
“Apa Ayu sudah tidur? “ Tanya Bayu pada mbok Siti
“Sudah den.. Setelah mbak Ayu makan tadi langsung tidur” Jawab mbok siti
“Terima kasih ya mbok, biar saya yang jaga Ayu. Mbok silahkan turun ke bawa dulu di panggil sama mama”
“Iya den mbok permisi” Pamit mbok Siti yang berlalu keluar dari kamar Bayu
Setelah kejadian di kafe tadi, Bayu tidak mengantar Ayu pulang ke apartemen tetapi membawanya pulang ke rumah orang tuanya. Kasihan Ayu sepertinya sangat terguncang dengan kejadian tadi di kafe. Kesalahannya tadi kenapa tidak mengajak Ayu makan siang bersamanya. Jika saja tadi ia cepat mengajak Ayu pasti kejadian hari ini tidak akan terjadi.
Bayu perlahan mendekati Ayu dan mengelus wajahnya dengan sayang
“Sampai kapan akan seperti ini? Berapa lama lagi aku menunggu kepastian bahwa kamu sudah jatuh cinta padaku? Apa lagi yang harus aku lakukan agar kamu jadi milikku seutuhnya? Aku tidak lelah sayang, aku tidak lelah menunggumu tapi aku tidak ingin kamu di sakiti lagi. Aku mohon terimalah cintaku” ucap Bayu sepenuh hati kepada Ayu yang tengah tertidur
Tok tok tok
“Permisi den, ibu memanggil katanya temui ibu di ruang kerja bapak” kata mbok Siti dan langsung pamit
Bayu pun segera melenggang keluar meninggalkan Ayu yang tengah tidur. Setelah Bayu menutup pintu barulah Ayu membuka mata, ia tahu dan mendengar semua yang Bayu katakan. Tidak menyangka bahwa selama ini Bayu menyimpan rasa terhadapnya dan bodohnya Ayu pikir semua perhatian dan bahkan kata-kata gombalan yang Bayu ucapkan hanyalah gombalan untuk menghiburnya tapi ternyata itu cinta Bayu untuk Ayu.
Sepanjang menuruni anak tangga Bayu yakin mamanya yang cerewet akan menginterogasinya habis-habisan. Belum jadi mantu saja sudah jadi kesayangan mamanya bayu apalagi kalau sudah jadi mantu? Dirinya pasti akan di buat gila oleh mamanya dan Ayu.
Tok tok tok. ...
“masuk.. “ perintah mama
“Ada apa ma? “
“coba jelaskan bagaimana bisa wajah Ayu bisa sampai bonyok kayak gitu? “ tanya mama sambil memegang tongkat golf papa Ryan
“Di labrak mantan mertuanya” jawab Bayu singkat
“Ceritain gimana kejadiannya Bayu... Ih gemes banget”
“Bayu nggak tahu pasti ceritanya ma. Pas Bayu sampe di kafe mantan mertua Ayu lagi marahin Ayu abis itu bayu samperin muka Ayu sudah seperti itu. Nggak mungkin bayu bertanya lebih jauh bagaimana kronologinya sedangkan Ayu saja shock. Nggak etis juga kan bayu buru-buru tanya teman-teman ayu” jelas bayu panjang lebar
__ADS_1
“untung saja kamu bawa pulang Ayu ke sini. Coba kalo kamu bawa Ayu ke apartemen terus dia sendirian, kamu yang bakalan mama pukulin pakai tongkat golf”
“udah kan? Bayu keluar dulu ma masih banyak pekerjaan yang belum bayu selesaikan”
“hemmmm.... Besok kamu jagain Ayu, biar papa yang ke kantor”
“terserah saja bayu ikut apa kata mama. Ma, kenapa mama ngotot dan suka banget sama Ayu? “
“ Kepribadiannya dan kepolosannya. Wajah cantiknya itu pemanis”
_______________
Malam yang panjang berganti jadi pagi... Kemarin sudah berlalu dan hari ini adalah hari yang baru.. Jika kemarin masalah datang menghampiri, maka hari ini masih jadi rahasia.
pagi-pagi sekali Ayu sudah berada di dapur menyiapkan makanan untuk pemilik rumah yang semalam ia tempati bahkan bagi asisten rumah tangga, supir dan tukang kebun juga tak lupa ia siapkan sarapan sebagai rasa Terima kasih karena sudah mengijinkan dia menginap di rumah ini.
Aroma sedap masakan ayu membuat Bayu yang biasanya akhir pekan selalu bangun kesiangan pagi-pagi sekali sudah bangun dan menuju dapur. Tidak biasanya mbok Siti masak kok baunya sedap banget menggugah selera banget. Mama dan papa juga langsung turun untuk sarapan dan sepemikiran sama Bayu.
“lah den, bukan mbok yang masak den tapi mbak Ayu” kata mbok Siti
Bayu pun segera bergegas menuju dapur dan memperhatikan Ayu yang nampak lincah saat memasak.
“sudah bangun? “ tanya Ayu
“hemm”
“mau di bikinin kopi, teh, susu atau apa? “ tanya ayu
“Air putih hangat. Aku biasa minum itu kalo baru bangun tidur”
“okey. Tunggu sebentar ya sekalian sarapan aku siapin”
“hemmm”
__ADS_1
Sepiring nasi goreng, sambal, telor mata sapi, kerupuk udang segelas air putih hangat tersedia di depan Bayu namun belum, Bayu sentuh sama sekali
“kenapa? Nggak enak ya? “ tanya ayu
“bukan. Kamu sudah sarapan? “
“belum”
“sini mendekat” mengambil kursi menarik di sebelah Bayu dan menyuruh Ayu duduk.
“duduk dan kita makan bareng, okey “ tanpa membantah Ayu membuka mulut saat Bayu menyuapi sesendok nasi goreng ke mulut ayu
“pelan-pelan saja kalau masih sakit”
Bergantian Ayu dan Bayu saling menyuapi dan percakapan serta candaan mewarnai acara sarapan mereka berdua tanpa menyadari ada berapa pasang mata yang melihat dari jauh kedekatan keduanya
“pa, mama juga mau kayak gitu pa” rengek mama
“emang mama mau di tampar dulu baru abis itu kita makan romantis? “
“mbok, sini tampar saya” suruh mama kepada mbok Siti tapi mana berani mbok Siti ngelakuin hal kayak gitu
“Mama ini ada-ada saja. Dari pada gangguin mereka mending balik ke kamar saja”
“nggak mau. Mama udah lapar nih.. Mana perut mama udah bunyi lagi lantaran hidung mama mencium aroma, masakan Ayu”
“sudah, sejam lagi baru turun kita makan berdua kayak gitu. Nah sekarang kita olahraga pagi dulu di kamar ma... Nanti pakai haya yang mama suka, ayo” ajak papa Ryan sambil berbisik dan keduanya pun naik lagi ke kamar meninggalkan Ayu dan Bayu di meja makan.
“mas, abis ini aku mau pulang ke apartemen”
“besok saja baru pulang ke apartment. Wajah kamu masih bengkak”
“sudah tidak apa-apa kok. Tadi sudah aku kasih salep”
“ya sudah nanti aku antarin ya... “
__ADS_1
Ayu diam tidak menjawab karena ia tahu menolak pun tidak ada gunanya karena Bayu pasti akan tetap mengantarkannya.