencoba menghubungi ayu tapi sayang nomor Ayu tidak dapat di hubungi
Sementara Tyo yang kini sudah berada di depan rumah Radina menggedor-gedor pintu rumah Radina dengan kuat sambil memanggil Radina
"Radina.... Radina.... " Teriak Tyo
"Radina... Buka pintunya. Aku mau bicara" Lagi teriak Tyo sambil menggedor pintu namun sayang tidak di bukakan oleh si empunya rumah
"Pak. Bapak cari siapa? " Tanya satpam kompleks yang kebetulan lewat
"Saya cari Radina pak"
"Oh ibu Radina ya. Ibu nya lagi keluar pak" Kata satpam kompleks kemudian meninggalkan Tyo
"Sial... Sial sial sial" Kesal Tyo setengah berteriak, kemudian menyugar rambutnya ke belakang
Ia pun pergi dari rumah setelah tahu Radina tidak ada di rumah kemudian beralih mencari Ayu, mungkin saja pagi ini dia dapat menemukan Ayu
__ADS_1